
Almera membuka matanya yang masih terasa berat,mungkin karena pengaruh dari obat obatan yang diberikan padanya.
"Mer kau sudah bangun"ucap Anggela yang sudah duduk disamping ranjang pasien.
"kapan kau datang?"tanya Almera karena seingatnya saat dia bangun tadi pagi Anggela sudah tidak ada dikamar rawatnya.
"belum lama,mau kubantu kau untuk duduk?"tawar Anggela karena melihat Almera sedikit kesulitan saat ingin mendudukkan tubuhnya di kepala ranjang.
"ya terimakasih, dengan siapa kau kesini?"tanya Anggela karena tidak melihat siapapun selain mereka berdua.
"tadi aku ikut dengan tuan Ronald,dari kantor"
"Mike!!,"
"ya"jawab Anggela kenapa?"
"tidak".
Almera merasa bingung kenapa sekarang saat mendengar nama Mike dia tidak lagi merasa marah,padahal tadi pagi Almera ingat,sempat bertengkar hebat dengan Mike tapi sekarang dia sama sekali tidak merasakan emosi apapun saat mendengar namanya.
"bagaimana perasaanmu sekarang?"tanya Anggela dengan nada khawatir.
"aku tidak papa,hanya kadang masih merasa pusing dikepala dan ingatanku yang masih kabur"ucap Almera jujur.
"mungkin itu karena luka dikepalamu belum pulih,"
"ya,kau benar,bagaimana dengan urusan kantor?"tanya Almera karena merasa sudah sangat lama dia tidak tau dengan urusan kantor."
"semua baik baik saja,kau tidak perlu menghawatirkan itu"jawab Anggela.
"maaf aku sudah sangat merepotkanmu Anggel!"
"jangan merasa sungkan kita adalah sahabat jadi wajar kalau aku membantumu kalau sedang kesusahan"
"apakah Daddy membantumu dikantor?"
"maksudmu Mer?"
"apakah Daddy kembali kekantor sementara aku sakit?"
"tidak"
"lalu siapa yang membantumu menangani semua urusan perusahaan?"tanya Almera.
"Mike...eh maksudku tuan Ronald!"jawab Anggela.
"Mike!!,kenapa bisa Mike?"
"aku tidak tau itu keinginan ayahmu sendiri"
"sejak kapan?!"
"sejak tadi pagi"
__ADS_1
"****!!"
"kenapa,Mer kau tidak setuju dengan keputusan Ayahmu?"tanya Anggela
"iya,kenapa Daddy tidak mengatakan apapun padaku,bagaimana pun aku masih Ceo disana jadi seharusnya segala keputusan masih atas sepengetahuanku"ucap Almera sedikit emosi.
"tapi perusahaan masih milikku, jadi segala keputusan masih tetap atas kehendakku!"
"Dad!!"Almera terkejut karena tiba tiba Ayahnya sudah ada didalam kamar rawatnya.
"kenapa kau merasa tidak suka dengan keputusanku?"
"Dad mari kita bicara"ucap Almera mencoba merayu ayahnya.
"apa lagi yang ingin kau bicarakan,kau ingin membela dirimu benar,dengan apa yang telah kau lakukan ini!"
"Dad,sorry..,maaf Dad..,aku tidak bermaksud membuatmu kecewa"
Almera merasa sangat sedih karena telah membuat pria tua dihadapannya ini terluka.
selama ini senakal apapun dirinya tak pernah sampai membuat ayahnya bersikap begitu tidak perduli padanya seperti sekarang.
"kau sadar telah salah jadi apakah yang bisa kau lakukan,semuanya sudah terjadi tak mungkin bisa diulang jadi bagaimana kau bisa memperbaiki masalah yang telah kau buat ini!"
"Dad,aku salah telah lalai tentang perusahaan,tapi aku tidak berbohong tentang anak ini"
"maksudmu?"
"Dad,aku dan Alex benar benar menikah di Amerika,aku tidak bohong soal itu!"
"hah!!",maksud Daddy?"
"surat nikahmu,kalau kalian benar benar menikah"
"itu...,aku tidak tau?"
"maksudmu,kau tidak sadar saat melakukannya?"
"bukan... hanya saja aku merasa ada yang aku lupakan saat ini"
"apa,itu?"
"Dad,kenapa aku merasa bahwa apa yang terjadi padaku sebelum aku sampai disini itu seperti mimpi"
"maksudku,aku seperti melupakan poin penting yang ada di ingatanku"
"itu,karena efek benturan yang anda Alami miss Almera!"jawab Karen yang tiba tiba sudah muncul didalam kamar itu.
"maksud anda bagaimana dokter?"tanya Ayah Almera pada Dokter Karen yang sudah ada dikamar Almera.
"saat miss Almera mengalami kecelakaan itu kepalanya mengalami benturan dan terluka jadi,itu yang menyebabkan Miss Almera mengalami Amnesia Lakunar atau ingatannya menjadi acak.
dia tidak melupakan semua yang terjadi tapi dia bingung antara sesuatu yang nyata dan khayalannya atau mimpi yang dialaminya selama dia koma kemaren"
__ADS_1
"apakah itu berbahaya,maksud saya apakah ingatan Almera bisa kembali pulih seperti dulu"tanya Ayah Almera tampak khawatir.
"tentu saja bisa, saat nanti seluruh luka luka ditubuh dan kepala miss Almera sembuh, kita bisa melakukan terapi agar ingatannya pulih seperti semula"
"apakah itu tidak berbahaya bagi anak dalam kandungannya?"
Membuat Almera seketika menengokkan kepala mendengar ayahnya mencemaskan kondisi bayi dalam kandungannya itu.
"kau pikir aku tidak perduli dengan calon cucuku,aku marah padamu dan benci pada ayah bayimu,tapi bukan berarti aku juga membenci calon cucuku,dia adalah keturunan Wijaya jadi aku tetap menyayanginya ,terlepas dari bagaimana kalian membuatnya"
"Dad,tank's,karena menyayanginya"ucap Almera pada sang Ayah.
"jadi bagaimana Dok apakah terapi itu akan berbahaya bagi kandungan Almera,kalau berbahaya sebaiknya terapi itu dilakukan setelah bayinya lahir"ucap sang Ayah pada Dokter Karen.
"saya akan mendampingi, miss Almera saat terapi nanti,jadi kita lakukan pelan pelan saja sampai kondisi miss Almera membaik"ucap dokter Karen.
"anda bisa mendampingi Almera?"
"ya,karena Almera termasuk pasien dengan kondisi khusus jadi saya akan mendampinginya sampai sembuh"
ucap Dokter Karen.
"kalau memang begitu saya akan menyerahkan penanganan Almera pada anda Dokter Karen"ucap sang Ayah.
"Dad...,"
"kenapa kau ada masalah lagi?"tanya sang ayah pada Almera.
"tidak,terserah Daddy saja sekarang"ucap Almera sambil merebahkan tubuhnya kembali diatas ranjang.
"apakah anda ada merasa tidak nyaman lagi Miss Almera?"tanya Dokter Karen karena melihat Almera kembali merebahkan diri keranjangnya.
"tidak aku hanya ingin istirahat,bisa kalian tinggalkan aku sendiri"ucap Almera pada semua orang yang ada dikamar itu.
"kau mau sesuatu Mer"tawar Anggela.
"tidak aku hanya ingin tidur lagi"jawab Almera lalau membalikkan tubuhnya membelakangi mereka .
"anda memang sebaiknya banyak istirahat dan usahakan jangan memikirkan apapun karena itu bisa berpengaruh buruk pada kondisi anda dan janin yang ada dalam perut anda"ucap Dokter Karen pada Almera.
Almera hanya diam tidak menjawab ucapan dokter Karen, saat ini dia hanya ingin sendiri.
"Mer aku keluar dulu,kalau kau perlu sesuatu kau bisa menghubungiku"ucap Anggela.
"tunggu Anggela bisa aku minta tolong padamu untuk mengganti ponselku yang hilang saat kecelakaan waktu itu"pinta Almera.
"itu..."
"sebaiknya anda jangan menggunakan ponsel dulu saat ini Miss Almera,supaya berita dari luar tidak membuat perasaan anda menjadi terpengaruh".
"apakah itu bisa berbahaya Dok?"tanya Ayah Almera merasa khawatir mendengar penjelasan dari Dokter Karen.
"ya,bisa saja berita dari luar yang dibaca oleh Miss Almera membuatnya menjadi lebih depresi".jelas Dokter Karen pada sang ayah.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu,untuk sementara aku
akan melarang Almera untuk memakai ponsel"ucap sang Ayah.