GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
24. Ingatan Dan Pikiran Bara Daimos.


__ADS_3

***Perusahaan Bara Daimos***


Bara berdiri tegak di depan jendela besar yang ada di dalam ruangannya. Memandang pemandangan luar jendela yang penuh akan gedung tinggi pencakar langit, beberapa jalan raya yang di padati oleh kendaraan yang berlalu lalang, beberapa gedung dan pepohonan yang terlihat kecil di matanya.


Pemandangan yang cukup dapat menenangkan pikirannya di saat kalut dan kacau akan rutinitas kerjanya setiap hari. Bara teringat lagi akan kejadian beberapa jam yang lalu, kejadian di mana terlihat jelas kedekatan Bayu dan Cira.


Bara Daimos adalah pria dewasa yang sudah banyak mempunyai pengalaman dalam hidup. Ia tahu jika tatapan dan sikap lembut Bayu terhadap Cira adalah sikap tulus seorang pria kepada wanitanya. Bara sadar jika keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat, karena itu terlihat jelas dari sikap Bayu yang ia lihat tadi saat di kantor dan di rumah sakit.


Bara memutuskan mengikuti Bayu dan Cira, ia sungguh penasaran akan kecurigaan yang ada di hatinya. Ia datang ke rumah sakit dan menyaksikan semua yang terjadi di UGD. Bagaimana lembutnya perlakuan Bayu kepada Cira? Bagaimana Cira repleks memegangi lengan Bayu? Dan bagaimana lembutnya kata sayang Bayu kepada Cira, serta senyum bahagia Bayu ketika dokter mengatakan jika mereka adalah pasangan suami istri.


'Ada hubungan apa di antara kalian? Sejak kapan sikap Bayu bisa selembut itu terhadap wanita? Jika bukan wanita itu sangat berharga untuk Bayu.' Gumam Bara di dalam hatinya sembari mengingat semua kejadian yang terjadi.


Bara lalu mengingat perbincangannya beberapa tahun yang lalu bersama Bayu. Sebuah curhatan hati Bayu, di saat pria itu di minta segera menikah dan memiliki pasangan hidup oleh kedua orang tuanya.


…Flashback on…


Beberapa tahun yang lalu…


Di sebuah kamar apartemen yang cukup luas dan mewah, dua pria tengah duduk di sofa ruang tengah sembari menikmati minuman kesukaan mereka. Mereka melakukan itu setelah acara keluarga yang menyesakkan bagi Bayu.


Bagaimana tidak sesak di dalam hatinya. Bayu di minta segera menikah dan akan di jodohkan jika belum memiliki seorang kekasih pada saat itu. Tentunya Bayu yang sudah memiliki kekasih tersembunyi, menolak keras ide sang mama yang tidak ia setujui.


"Mengapa kamu menolak di jodohkan. Om tahu, kamu cukup dekat dengan Lilyana Baskoro. Bukannya kalian teman sejak kecil?!" Ucap Bara memulai perbincangan mereka.


Keluarga Baskoro adalah salah satu keluarga bangsawan terpandang dan terkenal yang ada di negara itu. Keluarga yang cukup baik jika bisa mempunyai hubungan dekat bersama mereka. Keluarga yang tidak dapat di pandang sebelah mata, walaupun keluarga Baskoro berada di bawah keluarga Daimos dan keluarga Dirgantara.


Pria dewasa itu cukup peka akan sikap Bayu yang murung setelah acara yang membuatnya tidak nyaman. Dia sebagai paman yang menyayangi dan sangat peduli terhadap keponakan satu satunya, tentunya hanya ingin yang terbaik bagi pemuda tampan yang ada di hadapannya itu.


Bayu memandang ke arah Bara. Setelah menghembuskan nafasnya yang terasa berat, ia pun meletakkan gelas wine ke atas meja kaca. Kemudian menjawab pertanyaan sang paman.


"Om…aku sudah punya kekasih." Balasnya. Tatapan mata mereka berusaha saling mengerti dan memberitahu apa yang harus mereka pahami.


"Aku sangat mencintainya, dia satu-satunya wanita yang akan aku nikahi dan menjadi istriku. Jadi aku tidak bisa mengikuti perjodohan seperti yang mama rencanakan." Ucapnya dengan raut wajahnya yang terlihat serius. Bara tahu itu.


Bara dan Bayu hanya terpaut usia 9 tahun. Jadi mereka berdua sudah dekat sejak kecil hingga tumbuh dewasa. Bara begitu menyayangi keponakan laki-lakinya seperti adiknya sendiri. Dia yang terpaut jauh dengan usia sang kakak perempuan, tidak mempunyai kesempatan banyak untuk berinteraksi bersama kakak perempuannya yang telah tumbuh dewasa dan menikah serta mempunyai keluarga sendiri.

__ADS_1


"Jika kamu sudah memiliki seorang kekasih, mengapa tidak kamu katakan tadi di dalam acara keluarga kita." Sahut Bara.


Bayu terdiam. Dia bukannya tidak ingin mengatakan jika dirinya telah memiliki seorang tambatan hati, tetapi kekasihnya yang melarangnya untuk mempublikasikan hubungan mereka. Sang kekasih meminta waktu yang tepat untuk siap membuplikasikan hubungan mereka, dengan alasan belum siap dan keluarganya.


"Gadis itu sangat keras kepala dan sedikit aneh. Dia lain dari gadis pada umumnya." Kata Bayu dengan sorot mata yang penuh akan binar cinta di dalamnya saat mengenang bagaimana manis dan menggemaskannya sang kekasih.


Bara dapat melihat binar cinta itu tulus di dalam sorot mata sang keponakan. Bara tahu Bayu tulus mencinta gadis yang ia maksudkan.


"Keanehan yang ia miliki membuat aku semakin ingin mengenal dirinya dan dekat bersama dengannya. Bahkan dia tidak ingin tahu siapa aku sebenarnya? Hanya aku yang tahu dia secara diam-diam. Siapa keluarga dan para sahabat yang dekat dengannya?" Ungkap Bayu mengenang gadisnya dengan sesekali senyuman mengembang pada bibirnya.


"Kami menjalin hubungan asmara dengan apa adanya yang kami lihat saat ini. Siapa kami sebenarnya tidaklah penting. Kami saling mencintai dengan tulus dan apa adanya kami tanpa ingin tahu siapa sebenarnya aku ataupun dia?" Kata Bayu sembari menghembuskan nafasnya yang terasa berat.


"Itu bukan keanehan, kalian hanya menyembunyikan jati diri kalian masing-masing. Walaupun kamu tahu siapa dia dan siapa keluarganya, itu tetap saja ada yang tidak beres pada hubungan kalian. Apa gadis itu tidak akan mempermainkan dirimu?" Tanya Bara.


Bayu terdiam. Diapun tersenyum sebelum akhirnya mengatakan sesuatu.


"Aku tahu dia tulus mencintaiku, karena aku adalah cinta pertama sekaligus kekasih pertamanya. Aku pun tulus kepadanya, aku percaya dengan hubungan cinta kami. Selama ini beberapa informasi tentang dia sudah aku kantongi, walaupun tidak semuanya." Ungkapnya sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


"Om tahu…gadis ini banyak menyimpan rahasia yang tidak bisa aku akses begitu saja. Namun dia mampu membuat aku tenang dan percaya kepadanya, jika rahasia yang ia miliki tidaklah untuk mengkhianati diriku." Ungkap Bayu kembali.


Bayu dan Bara saling menatap dengan wajah yang serius dan raut datarnya.


"Dia ingin menjadi dirinya sendiri yang dapat aku banggakan suatu saat nanti. Dia ingin membalas budi kepada keluarga angkat yang selama ini mengasuh dirinya. Dia hanya ingin menjadi layak untuk ku dan keluarganya dengan cara berdiri sendiri pada kemampuan yang sekarang ia miliki. Aku hanya bisa berusaha untuk mendukung dan percaya padanya. Saling percaya pada pasangan kita masing-masing adalah dasar kami membangun hubungan ini." Jelasnya serius dan terlihat tulus.


"Dia anak angkat." Celetuk Bara.


"Iya om. Dia anak angkat, itulah kejujuran pertamanya saat kami mulai dekat dan saling menyukai. Dia mengatakan itu dengan sendirinya padaku, karena tidak ingin aku tahu dari orang lain siapa dirinya di dalam keluarganya."


"Walaupun dia juga tidak ingin tahu siapa aku sebenarnya."


"Apa mungkin dia benar-benar tidak tahu? Apa dia tidak mengenal nama keluarga Dirgantara yang cukup terkenal di negara ini? Apa dia bukan orang yang berasal dari negara ini?" Tanya Bara merasa semakin aneh pada hubungan mereka.


"Aku tidak pernah menyebutkan nama keluarga Dirgantara yang terkenal, karena sejak awal akulah yang mulai menutupi siapa jati diriku yang sebenarnya. Aku ingin mendapatkan gadis yang tulus mencintai ku, tanpa menggunakan embel-embel keluarga Dirgantara." Ungkapnya.


"Aku mengenalkan diriku dengan nama Bayu Dirgantara Mahesa. Nama belakangku adalah Mahesa yang ia kenal."

__ADS_1


"Mahesa, bukankah itu nama keluarga dari Oma mu?" Tanya Bayu.


"Iya om. Dia percaya pada nama belakang Mahesa. Om ingat, waktu itu aku pertama kalinya magang di dalam perusahaan om dan tidak mendapatkan fasilitas mobil dari papa." Kenangannya.


"Pertama kalinya aku harus naik bus ke perusahaan om, dan naasnya lagi aku tidak membawa dompet dan uang sepeserpun untuk membayar ongkos bus yang aku tumpangi. Di sanalah aku pertama kalinya bertemu dengannya. Saat asisten supir meminta bayaran ongkosnya, aku mulai cemas dan gelisah karena tidak menemukan dompet dan uang saku yang di berikan oleh mama." Kenangnya.


"Aku tidak sadar jika dia duduk di sampingku, dia tahu aku gelisah karena tidak menemukan uangku dan asisten supir terus meminta ongkosnya. Pada akhirnya dia yang membayar ongkos kami berdua tanpa pikir panjang dan banyak berkata-kata."


"Aku awalnya menolak, karena om tahu bagaimana angkuhnya aku yang tidak ingin di bantu begitu saja oleh orang lain. Dia malah tidak peduli dan hanya acuh padaku saat itu. Parahnya lagi dia pergi dan turun bus tanpa melihat ke arah ku sama sekali." Kenang Bayu dengan sesekali terbit senyum karena merasa lucu akan kenangan tersebut.


"Om tahu, bahkan dia meninggalkan beberapa lembar uang untuk ku, karena dia pikir aku tidak memiliki uang hari itu. Uang dan sepucuk surat yang mengatakan, 'Gunakan uang ini, semoga harimu menyenangkan.' Itulah yang ia tulis."


Bara tahu senyum Bayu begitu terkesan akan kenangan masa lalunya bersama gadis tersebut. Bara tahu kali ini Bayu benar-benar serius terhadap hubungannya bersama kekasih pilihannya. Bara hanya dapat mendukung apa yang menjadi pilihan yang terbaik untuk sang keponakan yang ia sayangi. Siapapun gadis itu?


"Setelah itu. Beberapa bulan kemudian kami bertemu kembali saat aku pergi ke kota S untuk melakukan survey lokasi. Saat itu ban mobil yang aku dan Tomi kendarai pecah di jalanan yang sepi karena sudah hampir malam. Aku dan Tomi di kepung oleh 5 orang begal. Kebetulan Dia dan satu temannya melewati jalanan tersebut, dan membantu kami lepas dari begal-begal itu. Pada akhirnya dia membantu sekaligus memberikan tumpangan kepadaku dan Tomi. Ternyata dia dan temannya menginap di hotel yang sama denganku." Ceritanya kembali.


"Singkat cerita, aku yang tidak ingin mempunyai hutang budi. Ingin membayar semua bantuannya dan terus bertemu dengannya, tetapi di balik semua kejadian dan beberapa kali pertemuan yang aku alami tanpa sengaja, aku menjadi sedikit mengenalnya dan pada akhirnya aku yang lebih dulu tertarik padanya. Dia mampu menarik perhatian dan juga hatiku. Aku sangat mencintainya, dan menginginkan dirinya menjadi milikku seutuhnya, karena tidak mudah aku mendapatkan dirinya yang begitu tertutup dan terlalu acuh terhadap seorang pria." Ungkapan hati Bayu terlihat serius dan tulus saat memandang mata Bara.


Bara tahu dan mengerti jelas perasaan Bayu. Hubungan asmara dan cintanya bersama sang kekasih yang di sembunyikan, begitu tulus, nyata dan penuh akan cinta kasih.


Flashback off…


Itulah kenangan yang kini sedang Bara ingat, dia semakin curiga bahkan yakin. Jika Bayu dan Cira memiliki hubungan asmara di antara mereka berdua.


'Apa Cira kekasih yang di maksudkan dan di sembunyikan oleh Bayu? Kalau itu benar, apa yang akan terjadi pada Bayu jika mengetahui siapa Cira sekarang? Apa yang akan di lakukan oleh Cira jika tahu kalau Bayu adalah keponakan laki-laki ku? Apa dia bisa menempatkan diri di antara hubungan yang rumit ini?' Gumam Bara di dalam hatinya.


Bara tidak menduga jika masalahnya bersama Mona akan berakibat seperti ini. Akan melibatkan banyak pihak, hati dan hubungan seseorang. Apakah bisa Bara mengatasi semuanya dengan baik? Tanpa ada masalah ataupun menyakiti perasaan hati beberapa orang yang masuk terlibat di dalamnya?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2