
***Perusahaan Daimos Grup***
Mona terlihat aneh akan raut terkejut Bara, mengetahui Bayu pergi bersama Cira. Ada apa dengan itu? Itulah yang dia pertanyakan di dalam hatinya.
"Ada apa dengan Bayu? Apakah Bayu dan Cira sudah saling mengenal?" Tanya Mona curiga.
Mona tahu kalau sosok Cira sama sekali tidak pernah di kenal oleh seluruh anggota keluarga Daimos. Sejak pernikahan Mona dan Bara terlaksana, dari seluruh anggota keluarga Santoso hanya Cira yang tidak di ikut sertakan atau di kenalkan menjadi anggota keluarga Santoso.
Jadi seluruh anggota keluarga Daimos tidak mengenal siapa Cira yang sebenarnya? Bara akhirnya tahu sosok Cira ada di dalam keluarga Santoso, itu karena pernikahan kontrak yang mereka rencanakan.
Mona aneh mendengar keterkejutan Bara mengetahui Bayu pergi bersama Cira. Ada apa dengan mereka?
Bara diam sejenak, apakah Mona perlu tahu hubungan dekat antara Bayu dan Cira? Bara kini berada dalam kebimbangan antara jujur atau menyebunyikan hubungan asmara Bayu dan Cira.
Jika dia jujur, apa reaksi dan pikiran Mona tentang itu? Jika dia menyembunyikan kebenaran itu, Bara yakin lambat laun Mona pasti akan tahu kebenaran itu. Apa lagi Bara telah memerintahkan Cira untuk mengakhiri hubungannya bersama Bayu. Bara yakin jika Bayu akan mencari tahu tentang hidup Cira selanjutnya.
Sebenarnya hubungan pernikahannya bersama Cira, akan sangat sulit untuk di sembunyikan dari keluarganya. Terutama dari Bayu yang sangat mencintai Cira. Ada apa sebenarnya pada hidup mereka? Mengapa semuanya menjadi rumit dan tidak terkendali seperti itu.
"Sebenarnya…!" Bara lebih baik jujur tentang hubungan antara Bayu dan Cira. Ia ingin Mona juga tahu tentang kebenaran itu.
"Bayu dan Cira adalah sepasang kekasih yang saling mencintai." Jujur Bara pada akhirnya.
Mona diam sejenak, sebenarnya dia cukup terkejut akan kebenaran itu. Namun ia dapat menyembunyikan keterkejutannya dengan baik.
"Mereka sepasang kekasih yang saling mencintai." Ulang Mona.
"Iya."
"Apakah Bayu sudah tahu tentang pernikahan ini?"
"Belum. Cira belum mengakhiri hubungan mereka, dan belum mengatakan apapun kepada Bayu. Aku juga tetap diam dan merahasiakan pernikahan ini dari Bayu."
Mona terdiam untuk berpikir.
'Sejak kapan mereka memiliki hubungan asmara. Apakah Bayu tahu Cira adalah anak angkat kak Mike? Wanita itu, ternyata dia tidak dapat di pandang sebelah mata. Dia mampu dekat dan membuat Bayu jatuh cinta kepadanya. Wanita itu tahu cara mendapatkan tangkapan yang bagus untuknya.' Gumam Mona di dalam benaknya.
"Dari mana kamu tahu mereka memiliki hubungan asmara? Apakah Cira yang mengatakannya?"
"Tidak. Cira tidak mengatakan apapun. Bayu yang menyatakannya kepadaku."
'Bahkan Bayu yang jujur kepada Bara tentang hubungannya bersama Cira.' Gumam Mona.
"Sejak kapan kamu tahu hubungan mereka?"
"Dua hari setelah Cira bekerja di perusahaan ini."
"Lalu mengapa Cira belum mengakhiri hubungan mereka. Apa Cira ingin tetap bersama Bayu setelah pernikahan kontrak ini selesai?"
Mona sengaja mengatakan itu, dia ingin tahu apa reaksi Bara.
Bara cukup tenang dalam berpikir, dia tidak boleh gegabah dan salah menjawab. Pria itu tahu maksud pertanyaan Mona.
__ADS_1
"Aku tidak tahu. Cira hanya meminta waktu yang tepat untuk mengakhiri hubungannya bersama Bayu. Itu yang ia katakan padaku."
"Apa kamu yakin Cira akan mengakhiri hubungannya bersama Bayu?" Kembali Mona mencoba memancing Bara.
"Tentu saja aku yakin. Bagaimana bisa dia memiliki hubungan asmara dengan pria lain, di saat ia terikat pernikahan bersama ku, apalagi pria itu adalah keponakan laki-laki ku sendiri."
"Apa maksud mu? Jangan katakan kamu cemburu pada hubungan mereka." Curiga Mona.
"Tentu saja tidak. Apa kamu pikir Cira boleh melakukan dua hubungan secara bersamaan dengan ku dan Bayu? Ingat Mona, Bayu adalah keponakan laki-laki ku. Apa jadinya jika hubungan mereka akan tetap terjalin? Apa kamu pikir kita akan nyaman tentang hal itu?"
"Coba kamu pikirkan dan bayangkan. Kita menginginkan seorang anak dari Cira. Jika anak itu terlahir, sedangkan hubungan antara Cira dan Bayu masih terjalin, apakah akan nyaman untuk kita menghadapi situasi seperti itu?" Bara mencoba menjelaskan status yang akan terjadi di antara mereka.
"Cira tidak boleh memiliki hubungan dengan salah satu anggota keluarga Daimos. Tidak akan baik untuk posisi anak yang kita inginkan. Pikirkan itu."
Mona masih diam dan menyimak.
'Benar kata Bara. Tidak akan lucu jika Cira dan Bayu tetap bersama, apalagi jika mereka sampai menikah. Anak yang Cira lahirkan akan mendapatkan kesulitan. Aku yakin Cira tidak akan tinggal diam melihat anaknya di asuh oleh ku dan Bara. Benar kata Bara, hubungan asmara antara Cira dan Bayu harus berakhir. Lagi pula Caroline sangat mencintai Bayu. Jadi Cira harus menyingkir selamanya dari hidup kami.' Gumam Mona di dalam hatinya mencari pertimbangan mengenai hal itu.
"Kamu benar, hubungan Bayu dan Cira harus di akhiri sebelum semuanya terlambat." Ucap Mona.
Diam-diam Bara senang mendapatkan dukungan dari Mona, untuk mengakhiri hubungan asmara antara Bayu dan Cira.
"Sekarang kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan?" Ucap Bara ingin Mona tahu apa kesalahannya hari ini.
"Caroline ikut bersama mereka. Tidak akan mungkin Bayu dan Cira memperlihatkan kedekatan mereka." Balas Mona tidak ingin di salahkan.
Rencananya harus berjalan lancar hari ini. Dia ingin Cira tahu di mana kedudukannya, agar tidak bermimpi untuk memiliki hubungan yang dekat bersama Bara.
'Aku tahu kamu juga keberatan, atau cemburu pada hubungan asmara Bayu dan Cira. Kamu pikir aku tidak akan mengerti situasi yang kita alami ini. Intinya adalah Cira, aku ingin Cira tidak mendapatkan apa pun setelah pernikahan kontrak ini selesai.' Gumam Mona di dalam hatinya untuk tetap menyingkirkan Cira di dalam hidupnya. Ia tidak ingin ada sedikitpun bayangan ataupun kenangan Cira setelah semua rencananya terwujud.
"Apa kamu yakin?" Tanya Bara dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"Tentu saja aku yakin. Tentunya kamu bisa mencari tahu tentang kebenaran itu." Balas Mona tetap tidak ingin kalah dari Bara yang selalu menyalahkannya, atas perginya Cira bersama Bayu ke panti asuhan hari ini.
Saat Bara ingin melanjutkan bicaranya. Ketukan pada pintu ruangannya terdengar jelas.
"Permisi tuan. Nyonya besar ingin menemui anda." Ucap Lian memberitahukan kedatangan sang nyonya besar.
"Mama…!" Gumam keduanya mendengar jelas suara Lian.
Bara dan Mona saling memandang sejenak, pada akhirnya Bara lah yang terlebih dahulu bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan sang mama.
"Silahkan masuk." Ucap Bara membalas.
Karina dan Bayu masuk ke dalam ruangan itu. Bara menyambut kedatangan sang mama dengan pelukkan dan kecupan yang hangat pada kedua pipi mamanya.
Bara mencari keberadaan Cira di sela-sela pelukannya bersama Karina. Tentu ada rasa kecewa saat tidak melihat sosok Cira di sana, ke mana wanita hamil itu? Wanita yang sukses membuat Bara khawatir beberapa jam ini.
"Sayang, kamu masih ada di sini." Sapa Karina kepada Mona menantunya itu.
"Iya ma…Baru saja Mona akan pulang." Balas Mona sembari membalas pelukan dan kecupan hangat mama mertuanya itu.
__ADS_1
"Kamu tidak ada pekerjaan hari ini." Kata Karina.
Mona diam sejenak, begitu ia mengerti maksud Karina. Mona tersenyum.
"Tidak ada ma…Aku sengaja libur untuk rapat hari ini." Balasnya dengan senyuman.
"Kebetulan sekali kalian ada di sini, ada yang ingin mama bicarakan. Akhir-akhir ini kalian berdua sangat susah untuk mama temui." Keluhnya pada kenyataan yang ada.
Sejak perbincangan mereka mengenai masalah anak keturunan keluarga Daimos yang Karina dan suaminya inginkan. Baik Bara dan Mona seakan menghindari kedua orang tua mereka.
Bara dan Mona saling memandang sejenak, kemudian tersenyum ke arah sang mama.
"Bukan begitu ma…Mama kan tahu Mona dan Bara sangat sibuk akhir-akhir ini. Tapi itu tidak akan terjadi lagi, benar kan sayang." Ucap Mona melihat ke arah Bara untuk mencari sebuah dukungan.
"Iya ma…Mona benar. Maafkan kami, jika kami belum ada waktu untuk bersama mama dan papa. Setelah selesai acara ulang tahun perusahaan, kami tidak akan sesibuk ini lagi. " Balas Bara menimpali sekaligus mendukung perkataan Mona, agar mamanya tidak marah.
Mona dengan segera menggiring sang mama untuk duduk pada sofa yang ada di dalam ruangan itu.
"Oya Bayu…!" Panggil Karina mengingat kalau Bayu juga ada di ruangan itu.
"Iya Oma…" Balas Bayu.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu. Sudah ada tante Mona si sini, jadi kamu tidak perlu mengantarkan Oma pulang. Oma akan pulang bersama tante Mona." Jelas Karina secara halus mengusir Bayu.
Ada hal yang serius akan di bicarakan olehnya bersama Mona dan Bara.
"Iya Oma, tentu saja. Kalau begitu Bayu permisi dulu." Balas Bayu mengerti maksud sang Oma.
Setelah pamit pada Bara dan Mona, pria itu berlalu pergi. Kini tinggal mereka bertiga di dalam ruangan itu.
"Mama akan langsung pada intinya." Ungkap sang mama membuka pembicaraan di antara mereka.
Bara dan Mona sudah tahu apa yang ingin di bicarakan oleh Karina.
"Bagaimana keputusan kalian, ini sudah lebih dari tiga bulan. Mama dan papa tidak bisa memberikan waktu lagi kepada kalian. Waktu kalian sudah habis." Ungkap Karina dengan raut serius dan nada yang terdengar tegas.
Bara dan Mona saling memandang. Benar, waktu mereka yang di berikan sudah habis. Mereka harus memberikan keputusan tersebut.
Saat Bara ingin menjawab, Mona lebih dulu mengatakan sesuatu yang membuat mereka sangat terkejut.
"Aku setuju Bara menikah lagi, dan memiliki anak dari wanita lain." Ucap Mona yang membuat Karina dan Bara melihat ke arahnya.
"Tapi aku ingin, pernikahan itu di rahasiakan sampai anak itu lahir." Sambung Mona lagi.
Mona sudah memantapkan hatinya selama beberapa bulan ini, untuk memberikan keputusan itu kepada orang tua Bara. Bagaimana juga, ia tidak ingin bercerai dari Bara. Suka tidak suka, ia terpaksa mengatakan ijinnya untuk Bara menikah lagi. Demi untuk memiliki seorang anak keturunan penerus keluarga Daimos, Mona memilih mengijinkan Bara menikah lagi, dari pada harus bercerai dari suaminya itu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.