
Melihat Alex mengeluarkan kalung dari sakunya Amora segera mengambilnya.
"Kak Amora kembalikan itu milikku "
"kenapa kau ingin memberikan kaling ini pada gadis itu"tanya Amora.
"iya,karena itu ajak aku ke Indo untuk bertemu dengannya"
"hei adik kecilku dengarkan baik baik kakakmu ini, disini tidak tertulis alamat si Catherine bagaimana kau akan mendatanginya ?!"ucap Amora sambil menyentil jidat Alex.
"aku tau dia tinggal dia tinggal di Jakarta,jadi aku akan mencarinya kesana"
Amora tertawa terbahak bahak mendengar apa yang diucapkan oleh adiknya.
"dengar ya ,kau tau Jakarta itu apa itu adalah kota sebesar LA atau NY,jadi jangan berpikir untuk bisa menemukannya"ucap Amora sambil melangkah masuk kedalam mobil.
"aku pasti bisa menemukannya!!!"teriak Alex kecil dengan marah.
"ya,kita lihat saja nanti masih panjang perjalananmu untuk bisa pergi ke Indo apalagi bertemu gadis ini"ucap Amora sambil menunjuk kalung ditangannya.
"kembalikan itu milik Chaterine bukan milikmu kak"ucap Alex berusaha meminta benda itu pada Amora.
"nanti aku kembalikan saat kau bertemu dengan gadis itu, sementara biar aku menyimpannya untukmu"
"kau pasti bohong,kau tidak akan mengembalikannya padaku"ucap Alex kecil dengan wajah ditekuk marah.
"hei,dengar ya Boy masih banyak hal agar kau bisa pergi keIndo,mommy dan daddy tidak akan pernah mengijinkanmu pergi kesana kalau kau tidak punya alasan tepat yang diberikan pada mereka"
"seperti dirimu?"
"ya,kau tau itupun tidak mudah untuk meyakinkan mereka,apalagi dirimu"ucap Amora sambil menunjuk dada Alex kecil.
"jadi bagaimana kau akan membantuku,kak"
"tidak akan mudah tapi bukan berarti tidak akan mungkin,jadi lakukanlah tugasmu seperti biasa ,jadilah anak baik dan penurut dan bersabar,jangan pernah mengatakan keinginanmu pada mommy dan Daddy secara langsung"
"seperti dirimu yang ingin pergi keIndo untuk bisa dekat dengan Kak Mike ,tapi beralasan pekerjaan"ucap alex kecil dengan polosnya.
"ya,bisa dikatakan seperti itu,jadi kalau kau ingin pergi sekarang mommy dan Daddy pasti tidak akan setuju,kau mengerti"
"ya",ucap Alex sambil mengangguk yakin"aku pasti akan melakukan seperti yang kakak katakan,tapi kakak juga harus berjanji paati akan membawaku ke Indo untuk mencari Chaterine"
"ya,percayalah pada kakak jadi biar kakak simpan kalung ini untukmu"
"aku pinjamkan untuk kakak sampai aku bertemu Chaterine"
"maksudmu?"tanya Amora bingung.
__ADS_1
"pakailah jangan kakak lepas supaya kakak ingat janji kakak padaku."
Amora hanya menggelengkan kepala mendengar apa yang diucapkan adiknya itu.
"baiklah adikku sayang,akan kau pakai kalung ini sampai kau bertemu gadis manis yang membuatmu tergila gila itu,oke"
"oke,jadi sekarang jangan bersedih lagi,jangan katakan apapun pada mommy saat kita pulang nanti"ucap Amora sambil mengacak acak rambut Alex kecil.
"oke"ucap Alex sambil tersenyum kearah kakaknya.
*****
"jadi kapan kau berhasil berangkat keOndo untuk mencari gadis pujaanmu itu Lex"tanya Almera masih penasaran.
"em,butuh waktu sekitar dua tahun sampai akhirnya aku bisa mendapat ijin mommy untuk pergi keIndo pertama kali, itupun dibantu Amora dengan Alasan ingin mengajakku untuk berlibur keBali,karena saat itu dia menetap di Bali.
"jadi kau pernah tinggal di Bali?"tanya Almera dengan penasaran.
"ya,aku tinggal di Bali sampai aku tamat SMA,setelah itu baru pindah keJakarta"
"tapi,bukankah kau pergi keIndo untik mwncari gadis itu,jadi apakah kau pernah bertemu dengannya"tanya Almera sambil menatap kearah Alex.
"sebelum aku datang ke Indo Amora sudah menyuruh orang untuk mencari gadis yang ku maksud,jadi saat aku ke Indo aku bermaksud langsung menemui gadis itu dan menyerahkan kalung ini tapi...."
"kenapa!?"
"pasti berat saat itu untuk remaja seusiamu,setelah penantian panjang tapi ternyata sia sia"gumam Almera sambil menyelusupkan tubuhnya lebih dalam kepelukan Alex.
"ya,aku sangat sedih saat itu,tapi Amora selau memberiku semangat agar aku tidak menyerah"
jadi bagaimana akhirnua kau bisa pindah ke Indo?"
"sepertinya kau sangat penasaran"
"ayolah,Lex ceritakan lagi padaku"
"bagaimana kalau besok saja malam ini aku sudah mengantuk"ucap Alex sambil mendekatkan wajahya keceruk leherku,berusaha untuk merayuku "
"Alex hentikan,!!"ucap Almera sambil mendorong wajah Alex menjauh dari lehernya.
"sayang.."
"no!!"
"kau sudah bilang akan menceritakannya sampai selesai,jadi kau harus melakukannya"
"aku tidak mau,itu bukan hal yang menyenangkan untuk diingat,bahkan aku ingin melupakannya"
__ADS_1
"Alex..pliss,bagaimana aku mengenalmu kalau aku tidak tau banyak hal tentang dirimu.
Aku juga ingin tau tentang hal hal buruk yang pernah kau lalui,bukankah katamu kita benar benar menikah jadi mari berbagi semuanya,sisi baik dan buruk yang kita miliki.
aku juga ingin bisa mencintaimu seperti kau sangat mencintaiku,hem kau maukan"
"em,kadang kalau ku ingat lagi itu sangat menyakitkan Almer bukan hanya harapan awal yang sia sia ,tapi kehilangan hal hal besar,serta keluargaku yang kadang kupikir itu karena kesalahanku,yang egois jadi Tuhan marah dan menhukumku dengan mengambil mereka disaat aku sangat membutuhkan mereka"Alex berbicara sambil menyelusupkan kepalannya keleherku,dapat kurasakan tubuh Alex bergetar,dan leherku basah oleh airmatanya.
"tidak papa Lex keluarkanlah,sekali sekali kau juga boleh menangis saat berada dititik paling rapuh hidupmu, karena kadang dengan menangis beban berat yang kita rasakan akan lega,karena laki laki juga manusia makhluk yang sama sama diberi perasaan oleh Tuhan jadi jangan malu saat kau mengeluarkan air mata karena itu adalah hal yang manusiawi,dan bukan berarti kau lemah"
Kurasakan bahu Alex semakin berguncang dan dapat kudengar isak tangis keluar dari mulutnya walaupun berusaha ditahannya dengan semakin menempelkan wajahnya kedadaku,hingga membuat bagian depan kemeja miliknya yang kupakai menjadi basah.
Kubelai kepalanya seperti membelai seorang anak kecil dengan tanganku kadang sekali kali ku kecup puncak kepalanya agar dia merasa lebih tenang.
Setelah beberapa saat akhirnya Alex berhenti menangis.
"maaf"ucapnya masih dalam posis yang sama.
"tidak masalah,bukankah menikah harusnya seperti ini,kita harus saling berbagi dan mendengarkan apa yang dirasakan oleh pasangan kita"
"ya,dan terimakasih sudah mau mendengarkan keluh kesahku,aku akan selalu mencintaimu istriku Almera Chaterine Wijaya,sampai maut memisahkan kita"ucap Alex bermaksud mencium bibirku tapi segera kutahan.
"tunggu"
"kenapa aku hanya ingin menciummu"
"bukan itu"
"lalu apa,Mer"
"apakah aku gadis kecil yang kau maksud"
"menurutmu,bagaimana?"
"jadi kau si kuda pony itu"
"hem"
"dan kalung ini benar benar milikku"
"hem"
"Alex ayolah jawab iya atau tidak"
"iya,dan kuda ponymu ini sekarang sudah berubah menjadi kuda jantan yang liar,yang siap untuk kau naiki"ucap Alex sambil membopong tubuh Almera kedalam kamar.
"Alex hentikan!,aku tidak mau kau sudah berjanji akan melanjutkan ceritamu"teriak Almera.
__ADS_1
"aku berubah pikiran,aku lebih ingin membuktikan bahwa aku sudah jadi kuda jantan yang hebat"ucap Alex sambil menyeringai devil.