Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
07. Tante Rosi.


__ADS_3

"Alex"


aku pura pura tidak mendengar panggilan dari tante Rosi.


"Alex"panggilnya lagi sambil berusaha menyentuh tanganku.


" tante ini dikampus tolong jangan begini"kataku sambil menyingkirkan tangannya.


"sorry"


" ada yang mau aku omongin sama kamu lex"


"aku sibuk,tante"


"pliss,sebentar aja"


kuhembuskan nafasku dengan kesal,beberapa mahasiswa yang lewat mulai melihat kearah kami membuat aku menjadi risih dengan tatapan mereka.


"baiklah tapi jangan disini"kataku.


"oke kita bicara direstoran langganan aku saja."


"aku kesana dengan motorku saja tante karena setelah dari sana aku mau langsung kestudio"jawabku menolak ajakan tante Rosi untuk naik ke mobilnya.


"baiklah,kalau begitu"katanya sambil masuk kadalam mobil Honda civic warna merahnya dan keluar dari area kampusku.


aku mengikuti mobil itu dari belakang dengan jarak cukup jauh,supaya tidak membuat curiga mahasiswa mahasiswi yang berlalu lalang disekitar kampus.


Sampai direstoran.......


pelayan langsung mengantar kami ke meja yang tampaknya sudah dipesan lebih dulu oleh tante Rosi.


kami duduk berhadapan dimeja yang berada diroftof restoran itu.


ini bukan pertama kalinya tante Rosi dan aku datang kesini, dulu saat aku masih menjadi teman kencannya dia sering mengajakku makan disini, karena menurutnya makanan direstoran ini sangat lezat.


Hubunganku dan tante Rosi dulu bisa dibilang sangat dekat,


karena tante Rosi termasuk klien yang paling sering mengajakku untuk bertemu sejak kami pertama kali berjumpa di imigrant bar.


Dulu hampir seminggu sekali dia pasti menelpon untuk mengajakku bertemu.


Dia adalah salah satu pelangganku yang paling royal dalam memberiku tips.


seorang pelayan datang memberikan kami buku menu.


"kamu mau pesan apa lex"


"seperti biasa aja tante"


"oke"katanya sambil menyebutkan pesanan kami pada si pelayan tadi.


"apa yang ingin tante bicarakan"tanyaku.


"lex,kenapa kamu memblokir nomor tante"


"maaf tante,bukan hanya nomor tante yang aku blokir tapi semua nomor perempuan yang pernah memakai jasaku untuk menemani mereka sudah aku blokir,aku sudah berhenti melakukan pekerjaan itu tante"


"tapi lex"

__ADS_1


"pliss tante,aku ingin berubah,aku sudah lelah menjalani pekerjaan itu.


Bahkan aku malu pada diriku sendiri karena mencari uang dengan cara seperti itu"


kulihat mata tante Rosi mulai berkaca kaca mendengar penjelasanku,membuat aku tak tega untuk berbicara lebih keras lagi padanya.


untung saat itu pelayan datang mengantarkan makanan pesanan kami,


"ayo makan tante"kataku dengan nada lembut.


tante Rosi hanya mengangguk membalasnya.


kami makan dalam diam,ada sedikit rasa bersalah saat melihat tante Rosi saat ini.


karena selama ini tante Rosi sudah banyak membantuku walau dengan alasan memberi tips agar aku mau menerimanya.


dengan tulus kusentuh tangan perempuan yang masih cantik walau sudah berusia diatas 50 tshun.


"maaf tante" kataku dengan nada lebih lembut.


Dia menatapku dengan lembut,membuat aku seperti melihat sosok seorang ibu didirinya.


"tidak apa apa Alex,mungkin memang pertemuan kita yang salah".


"Aku menyayangi tante,selalu menyayangi tante,aku seperti menemukan sosok seorang ibu saat bersama tante".


"aku juga menyayangimu lex,aku selalu kagum dengan perjuanganmu bertahan diusia yang semuda ini."


"mungkin benar apa yang kamu katakan seharusnya kita tidak berhubungan lagi".


kulihat air matanya mulai menetes,membuat dadaku terasa sesak,kuambil tisu yang ada di atas meja dan kuhapus air mata itu.


"apa masih pantas wanita tua sepertiku berteman dengan pria seusiamu,mereka pasti berpikir kamu peliharaanku"katanya.


membuat aku sedikit tergelak.


"ternyata tante juga merasa resah dengan pandangan orang tentang kita selama ini"


"tentu saja"


"baiklah,kita berhubungan seperlunya saja,agar kita tidak merasa risih"


"itu sepertinya lebih baik, jadi aku sudah boleh menghubungimu"


"iya,tante tapi aku nggak bisa janji untuk selalu ada buat tante,karena aku punya kehidupanku sendiri"


"aku mengerti, terimakasih kamu sudah mau mengerti tentang perempuan tua ini"


"maaf tante,"


"jangan merasa bersalah apa yang kamu katakan benar,hanya kemaren aku terlalu egois dalam mengenalmu,sekarang aku sudah merasa lega,"


setelah pembicaraan panjang lebar kami di restoran itu,hubunganku dengan tante Rosi menjadi lebih santai,seakan beban berat itu sudah terangkat.


Saat kami berjalan bersama menuju mobil tante Rosi, kami sudah bisa ngobrol dengan santai.


"makasih ya lex,untuk waktunya hari ini "


"iya tante hati hati saat menyetir"kataku sambil membantu tante Rosi menutup pintu mobil.

__ADS_1


"oh iya lex,maaf ya untuk kejadian diparkiran bar waktu"katanya sambil menghidupkan mobilnya dan mulai berlalu pergi dari restoran itu.


aku hanya tersenyum kecut saat mengingat kejadian itu.


setelah mobil tante Rosi tidak terlihat lagi,aku juga bermaksud pergi meninggalkan parkiran restoran .


tapi aku seperti merasa ada yang memandangku, saat kubalikkan badan kebelakang kulihat seseorang menatapku dengan tajam, seolah olah ingin membunuhku,


"Almera!"panggilku pada dua orang perempuan yang berdiri di samping mobil mini cooper merah itu.


"hay Alex"kulihat Anggel melambaikan tangan menyapaku, tapi dengan cepat Almera menarik tangan Anggel untuk masuk kedalam mobil.


"Almer tunggu aku mau bicara"kataku sambil berlari kearah mobil yang sudah mulai bergerak keluar dari parkiran restoran.


"sial "makiku karena tidak berhasil mengejar mobil Almer yang melaju dengan cepat.


dengan terburu buru aku berlari karah motor sportku bermaksud untuk mengejar mobil mereka.


Tapi tiba tiba hpku berbunyi,terpaksa kuurungkan dulu niatku untuk mengejar mereka.kuperiksa siapa yang menelpon disaat begini, ternyata selvi orang dari studio.


"halo kak selvi ada apa"


"lex kamu bisa kesini sekarang ngga,ada sesutu yang harus kita bahas tentang masalah pekerjaan"


"bisa kak,kebetulan ini aku lagi dijalan arah studio"


"ok,kami tunggu ya"


"oke kak"


aku terpaksa mengurungkan niatku untuk sementara mengejar Almera.


Di jalan menuju kantor.....


"Almer kamu tadi lihat Alex nggak waktu diparkiran,oh my good dia ganteng banget. gemes aku ngeliatnya pengen kupeluk rasanya,tapi kamu malah narik aku masuk mobil,kan sebel jadinya,kenapa sih Mer jarang jarang tau habis pulang rapat ketemu berondong ganteng"


"mer...Almer... ngapain sih kamu aku ngomong malah dicuekin"


"sudah ngomongnya"


"iya"jawab Angel dengan cengo.


"kalau sudah tolong kamu telponkan sekretaris Risa"


"iya,untuk apa Mer"


"bilang sama Risa untuk memesankan tiket pesawat pulang untuk pak yudi"


"bukannya proyek yang ditangani pak yudi belum selesai,Mer"


"memang belum, karena itu kamu akan aku kirim untuk menggantikan pekerjaan pak Yudi disana"


"what...no Mer,aku nggak mau kesana"


"why... bukankah kamu ingin mencari berondong,diproyek tempat pak yudi banyak berondongnya"


"Mer...Almer kamu tega banget sih ngirim aku kesana bisa mati muda nanti aku mer"


"bukan urusanku,diotakmu yang adakan cuma berondong".

__ADS_1


__ADS_2