Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
29.Bertemu Mr John Smith.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang selama hampir 24 jam akhirnya aku mendarat di Bandara John F Kennedy New york pukul 9 malam waktu setempat.


Sampai di Bandara sudah ada supir yang menjemputku dan akan mengantar kehotel besok pagi baru aku berencana untuk menemui Mr Smith.


30 menit kemudian aku sampai dihotel tempatku menginap untuk beberapa hari kedepan,kurebahkan tubuhku diranjang berukuran kingsize dikamar hotel yang kutempati.


Lelah sekali rasanya tubuhku setelah melakukan perjalanan panjang.


drtt..drtt


Dengan malas kuangkat panggilan telpon dari Anggela.


"em,ada apa"


"aku sudah membuat janji dengan sekretaris Mr smith,beliau akan menemuimu besok pukul 10 dirumahnya,dan sekretaris Mr smith akan menjemputmu langsung kehotel.


"kenapa tidak bertemu dikantor saja"


"beliau sekarang sudah jarang pergi kekantor karena kesehatan beliau terang sekretaris beliau tadi"


"kenapa bukan cucunya yang menemuiku"


"untuk itu aku tidak tau"


"seharusnya tadi kau ikut aku pergi kesini",gumamku pada Anggela.


"cobalah dulu nanti untuk bertemu beliau besok"


"ya.."ucapku langsung mematikan panggilan Anggela.kutatap langit langit kamar yang kutempati,benar benar laki laki tua yang menyebalkan batinku.


Pukul 10 kurang 15 menit aku sudah siap untuk bertemu dengan tuan smith.


Anggela tadi menghubungiku mengatakan bahwa sekretaris tuan Smith akan segera menjemputku.


Ini bahkan belum pukul 10 tapi dia sudah tidak sabar untuk bertemu denganku,aku akan mendapatkan investasi ini dan segera pulang,pikirku dengan kesal merasa seolah dipermainkan oleh orang yang bernama tuan Smith ini.


Sebuah mobil sedan hitam klasik datang menjemputku,seorang pria setengah baya keluar dari dalam mobil dan menyapaku.



"Mrs Wijaya"sapanya mengulurkan tangan untuk menjabat tanganku.


"ya"jawabku menerima uluran tangan pria itu.


"nama saya Miller"


"oh ya,senang bertemu dengan anda tuan Miller"

__ADS_1


"silahkan Miss"ucapnya mempersilahkan aku masuk kedalam mobil yang di bawanya.


"terimakasih"jawabku sambil masuk kedalam mobil hitam klasik itu.


setelah melakukan perjalanan selama kurang


lebih 1 jam melewati jalanan kota new york akhirnya kami sampai disebuah rumah bergaya klasik Victoria .



Rumah itu terlihat sudah sangat tua,tapi terlihat sangat indah mungkin sudah ada sejak beberapa generasi dari keluarga tua Smith.


Miller membukakan pintu mobil untukku,mengantarku masuk kedalam rumah.


"silahkan anda duduk saya akan mengantar tuan Smith untuk bertemu anda"


aku hanya mengangguk padanya dan duduk diruang tamu yang tampak hangat suasananya.kuedarkan pandanganku kesekeliling ruangan banyak sekali foto foto keluarga terpajang disana ada satu foto yang sedikit menarik perhatianku, foto seorang anak laki laki berusia sekitar 10 tahun sedang tersenyum lebar kearah kamera.


"foto yang bagus bukan"ucap seseorang dari belakangku.aku menoleh kebelakang kearah sumber suara itu,tampak seorang laki laki tua berumur sekitar 80 tahun yang masih tampak gagah berjalan kearahku dwngan menggunakan tongkat ditangannya.


aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan.


"itu adalah cucu laki lakiku,sekarang dia lebih tampan dari gambar yang ada difoto"ucapnya sambil mempersilahkan aku untuk duduk.


"perkenalkan saya Almera Wijaya"ucapku sambil menjabat tangan tuanya yang masih kuat.


"ya,saya tau,tapi kalau anda tidak keberatan saya ingin bertanya"


"silahkan,aku akan menjawabnya dengan senang hati"


"saya mendengar bahwa jabatan anda baru saja digantikan oleh cucu laki laki anda "


"itu benar tapi dia masih belum bersedia untuk diam dikantor menggantikanku memimpin smith corp.jadi untuk sementara aku yang masih harus menanganinya"


"oh,begitu"


"ya,aku tidak bisa memaksanya walaupun sebenarnya aku ingin"


"jadi itu foto cucu laki laki anda"ucapku sambil menunjuk gambar anak laki laki tampan yang tersenyum lebar itu"


"ya,mungkin kau sudah pernah bertemu dengannya"


"maksud anda?"


"cucuku,sekarang tinggal di Indonesia,jadi karena berada dinegara yang sama mungkin saja kalian sudah pernah bertemu"


"saya tidak tau karena sebenarnya saya juga belum lama tinggal diIndonesia jadi belum terlalu banyak mengenal orang disana"

__ADS_1


"benarkah,sayang sekali kalau begitu,sebenarnya aku berharap bahwa kamu bisa mengenal cucu laki lakiku"


"maaf untuk soal itu tuan Smith"


"ya,itu hanya harapan dari seorang kakek tua yang terlalu lama tinggal sendirian,berbeda dengan kalian para anak muda yang masih ingin bebas"


aku tersenyum mendengar ucapannya,


"bisa kita mulai sekarang pembicaraan tentang kerjasama kita"


"baiklah,sepertinya kau sudah tidak sabar"ucapnya dengan terkekeh kecil.


Cukup lama kami membicarakan bisnis,tak terasa sudah masuk waktunya makan siang dan tuan Smith memintaku untuk tinggal menemaninya makan siang disana.


"tinggallah untuk makan siang disini"pintanya dengan nada memohon membuatku tidak bisa untuk menolaknya.


Tuan Smith mengajakku makan siang dihalaman belakang rumahnya,yang terlihat sangat asri dengan banyak ditumbuhi bunga dan pepohonan yang kelihatan dirawat dengan baik.


kami makan siang hanya berdua,sepertinya tuan Smith memang hanya tinggal bersama seorang pelayan disana.


"dulu rumah ini tidak sesepi ini,setiap liburan datang putraku dan anak anaknya selalu datang untuk berlibur kemari,seperti kau lihat didinding ruang tamu banyak terdapat foto foto mereka saat mengunjungiku"ucapnya sambil memandang rerumputan hijau yang berada dihalaman itu.aku hanya mendengarkan pembicaraannya tanpa bermaksud untuk menyela.


"tapi semuanya berubah sejak putraku dan istrinya meninggal dalam sebuah kecelakan tragis 7 tahun yang lalu."


"maaf"ucapku ikut merasa terharu mendengar ceritanya,pasti dia sangat kesepian pikirku.


"dulu aku sangat terpukul saat mendengar berita itu,selama bertahun tahun aku sempat tenggelam dalam kesedihan karena berpikir sudah tidak punya siapa siapa lagi"


"maksud anda"tanyaku penasaran dengan ucapannya.


"aku berpikir saat terjadi kecelakaan itu kedua cucuku juga ikut menjadi korban,karena saat itu mereka semua sudah pindah hidup diIndonesia,tapi ternyata beberapa bulan yang lalu aku tau bahwa cucu laki lakiku masih hidup"


"jadi anda baru bertemu dengannya lagi setelah bertahun tahun kehilangan khabarnya"


"ya,aku sangat menyesal saat mengetahui itu,selama bertahun tahun dia sudah hidup sangat menderita,kenapa tidak dari dulu aku mencarinya,pikirku".


aku tidak tau harus mengucapkan apa pada pria tua yang ada didepanku itu.


"kau pasti bosan mendengar cerita dari pria tua sepertiku"


"tidak,saya hanya tidak tau harus bicara apa mendengar cerita anda,pasti itu saat yang sangat berat untuk anda"ucapku dengan tulus.


"ternyata kau wanita yang baik,aku sangat senang kalau kau bisa menjadi cucuku"


"ehem,maaf untuk itu",ucapku merasa tidak nyaman mendengarnya.


"tidak papa,aku merasa beruntung karena yang bertemu denganmu adalah aku ,biar dia menyesal melewatkan kesempatan bertemu dengan wanita cantik sepertimu"ucapnya sambil tersenyum kearahku.

__ADS_1


aku hanya tersenyum,dikulum mendengar ucapan dari Mr.Smith,membuatku menjadi ingat pada seseorang yang selalu bicara manis padaku.


__ADS_2