Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
44.I love you but I hate you 2


__ADS_3

Area terlarang untuk para Bocil 😁😁


********


"Bantu aku melepas semuanya"ucap Alex sambil merentangkan tangannya.


menyuruhku untuk melepaskan seluruh pakaian yang masih melekat ditubuhnya.


Dengan tangan gemeter kubuka satu persatu kancing kemeja yang dipakainya,setelah itu kutarik lepas kemeja itu dari tubuhnya yang bidang,tanpa dapat kucegah tanganku menyentuh otot otot tubuh yang tampak sangat menggoda itu.


"suka"tanyanya sambil menatap lekat wajahku.


aku hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


"mulai sekarang kau bisa menyentuhnya setiap hari,ini milikmu"ucap Alex sambil menarik tubuhku untuk menempel kedada bidangnya.


secara otomatis kulingkarkan kedua tanganku untuk memeluk erat tubuhnya seolah olah aku sedang meresapi bau harum yang berasal dari tubuhnya.


Begitu juga Alex,dilingkarkannya tangannya dipundakku sambil menciumi puncak kepalaku


kudongakkan kepala agar bisa menatap wajahnya yang tampan.


"I love you"ucapnya sebelum kembali ******* bibirku dengan lembut.


berbeda dengan yang tadi ciuman Alex kali ini lebih lembut dan perlahan seolah dia ingin menikmatinya.


Setelah puas dengan bibirku,Alek berpindah untuk mencium bagian leher dan perlahan turun kebagian selangka leherku mulai menjilat dan menggigit lembut di bagian bagian sensitif yang ada disana membuatku mengeluarkan erangan tertahan karena ciumannya.


mendengar suara eranganku Alex semakin mengila bukan hanya leher yang dijajahnya tapi dia sekarang pindah menciumi dadaku.


Dilepasnya penutup dadaku dengan sekali tarik,lalu dihisapnya puncak dadaku secara bergantian seperti seorang bayi yang sedang menyusu.


Sementara tangannya yang satu diletakannya diatas bokongku meremas lembut disana membuatku semakin mengila oleh perlakuanya.


Akh...Alex" erangan kenikmatan keluar dari mulutku tanpa bisa kutahan.


"keluarkan Almer jangan ditahan"mendengar aku berusaha menahan suara erangan agar tidak keluar dari mulutku.


Kuremas rambutnya yang lebat untuk menahan hasratku yang sudah naik ke kepalaku.


Melihatku seperti itu,alex melepaskan isapannya dari dadaku,kemudian diangkatnya tubuhku dan diletakkannya diatas ranjang yang ada dikamar itu.


Ditatapnya wajahku dengan penuh gairah.

__ADS_1


"Alex.."panggilku parau karena sama bergairahnya dengannya dan mengharap untuk dipuaskan.


Dengan sekali tarik dilepaskannya penutup terakhir yang ada ditubuh kami berdua, kemudian dengan sekali sentak Alex menyatukan tubuh kami berdua.


Mungkin ini bukan penyatuan kami yang pertama tapi ini rasanya lebih luar biasa dari sebelum sebelumnya,seolah tubuh kami melebur jadi satu karena penyatuan ini.


"Alex aku sudah tidak tahan"ucapku terngah engah karena merasa sesuatu dibawah sana akan meledak.


"sebentar lagi,kita keluarkan bersama"jawab Alex dengan semakin intens menggerakkan miliknya yang ada didalam diriku.


Tak berapa lama aku merasakan sesuatu akan meledak didalam inti tubuhku.


"sekarang"ucap Alex sambil menghisap kencang buah dadaku menandakan sesuatu benar benar meledak didalam inti tubuhku.


Dengan nafas yang memburu karena penyatuan kami akhirnya kami benar benar mencapai puncak itu bersama sama.


Tenagaku seolah habis tak bersisa setelah ledakan dasyat itu,tapi Alex sepertinya tidak mengalaminya karena dia masih belum mau keluar dari inti tubuhku.


"Alex"ucapku menyuruhnya menyingkir dari atas tubuhku.


"belum"


"ha"tanyaku bingung.


Seketika mataku melotot kearahnya,dan kudorong tubuhnya dengan keras agar turun dari atas tubuhku.


Dengan susah payah akhirnya aku berhasil mendorong tubuh Alex hingga terlentang diatas ranjang disebelahku.


"Aku lelah ingin istirahat"ucapku sambil berbalik memunggunginya.


Melihat aku berbalik ditariknya tubuhku yang masih polos agar menempel kedadanya.


"istirahatlah sekarang,kita akan melanjutkannya setelah kau punya tenaga lagi "ucapnya sambil mengecup lembut punggungku.


"kau itu seperti monster,gumamku sambil memejamkan mataku yang sudah sangat berat untuk dibuka.


"ya,aku memang monster yang akan selalu mengikatmu bersamaku seumur hidupmu"bisik Alex ditelingaku.


Aku sudah tidak terlalu mendengar apa yang diucapkan Alex karena terlalu lelah dan mengantuk.


***


Aku masih tertidur saat merasakan sesuatu yang basah dan lembab merayapi tubuhku,dari atas kemudian turun ke leher lalu kedadaku dan terus turun kebagian inti tubuhku merayap dan berputar putar disana seolah olah dia sedang mencari jalan untuk masuk

__ADS_1


Awalnya yang masuk hanya seekor siput ,kemudian setelah siput itu pergi berganti dengan cacing kecil pertama,setelah lubangnya mulai terbuka masuk lagi cacing yang kedua,tapi tak lama cacing itu juga pergi dan tiba tiba sesuatu yang besar dan panjang yang menyerupai ular phiton masuk kedalam lubang itu,seketika aku tersentak dan hampir saja berteriak keras kalau saja mulutku tidak segera disumpal oleh ciuman Alex.


Aku langsung terbelalak saat sadar apa yang terjadi,ternyata yang kurasakan bukanlah mimpi tapi kenyataan bahwa Alex sedang menjajah tubuhku lagi.


"good morning sayang" bisiknya sambil mengerakkan dirinya didalam inti tubuhku,aku ingin marah,tapi saat kurasakan sesuatu yang besar bergerak gerak dibawah sana membuatku jadi ikut menikmati permainan dadakan Alex.


Permainan kami baru berakhir saat matahari mulai terlihat dari balik gorden jendela kamar yang kami tempati dan sekali lagi aku dibuat tak berkutik oleh permainan Alex pagi ini.


"Dasar monster"makiku dengan nafas yang masih ngos ngosan akibat pergulatan panas kami barusan.


Alex hanya tertawa mendengarku memakinya.


"monster tampan benarkan"ucapnya sambil berguling menghadap kearahku,"mau lagi"tanyanya dengan sengaja menyentuh titik sensitifku.


"hentikan Alex,aku lelah"ucapku dengan nafas tersengal sengal karena lelah juga karena gairahku mulai bangkit lagi.


"tapi sepertinya tubuhmu berkata lain"ucap Alex semakin intens merayuku.


Aku berusaha menolaknya tapi bukan Alex namanya kalau bisa dengan mudah menyerah dengan penolakanku,dan sekali lagi aku harus mengakui kehebatan Alex dalam menaklukanku diranjang.


Sekarang aku benar benar sudah tidak mampu lagi untuk bergerak tulang tulang ditubuhku seolah sudah tidak ada lagi hanya tersisa daging dan kulit saja.


Melihatku seperti itu Alex tampak kasihan padaku diangkatnya tubuhku kekamar mandi dan diletakannya tubuhku didalam bathup.


"maaf"ucapnya sambil menyalakan air hangat dibathup untuk merendam tubuhku,kemudian setelah air hangat terisi cukup dibathup dituangkannya sabun beraroma terapi kedalamnya agar tubuhku menjadi rilex.


Dibiarkannya aku berendam air sabun,sementara Alex hanya mandi dibawah shower,setelah dirasa cukup aku berwndam diangkatnya tubuhku kebawah shower dan den


gan pelan digosoknya tubuhku dibawah shower untuk membilas sisa busa dari bath up.


Setelah itu diangkatnya kembali tubuhku keatas ranjang dan dibungkus nya dengan selimut tebal.


Alex memperlakukanku seolah aku seorang bayi yang sangat rentan.


"kau ingin berpakaian sekarang atau nanti"tanyanya padaku.


"sekarang,tapi aku tidak punya tenaga untuk memakainya"


" akan kupakaikan"ucap Alex sambil mencari pakaianku dari dalam koper milikku.


Tapi sepertinya Alex tidak menemukan pakaian yang cocok untuk kupakai tidur jadi dia berpindah mencari baju yang ada dilemari,mungkin itu miliknya pikirku,


Karena Alex memakaikan kaos yang saat kupakai kebesaran ditubuhku dan tercium aroma khas tubuhnya dikaos itu.

__ADS_1


__ADS_2