GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
63. Tekat Kuat Cira.


__ADS_3

***Apartemen Mewah Bara Daimos***


Cira kembali ke apartemen milik Bara, di mana ia tinggal sekarang dan untuk selanjutnya. Selama perjanjian kontrak pernikahan di antara dirinya dan juga Bara Daimos terjalin.


Hingga tengah malam, Bara tidak pulang ke apartemen. Cira tahu semua yang ia bicarakan bersama dengan Bayu pastinya Bara mendengarkannya. Entah alasan apa Bara memutuskan untuk tidak pulang, Cira pun tidak tahu. Hanya Bara yang tahu alasannya.


Cira cukup lega malam ini. Setelah pembicaraannya bersama Bayu tadi sore, masih kental dalam ingatannya. Semua pembicaraan mereka berdua terus Cira ingat. Rasa sakit, kecewa dan marah masih dia rasakan di dalam hatinya. Tidak mudah bagi Cira untuk melupakan semuanya.


Cira duduk termenung pada kursi balkon kamar di apartemennya yang berada di lantai 20. Pemandangan malam yang dingin dan di penuhi oleh aneka cahaya lampu gedung serta kendaraan, cukup sedikit menghibur dan menemani wanita hamil itu untuk menenangkan dirinya.


"Bahkan dia tidak pulang malam ini." Gumam Cira pelan mengingat Bara yang tidak pulang malam ini ke apartemen.


Jika mengingat perjanjian di antara mereka, seharusnya malam ini adalah jatah Bara bermalam di apartemen bersama dengannya. Apakah Cira peduli akan hal itu sekarang, tentu saja tidak. Dia cukup bersyukur Bara tidak ada bersamanya malam ini, di saat dia ingin menenangkan dirinya seorang sendiri.


"Aku bersyukur dia tidak ada di sini malam ini. Aku bisa sendiri, karena kesendirian yang memang aku perlukan malam ini." Gumamnya kembali.


Sudah tidak terhitung lagi, sudah berapa kali Cira harus menghela nafasnya malam ini. Hidupnya sungguh berat untuk di jalani, sebenarnya sebanyak apa pun dia menghela nafasnya tidak akan dapat mengurangi beban hidupnya. Hanya dapat sedikit melegakan hati dan pikirannya agar tetap berada pada kewarasannya.


Cira membelai lembut perutnya yang masih terlihat rata, ia mengingat jika sekarang ia tidak sendiri. Ada seorang anak yang sedang berkembang di dalam sana. Cira tersenyum saat membelai perutnya, setidaknya anak itu akan menjadi alasan kuat Cira untuk bertahan.


"Kamu harus kuat nak...! Mama akan selalu melindungi dan menyayangimu. Kamu adalah milik mama, akan mama pastikan kita akan tetap bersama. Mereka tidak berhak untuk memisahkan kita." Ucap Cira, ia bertekad untuk mengubah jalan hidupnya. Dia tidak peduli akan kontrak yang tidak sama sekali menguntungkan dirinya.


"Mereka semua adalah orang-orang jahat yang hanya menginginkan keuntungan sendiri. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain yang akan terluka, dan hidup orang lain yang hancur oleh ulah mereka." Gumam Cira sembari terus membelai hangat perutnya.


"Anak ini adalah anak kandungku, Tante Mona, tuan Bara ataupun keluarga Daimos tidak berhak untuk merebutnya dariku."


Cira terus memikirkan semuanya. Mengingat semua yang telah terjadi beberapa bulan ini, sejak ia resmi menjadi istri kontrak Bara Daimos.


"Mengapa tante Mona tidak berusaha lebih kerasa lagi agar dapat mengandung anak kandungnya sendiri? Walaupun rahim dan kandungannya lemah. Seharusnya dia masih bisa hamil, tapi mengapa tidak terus berusaha lebih kuat lagi. Bukankah saat ini ilmu kedokteran sudah sangat berkembang pesat. Jadi akan memungkinkan untuk tante Mona hamil anaknya sendiri, mengapa harus memakai jasa ibu pengganti? Ini sungguh mencurigakan." Gumamnya terus memikirkan dan mengingat semuanya yang sudah terjadi.


Cira meraih ponselnya yang ada di atas meja di sampingnya. Dia ingin menghubungi Sarah untuk meminta bantuan dari sahabatnya tersebut.


Sambungan telepon mereka pun tersambung.


"Hallo...!!" Sapa Sarah begitu menerima sambungan telepon dari Cira.


"Sarah...Bisakah kamu mencari semua informasi tentang Mona Santoso, terutama informasi tentang kesehatannya." Kata Cira tanpa basa basi apa yang ia inginkan.


"Ada apa Cira? Apakah ada yang kamu curigai?" Tanya Sarah tahu bagaimana sahabatnya itu.

__ADS_1


"Iya. Aku sangat curiga akan kesehatan rahim tante Mona yang di katakan lemah dan beberapa kali mengalami keguguran saat sedang mengandung." Balas Cira apa yang ingin ia ketahui tentang kesehatan rahim Mona yang tidak kunjung hamil anaknya dan Bara.


"Dari mana kamu tahu akan hal ini?"


"Dari tuan Bara."


"Tuan Bara." Ulang Sarah ingin memastikan.


"Iya. Aku hanya bertanya mengapa tante Mona tidak kunjung hamil anak mereka. Tuan Bara membalas, jika rahim atau kandungan tante Mona sangat lemah dan akan keguguran satu bulan usia kandungannya. Tante Mona sudah tiga kali di nyatakan hamil dan lagi-lagi harus keguguran tidak lebih dari satu bulan usia kandungannya. Itulah yang tuan Bara katakan padaku." Penjelasan Cira.


"Jadi kamu mencurigai ada masalah pada kandungan atau rahim tante Mona?" Tanya sekaligus terka Sarah apa yang Cira curigai.


"Iya. Apa kamu bisa mencari tahu tentang hal ini?"


"Apa kamu yakin akan hal ini? Cira... Mencari informasi tentang kesehatan seseorang tidaklah mudah dan kita juga harus berhati-hati agar tidak ketahuan. Ini cukup sulit, Cira." Tanyanya.


"Aku tahu itu, ini semua membuatku tidak berdaya. Jika memang tante Mona bisa mengandung anak kandung mereka sendiri, jadi untuk apa mereka harus memakai jasa ibu pengganti? Tidak mungkin mereka nekat memakai jasa ibu pengganti, jika itu hanya atas tuntutan dari keluarga mereka. Kehadiran anak di dalam sebuah keluarga, tidak ada yang bisa mengatur akan hal itu. Tuhan yang lebih tahu dan kuasa akan hal tersebut." Kata Cira.


"Mereka nekat memakai jasa ibu pengganti melalui pernikahan kontrak. Pernikahan yang berusaha mereka tutup-tutupi dari orang luar dan keluarga Daimos lainnya. Sedangkan mereka adalah keluarga bangsawan dan terpandang di kota ini. Apakah semua ini masuk akal? Pastinya ada alasan kuat yang membuat tante Mona dan tuan Bara nekat yang harus memaki jasa ibu pengganti untuk mendapatkan seorang anak." Jelas Cira, Sarah hanya diam menyimak dan berusaha mengerti semua yang Cira jelaskan.


"Jika memang keluarganya menginginkan anak kandung keturunan keluarga Daimos, mengapa pernikahan kedua Bara Daimos harus di tutupi dari keluarganya. Setelah aku melahirkan anak yang mereka inginkan, aku harus berpisah dari anakku dan bercerai dari pernikahan kontrakku bersama tuan Bara, lalu harus menghilang seperti tidak terjadi apa pun. Apa semua ini adil bagiku yang tidak memiliki kesalahan sedikit pun kepada mereka? Mereka mendapatkan semua keuntungan di atas penderitaanku."


"Mengapa mereka tidak mengangkat seorang anak sebagai anak mereka, seperti yang di lakukan oleh keluarga lainnya. Semua ini mencurigakan bagiku."


"Cira, aku tahu dan mengerti bagaimana perasaanmu." Cela Sarah menimpali.


"Lalu, apakah aku hanya harus diam saja? Membalas mereka dengan cara menarik perhatian Bara agar pria itu jatuh cinta kepadaku, tidaklah cukup. Kamu tahu Sarah, tante Mona sangat licik dan kita tidak akan tahu apa yang akan dia lakukan di masa depan. Jadi aku harus memiliki satu kelemahan yang tante mona dan tuan Bara miliki sebagai senjata untukku di masa depan. Aku tidak ingin hanya memakai cinta tuan Bara kepadaku, itu tidaklah cukup kuat untukku melawan mereka."


"Kamu benar Cira...Setidaknya kita harus memiliki satu kelemahan mereka sebagai senjata untukmu melawan mereka." Timpal Sarah membenarkan apa yang Cira inginkan.


"Baiklah...Aku akan melakukannya untukmu. Aku dan yang lainnya akan berusaha mencari informasi tentang kesehatan Mona Santoso untukmu. Walaupun itu tidak akan mudah untuk kita dapatkan, karena kamu tahu itu berkaitan dengan pribadi seseorang. Setidaknya kita harus berusaha." Kata Sarah kembali.


"Terima kasih Sarah. Kamu adalah sahabatku yang paling mengerti aku dan dapat di andalkan."


"Tidak Cira. Jangan berterima kasih, tanpamu aku bukanlah siapa-siapa sekarang." Ucap Sarah. Kembali dia mengingat semua yang telah Cira lakukan dulu untuk Sarah.


Sarah yang dulu bukanlah siapa-siapa, dia hanyalah gadis dari panti asuhan yang sama tempat berasalnya Cira sebelum di adopsi oleh tuan Mike Santoso dan istrinya. Berkat semua dukungan dan bantuan Cira untuk Sarah, menjadikan gadis cantik itu menjadi seseorang yang sekarang sukses dan cerdas dalam berbagai bidang. Intinya berkat usaha dan bantuan dari Cira, Sarah menjadi orang yang memiliki kehidupan yang layak. Bahkan lebih baik dari sebelumnya.


"Jangan pernah berkata begitu, Sarah. Kita adalah sahabat sekaligus saudara sejak kecil. Jadi di antara kita berdua jangan ada perasaan sungkan lagi. Aku tidak suka itu, kamu juga tahukan." Balas Cira menimpali ucapan Sarah.

__ADS_1


"Aku tahu. Baiklah, aku akan melakukan semua yang kamu inginkan sebaik mungkin dan secepat yang aku bisa. Kamu dapat mengandalkanku, kamu tahu itu."


"Aku tahu, kamu dapat dengan mudah melakukannya. Semoga apa yang akan kita lakukan di permudahkan jalannya, karena aku tidak ingin menjadi korban mereka yang hanya menginginkan keuntungan dariku yang tidak memiliki salah apa pun kepada mereka." Timpal Cira.


"Tentu, kita akan memberikan mereka pelajaran yang sangat berharga di dalam hidup mereka, agar mereka tahu jika perbuatan mereka telah merugikan orang lain dan juga banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Kita buat mereka menyesal telah melakukan hal ini, dan meremehkan seseorang hanya karena mereka adalah orang kaya dan terpandang di kota ini. Aku tidak suka dan semakin membenci orang kaya yang begitu sombong, angkuh dan arogan." Imbuh Sarah terdengar kesal mengingat apa yang telah di alami oleh sahabatnya itu.


"Baiklah Sarah, sudah malam. Kita akan sambung lagi besok, aku butuh istirahat yang cukup malam ini untuk menghadapi hari esok yang mungkin saja akan berat seperti hari-hari biasanya."


"Tentu Cira. Istirahatlah yang cukup, apalagi sekarang kamu sedang mengandung, kamu perlu banyak istirahat dan pikiran yang tenang. Bagaimana kabar keponakanku itu?" Ucap Sarah ingin sedikit mengalihkan pembicaraan mereka, agar pikiran Cira tidak begitu penuh akan beban yang di ciptakan oleh Mona dan Bara Daimos.


"Dia sehat dan terus berkembang di dalam perutku. Anak ini adalah salah satu kekuatanku untuk melawan dan membalas mereka yang telah berbuat jahat kepadaku."


"Tentu saja dia harus tetap kuat dan sehat bersama dengan mamanya yang juga kuat dan selalu tegar menghadapi semua rintangan di dalam hidupnya." Imbuh Sarah ingin menguatkan wanita hamil itu.


"Baiklah Sarah, aku tutup sambungan ini ya....!!"


"Oke sayangku, selamat malam. Bermimpilah yang indah malam ini."


"Selamat malam. Kamu juga, semoga mimpimu indah malam ini."


Sambungan mereka pun terputus. Cira melihat ke arah ponselnya, memperlihatkan layar ponselnya yang memiliki photo dirinya dan sang mama angkat yang sangat ia sayangi dan juga menyayanginya.


Mama angkatnya adalah satu-satunya keluarga Santoso yang tulus menyayanginya sejak kecil. Alasan itu yang membuat Cira rela mengikuti keinginan Mike dan Mona Santoso, mama angkatnya yang juga tidak berdaya sama terluka dan sedih seperti dirinya. Cira tidak ingin membebani sang mama yang mulai semakin tua.


"Cira merindukan mama." Gumamnya pelan sembari melihat wajah bahagia sang mama yang sedang memeluk dirinya di dalam layar ponsel tersebut.


"Sehat selalu mama. Semua yang Cira lakukan ini untuk mama. Tunggu sebentar lagi, Cira akan membawa mama pergi dari neraka itu. Mereka tidak pernah menghargai  mama yang selalu diam dan mengalah kepada mereka."


"Keluarga Santoso, kalian tidak dapat melihat sebuah permata yang ada di hadapan kalian selam ini. Tunggu waktunya, kalian akan menyesali semuanya." Gumamnya, Cira mengepal kuat ponselnya.


"Mama akan bahagia bersama denganku. Inilah keinginanku, kita bertiga akan hidup bahagia. Mama, Oma dan kamu anakku." Ucapnya membelai perutnya yang masih terlihat rata.


Cira beranjak dari duduknya, dia masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk tidur malam ini. Melupakan sejenak apa yang terjadi hari ini, memberikan waktu istirahat untuk tubuh, pikiran dan juga bayinya. Agar semuanya sehat, kuat dan dapat menghadapi semua rintangan yang akan datang besok, dan seterusnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2