
"Almera apa yang terjadi padamu"teriak Anggela dari depan pintu langsung menerobos masuk kedalam kamarku yang terbuka,
membuatku sangat terkejut,tapi sepertinya Anggela tak kalah terkejutnya melihat penampilan kami berdua.
"em,sepertinya ada yang salah disini"katanya dengan muka serba salah memandang kearah kami
"em..ya"jawabku tak kalah gugup darinya.
tok...tok...
" permisi..."
"Aldo,"jawab Alex dari ruang depan.
"maaf lex,baru bisa ngantar baju ganti buat lo sekarang"kata Aldo merasa bersalah,apalagi saat melihat aku dari pintu kamar yang terbuka dengan kondisi acak acakan,pasti membuatnya berpikir yang bukan bukan.
"makasih,Do"
"gue tunggu lo dibawah ya"
kulihat alex mengangguk pada Aldo.
"tunggu,aku ikut turun denganmu"kata Anggel sambil berlalu dari hadapan kami.
aku hanya memejamkan mata benar benar tidak tau harus berbuat apa ,aku terlalu syok dengan apa yang terjadi sekarang.
"Almer.."
"jangan katakan apa pun"kataku sambil duduk diatas ranjang mencerna apa yang baru saja terjadi.
"baiklah,sebaiknya aku ganti baju dulu baru kita bicara"kata Alex sambil melangkah kedalam toilet.
kuedarkan mataku kesekeliling kamar yang sangat berantakan,seperti baru ada perang dunia.
oh tuhan,batinku 'apa yang terjadi ini'.aku duduk sambil memeluk kedua lututku.
perasaanku benar benar kacau,
sampai aku tidak tau, Alek sudah keluar dari kamar mandi.
"tenanglah semuanya baik baik saja"katanya sambil memeluk dan membelai punggungku mencoba menenangkan diriku.
"aku tidak tau"jawabku lirih.
"sebaiknya kau bersihkan diri dulu dikamar mandi setelah itu baru kita bicara"katanya sambil menggendong tubuhku membawanya kekamar mandi dan meletakkannya di dalam bathtub yang sudah terisi dengan air hangat.
"aku bisa sendiri"kataku sambil memdorongnya untuk menjauh.
"baiklah kalau begitu aku tunggu diluar"katanya lalu keluar dan menutup pintu kamar mandi.
kubenamkan kepalaku kedalam bathtub,berusaha untuk mendinginkan kepalaku yang seperti mau meledak.
"Mer..apakah belum selesai,"kudengar Alex memangil.
"ya ,sebentar lagi"jawabku sambil melangkah keluar dari dalam bathtub menuju shower untuk membilas sisa sabun ditubuhku.
kulepas semua baju basah ditubuhku dan mulai membilas sisa sabun dengan air shower kupandangi diriku dari cermin toilet,tba tiba Alex!!!!... teriakku terkejut melihat banyak sekali tanda dileher dan dadaku.
__ADS_1
tok..tok...
"mer...Almer...kamu kenapa"tanyanya dari balik pintu kamar mandi.
kusambar bathrobe,lalu memakainya.
aku keluar dari kamar mandi dengan marah kulihat alex berdiri didepan pintu kamar mandi dengan wajah khawatir.
"kau baik baik saja"
"tunggu aku diluar,lalu kita bicara"kataku dengan nada marah.
"baiklah,pakai bajumu lalu mari kita bicara"katanya sambil melangkah keluar Apartemenku.
ku berpakaian secepat kilat,lalu menyusulnya turun kebawah,kelobi apartemen kulihat Alex berdiri disana sambil asyik dengan gadgednya,seharusnya aku berdandan dulu tadi,pikirku saat melihat betapa tampannya alex saat itu.
"Ayo"kataku ketus sambil bejalan mendahuluinya menuju tempat parkir.
"sudah"jawabnya sambil tersenyum manis kepadaku.
oh sial sempat sempatnya aku terpesona dengan senyumnya itu. dia berjalan menjajari langkahku dan kemudian menggandeng tanganku tanpa sungkan.
"kita naik motorku aja ya"
"ha"kataku dengan bingung.
saat kami sampai diparkiran aku melihat motor sport warna merah terparkir disana.
"ini motormu"
"tapi,sejak kapan motormu ada disini"
"tadi Aldo yang membawanya kesini,sekalian mengantar baju gantiku"
"lalu dia pulangnya"
"bareng Anggela tadi,"
ini pengalaman pertamaku dibonceng naik motor,dan aku sedikit merasa tidak nyaman dengan posisi dudukku,
"pegangan di pinggang"kata Alex sambil meraih tanganku untuk memeluk pinggangnya.
"harus seperti ini kataku merasa agak risih karena tubuh kami saling menempel.
"iya,peluk yang erat ya" ucapnya mulai melajukan motornya dengan kencang hingga membuat rambutku yang tergerai terbang kesana kemari.
cukup lama kami berkendara,akhirnya Alex menghentikan motornya disebuah taman kota.
"ayo turun,kita sarapan dulu" katanya sambil mengulurkan tangannya membantuku turun dari motor,kemudian mengajakku berjalan masuk kedalam taman yang terlihat sangat asri.
"kita makan bubur ayam disitu,katanya sambil membawaku kepondokan yang berada didalam taman.
"kamu sering kesini"tanyaku sambil mengedarkan pandangan kesekeliling taman yang terlihat bersih meski banyak pedagang kaki lima yang berjualan
"Dulu sudah lama sekali,aku sering diajak bunda makan pagi disini,waktu beliau masih ada"katanya sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.
tampak terlihat gurat kesedihan diwajahnya yang tampan.
__ADS_1
"sorry"kataku merasa tidak nyaman karena telah menyinggung hal sensitif.
"tidak papa itu sudah lama."
perasaanku jadi lebih baik setelah perutku diisi dengan semangkuk bubur ayam.
"bagaimana enakkan"
"ya,ini lumayan.kataku sambil meneguk air mineralku.
"baiklah sekarang mari kita pwrjelas kesalah pahaman diantara kita"
"maksudmu"
"ya...,maksudku karena aku lupa dengan apa yang kita lakukan tadi malam sebaiknya kita lupakan saja"
"Almer,kita tidak melakukannya tadi malam"
"well...Alex kita bedua sudah sama sama dewasa jadi wajar kalau kita bercinta dengan seseorang"
"ya ,aku tau tapi tadi malam kita ridak bercinta"
"kenapa,eh...maksudku bukan kah kita berdua sangat intim tadi malam jadi mustahil kalu kita tidak bercinta,"kataku dengan sedikit kecewa.
"karena tadi malam kamu terlalu mabuk sampai membuatku repot"
"oke aku mabuk,tapi kenapa kau tidak berpakaian."
"itu karena kau muntah dibadanku,dan di apartemenmu tidak ada barang yang bisa kupakai kecuali handuk itu.
tapi kenapa kau tidur dikasurku, bukankah kau bisa tidur disofa."
"kau yang memintaku tidur dikasurmu"
"lalu bekas ciuman ditubuhku apakah aku juga yang memintamu untuk melakukannya"
"Ayolah almer aku seorang pria dewasa saat seorang wanita cantik tidur disampingku dan memelukku dengan erat bagaimana mungkin aku bisa tahan tanpa berbuat apa apa."
jadi ternyata akulah yang jadi penyebab masalahnya,batinku.
Almer sepertinya mabuk bukan pilihan tepat untuk menyelesaikan masalah,rutukku.
"oke baiklah sekarang karena semuanya sudah jelas,ayo kita kembali"kataku sambil berdiri dari gazebo itu.
"Almer bukan begitu maksudku"kata Alex sambil meraih tangan ku agar duduk kembali.
"lalu apalagi,bukankah sudah jelas bahwa semuanya salah paham,oh ya karena tadi malam kamu telah mengantarku pulang jadi anggap itu ucapan terimakasihku.
"oh Ayolah Mer,sudah lama kita tidak bertemu,aku rindu padamu,tidak bisakah kau membalasnya"
"Alex..,bukankah aku sudah bilang kita berdua tidak mungkin"
"kau menyangkalnya lagi"
"bukan begitu,oke kuakui aku sangat tertarik padamu,bahkan bukan hanya aku tapi banyak perempuan diluar sana pasti juga sangat tertarik padamu"
"aku tidak mau mereka Mer,aku mau dirimu,bukankah saat diBandung kau bilang ingin menjalin hubungan denganku pelan pelan".
__ADS_1