GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
60. Kebersamaan Karina Dan Bayu.


__ADS_3

***Cafe Di Pusat Kota***


Karina dan Bayu masih berada di dalam Cafe yang ada di pusat kota. Karina meminum teh hangat yang ia pesan, dan kembali menekan pelipisnya karena merasa pening.


Wanita paruh baya itu berpikir sejenak, mengingat setiap kejadian saat bertemu Cira di panti asuhan tadi pagi. Ada beberapa ucapan yang Cira lontarkan? Kembali Karina mengingat jelas perbincangannya bersama Cira.


Flashback on…


Saat itu Karina bertanya, apakah Cira memiliki seorang kekasih? Untuk melancarkan rencana perjodohan antara Bara dan Cira.


Jawaban Cira pada saat itu.


"Tidak tante. Saya tidak punya seorang kekasih. Tepatnya lagi, sudah berakhir beberapa bulan yang lalu." Jawaban Cira pada saat itu.


"Pria mana yang bodoh telah putus darimu? Kamu begitu cantik dan terlihat sempurna, dia begitu bodoh harus kehilangan gadis seperti kamu sayang."


"Tidak tante. Bukan dia yang bodoh, tapi saya yang bodoh karena meninggalkan pria sebaik dia. Dia adalah cinta dan pacar pertama saya." Ungkapnya terlihat tidak nyaman karena kekasihnya di katakan bodoh.


"Benarkah. Mengapa kamu meninggalkan dia?" Tutur Karina melihat kesedihan dari wajah Cira.


"Saya berbuat kesalahan kepadanya. Kesalahan yang tidak dapat di maafkan, saya telah mengkhianatinya, tante." Jujur Cira. Sukses membuat Karina terkejut karena pengakuan Cira akan pengkhianatannya.


"Mengkhianatinya." Ulang Karina.


Ada rasa yang tidak nyaman pada hatinya mendengar gadis secantik dan sebaik Cira telah berkhianat. Kembali ia berpikir apakah mungkin Cira cocok menjadi istri dari putranya? Namun perasaan yang paling dalam tidak percaya jika Cira telah berani berkhianat.


"Tante terkejut karena mendengar saya telah mengkhianati kekasih saya ya…!" Ucapnya tersenyum getir melihat raut terkejut Karina.


"Iya, tentu saja tante terkejut. Tapi tante yakin kamu memiliki alasan sendiri kan berani berbuat seperti itu?"


"Tante benar. Saya memiliki alasan sendiri karena berbuat seperti itu." Ucap Cira menimpali ucapan Karina. Itulah ingatan yang ada.


Flashback off…


Karina berpikir kembali dan bergumam.


'Bukankah Cira mengatakan jika mereka sudah putus.Tapi kenapa penjelasan Bayu berbeda. Raut wajahnya juga tidak terlihat sedih, kecewa ataupun kesal. Bayu terlihat baik baik saja akan hubungannya dengan Cira. Ada apa sebenarnya dengan mereka berdua?' Batin Karina melirik ke arah Bayu yang sedang menikmati kue kesukaannya.


'Aku harus bicara pada Cira. Dialah satu-satunya orang yang dapat menjelaskan semua ini. Aku yakin Cira sudah mengerti semua masalah yang coba aku selesaikan ini. Benar, aku harus bertanya langsung kepada gadis itu, agar semuanya jelas dan aku dapat mengambil tindakan selanjutnya.' Batin Karina kembali merencanakan apa yang harus ia lakukan.


"Ada apa Oma? Kenapa Oma diam saja?" Tanya Bayu melihat teliti sang Oma.


"Tidak. Oma hanya tidak pernah menyangka kalau kamu ternyata memiliki seorang kekasih. Cira gadis yang baik." Balas Karina apa adanya.


"Oma sepertinya mengenal Cira dengan baik."


"Tentu saja. Hanya tidak mengenal siapa sebenarnya dia."


"Maksud Oma?"


"Sejak awal mengenal Cira. Oma tidak mengenal dia dari keluarga mana. Kami murni berteman dan kenalan sebagai anggota donatur yang Oma kelola bersama teman-teman Oma."


"Anggota donatur?"


"Iya. Cira adalah salah satu anggota di dalam kelompok donatur Oma bersama teman-teman."

__ADS_1


Bayu terkejut akan hal itu, dia hanya tahu kalau Cira memang suka berkunjung ke panti asuhan beberapa bulan sekali. Untuk sekedar bermain ataupun mengingat kenangan dari mana dia berasal. Mengingat Cira adalah anak angkat dari keluarga Santoso.


"Cira masuk menjadi anggota kami pada usianya 15 tahun. Dia anggota termuda yang kami miliki. Pada saat itu, kami berpikir mungkin Cira adalah putri salah satu dari keluarga kaya raya di kota ini, tetapi Opa mu sudah menyelidiki semua keluarga kaya yang ada di beberapa kota, ternyata tidak ada nama Cira di dalam keluarga keluarga kaya itu. Dia hanya gadis dari keluarga biasa, itulah informasi tentangnya yang kami dapatkan." Jelasnya sembari mengenang siapa Cira.


"Awalnya kami mencurigainya. Bagaimana caranya seorang gadis dari keluarga biasa bisa memiliki uang yang cukup untuk sumbangan? Pada akhirnya Opa mu yang tahu dari mana Cira mendapatkan uang uang itu dengan mudah. Salah satu perusahaan cabang Opa yang ada di luar negeri, mendapatkan serangan sebuah virus pada keamanan sistem perusahaannya. Cira lah yang membantu menyelesaikan masalah itu, dengan bayaran yang cukup tinggi. Uang itu dia sumbangan ke beberapa panti asuhan yang ada di daftar kami." Kenangnya.


"Cira sangat ahli di bidang IT. Dia mendapatkan kemampuan itu dari belajar secara otodidak. Dia gadis yang cerdas dan jenius, menurut Opa mu. Dari keahliannya itu, dia menawarkan jasa ahli di bidang IT untuk mendapatkan bayaran yang tinggi, dan uangnya ia sumbangkan ke beberapa panti asuhan. Jiwa sosialnya sangat tinggi."


"Itulah Oma dan Opa mu begitu terkesan padanya. Seorang gadis belia sudah bisa berbagi kepada anak-anak yang tidak memiliki kedua orang tua. Gadis belia yang begitu cantik, manis, ceria dan baik hati. Bahkan kami pernah ingin menjodohkan Om Bara mu dengannya. Tapi gagal karena Om mu memilih tante Mona sebagai pasangan hidupnya. Kamu tahu sendiri, bagi kami kebahagiaan Bara adalah yang terpenting." Jelasnya dengan beberapa senyuman di bibirnya.


"Oma benar, karena keahliannya itu juga, dia dapat menyembunyikan beberapa hal dari ku. Tapi anehnya aku tetap percaya padanya, cinta kami sama-sama tulus." Balas Bayu.


Karina diam dengan pandangan melihat intens ke arah Bayu. Terlihat jelas Bayu begitu mencintai Cira, tidak ada raut kesedihan ataupun kecewa karena sedang putus cinta. Ada apa sebenarnya dengan mereka berdua? Karina semakin bingung di buatnya.


Bayu seolah mengatakan jika hubungannya bersama Cira baik baik saja. Berbanding terbalik dengan Cira yang mengatakan jika hubungan mereka telah berakhir. Apakah Cira memiliki kekasih lain yang ia putuskan selain Bayu? Salah satu lagi dugaan Karina.


'Tidak mungkin Cira gadis yang mampu mempermainkan banyak pria. Sepertinya dia bukan gadis seperti itu?' Batin Karina mencoba menganalisa seperti apa Cira sebenarnya.


"Bayu…!" Panggil Karina kepada Bayu.


"Iya Oma!"


"Apa saat ini, kamu dan Cira baik baik saja?" Tanya Karina.


"Iya tentu saja, kami baik baik saja. Hanya saja…!" Ucapnya terputus.


Kembali Bayu mengingat bagaimana sulitnya mereka bertemu dan bersama beberapa bulan ini. Sejak Cira menjadi sekretaris Bara, gadisnya menjadi orang yang super sibuk. Bahkan untuk bertemu beberapa menit saja tidak bisa.


"Hanya saja…Ada apa?" Tanya Karina curiga.


"Iya Oma tahu, Om mu memang tegas dan disiplin." Pembenaran dari Karina tentang putranya itu.


"Tapi kalian kan masih bisa bertemu di luar jam kerja atau di hari libur. Kalian kan pasangan kekasih yang saling mencintai."


"Oma benar. Tapi akhir akhir ini Cira memiliki banyak alasan untuk pertemuan kami. Bahkan aku pernah marah kepadanya, namun itu tidak berguna. Tidak mempengaruhi Cira sama sekali, itu menyiksaku Oma."


"Mengapa Cira seperti itu?"


'Apakah Cira mulai menghindari Bayu. Tapi apa alasannya, bahkan Bayu tidak tahu mengapa Cira berubah seperti itu.' Batin Karina semakin curiga akan sikap Cira.


"Apakah sebelumnya, Cira sering mengabaikanmu seperti ini selama tiga tahun hubungan kalian?" Tanya Karina ingin tahu.


"Tidak. Cira mulai tidak memiliki waktu untuk ku tiga bulan terkahir ini."


Karina terdiam.


'Jadi benar, Cira yang mulai menghindari Bayu. Ada apa dengan gadis itu? Apakah dia sudah memiliki seorang kekasih baru dan mengabaikan Bayu. Apakah Cira gadis seperti itu?' Batin Karina.


"Kamu tidak meminta penjelasan padanya?" Tanya Karina.


"Sudah. Dia hanya menjawab, menginginkan waktu untuk berpikir jernih dari semua masalah yang sedang ia hadapi, terutama masalah keluarganya. Aku tidak bisa terlalu memaksanya Oma, aku tidak tega melihatnya bersedih dan menangis." Kenang Bayu pada kesedihan dan tangisan Cira terakhir kalinya ia lihat.


"Apa benar dia anak angkat dari keluarga Santoso?"


"Iya Oma. Dari mana Oma tahu? Bukankah Oma tidak tahu dari keluarga mana Cira berasal?"

__ADS_1


"Oma tahu dari tante Mona, tadi siang saat berada di kantor."


Bayu mengingat kembali pertemuan Omanya, Bara dan Mona tadi siang di dalam ruang kerja Bara.


"Apa Cira dan keluarga angkatnya memiliki hubungan yang kurang baik?" Tanya Karina mengingat bagaimana Mona mengatakan jika Cira adalah pribadi yang tertutup.


"Sepertinya iya Oma. Cira hanya dekat dengan mama angkatnya. Dia tidak begitu dekat dengan papa angkat dan adiknya."


"Apa Cira adalah pribadi yang tertutup dengan keluarganya dan tidak bisa bersosialisasi?"


"Sepertinya tidak. Cira bersosialisasi dengan baik di sekitarnya. Dia gadis yang cukup ramah dan baik kepada setiap orang yang ia temui."


"Oma kan tahu sendiri bagaimana dia? Oma mengenalnya seperti apa?" Tanya balik Bayu.


"Dia gadis yang cukup baik, ceria dan ramah. Bahkan pandai bersosialisasi dengan beberapa orang yang memiliki usia berbeda darinya. Tidak mencerminkan pribadi yang tertutup."


"Lalu mengapa Oma mengatakan jika Cira adalah pribadi yang tertutup?"


"Bukan Oma yang mengatakannya, tapi tante Mona." Jujurnya.


"Tante Mona." Ulang Bayu.


"Iya, tante Mona yang mengatakan jika Cira memiliki pribadi yang tertutup, sehingga tidak begitu suka berada di lingkungan yang tidak ia kenal dan sukai. Sikap Cira yang tertutup, membuatnya tidak pernah hadir pada pertemuan keluarga kita. Dari itu kita tidak pernah tahu ada Cira atau tuan Mike Santoso ternyata memiliki seorang putri angkat."


"Apakah Oma percaya itu?"


"Entahlah. Mona adalah tantenya, orang yang mengenal Cira sejak kecil. Apakah dia akan berbohong dengan kebenaran tentang Cira?"


"Aku tidak percaya itu. Yang aku ketahui, hanya mama angkatnya saja yang menyayangi Cira. Selain itu tidak ada, mereka acuh seakan Cira tidak ada di dalam keluarga Santoso. Itu sedikit informasi yang aku dapatkan dari salah satu teman dekat Cira, yang tentunya dapat di percaya."


'Apakah Mona berbohong, dan ingin menjelekkan sosok Cira?' Batin Karina.


"Jika Cira memang di anggap keluarga oleh mereka, mengapa nama belakang Cira tidak memiliki nama belakang keluarga Santoso?" Ucap Bayu pada kebenaran nama Cira.


"Elcira Ardelia. Kamu benar Bayu, Cira tidak memiliki nama belakang keluarga Santoso." Pembenaran Karina.


"Seharusnya Oma tidak mudah percaya pada apa yang Oma hanya dengar saja. Lihat dan buktikan itu sendiri."


"Kamu benar Bayu. Oma harus membuktikannya sendiri. Baiklah, kalau begitu kita sudahi dulu obrolan ini. Oma harus pulang, Opa mu terus menghubungi Oma dari tadi." Ucap Karina sembari menunjukkan ponselnya, di mana terlihat panggil dari Opanya.


"Baiklah. Aku akan mengantar Oma pulang."


"Tidak perlu. Oma pulang bersama supir saja."


Tolak halus Karina sembari bangkit dari duduknya. Setelah memberikan sebuah kecupan pada pipi Bayu dan pelukkan hangat kepada cucu satu-satunya itu, Karina berlalu pergi. Begitu pun Bayu yang juga berlalu untuk pulang.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2