
Aku terkejut saat tiba tiba Alex menggendong
tubuhku diatas pundaknya.
"Alex lepaskan aku!!"teriakku sambil memberontak minta turun dari atas pundaknya.
"tidak aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi"ucapnya sambil melangkah cepat dengan membawa tubuhku menaiki anak anak tangga dan masuk kesebuah kamar yang ada dilantai dua rumah itu.
Setelah sampai didalam kamar Alex segera menurunkan tubuhku diatas ranjang berukuran king size yang ada dikamar itu.
Melihat itu perasaan takut tiba tiba merayapi tubuhku.
Apalagi saat kulihat Alex yang berdiri menjulang didepanku,dengan gerakan reflek kurapatkan bagian depan bajuku yang terbuka karena Alex mengendongku tadi.
"kenapa ditutupi bukankah aku sudah pernah melihatnya"ucapnya sambil mencondongkan tubuhnya kearahku membuatku beringsut mundur menjauh darinya.
Alex hanya menyeringai melihat reaksiku itu.
"lepaskan aku,kau tidak berhak mengurungku disini!!"teriakku padanya dengan marah.
"tidak ,selama kau masih terus menolakku"
"kau gila Alex,ini sebuah pelanggaran karena telah mengurungku"
"benarkah,lalu apa yang akan kau lakukan,menuntutku agar masuk penjara karena telah mengurungmu disini?!"
"ya ,aku pasti akan memasukkanmu kepenjara kalau aku keluar dari sini nanti"
"tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu,dari sini aku akan terus mengurungmu disini"ucapnya sambil mengelus pipiku.
Membuatku secara reflek menepis tangannya dari wajahku.
Melihat aku menolak untuk disentuh olehnya Alex tampak marah,didorongnya tubuhku sampai jatuh keatas ranjang.
"beraninya kau menolakku"ucapnya sambil mengungkung tubuhku dibawah tubuhnya.
"lepaskan,apa yang akan kau lakukan"teriakku,berusaha mendorong tubuhnya yang mengungkungku.
Alex hanya menyeringai melihat perbuatanku itu,tanpa bergeming sedikit pun dari atas tubuhku.
"aku akan memakanmu tapi tidak sekarang karena sebelum itu ada yang harus kita lakukan dulu"ucapnya sambil bangkit dari atas tubuhku.
"aku tidak sudi melakukan apapun denganmu"teriakku padanya sambil bangun dari atas tempat tidur.
__ADS_1
"percuma saja kau menolak,karena itu tidak kan berpengaruh apapun"ucapnya sambil melangkah keluar dari kamar itu.
"Alex keluarkan aku,apa hakmu mengurungku seperti ini!!"teriakku sambil melemparkan bantal kearahnya yang berjalan keluar kamar.
"sebaiknya kau simpan tenagamu untuk hal besar yang akan kita lakukan nanti"ucapnya
sebelum menutup pintu kamar dari luar dan menguncinya.
Melihat Alex tak perduli aku berlari kearah pintu dan mulai menggedor gedor pintu kamar berharap ada orang yang mau membuka pintu itu untukku tapi ternyata percuma.
Setelah cukup lama aku menggedor gedor pintu tanpa ada yang membukanya,akhirnya aku menghentikan aksiku karena merasa tanganku sudah sangat sakit bahkan buku buku jariku terlihat sangat merah dan memar.
Dengan kesal aku berjalan kembali keatas ranjang dan merebahkan tubuhku disana.
Kuedarkan pandanganku keseluruh ruang kamar itu,kamar yang bagus,batinku.
Terdapat sebuah lemari berukuran besar berwarna putih serta ada sebuah meja rias warna senada disampingnya.
Sepertinya ini kamar milik seorang wanita, siapa tau ada barang yang bisa kupakai kabur di dalam lemari itu pikirku.
Aku segera melangkah untuk memeriksa isi lemari besar itu,tapi aku harus kecewa ternyata didalamnya hanya ada beberapa stel baju wanita beserta ********** yang tampak masih baru,selain itu tidak ada apa apa lagi.
Sepertinya Alex tidak akan mudah untuk melepaskanku saat ini pikirku.
Aku segera membersihkan diri dikamar mandi yang ada dikamar itu.
Setelah selesai aku bermaksud untuk langsung memakai baju ganti tapi....,oh **** aku ternyata lupa mengambil baju ganti yang ada dalam lemari tadi,tanpa pikir panjang aku segera berjalan dengan santai keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan polos.
Tapi saat aku sampai didalam kamar aku terkejut melihat Alex duduk diatas tempat tidur yang ada dikamar itu sambil menatap kearahku.
Dengan gerakan reflek aku segera memalingkan tubuhku untuk membelakanginya berusaha untuk menutupi dada dan bagian inti tubuhku dengan tanganku,
"apa yang kau lakukan dikamar ini!"teriakku sambil dengan posisi membelakanginya dan berusaha mencari sesuatu untuk segera menutupi tubuhku yang polos dari tatapannya.
Walaupun kami sudah pernah bercinta tapi melihatnya sekarang sedang menatap tubuhku yang polos tanpa kuinginkan membuatku sangat marah dan malu padanya.
"kenapa,kau tidak suka melihatku disini"
"jangan mendekat atau aku akan berteriak"ucapku berusaha mencegahnya yang terdengar melangkah mendekat dari arah belakangku.
Kupejamkan mataku dengan rapat,berusaha tidak melihat Alex sudah berada dibelakang tubuhku ,tiba tiba tubuhku merinding saat merasakan hembusan nafas hangat Alex ditengkukku.
"jangan khawatir aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya sekarang"ucapnya sambil membelitkan selimut untuk menutupi tubuhku yang polos dari belakang.
__ADS_1
"kau pikir aku mau melakukannya denganmu,aku tidak sudi untuk disentuh olehmu!"teriakku dengan merapatkan selimut yang diberikannya tadi.
"benarkah,kau tidak menginginkan sentuhanku"ucapnya sambil menarik tubuhku yang sudah terbungkus oleh selimut itu merapat kedadanya yang bidang.
"ya, lepaskan!! aku benar benar membencimu Alex!!"ucapku berusaha melepaskan tubuhku yang hanya terbungkus oleh selimut dari pelukannya.
Alex tidak bergeming,melihatku meronta berusaha lepas dari pelukannya.
"sepertinya tenagamu masih banyak untuk melawanku jadi sepertinya percuma aku mengantarkan makan malam untukmu"ucapnya memandang intens wajahku.
mendengar itu aku langsung berhenti untuk memberontak padanya.
"ha"ucapku cengo padanya.
"itu aku meletakkan makan malammu diatas meja tunjuknya dengan dagu ke meja rias yang ada dikamar itu.
"sekarang cepatlah berpakaian atau kau ingin kita bercinta sebentar sebelum kau mengenakan bajumu",bisiknya ditelingaku.
Seketika kudorong tubuhnya menjauh dan segera berjalan cepat menuju lemari baju yang ada dikamar itu,dengan tangan gemetar aku berusaha mengambil baju yang ada disana.
Kupikir Alex akan tetap berada didalam kamar itu melihatku memakai baju tapi ternyata aku salah.
Dia keluar setelah mengatakan agar aku menghabiskan makan malamku yang ada diatas meja setelah selesai berpakaian.
Aku tidak menengok lagi kearahnya,karena aku sedang sibuk memasang kancing atasan gaunku.
Setelah selesai berpakaian aku segera menghampiri meja dimana tadi Alex meletakkan makan malamku.
Kubuka penutup piring yang ada diatas meja, tercium aroma nikmat daging giling yang dibuat menyerupai roti itu.
Tiba tiba air liurku menetes,segera kuambil sepotong kecil untuk nengetes rasanya.
Nikmat,gumamku,segera kuambil lagi tapi dengan potongan yang lebih besar dan tak berapa lama makanan yang ada dipiring itu sudah berpindah semua kedalam perutku.
Ah kenyang sekali,gumamku sambil meneguk air minum yang ada digelas disamping piring ku.
Sekarang otakku pasti bisa bekerja lebih baik saat perutku sudah kenyang,pikirku.
Tapi ternyata aku salah,baru kurang lebih lima menit aku selesai makan tiba tiba aku merasa sangat mengantuk.
Kukejap kejapkan mataku untuk menghilangkan ngantuk yang kurasakan,tapi sia sia,mataku terlalu berat untuk diajak kompromi.
Sebaiknya aku tidur sebentar mungkin kantuknya hilang nanti ,pikirku.
__ADS_1