
***SINEL Cafe***
Bayu dan Sarah melihat intens ke arah Cira. Wanita itu tahu, jika ia harus menjelaskan sedikit apa yang membuatnya bisa bekerja di perusahaan Daimos grup?
Cira menghela nafasnya, sebelum akhirnya ia menjelaskan sedikit alasan yang membuatnya menjadi sekretaris Bara Daimos. Tentunya bukan kebenaran tentang pernikahan kontraknya. Itu akan sangat menyakiti hati Bayu, dan Cira belum siap untuk menyakiti pria yang begitu sangat ia cintai dan kasihi sepenuh hatinya.
"Baiklah. Aku menjadi sekretaris tuan Bara, atas permintaan tante Mona. Perusahaan papaku mendapatkan suntikan dana yang cukup besar dari tuan Bara. Sebagai gantinya aku menjadi sekretaris tuan Bara secara gratis." Pada akhirnya hanya penjelasan itu yang dapat Cira katakan.
Bayu dan Sarah mengerutkan kening mereka, sungguh keduanya tidak percaya jika Cira mengalami itu.
"Bekerja tanpa di gaji." Ucap Sarah menekan setiap kata-katanya. Gadis itu kecewa akan apa yang keluarga santoso lakukan pada Cira.
"Apa karena kamu hanya anak angkat mereka, sehingga mereka melakukan ini padamu?" Ungkap Sarah kesal akan apa yang di alami oleh sahabatnya itu.
Sarah tahu semua perjalanan hidup Cira. Sarah adalah salah satu sahabat sekaligus keluarganya dari panti asuhan yang sama, di mana Cira di angkat oleh keluarga Santoso. Hubungan itu mengikat erat Sarah dan Cira seperti seorang saudara.
Bayu hanya diam menyimak perdebatan yang terjadi pada kedua wanita yang ada di hadapannya kini.
"Iya. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membalas budi keluarga Santoso, keluarga yang telah memberikan aku sebuah kehidupan baru di saat kedua orang tuaku meninggalkan aku di panti asuhan." Jelas Cira dengan raut wajah sedihnya.
Setidaknya di saat dirinya dalam kesedihan dan mendapatkan masalah, masih ada Sarah tempatnya untuk sekedar mencurahkan isi hatinya, dan melegakan hatinya yang penuh akan masalah yang tidak kunjung selesai.
"Tapi ini tidak adil untuk mu Cira. Untuk apa mereka mengangkat mu sebagai anak, jika harus di perlakuan seperti ini?" Kata Sarah tidak terima apa yang di alami oleh sahabatnya itu.
"Mereka seharusnya memberikan kasih sayang, bukan perlakuan seperti ini." Kata Sarah lagi.
Bayu masih diam menyimak. Cira terdiam dan mengerti jika Sarah marah akan keluarga Santoso yang mempersulit hidupnya.
"Setidaknya ada mama yang harus aku lindungi. Hanya mama yang aku miliki di dunia ini. Aku tidak bisa melihat air matanya. Mama separuh jiwaku, mama segalanya bagiku." Ungkap Cira yang menjadi alasan kuatnya menerima perlakuan keluarga Santoso.
Sarah tahu jika Sindi, sang mama begitu menyayangi dan mencintai Cira dengan tulus dan segenap hatinya. Sarah tahu jika Cira akan lemah, kalau semuanya telah berhubungan dengan sang mama, Sindi Santoso.
"Aku tahu Cira." Ucap Sarah menyentuh punggung tangan Cira. Ia ingin memberikan sebuah dukungan untuk Cira.
"Nyonya Sindi layak untuk kamu lindungi. Bagaimana juga kasih sayang dan cintanya tulus padamu. Nyonya Sindi adalah mama yang sangat baik untukmu. Aku tahu itu." Balas Sarah. Cira terharu jika Sarah dapat mengerti keadaannya.
"Mama juga terluka akan kejadian ini. Tapi dia tidak dapat menentang keputusan papa. Aku melakukan ini agar mama tidak mendapatkan masalah dari papa." Ungkap Cira.
"Tapi bekerja tanpa mendapatkan gaji. Apa tuan Bara sekejam itu padamu, apa dia tidak berpikir biaya hidupmu dari mana jika kamu bekerja tanpa di gaji? Dasar orang kaya tidak memiliki hati." Umpat Sarah terlihat kesal.
Cira terdiam, tetapi lirikan matanya melihat ke arah Bayu. Kini Cira tahu jika Bayu adalah keponakan laki-laki Bara. Tentunya Cira takut jika Bayu tersinggung atas umpatan Sarah tentang om nya tersebut.
"Itu tidak masalah. Biaya hidup Cira aku yang akan menanggungnya dari sekarang." Ungkap Bayu tidak tega mendengar Cira bekerja tanpa di gaji sama sekali.
Cira dan Sarah kini melihat intens ke arah Bayu. Bukan masalah uang untuk biaya hidup yang mereka masalahkan. Namun kepekaan hati dan rasa simpati dari Bara Daimos sebagai presdir dari perusahaan tersebut.
"Bukan sekedar masalah uang untuk biaya hidup Cira, tuan Bayu. Ini masalah kepekaan hati dan rasa simpati dari tuan Bara Daimos. Apa mungkin dia orang kaya yang begitu kejam pada seorang wanita muda yang harus tetap hidup untuk masa depannya. Jika dia berpikir Cira tidak mendapatkan gaji sepeserpun. Apa dia berpikir juga, Cira harus hidup dengan apa jika tidak di berikan gaji?" Penjelasan kesal Sarah.
"Dasar orang kaya semena-mena. Inilah sebabnya aku sangat membenci orang kaya yang akan selalu angkuh dan kejam seperti tuan Bara." Umpat Sarah lagi.
__ADS_1
Lagi-lagi Cira melirik ke arah Bayu yang langsung diam mendengar umpatan Sarah.
"Tidak semua orang kaya itu sombong, kejam dan angkuh seperti yang kamu katakan." Bela Bayu. Pria itu sedikit tersinggung akan ucapan Sarah yang mengatakan, jika semua orang kaya sombong, kejam dan angkuh. Sebab dirinya bukanlah orang seperti itu semenjak bertemu dengan Cira.
"Anda membela tuan Bara, dan mengabaikan apa yang Cira alami. Anda kekasih Cira atau bukan sih?" Ragu Sarah, karena Bayu seakan membela Bara yang baru saja ia umpat.
"Bukan seperti itu Sarah. Aku tidak membela tuan Bara. Aku hanya mengatakan, jika tidak semua orang kaya seperti yang kamu tuduhkan. Itu saja, dan aku tidak mungkin mengabaikan Cira begitu saja dengan masalah yang sedang dia hadapi." Bela Bayu membela dirinya dari tuduhan Sarah.
"Sudah, sudah. Kenapa kalian jadi berdebat seperti ini. Aku semakin pusing kalau kalian seperti ini." Ucap Cira mencoba melerai keduanya. Cira tidak nyaman akan umpatan Sarah karena Bayu mungkin saja tersinggung akan umpatan tersebut.
Baik Bayu dan Sarah melihat sejenak ke arah Cira. Kemudian Sarah membuang pandangan matanya ke arah lain. Bayu menghela nafasnya agar emosinya stabil kembali.
"Aku tidak masalah mendapatkan gaji atau tidak. Setidaknya aku masih bisa berdiri sendiri di saat mendapatkan masalah seperti ini." Ungkap Cira. Dia bersyukur karena memiliki usaha bisnisnya sendiri. Jadi mendapatkan gaji ataupun tidak, itu tidaklah masalah baginya.
"Kamu benar. Mereka salah telah mengusikmu, mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?" Ungkap Sarah dengan tatapan matanya tajam ke arah depan.
Bayu diam. Dia tidak tahu apa maksud perkataan Sarah. Yang ia tangkap, jika Cira tidak akan mendapatkan masalah walaupun bekerja tanpa gaji sepeserpun.
"Sudah cukup Sarah. Sebaiknya, tolong kamu siapkan makan siang untuk kami berdua. Aku sudah sangat lapar sekali." Balas Cira dengan cepat untuk mencegah Sarah berbicara terlalu banyak.
Sarah diam melihat ke arah Cira. Ada isyarat dari Cira, kalau ia terlalu banyak bicara. Sarah mengerti akan isyarat tersebut.
"Baiklah. Akan segera aku siapkan. Tunggulah di sini." Balas Sarah dengan tersenyum getir dan segera bangkit dari duduknya. Ia pun segera berlalu begitu saja keluar dari ruang kerja Cira.
"Ada apa dengannya?" Tanya Bayu terlihat heran akan sikap Sarah yang aneh.
"O…iya. Aku sampai lupa harus meminta ijin tidak kembali ke kantor." Ungkap Cira mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku akan menghubungi asisten Kai untuk meminta ijin."
"Kenapa tidak langsung ke tuan Bara?" Tanya Bayu.
"Aku tidak punya kontaknya."
"Bagaimana bisa, kamu sebagai sekretaris nya tidak punya kontak dari presdir yang harus kamu layani setiap harinya?" Ucapan Bayu yang di salah artikan oleh Cira. 'Melayani setiap harinya.'
"Apa maksudmu melayani setiap hari?"
Keduanya terdiam sejenak.
"Kamu sekretarisnya. Seharusnya tahu kontak tuan Bara, sebagai jaga jaga jika harus menghubunginya untuk urusan pekerjaan." Jelas Bayu tidak peka akan salah paham Cira.
"O…Begitu…!" Ucap Cira dengan senyum anehnya.
"Ada apa?" Curiga Bayu.
"Tidak. Tidak ada. Aku kan baru dua hari masuk kerja, jadi belum memiliki kontak tuan Bara. Nanti akan aku minta pada asisten Kai atau sekretaris Lian." Alasan Cira mencari aman.
"Sebaiknya aku menghubungi asisten Kai dulu." Ucap Cira sembari mengeluarkan ponsel dari tasnya.
__ADS_1
Cira dengan cepat menghubungi asisten Kai.
"Hallo…!" Sapa asisten Kai dari seberang telepon.
"Hallo asisten Kai. Maaf, siang ini saya tidak bisa balik ke kantor, karena kaki saya sedang di perban dan tidak bisa berjalan dengan leluasa. Tolong sampaikan ijin saya ini kepada tuan Bara." Ungkap Cira tanpa basa basi.
"Maaf nona. Silahkan sampaikan sendiri pada tuan Bara." Balas Kai.
"Tapi saya tidak memiliki kontaknya."
"Akan saya kirimkan nomer kontaknya. Silahkan sampaikan ijin anda langsung kepada beliau."
"Baiklah. Terima kasih." Cira mati kutu dan tidak dapat membantah lagi.
"Selamat siang nona."
"Selamat siang asisten Kai." Sambungan telepon mereka pun terputus.
"Ada apa?" Tanya Bayu melihat raut wajah Cira yang tidak bersemangat.
"Aku harus ijin langsung pada tuan Bara."
'Ting. ' Suara pesan masuk. Itu pesan kontak dari Kai. Cira hanya bisa menghela nafasnya yang terasa berat.
"Ada apa?" Tanya Bayu tahu ada yang mengganjal di hati Cira.
"Jika kamu mau, aku akan menghubungi tuan Bara dan meminta ijin untuk mu."
"Tidak. Tidak perlu. Biar aku saja, sepertinya itu tidaklah sopan. Kamu pasti tahu bagaimana karakter tuan Bara." Cegah Cira agar tidak menambah masalahnya lagi.
"Biar aku saja yang menghubunginya." Kata Cira dengan cepat.
Dia langsung mencoba menghubungi kontak Bara yang baru saja di kirimkan oleh Kai. Dengan hati yang berdebar karena takut, Cira harus bisa meminta ijin kepada Bara hari ini.
Tanpa Cira ketahui, jika Bayu telah mengirimkan sebuah pesan pada Bara saat tadi mereka masih berada di rumah sakit. Bayu telah meminta ijin kepada Bara untuk Cira beristirahat dan tidak bisa kembali ke kantor dalam keadaan seperti yang di alami oleh Cira. Bayu menjelaskan apa yang Cira alami, dan apa yang menjadi penjelasan dokter padanya tadi.
Bara hanya menjawab dengan singkat pesan yang Bayu kirimkan. Bayu hanya memberikan Cira kesempatan untuk menjadi berani dalam menghadapi Bara yang arogan dan terkadang kejam pada semua orang. Bayu ingin Cira bersikap profesional dalam bekerja tanpa ada campur tangan darinya, walaupun itu telah terjadi dan di lakukan cepat oleh Bayu.
Bayu berniat untuk membantu meringankan beban Cira. Tanpa mengetahui akan berakibat apa terhadap Cira nantinya? Bantuan dan pembelaan Bayu yang membuat Bara berpikir hal lain tentang Cira.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1