Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
69.Ke kantor Wijaya Corp.


__ADS_3

Andreas hanya diam saat Dokter Marisa mengatakan hal itu padanya,dan segera berlalu pergi dari ruang prakteknya.


"Maaf anda lama menunggu nona ucap Andreas pada Almera.


"Hem"Almera hanya menanggapi singkat ucapan Adreas.


"Kita pulang sekarang?"tanya Andreas pada Almera.


"Aku mau ke kantor"jawab Almera,membuat Andreas tampak terkejut.


"untuk apa anda ke kantor sekarang?"tanya Andreas.


"bukan urusanmu,antarkan saja aku kekantor sekarang!"tegas Almera pada Andreas.


"tapi..."Andeas masih berusaha menahan keinginan Almera untuk pergi ke kantor Wijaya Group.


"jangan beralasan!,kau takut pada Daddy jadi tidak ingin mengantarku kesana!"ucap Almera ketus.


"baiklah saya akan mengantar anda kesana,tapi jangan terlalu lama karena saya akan dapat masalah nanti"terang Andreas.


Almera tidak menanggapi ucapan Andreas padanya,karena dia sudah merasa muak dengan peraturan peraturan yang diberikan Daddy dan seluruh orang disekitarnya.


Setelah melakukan perjalanan selama beberapa saat , mobil yang dinaiki Almera sampai digedung milik Wijaya Group.


Almera segera turun dari mobil,tanpa menunggu Andreas membukakan pintu untuknya.


"tunggu disini saja, aku akan masuk sendiri"ucap Almera lalu melangkah masuk kedalam gedung itu.


Almera bermaksud langsung masuk naik dengan lift khusus direktur,tapi tiba tiba dicegah oleh petugas yang berjaga di depan pintu lift.


"maaf nona,lift ini hanya khusus untuk direktur selain beliau tidak ada yang boleh menaikinya"ucap petugas itu.


"tapi...aku..."belum selesai Almera bicara,Andreas yang tiba tiba sudah ada disampingnya langsung menyela apa yang akan dikatakan Almera, dan mengajak Almera untuk pergi menuju lift khusus karyawan.


"kenapa kau tidak membolehkan aku untuk mengatakan siapa aku sebenarnya"omel Almera pada Andreas dengan sebal.


"saya hanya menghindari keributan yang bisa terjadi dan itu akan memperlambat anda untuk segera naik keatas"terang Andreas.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Andreas Almera hanya diam ,dia membetulkan apa yang diucapkan oleh Andreas kali ini.


Kalau sampai tadi dia memaksa untuk naik lift khusus direktur dan terjadi keributan pasti akan panjang masalahnya nanti dan bisa bisa ayahnya akan benar benar mengurungnya dalam Mansion selamanya,pikir Almera.


Dengan berat hati akhirnya Almera mengikuti langkah Andreas masuk kedalam lift khusus karyawan.


Karena sekarang sudah selesai waktu makan siang,jadi lift itu lumayan penuh, membuat Almera harus menyingkir kebelakang agar tidak didorong dorong oleh karyawan lain yang akan masuk kedalam lift.


Berkumpul dengan banyak orang diruang sempit dan mencium aroma bermacam macam parfum yang mereka pakai,tiba tiba membuat Almera menjadi pusing,keringat dingin mulai muncul didahinya.


Andreas yang melihat itu menjadi sangat khawatir segera ditopangnya tubuh Almera takut kalau sampai Almera pingsan didalam lift sekarang.


"Anda baik baik saja nona?"tanya Andreas dengan khawatir sambil menopang tubuh Almera dengan tangannya.


Almera hanya mengangguk takut kalau dia bicara malah akan memuntahkan isi perutnya yang mulai bergolak.


"bersandarlah pada saya kalau anda merasa pusing"ucap Andreas sambil mendekatkan tubuh Almera agar bisa bersandar padanya.


Almera merasa sedikit lebih tenang saat bersandar ditubuh Andreas.


Rasa mual yang sempat dirasakannya akhirnya reda, saat menghirup Aroma parfum dari tubuh Andreas yang baunya sangat mirip seperti milik Alex.


"terimakasih atas pujian anda nona"jawab Andreas dengan dada berdebar kencang.


Andreas jadi teringat perkataan Dokter Marisa tadi,bahwa kalau dia tidak segera menampakan diri bisa bisa Almera akan melupakannya dan berubah jadi menyukai Andreas yang selalu ada untuknya,memikirkan semua itu dada Alex menjadi nyeri.


"kau baik baik saja?"tanya Almera tiba tiba karena merasa tangan Andreas yang menggenggam tangannya jadi berkeringat.


"iya,saya tidak papa,mungkin karena lift ini cukup penuh jadi udara menjadi lebih panas"jawab Andreas memberi Alasan pada Almera,"tapi saya tidak papa bersandarlah anda senyaman mungkin sebentar lagi kita sampai"ucap Andreas.


"hem"Almera hanya menanggapinya dengan gumaman,singkat.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya lift berhenti dilantai yang mereka tuju.


Sebenarnya jarak dari lantai dasar sampai lantai 27 tempat ruang direktur berada biasanya hanya butuh waktu sebentar untuk menempuhnya dengan memakai lift, tapi entah mengapa sekarang bagi Andreas itu terasa sangat lama.


Apalagi dengan tubuh Almera menempel sangat dekat dengannya,membuatnya semakin merasa lift berjalan dengan sangat lambat.

__ADS_1


"Ting,!"


"kita sudah sampai nona "ucap Andreas dengan menarik nafas lega saat melihat pintu lift terbuka.


Almera segera keluar dari lift dan berjalan langsung menuju meja sekretarisnya yang dulu.


"nona Almera!"teriak sekretaris itu terkejut melihat Almera berada disini"tuan Mike sedang tidak ada ditempat" terangnya karena dikira Almera ingin bertemu dengan Mike.


"Aku tidak mencari Mike, tapi aku ingin bertemu Anggela",ucap Almera memberi penjelasan pada sekretarisnya itu.


"nona Anggela ada diruang tuan Mike silahkan anda langsung masuk saja"ucap nya mempersilahkan Almera untuk masuk kedalam ruang kerja yang dulu ruangannya itu.


"kenapa Anggela berada didalam ruang Mike?"tanya Almera bingung pada sekretaris itu.


"selama tuan Mike menjabat menjadi Ceo menggantikan anda,dia meminta nona Anggela untuk menjadi asisten pribadinya dan juga memintanya untuk pindah satu ruang dengan beliau."terang sang sekretaris pada Almera.


"baiklah terimakasih penjelasanmu,dan bilang pada penjaga lift dibawah jangan seenaknya saja melarang orang untuk memakai lift direktur,kalau perlu pindahkan saja dia jadi penjaga parkir dibawah!"ucap Almera ketus yang membuat sang sekretaris hanya bengong,karena tidak paham.


Almera langsung masuk kedalam ruang CEO, tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Niat awalnya ingin memberi kejutan pada Anggela,tapi dia yang dikejutkan saat melihat Anggela duduk dikursi yang dulu miliknya sambil berbicara dengan seseorang disebrang sana dengan sangat mesra.


"iya sayang,aku juga merindukanmu meskipun kamu baru berangkat tadi malam"


Almera hanya mendengarkan ucapan Anggela tanpa bermaksud menyela pembicaraan Anggela dengan seorang pria yang diduga Almera pacar Anggela itu.


Tapi saat Angela melanjutkan lagi ucapannya Almera jadi terkejut.


"Almera!,aku tidak menemuinya Mike ,bukankah seperti katamu agar aku menjauhinya untuk sementara agar dia tidak tau tentang hubungan kita ini, sampai kau bisa memutuskan hubungan dengannya."


"Anggel" panggil Almera pelan takut akan mengejutkan Anggela yang belum sadar dengan kehadirannya.


Tapi Anggela masih tetap asyik menjawab panggilan ditelponnya.


"Anggela,bagaimana khabarmu?"Almera memanggil Anggela lebih keras berpura pura bahwa dia baru saja masuk kedalam ruang kantor itu.


Panggilan kedua baru Anggela mendengar kehadiran Almera dan dia tampak sangat terkejut saat melihat Almera sudah berdiri didalam ruangan itu.

__ADS_1


"Almera..aku,tidak..!"


"Anggela aku merindukanmu,akhirnya aku bisa menemuimu"ucap Almera langsung menghampiri Anggela dan memeluk tubuhnya dengan erat,"aku menyayangimu,Angela",bisik Almera dengan memeluk tubuh Anggela.


__ADS_2