Gigolo Milik Almera

Gigolo Milik Almera
61.Jerat Tipu Daya Mike (Anggela)


__ADS_3

Di perjalanan menuju kantor Wijaya Group.


"Angela mulai sekarang aku mau kau jadi Asistenku"


"Hah,tapi bukannya anda punya asisten pribadi sendiri tuan Ronald"ucap Anggela terkejut karena tidak menyangka Mike akan memintanya menjadi asistennya.


"iya,benar aku memang punya asisten sendiri,tapi asistenku harus menangani urusan diperusahaanku,karena untuk sementara aku akan lebih banyak menghabiskan waktu di Wijaya Group dan untuk masalah di Wijaya Group kau yang lebih tau karena kau sudah lama bekerja disana,kalau boleh tau sejak kapan kau bekerja disana?"


"sudah cukup lama,sejak saya selesai kuliah,saya sudah mulai diajak paman Anton untuk ikut bekerja jadi sekretaris beliau"


"lalu kapan kau mulai jadi Asisten Almera"


"belum lama,karena Almera juga belum ada satu tahun menjadi Ceo menggantikan paman Anton"


tapi sepertinya hubunganmu dan Almera sangat dekat"


"ya,kami sudah berteman sejak kami kecil"


"jadi kalian sudah bersahabat sangat lama sekali,kalian pasti sudah sangat mengenal satu dan lainnya"


"ya,apakah ada maksud anda bertanya masalah ini?"


Mike agak gelagapan karena Angela menanyakan hal itu secara langsung.


Sial sepertinya aku terlalu bersemangat bertanya padanya tadi ,batin Mike.


Sepertinya aku harus lebih hati hati bertanya agar dia tidak curiga.


"bukan,aku hanya merasa.....,kau pasti dengar apa yang dikatakan oleh Ayah Almera padaku tadi?"


"iya,jadi apakah ada masalah pada anda tuan Ronald"


"bisakah kau memanggilku Mike saat kita hanya berdua,karena aku merasa tidak nyaman kau tetap memanggilku Tuan Ronald padahal kita sudah cukup sering berbicara"


"tapi anda adalah atasan saya jadi apakah pantas kalau saya menyebut nama depan anda"

__ADS_1


"kalau kau merasa berat kau bisa memanggilku Mike saat kita hanya berdua,maksudku saat tidak sedang dikantor"


"oh,baiklah Mike"


"nah begitu terdengar lebih nyaman"


"tapi sebenarnya aku masih tidak nyaman dengan panggilan akrab ini"


"kau harus mulai terbiasa karena mulai sekarang kita akan sering berinteraksi,baik dikantor maupun diluar jam kerja"


"maksudmu?"


"jangan berpikir negatif dulu,maksudku waktu diluar pekerjaan adalah saat kita harus pergi kerumah sakit menjaga Almera.


"oh,maaf aku yang terlalu berhati hati karena kau tau,kita tetap harus membatasi hubungan kita jangan terlalu akrab aku tidak mau Almera dan om Anton berpikir macam macam tentang persahabatan kita"


"ya,aku paham maksudmu,tapi sebenarnya itu lah masalahnya"ucap Mike dengan wajah terlihat sedih.


"apa maksudmu?"


"apa yang mengganggumu?"ucap Anggela terdengar simpati pada Mike karena melihat Mike tampak sangat tertekan.


"permintaan tuan Wijaya yang memberiku waktu tiga bulan untuk membuat Almera setuju untuk menikah denganku,menurutku itu sangat berat apalagi hubungan Almera dan Alex sudah begitu dalam karena ada anak yang menghubungkan mereka,bisakah aku masuk dicelah hati Almera?"


"itu.."


Anggela tidak tau harus menjawab apa tentang ucapan Mike,karena sejujurnya Anggela tidak terlalu mengerti kalau harus berbicara masalah hati, apalagi tentang hubungan rumit yang sedang dihadapi orang orang dekat yang ada sekitarnya.


"tapi kau tau Anggela perasaan ku tulus pada Almera jadi aku benar benar ingin menikah dengannya terlepas dari anak yang sudah ada dalam kandungannya".


"tapi bagaimana nanti kalau Alex kembali datang,apakah kau akan baik baik saja saat itu?"


"itu....,Mike langsung memalingkan wajahnya menghadap jendela mobil ,untuk menutupi air mata yang muncul di matanya.


Melihat itu Anggela semakin terharu pada Mike,ditepuknya pelan bahu Mike untuk menenangkannya, karena dilihatnya bahu Mike berguncang dan isakan kecil keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Mike kau baik baik saja?"


Lama Mike masih tetap dalam posisi itu tanpa menyahut pertanyaan Anggela, bahkan sekarang suara isakan semakin keras keluar dari bibirnya.


Mike baru berhenti terisak setelah mobil mulai memasuki Area kantor Wijaya Group.


"Mike kita sudah sampai,kau tidak papa?"


"ya,kau bisa keluar lebih dulu aku perlu waktu untuk menenangkan diriku" ucapnya dengan suara parau "aku tidak mungkin masuk dengan kondisi seperti ini"ucap Mike masih tetap dalam posisi wajah menghadap di jendela mobil.


"baiklah tenangkan dulu dirimu aku akan masuk lebih dulu ke dalam kantor"ucap Angela lalu membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam gedung kantor besar milik Wijaya Group.


Sementara itu Mike yang masih berada didalam mobil tampak tersenyum menyeringai kejam kearah Anggela yang terlihat menjauh dari pandangannya.


"bagaimana aktingku tadi Peter"tanyanya pada pria kecil setengah baya keturunan Amerika yang menjadi supirnya itu.


"bagus tuan,sepertinya gadis itu sudah mulai simpati pada cerita anda apalagi saat anda berakting sambil menangis ekspresinya benar benar terlihat sangat bersimpati pada anda"


"baguslah kalau begitu berarti apa yang disarankan Karen ada hasilnya"


"iya tuan,karena kalau hanya mengharap dari usaha anda dan nona Karen untuk menekan anak Wijaya dan ayahnya,itu akan sedikit sulit"


"ya,itu karena aku sempat teledor waktu itu sampai si keparat Smith itu bisa masuk bahkan mengambil hati perempuan itu,tapi untung saja sebelum dia berhasil bertmu dengan ayah Almera aku sudah lebih dulu menggagalkan rencananya,meskipun aku sempat kecolongan saat dia berhasil membawa Almera pergi dan menyembunyikannya di pegunungan daerah Colorado selama satu bulan dan saat siSmith bermaksud memindahkan Almera aku sudah lebih dulu bertindak mengagalkannya".


"tapi tuan apa rencana tuan agar bisa membuat perempuan itu setuju,untuk menikah dengan anda"


"aku juga masih bingung untuk itu,kalau seandainya dia terkena amnesia mungkin akan lebih mudah mengendalikannya tapi ini.., saat dia sadar Almera malah ingat semuanya,padahal aku sudah menyuruh Karen untuk menyuap dokter kandungan dirumah sakit agar memalsukan usia kandungannya, tapi ternyata hanya ayahnya saja yang bisa kuambil hatinya sedangkan Almera malah tidak terpengaruh"


"bagaimana kalau anda meminta nona Karen untuk membuat si Almera ini amnesia saja jadi anda juga bisa lebih mudah membujuknya untuk menikah dengan anda"


"kau benar Peter,kenapa tidak terpikirkan olehku soal itu,dari pada aku repot repot mengambil hatinya pelan pelan lebih baik kusuruh Karen untuk membuatnya seperti amnesia saja,paling tidak sampai aku berhasil mengambil seluruh harta miliknya, kalau setelah itu dia ingat aku bisa lansung menyingkirkannya dan anak sikeparat itu,siapa juga yang mau merawat darah daging musuhnya"


"anda benar tuan,apa lagi sampai sekarang keberadaan seluruh orang orang Smith belum kita ketahui khabarnya,jadi sepertinya tindakan tuan harus dipercepat"


"ya,kau katakan pada orang orang yang mencari jangan berhenti melakukan pencariannya kalau perlu tambah lagi orang untuk mencari mereka,jangan sampai mereka muncul sebelum aku berhasil disini"

__ADS_1


"baik tuan".


__ADS_2