Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
31.Hadiah pemberian Tuan Smith.


__ADS_3

Sore hari Miller baru mengantarku pulang dari peternakan milik tuan Smith.


Sehari bersama pria tua itu rasanya tidak cukup,tapi besok aku harus kembali keIndonesia,jadi setelah menemani tuan Smith untuk menikmati cemilan sore aku meminta Miller untuk mengantarku kembali ke hotel.


"berkunjunglah lagi kapan kapan kalau kau datang ke Amerika"ucapnya saat mengantar aku berjalan menuju mobil yang akan di bawa Miller mengantarku kembali.


"pasti saya akan mengunjungi anda lagi nanti"janjiku padanya.


"semoga saat diIndonesia kau bisa berjumpa dengan cucu laki lakiku"


aku hanya tersenyum mendengarnya berbicara seperti itu.


"saya permisi tuan Smith"ucapku sambil menggengam tangannya hangat sebelum naik kedalam mobil.


Kulihat dia masih menatap kearahku walau mobil yang dibawa Miller sudah bergerak menjauh.


"sepertinya tuan besar sangat menyukai anda Miss"


Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Miller.


Kusandarkan kepalaku dikursi mobil mencoba menikmati pemandangan selama perjalanan pulang sore itu yang memakan waktu cukup lama.


"Miss..,bangun"Miller mengguncang bahuku mencoba membangunkanku,ternyata selama dalam perjalanan tadi aku malah tertidur.


"em,Miller kita sudah sampai"tanyaku dengan mengerjapkan mataku yang baru terbuka.


"iya,maaf membangunkan anda"


"tidak papa,ucapku lalu melangkah keluar dari mobil.


"Miller terimakasih" ucapku bermaksud melangkah masuk kedalam hotel.


"tunggu Miss"


"ada apa Miller"aku terpaksa mengurungkan dulu niatku untuk masuk kedalam hotel.


"tuan besar menitipkan hadiah ini untuk anda"Miller menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna biru saphire kepadaku.


"apa ini"


"saya tidak tau,tuan besar hanya meminta saya menyerahkannya kepada anda saat anda sampai dihotel".


Dasar pria tua,batinku,dia pasti tau kalau dia memberikannya langsung aku pasti akan menolaknya.


Miller tampak masih menunggu jawaban dariku untuk disampaikannya pada tuan Smith.


"katakan padanya,aku sangat berterimakasih atas hadiahnya"lalu menyuruh Miller untuk pergi dari sana.


Setelah mobil Miller menjauh aku melangkah masuk kedalam hotel.


Dikamar hotel kubuka kotak hadiah yang diberikan tuan Smith padaku.


Ternyata isinya hanya kalung emas yang terlihat tidak mahal tapi cantik dengan bentuknya yang sangat simpel cocok untuk dipakai sehari hari.



Terdapat catatan kecil didalam kotak yang ditulis langsung oleh tuan Smith.

__ADS_1


"Hanya hadiah kecil sebagai ucapan terimakasih karena sudah menemani Pria tua yang kesepian ini,jadi ku harap kau tidak keberatan untuk menerimanya."


Ttd


Old Smith.


Aku tersenyum saat membaca pesan manis dari pria tua itu.


Sambil menghadap cermin yang ada dikamar ku pasang kalung pemberian dari tuan Smith.


Cantik,gumamku sambil tersenyum memandang kalung yang sudah terpasang dileherku.


Ini akan menjadi kalung favoritku mulai saat ini,segera kuhubungi tuan Smith dan mengatakan terimakasih secara langsung padanya.


"syukurlah kalau kau menyukainya,itu hanya kalung yang kubeli saat aku berjalan jalan di pasar kecil,tapi saat melihatnya aku teringat pada gadis cantik yang baru kutemui"kelakarnya sambil tertawa di telpon.


"saya tidak pernah memandang sebuah hadiah berdasarkan harganya,yang penting saya menyukainya,terimakasih banyak saat nanti saya mengunjungi anda saya pasti akan memberikan balasan untuk hadiah ini"


"dengan senang hati aku akan menerimanya saat kau memberikannya nanti".


"sampai jumpa lagi lain waktu,tuan Smith"ucapku mengakhiri panggilan telpon dengannya.


Bandara Soekarno Hatta,Jakarta.


"selamat siang bu"sapa supir yang menjemputku diBandara.


"tolong kau masukkan kopernya,dan kita langsung pergi kekantor sekarang."ucapku padanya.


"baik bu".


Kemaren sebelum berangkat aku sudah mengatakan pada Anggela bahwa aku akan langsung mengadakan rapat saat sampai keJakarta.


"kau yakin akan langsung pergi kekantor saat sampai Mer"


"kenapa?aku ingin masalah ini cepat selesai,jadi lakukan saja apa yang ku minta"


"baiklah kalau begitu akan kusiapkan semuanya besok siang,supir akan menjemputmu dibandara besok saat kau mendarat"


"hem"jawabku sebelum mematikan sambungan telpon.


Saat sampai dilobi kantor Anggela sudah menyambutku dengan gelisah.


"bagaimana Mike sudah datang"tanyaku langsung sambil berjalan kearah lift untuk segera naik kekantorku.


"sudah,5 menit yang lalu dia sampai dan kusuruh menunggumu diruang rapat"


"kita kesana sekarang"


"baik"jawabnya mengikuti langkahku dari belakang.


Sampai diruangan rapat kulihat Mikw sudah menungguku disana.


"Almera"sapanya padaku.


aku hanya mengangguk membalas sapaannya.


Aku tak ingin terlalu berbasa basi seperti sebelumnya,jadi langsung kepokok permasalahan untuk membahas tentang investasi yang berhasil kuperoleh dari perusahaan Smith Corp.

__ADS_1


Setelah beberapa jam pembahasan kami akhirnya selesai dan aku memutuskan akan pergi sendiri keBandung untuk mengawasi jalannya proyek itu.


"Almera selamat karena kamu bisa mendapatkan investasi kerjasama denhan perusahaan Smith Corp."ucapnya sambil menjabat tanganku.


"terimakasih"ucapku tersenyum tulus menerima jabatan tangan Mike.


"Almera dari mana kau mendapat kalung itu"tanya Mike sambil menunjuk kalung yang kupakai dileherku.


aku segera meraba leherku baru sadar ternyata sejak kemaren aku sama sekali tidak melepaskan lagi kalung pemberian dari tuan tua Smith.


"oh ini aku membelinya saat berada diAmerika kemaren,kenapa?"tanyaku balik padanya.


"bukan apa apa,hanya saja saat melihatnya aku teringat seseorang yanh memiliki kalung seperti itu dulu"


"maksudmu?"


"sepupu perempuanku dulu juga punya kalung yang mirip seperti itu,dan selalu dipakainya,tapi itu pasti cuma kebetulan"ucapnya terlihat agak sendu saat mengatakannya.


"ya,karena aku tidak mengenalnya"


"kapan kau berencana berangkat keBandung"ucapnya mengalihkan topik yang sepertinya agak sensitif.


"dalam beberapa hari ini,setelah segala sesuatunya beres disini"


"aku akan mengunjungimu saat aku ada kesempatan nanti" ucapnya sambil mengiringiku keluar dari ruang rapat dan berjalan pergi masuk kedalam lift.


Sebelum lift tertutup masih dapat kulihat dia tampak kembali melirik kalung yang kupakai dileherku.


Sambil duduk diruanganku aku jadi berpikir apakah ada hubungannya tuan tua Smith dan Mike,atau jangan jangan Mike adalah cucu dari tuan Smith tua.


"Anggela keruanganku sekarang"pintaku padanya.


tak lama Anggela masuk kekantorku.


"ada yang harus kulakukan Mer"tanyanya melangkah masuk kedalam kantorku.


"kau lihat ini,"ucapku sambil menunjuk kalung yang ku kenakan.


"ya,kau baru membelinya"


"bukan,ini pemberian dari situa Smith untukku"


"what...!!"


"tapi bukan itu masalahnya"


"lalu"


"coba kau selidiki,apakah Mike adalah cucu situa Smith"ucapku padanya.


"kenapa kau bisa berpikir bahwa tuan Ronald adalah cucunya"


"coba kau lihat kalung ini" menunjukan kalung yang kupakai dileherku.


"ada apa dengan kalung ini"Anggela tampak bingung dengan pertannyaanku.


"ini kalung pemberian dari situa Smith sebelum aku pulang,tapi saat Mike melihat aku memakainya tadi,dia seperti mengenal kalung ini jadi coba kau selidiki apakah dia adalah cucu situa Smith".

__ADS_1


"baiklah aku akan mencari tahu untukmu".


__ADS_2