
***Perusahaan Daimos Grup***
Lian dan Cira masuk ke dalam ruangan Bara membawa minuman dan makanan ringan. Lian melangkah terlebih dahulu untuk meletakkan beberapa cemilan ke atas meja kaca, kemudian mengambil tiga cangkir minuman hangat yang di bawa Cira dari arah belakang.
Bara melirik sejenak ke arah Cira yang hanya fokus pada baki yang ia bawa. Mona bersikap biasa saja akan kedatangan dua sekretaris Bara. Sedangkan Karina melihat intens ke arah Cira yang ia inginkan menjadi istri kedua Bara.
Tanpa Karina ketahui jika Cira sudah memiliki status menjadi istri kedua Bara Daimos. Takdir seakan memang ingin menyatukan keluarga Daimos dan juga Cira, anak angkat dari keluarga Santoso.
"Bara…Kamu memiliki dua sekretaris sekarang?" Tanya Karina tiba-tiba, sembari melihat terus ke arah Cira yang tidak sengaja melihat ke arah wanita paruh baya itu.
Perhatian Bara dan Mona kini teralihkan melihat ke arah Cira, lalu kembali melihat ke arah Karina yang sedang menyeruput teh hangatnya. Bara dan Mona saling memandang sejenak.
'Apa mama mencurigai sesuatu tentang Cira?' Gumam Mona di dalam hatinya.
'Apa mama mencurigai Cira?' Tanya Bara di dalam hatinya.
"Iya ma…Mona yang mempekerjakannya untuk sementara membantu Bara beberapa bulan ini." Ungkap Mona menjawab pertanyaan mertuanya.
Karina melihat ke arah Mona, dia tidak pernah tahu jika Mona lah yang memperkerjakan Cira bersama Bara.
"Kamu Mona." Ulang Karina.
"Iya ma…!"
"Kamu kenal baik sama dia." Ucap Karina ingin tahu ada hubungan apa Mona dan Cira.
Karina tahu siapa dan bagaimana Mona? Wanita yang tidak akan ingin banyak ikut campur dengan urusan perusahaan. Tapi sekarang malah dia sendiri yang membawakan suaminya seorang sekretaris. Ada apa dengan Mona? Tidak seperti biasanya, Karina kini mencurigai sesuatu.
"Permisi tuan, nyonya." Pamit Lian mewakili mereka berdua, dan ingin undur diri.
Tidak ada yang mencegah, dua sekretaris itu pun berlalu keluar. Tetapi lirikkan mata Bara dan Karina cukup lama melihat ke arah punggung Cira hingga menghilang dari balik daun pintu.
Mona melihat ke arah sang mertua yang melihatnya dan menunggu sebuah jawaban.
"Mama mungkin tidak mengenalnya, karena dia jarang ikut berkumpul dengan keluarga." Ucap Mona. Ia berpikir jika Karina tidak tahu kalau Cira adalah anak angkat kakak laki-lakinya, Mike Santoso.
Karina mengerutkan keningnya melihat ke arah Mona. Dia merasa aneh untuk kata keluarga. Karina memang tidak tahu kalau Cira adalah anak angkat Mike Santoso. Karina mengenal Cira di panti asuhan yang ia datangi, dan dia mengenal Cira sebagai donatur tetap di panti asuhan itu.
Gadis muda, cantik, dan baik hati yang Karina kenal selama 8 tahun lebih. Gadis belia yang tahu cara berbagi dengan anak anak yatim piatu, di saat usianya terbilang masih sangat muda sekali. Cira adalah Donatur termuda yang ada pada kelompok donaturnya. Cira di ikut sertakan masuk ke dalam kelompok donatur yang Karina kelola bersama beberapa teman-temannya, dan Cira setuju untuk ikut bergabung bersama Karina.
Di awal perkenalannya dengan Cira, pada saat itu Cira masih berusia 15 tahun. Masih duduk di bangku kelas 2 SMA, anak sekolah yang sudah tahu cara berbagi dan memberikan perhatiannya terhadap anak anak yang tidak memiliki kedua orang tua. Karina dulu berpikir kalau Cira adalah anak orang kaya di kota mereka, tetapi ternyata dia hanyalah anak yang berasal dari keluarga biasa saja. Itulah yang membuat Karina dan sang suami memiliki perhatian lebih kepada Cira.
Bahkan dulu ia memiliki rencana untuk menjodohkan Bara dan Cira, tapi Bara sudah memiliki pasangan pilihannya sendiri. Sehingga Karina dan sang suami tidak bisa memaksakan kehendaknya. Kebahagiaan Bara adalah yang paling utama untuk Karina dan suaminya.
Itulah awal Karina dan sang suami mengenal Cira. Gadis belia yang cantik, ceria, dan baik hati. Gadis yang terlihat sempurna di mata Karina dan Carlos Daimos. Satu hal yang lucu pada perkenalan mereka, baik Cira ataupun Karina sama-sama menyembunyikan identitas mereka yang sebenarnya.
__ADS_1
Cira mengenal Karina sebagai pemilik sebuah butik di wilayah sekitar panti asuhan, sedangkan Karina mengenal Cira sebagai anak yang jenius akan kemampuannya dalam bidang ahli IT dan mendapatkan bayaran lumayan besar dari pekerjaannya itu. Pekerjaan yang ia dapatkan ilmunya secara otodidak.
Bahkan Carlos pernah sekali meminta bantuan Cira, untuk menghilangkan sebuah virus pada keamanan sistem di salah satu perusahaan cabang Carlos yang ada di luar negeri. Cira berhasil melakukan itu dan mendapatkan bayaran yang lumayan besar dari Carlos Daimos. Sebagian dari bayaran itu di sumbangkan Cira kepada beberapa panti asuhan yang ada di negara itu.
Satu hal yang Carlos suka dari Cira, gadis itu tidak suka ikut campur dalam hal yang bukan urusannya, dan tidak suka terlalu mengenal atau dekat dengan orang yang bukan anggota keluarga dan teman baiknya. Jadi hingga kini baik Carlos, Karina dan Cira tidak tahu jati diri mereka masing-masing.
"Keluarga…Siapa yang kamu maksud keluarga?" Tanya Karina belum mengerti maksud Mona.
'Mama benar-benar tidak tahu siapa Cira sebenarnya? Mama tidak tahu kalau Cira adalah anak angkat kak Mike. Ini bagus untuk ku, perlahan aku mudah untuk mengenalkan Cira dengan mama dan papa. Mereka akan dapat menerima baik Cira karena masih memiliki hubungan keluarga denganku, walaupun sebatas anak angkat keluarga Santoso.' Gumam Mona di dalam hatinya.
Mona tersenyum karena kebingungan mama mertuanya.
"Mama mungkin belum tahu kalau kak Mike memiliki seorang putri angkat." Ucap Mona.
Karina mencoba mengerti apa yang ingin di katakan oleh Mona.
"Putri angkat. Kakak mu Mike memiliki putri angkat!!" Ucap Karina tidak tahu akan hal itu.
"Iya ma…kak Mike punya satu anak angkat yang tidak di ketahui oleh banyak orang." Angguknya sembari tersenyum untuk menyakinkan penjelasannya.
"Siapa maksud mu?"
"Sekretaris Bara yang baru itu adalah putri angkat kak Mike. Mona menjadikannya sekretaris Bara, karena mengenal baik bagaimana Cira. Jadi akan aman untuk menjadi sekretaris sekaligus asisten kedua untuk Bara, karena Bara memang memerlukan seorang sekretaris cadangan." Jelas Mona.
Karina cukup terkejut, kini ia tahu satu kebenaran tentang gadis yang sudah lama ia kenal. Cira adalah putri angkat dari Mike Santoso.
"Namanya Elcira Ardelia. Bisa di panggil dengan nama kecilnya, Cira." Jelas Mona kembali menjelaskan.
'Takdir seperti apa ini? Cira adalah putri angkat Mike Santoso, kakak laki-laki Mona. Itu artinya keponakan perempuan dari Mona sendiri. Kalau aku ingin menjodohkan Bara dan Cira, itu artinya tidak mungkin bisa terjadi. Walaupun Cira hanya anak angkat, tidak akan nyaman untuk di jadikan istri kedua Bara. Tidak mungkin aku menjadikan Cira madu dari tantenya sendiri. Perjodohan ini semakin jauh.' Gumam Karina kecewa di dalam hatinya akan kebenaran itu.
"Ada apa ma…?" Tanya Mona melihat gelagat yang berbeda dari mertuanya itu.
Mimik wajah Karina terlihat sedih dan bingung.
Karina melihat ke arah Mona, cukup lama. Membuat Bara dan Mona melihat heran wanita paruh baya itu.
"Tidak sayang, mama hanya terkejut saja. Mama tidak pernah tahu jika kakak mu Mike mempunyai putri angkat yang di sembunyikan." Ucap Karina sebagai pengalihan kegalauan hatinya.
"Di sembunyikan. Tidak ma…Bukan seperti itu, Cira saja yang tidak suka berada di dalam lingkungan yang penuh akan orang asing baginya. Cira lebih suka menyendiri." Ucap Mona.
Mona tidak suka jika kakaknya Mike di katakan menyembunyikan putri angkatnya itu, walaupun pada kenyataannya memang seperti itu. Mona tidak ingin keburukkan keluarganya di ketahui oleh orang lain, apa lagi mama mertuanya. Itu akan mencoreng nama baiknya sendiri dan juga keluarga Santoso.
'Cira lebih suka menyendiri. Sepertinya Cira bukanlah tipe pribadi yang seperti itu. Setahuku Cira sangat ramah, ceria dan suka bersosialisasi dengan siapapun? Sepertinya ada yang aneh dengan penjelasan Mona.' Batin Karina tidak percaya akan penjelasan Mona tentang sifat dan sikap pribadi Cira.
"Apakah benar keponakan mu seperti itu? Sepertinya yang mama lihat anak itu cukup ramah dan baik kepada siapapun." Ucap Karina tidak percaya, dia mencoba mendengarkan apa selanjutnya yang akan Mona katakan tentang sosok Cira.
__ADS_1
Mona tahu jika mertuanya tidak percaya akan penjelasannya tentang Cira.
"Tentu saja ma…Mona kenal Cira sejak dia masih kecil. Mana mungkin Mona salah. Cira datang ke dalam keluarga kami, sebelum kelahiran Caroline. Jadi Mona sangat mengenal baik bagaimana keponakan Mona sendiri." Jelas Mona berusaha tegas agar tidak ada keraguan dari penjelasannya.
'Sepertinya penjelasan Mona dan kenyataan yang aku lihat sendiri, sangat berbeda. Seperti apa Cira yang sebenarnya?' Gumam Karina di dalam benaknya masih ragu.
"Benar ma…Nanti mama akan tahu sendiri, jika sudah mengenal Cira."
Karina diam dan mencoba untuk percaya. Namun akan mencari tahu lebih dalam lagi, dia merasa ada yang di sembunyikan oleh Mona tentang Cira. Karina ingin membuktikannya sendiri.
"Baiklah, tentu saja mama percaya padamu…Kamu yang lebih mengenal baik keponakan mu itu." Ungkap Karina ingin menyudahi pembicaraan mereka tentang sifat pribadi Cira.
"Jadi bagaimana menurutmu Bara. Apakah anak itu baik dan cocok menjadi sekretaris mu selama beberapa bulan ini?" Tanya Karina melihat ke arah Bara.
Bara melihat sang mama.
"Iya. Dia cukup baik dalam pekerjaannya. Cara kerjanya sama seperti Lian." Jelas Bara apa yang menjadi kebenaran tentang cara bekerja Cira.
"Bagus kalau begitu. Kamu tidak perlu terus terusan gonta ganti seorang sekretaris. Sudah berapa banyak sekretaris yang kamu ganti dan pecat. Entah apa yang ada di dalam pikiran mu pada saat memecat mereka semua, mama tidak mengerti akan hal itu."
Itulah kebenaran Bara selama ini, sudah tidak terhitung lagi berapa sekretaris yang Bara ganti dan pecat. Menurut Bara, semua sekretaris yang ia pecat sangat murahan dan tidak bisa bekerja. Jadi Bara susah mencari sekretaris yang cocok untuknya, seperti Lian sekretaris terlamanya.
"Mereka semua tidak bisa bekerja seperti yang aku harapkan. Jadi untuk apa aku mempertahankan bawahan yang hanya akan makan gaji buta." Balas Bara dengan dinginnya, ia kesal mengingat bagaimana murahannya semua sekretaris yang ia pecat. Selalu mencoba merayu dan menjajakan tubuh mereka kepada Bara.
Mona dan Karina tahu sedikit akan cerita di balik sekretaris yang di pecat Bara. Mereka berdua terdiam dan dapat mengerti jika Bara tidak suka akan hal itu.
"Baiklah, sekarang mama tahu sekretaris barumu itu adalah keponakan dari Mona. Jadi akan membuatmu nyaman bekerja dengannya, iyakan Bara…!" Sebuah perkataan yang banyak memiliki arti di dalamnya.
"Tentu saja ma, Bara tentunya akan nyaman. Iya kan sayang…!" Ucap Mona melihat ke arah Bara.
Bara melihat ke arah Mona yang memeberikan isyarat lewat matanya.
"Iya." Balas singkat Bara.
"Baiklah kalau begitu. Mama akan pulang sekarang. Mona, apa kamu ikut pulang bersama mama." Ajak Karina. Dia sudah cukup mendapatkan informasi tentang kebenaran dan keberadaan Cira ada di perusahaan Bara.
Walaupun Karina kecewa karena tidak bisa menjodohkan Bara dan Cira. Setidaknya dia tidak sampai salah jalan. Itulah yang ia pikirkan sekarang.
Mona dan Karina pulang setelah memberikan sebuah kecupan pipi dan pelukan perpisahan kepada Bara. Dua wanita yang berbeda usia itu berlalu melewati meja sekretaris yang di tempati oleh Lian dan Cira. Lirikkan mata keduanya melihat sejenak ke arah Cira yang memberikan sikap hormatnya kepada dua nyonya dari keluarga Daimos.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.