
***SINEL Cafe***
Cira dan sarah masih betah berada di dalam ruang kerja SINEL cafe. Mereka berdua masih saling memandang dan membahas masalah yang di hadapi oleh Cira saat ini.
Sarah menghembuskan nafasnya secara perlahan.
"Dari pada kita menerka-nerka seperti ini. Sebaiknya kita lakukan seperti biasanya saja." Ungkap Sarah ingin cepat mengetahui siapa sebenarnya Bayu, ada hubungan apa antara Bayu dan Bara Daimos?
"Baiklah." Setuju Cira.
Sarah segera meraih laptop yang ada di atas meja kerja Cira, mengaktifkannya dan mulai untuk melakukan pencarian mengenai siapa Bayu sebenarnya.
Tidak banyak yang tahu siapa Cira dan Sarah sebenarnya? Dua wanita yang memiliki IQ di atas rata-rata, dan memiliki sebuah organisasi anggota khusus di bidang ahli IT. Organisasi yang tersembunyi dan didirikan oleh Cira bersama Sarah, dan beberapa teman dunia mayanya yang berasal dari berbagai negara dan kota besar.
Organisasi yang sudah banyak membantu beberapa perusahaan besar di berbagai negara dan kota besar. Organisasi ahli IT untuk membantu menjaga data perusahaan dari serangan virus lawan bisnis mereka. Organisasi yang juga menjual sebuah data lunak yang di pakai sebagai pengamanan data sebuah perusahaan.
Cira, Sarah dan anggota lainnya menyebut mereka dengan sebutan SINEL Angel. Banyak organisasi ahli IT yang sudah mereka kalahkan. Bayaran yang mereka dapatkan pun tidak main-main, karena pekerjaan mereka dalam mengakses data, menjaga data dan menyerang balik sudah mendapatkan penilaian tinggi dari para pesaing mereka.
SINEL Angel adalah organisasi yang terkenal hanya di dunia para ahli IT, dunia maya, dan perusahaan yang pernah menggunakan jasa mereka. Bayaran yang mereka dapatkan dari pekerjaan itu akan di sumbangkan ke beberapa panti asuhan, orang-orang yang membutuhkan dan membantu anak anak yang terlantar.
Jari jemari lentik Sarah mulai menari lincah di atas keyboard, mencari tahu tentang Bayu Dirgantara Mahesa dan Bara Daimos. Sarah tersenyum sembari bersiul saat mendapatkan data Bayu Dirgantara. Cira melihatnya juga.
"Bayu Dirgantara. Putra semata wayang dan ahli waris keluarga bangsawan Dirgantara grup. Masih sendiri, pekerjaan sementara menjadi seorang manager di perusahaan Daimos grup. Pria mapan dan terhormat yang banyak di gilai oleh kaum hawa. Ibunya adalah putri pertama keluarga bangsawan Daimos yaitu Serly Daimos. Pemuda tampan dengan kekayaan, kehormatan dan gelar bangsawan yang tidak dapat di pandang sebelah mata." Penjelasan Sarah membaca informasi yang ada di layar laptopnya.
Cira sebenarnya membaca itu juga. Namun Sarah hanya ingin memperjelas dengan membacakan ulang data tersebut.
"Aku tidak pernah menyangka, jika kekasihmu selama 3 tahun ini adalah seorang pangeran yang ada di dunia nyata, Cira. Waooww…sangat mengagumkan sekali…Dia benar-benar adalah keponakan laki-laki Bara Daimos dari pihak keluarga ibunya." Kembali Sarah berkata.
Cira terdiam saat melihat data Bayu yang sebenarnya.
"Kamu bertahan untuk tidak mencari tahu informasi atau jati diri Bayu. Apa karena ini alasannya?"
"Tidak. Aku benar-benar baru tahu siapa Bayu yang sebenarnya." Balas Cira cepat.
"Selama mengenal Bayu, aku tidak pernah melihatnya memakai barang-barang mewah, terkenal dan mahal. Dia adalah pria biasa di saat bersama denganku selama 3 tahun ini." Ucap Cira tersenyum lucu.
"Selama 3 tahun dia berhasil menyembunyikan siapa dia yang sebenarnya dariku, seperti yang aku mau. Selama 3 tahun hubungan kami, dia berhasil membuat aku nyaman dengan apa adanya dia yang ia perlihatkan padaku selama ini." Ungkap Cira mengingat bagaimana bahagia dan nyaman dirinya bersama dengan Bayu selama 3 tahun hubungan mereka berdua.
"Aku cukup terkesan. Bayu hutang penjelasan tentang jati dirinya padaku." Ucap Cira kembali sembari menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
"Namun itu tidak penting lagi sekarang."
"Mengapa seperti itu?" Tanya Sarah.
"Seperti saran mu tadi. Aku harus mulai untuk menjauh darinya. Dia berhak mendapatkan wanita lain yang lebih baik dariku."
"Kamu wanita yang baik untuknya, hanya saja kamu sekarang terjebak oleh permainan rumah tangga pelik yang di ciptakan oleh Bara dan Mona Daimos."
"Kamu benar, Sarah."
__ADS_1
Cira menghembuskan nafasnya untuk sekedar meringankan beban di hatinya.
"Aku terjebak di dalam permainan rumah tangga yang pelik ini. Permainan yang di mainkan oleh Bara dan Mona Daimos sebagai pemeran utamanya."
"Dari itu kamu harus melakukan sesuatu kepada mereka berdua." Ucap Sarah, Cira melihat ke arah sahabatnya tersebut.
"Mereka berdua boleh menjadi pemeran utama di dalam permainan ini. Tetapi kamu harus menjadi seorang sutradara dari permainan ini, seseorang yang akan memegang kendali dari peranan mereka berdua." Ungkap Sarah dengan senyum jahatnya.
Cira masih diam menyimak dan mencerna apa yang di katakan oleh Sarah.
"Aku dan anak anak akan membantu mu. Kita gunakan keahlian di bidang IT kita pada mereka."
"Apa maksudmu?" Tanya Cira melihat curiga kepada Sarah.
"Akan aku akses semua data yang di miliki oleh Bara dan Mona Daimos. Kita harus mencari kelemahan mereka, dan gunakan itu sebagai senjatamu. Bila perlu, akan aku berikan sedikit guncangan pada perusahaan Daimos grup." Ungkap rencana Sarah yang ada di kepalanya saat ini.
"Jangan lakukan itu Sarah. Jangan sentuh perusahaan Daimos grup."
Sarah merengut melihat penolakan Cira.
"Mengapa?"
"Belum waktunya mengguncang perusahaan mereka. Cukup akses data mereka saja. Kita gunakan cara cantik untuk membalas mereka. Sisanya akan aku tangani. Aku harus tahu dan melihat bagaimana alur dari permainan ini. Akan aku buat mereka berada dalam genggaman ku, jika permainan ku tidak berhasil. Berikan guncangan hebat dari SINEL Angel untuk Bara Daimos."
"Ternyata kamu lebih licik dan kejam dari pada aku Cira. Pantas saja anak anak memilih mu sebagai pimpinan mereka. Di balik hati mu yang bagaikan seorang Angel, tersembunyi seorang iblis yang sewaktu-waktu bisa bangkit dan siap menghancurkan segalanya."
"Sudahlah. Lakukan perananmu, dan aku melakukan perananku."
"Baiklah nona cantik. Oya…aku lupa memberitahukan padamu. Perusahaan Harmony grup ingin memperpanjang kontraknya tahun ini. Mereka sudah mengirimkan berkas kerja sama yang sudah di tanda tangani oleh presdir mereka. Tuan Rama Ricardo berharap bisa bertemu denganmu." Ucap Sarah memberikan sebuah informasi kerja sama dalam bidang ahli IT.
Sarah menyerahkan berkas kerja sama yang ia dapatkan dua hari yang lalu dari anak buah Rama Ricardo. Cira melihat berkas tersebut.
"Bukankah perusahaannya tidak ada masalah, dan memiliki pengamanan lunak untuk menjaga semua data mereka dari serangan virus lawan. Untuk apa mengajukan perpanjangan kerja sama lagi?" Tanya Cira sembari terus membaca berkas kerja sama tersebut.
"Pesan singkat dari tuan Rama Ricardo, mereka hanya ingin lebih aman jika berada dalam pengamanan dan pengawasan kita. Lagi pula bayaran yang kita dapatkan lebih besar dari sebelumnya. Ini kerja sama yang sangat menguntungkan."
Cira melihat isi pasal yang tertera mengenai bayaran untuk kerja sama mereka selama satu tahun ke depan. Di sana tertera bayaran yang mereka dapatkan sebesar 3,6 milyar. Yang artinya 300 juta per bulan.
"Waooww, ini bayaran yang cukup tinggi." Ucap Cira tidak percaya.
"Mereka menaikan bayarannya sebesar 100 juta perbulan dari kontrak sebelumnya. Ini tawaran yang sangat bagus, lagipula kita hanya perlu menjaga dan mengawasi data perusahaan mereka dari serangan virus lawan bisnis mereka. Aku rasa pengamanan yang kita gunakan masih aman untuk sementara ini."
"Aku tahu itu. Tapi apa bayaran ini tidak mencurigakan?"
"Apa maksudmu?"
"Bayaran yang cukup tinggi untuk hanya menjaga dan mengawasi dengan menggunakan pengamanan yang sudah kita pasang. Apakah bayaran itu tidak terlalu tinggi, lebih baik menggunakan bayaran seperti sebelumnya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Apakah kita akan selalu bisa melindungi data dari perusahaan tersebut."
"Kamu ada benarnya juga." Sarah berpikir kembali.
__ADS_1
"Lebih baik kamu hubungi kembali tuan Rama Ricardo. Tanyakan jelas masalah ini."
"Baiklah. Kebetulan kamu masih ada di sini. Kita selesaikan hari ini juga."
Sarah kemudian meraih ponselnya dan menghubungi kontak asisten dari Rama Ricardo. Terdengar sedikit basa basi pembicaraan antara Sarah dan sang asisten. Namun keputusan dari kesepakatan itu harus di bicarakan langsung oleh Rama dan Cira.
"Selamat siang tuan Rama Ricardo!" Sapa sopan Cira.
"Selamat siang, nona Elcira Ardelia." Balas Rama.
"Kita langsung saja dalam pembahasan."
"Silahkan."
"Apakah perpanjangan kontrak ini memang anda butuhkan?"
"Tentu saja nona. Aku harus menempatkan perusahaan ku pada posisi aman, dan aku lebih aman jika ada pengawasan dan penjagaan dari organisasi yang nona miliki. Seperti yang nona ketahui sebelumnya, lawanku tidak sedikit. Aku perlu pengamanan yang selalu siap setiap detiknya jika ada masalah."
"Saya tahu tuan. Hanya saja masalah bayaran yang tertera pada kontrak baru, lebih tinggi dari sebelumnya."
"Apakah itu masalah? Ataukah bayarannya kurang?"
"Tidak tuan. Itu terlalu tinggi. Kami masih menggunakan pengamanan seperti tahun lalu. Untuk itu bayarannya terlalu tinggi, karena tidak ada penambahan atau perubahan dalam pengamanan data. Jadi sebaiknya, gunakan bayaran seperti kontrak sebelumnya."
"Tidak masalah. Bayaran itu sebagai tanda terima kasihku kepada organisasi anda, karena dalam setahun ini perusahaan ku aman dari serangan lawan. Kami mendapatkan banyak keuntungan dari pengamanan yang organisasi anda lakukan. Jadi bayaran itu sepadan. Saya yakin, organisasi anda akan meningkatkan lebih baik lagi dalam pengamanan mengikuti bayaran yang sudah saya berikan. Bukankah begitu nona Elcira?"
Cira terdiam sejenak untuk berpikir cepat. Sebenarnya tidak ada masalah dari kontrak kerja sama itu. Andaikan di masa depan ada masalah yang tidak bisa Cira selesai, tidak ada tuntutan yang berat di antara mereka. Mereka hanya akan memutuskan kontrak kerja sama itu, dan Cira harus mengembalikan bayaran sesuai lamanya kontrak itu berjalan, tidak lebih dan tidak kurang.
"Begini saja tuan. Saya ingin ada pada posisi aman, agar kerja sama ini dapat di lanjutkan dengan baik. Bagaimana jika bayaran yang saya terima menggunakan sistem bayaran bulanan. Saya tidak akan menerima bayaran sekaligus seperti tahun lalu. Apakah bisa seperti itu?"
"Baiklah, kalau nona inginnya seperti itu. Anggap saja nona adalah karyawan kontrak di perusahaan saya." Setuju Rama pada perjanjian kontrak yang mereka akan sepakati.
"Baik kalau begitu. Aku setuju dan akan tanda tangani kontraknya. Semoga kerja sama kita ini akan selalu menggunakan rasa saling percaya. Tuan Rama Ricardo."
"Tentu saja nona Elcira. Mana mungkin aku berani mengecewakan anda. Bisa bisa perusahaan ku akan terguncang di tangan organisasi anda." Balasnya dengan senyuman yang tidak dapat Cira lihat.
"Baiklah. Terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan anda tuan. Selamat siang."
"Sama-sama nona. Selamat siang."
Cira segera memutus sambungan telepon di antara mereka, karena Cira tidak ingin ada urusan yang akan bersifat pribadi dan akrab. Cukup urusan kerja sama saja yang ada di antara mereka berdua.
Cira dan Sarah senang mendapatkan kerja sama dengan bayaran yang cukup tinggi. Namun beban mereka tidaklah mudah, karena menjaga dan mengawasi data sebuah perusahaan raksasa tidaklah mudah. Itulah pekerjaan dari organisasi tersembunyi yang Cira miliki, SINEL Angel.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.