Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
23.Mari kita jujur


__ADS_3

oh sial, sempat sempatnya kau memikirkan hal itu Alex.


"ya,"jawabku.


"ayo kekamarku,ajaknya sambil berusaha membantuku berjalan kearah bungalow yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana.


"duduk dulu disini aku akan mencari sesuatu untuk mengobatinya"katanya sambil berusaha mencari cari obat di kotak p3k yang ada dikamar itu.


"tidak usah Mer",jawabku berusaha menghentikannya untuk sibuk.


"tapi nanti bisa infeksi"


"tidak papa ini hanya luka kecil biasa" jawabku,"duduklah disini temani aku, itu bisa lebih mengobati sakitku dari pada obat".


"kalau begitu kuambilkan air minum"katanya masih berusaha menolak.


"Mer..."panggilku.


"ya,katanya sambil mendekat kearahku.


aku menarik tangannya agar dia duduk disampingku.kupandangi wajahnya yang masih berusaha untuk menghindari tatapanku.


"aku senang melihatmu disini,kataku sambil menyentuh tangannya yang berada dipangkuannya.


"kebetulan aku ada pekerjaan disini".


"ya,"jawabku,tidak ingin terlalu bertanya apa alasannya berada diBali,bukannya tidak penasaran tapi aku berusaha menghargai keinginannya untuk tidak menceritakan alasannya.


"bagaimana itu..," tannyanya sambil menunjuk kearah adik kecilku,"masih sakit".


"coba kau periksa"jawabku sambil meletakkan tangannya diatas celanaku.


"Alex..."katanya dengan mata melotot galak kearahku.


"kenapa,bukankah kau harus menyentuhnya supaya tau dia baik baik saja atau tidak"jawabku, berusaha menyembunyikan senyum jahilku.


"aku serius"terdengar dia mulai kesal.


"ya,aku juga sangat serius"kataku sambil mengecup sekilas bibirnya yang cemberut,dan terlihat sangat menggoda saat ini.


"Alex..!!tidak bisakah kita hanya bicara"


"tidak karena saat ini aku tidak ingin bicara denganmu"kataku sambil menariknya untuk duduk diatas pangkuanku.


Kulingkarkan tanganku ditubuhnya dan memeluk erat pinggangnya yang ramping.Kuhirup aroma tubuhnya dari ceruk leher jenjangnya.Aroma yang membuatku candu,batinku.


"Lex..."panggilnya padaku.


"hem.."jawabku masih diposisi itu.


"kita tidak bisa melakukannya malam ini"


"kenapa...?!"


"kau besok masih harus syutingkan"


"ya,..tapi itu tidak masalah"


"tapi..."


"malam ini aku ingin menginap disini"kataku sambil menyesap kulit dilehernya,sampai meninggalkan jejak warna merah keunguan.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan.."katanya sambil berusaha mendorong wajahku dari lehernya.


"kenapa..."kataku sambil memandang jahil padanya.


"jangan melakukannya disitu besok akan meninggalkan bekas"protesnya


"tidak papa aku ingin supaya orang tau kau adaalah milikku"


"stop...aku tidak suka caramu seperti itu,kau ingin mempermalukanku,katanya sambil bangkit dari atas pangkuanku.


"kenapa...itu hanya sebagai tanda cintaku untukmu"kataku sambil memandang kearahnya yang terlihat sangat kesal,dengan apa yang baru saja kulakukan pada kulit lehernya,membuatku semakin ingin menjahilinya lagi.


"tapi besok akan terlihat"katanya semakin cemberut.


"baiklah kalau kau tidak ingin aku melakukannya disitu,aku akan melakukannya ditempat yang tidak terlihat oleh orang"kataku sambil menariknya untuk kembali duduk di pangkuanku.


"Alex..pliss,bagaimana kalau ada yang melihatmu keluar dari kamarku itu bisa jadi bahan gosip besok.


"tidak akan percayalah padaku"kataku menatapnya lembut.


"tapi aku tidak bisa melakukannya sekarang"katanya sambil menunduk.


"baiklah kita tidak akan melakukannya malam ini,aku hanya akan tidur sambil memelukmu"jawabku.


"ya"jawabnya mengalah padaku.


"besok aku ada syuting pagi,ayo kita istirahat" aku mengajaknya untuk pindah keatas ranjang agar bisa beristirahat.


"aku harus kekamar mandi dulu sebelum tidur"katanya berusaha untuk menghindariku.


"ya baiklah kataku sambil melepaskan pelukanku agar Almera bisa pergi kekamar mandi.


sambil menunggu Almera yang sedang berada dikamar mandi,kuedarkan pandanganku kesekeliling ruangan kamar bungalow miliknya itu,telihat lebih besar dari bungalow yang kutempati,dan tempatnya juga agak terpisah dari deretan bungalow bungalow yang sekarang ditempati oleh kru kami.


kulihat jam diponselku sudah menunjukan pukul 2 dini hari,tubuhku juga terasa sangat lelah,sepertinya tidur dengan memeluknya cukup untuk malam ini pikirku.


"Alex kau mau membersihkan diri dulu sebelum tidur"tanya Almera yang baru keluar dari kamar mandi.


"ya "kataku sambil melangkah kekamar mandi.


setelah mengguyur tubuhku dengan air hangat dari shower,aku merasa lebih segar.


saat kembali kekamar kulihat Almera masih duduk bersandar dikepala tempat tidur sambil bermain dengan ponselnya.


Kujatuhkan tubuhku disampingnya sambil memeluk tubuhnya yang hanya mengenakan kaos ukuran oversize.


"kau menungguku"tanyaku sambil menyelusupkan tanganku untuk meraih tubuhnya kedalam pelukanku.


"aku harus melihat jadwal kerjaku besok" katanya sambil masih fokus pada ponsel ditangannya.


"ayo kita tidur"kataku sambil melepas handuk yang kupakai melilit tubuhku dari kamar mandi tadi.


"tidurlah duluan"katanya masih berusaha mengabaikan keberadaanku sehingga membuatku menjadi gemas.


"kau belum lelah"tanyaku sambil memeluk tubuhnya.


"aku harus memeriksa ini sebentar"


"mau kubantu"tanyaku mulai ingin jahil padanya yang pura pura tidak perduli.


"tidak usah"

__ADS_1


"sini,kubantu agar cepet selesai"kataku sambil memasukkan tanganku kedalam kaos over size yang dipakainya.


"Alex..hentikan".


"kenapa,aku ingin membantumu agar rilek"jawabku tanpa merasa bersalah.


"keluarkan tanganmu dari balik bajuku"katanya sambil berusaha menarik tanganku keluar dati sana.


"oke"kataku dengan melepaskan tanganku dari tubuhnya,dan berbalik tidur memunggunginya.


"tidurlah kalau kau sudah selesai dengan pekerjaanmu,aku tidak mengganggu lagi".


kupejamkan mata pura pura tidur untuk tau bagaimana reaksinya padaku.


Tak berapa lama kurasakan tangan Almera menyentuh bahuku.


"Lex,kau sudah tidur"


"ya hampir,kenapa?"tanyaku dengan posisi masih memunggunginya.


"mari kita bicara"pintanya.


"tentang?"


"tentang kita"


"kenapa,dengan kita?"


"Lex,sebenarnya aku selalu merasa kita tidak harus punya hubungan ini"


"maksudmu"tanyaku sambil membalikkan badan menghadap kearahnya.


"ya...,aku tidak tau bagaimana harus mengatakannya"


"kadang kala kita tidak perlu mengatakan apa yang kita rasakan pada seseorang,tapi cobalah rasakan perasaan kita pada orang tersebut"


kataku sambil membelai lembut wajahnya yang cantik.


"tapi,aku merasa itu tidak adil untukmu,kau tau banyak perbedaan diantara kita."


"aku tidak perlu semua itu,aku hanya ingin kau merasa bahwa aku mencintaimu".


"tapi...."


"stt..,jangan katakan apapun,"kataku sambil memeluk tubuhnya erat.


"rasakan saja apa kau merasa nyaman berada didekatku"tanyaku padanya


"ya...aku selalu merasa sangat nyaman saat bersamamu"jawabnya sambil semakin menyelusupkan wajahnya kedadaku.


"aku juga,jadi jangan pikirkan apapun Almer,tidurlah sekarang"


"ya."


Tak lama kemudian terdengar helaan nafasnya mulai teratur,yang berarti Almera sudah tertidur.


Kupandangi wajah cantiknya yang tampak damai saat tidur,kubelai lembut wajah itu sambil merapikan anak anak rambut yang menutupi wajahnya.


'Tidurlah my sunsetku,bisikku sambil mengecup bibirnya sekilas.


Setelah memastikan Almera benar benar tertidur pulas,aku memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan kembali kekamarku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2