
***Apartemen Mewah Bara Daimos***
Bara membelai lembut rambut hitam Cira yang memiliki aroma harum yang khas. Bara terasa tenang dan nyaman menghirup aroma itu. Matanya terpejam sembari terus berbicara.
"Lakukan ini setiap malam di saat kita tidur bersama. Apa kau mengerti?" Ucap tanya Bara kepada Cira yang masih diam menyimak di dalam pelukkan hangat Bara.
'Ada apa dengannya? Ini aneh…!' Gumam Cira di dalam benaknya akan sikap baik Bara.
"Saya mengerti tuan." Balas Cira pada akhirnya untuk membuat Bara tidak marah.
"Walaupun kau tidak suka dan terpaksa melakukan ini, karena takut padaku. Setidaknya bertahanlah sampai kau mengandung anakku. Aku tidak akan memaksamu lagi seperti sekarang."
Cira diam. Dia sebenarnya penasaran akan semua perlakuan dan maksud perkataan Bara tadi kepadanya.
"Tuan. Jika anda tidak suka seperti ini. Mengapa Anda setuju melakukan ini?" Tanya Cira ingin rasa penasarannya terjawab.
"Dengarkan aku baik-baik." Ucap Bara menghela nafasnya perlahan.
"Untuk membuat mu mengandung anakku dengan cepat. Aku ingin kau merasa nyaman padaku, agar pikiran dan hatimu untuk sementara waktu dapat tenang dalam program hamil, kau mengerti."
"Iya tuan." Sebenarnya Cira tidak mengerti apa hubungannya hamil dengan ketenangan hati dan pikiran?
"Tuan…!" Panggil Cira.
"Mmmm…!" Balasnya singkat, Bara masih menikmati kebersamaan mereka.
"Jika saya berhasil hamil. Apakah kita tidak akan seperti ini lagi?" Tanya Cira ingin tahu. Apakah kedekatan mereka akan terbatas.
Jika terbatas dan tidak berlanjut, bagaimana Cira dapat melancarkan balas dendamnya dengan membuat Bara jatuh cinta padanya? Apakah akan sangat sulit membuat Bara jatuh cinta padanya, yang hanya menjadi istri kontrak dan ibu pengganti untuk Bara Daimos?
Bara menghentikan gerakkannya, dan membuka matanya yang terpejam kemudian melihat ke arah Cira. Wanita itu mendongak untuk melihat ke arah Bara, karena menyadari gerakkan Bara yang berbeda. Mata keduanya kini bertemu.
"Apa maksud mu?" Tanyanya dengan tatapan intens ke arah Cira.
"Apakah kita tidak bisa selalu dekat seperti ini, walaupun saya sudah hamil. Setidaknya sampai anak itu lahir." Ucap Cira mencari alasan agar memiliki celah untuk mereka tetap dekat.
Cira harus membuat Bara jatuh cinta kepadanya. Itulah cara yang paling baik sebagai balas dendamnya kepada Mona. Jika Bara jatuh cinta kepadanya, Mona harus merasakan bagaimana sakitnya cinta yang di duakan dan di renggut paksa darinya.
"Apa kau ingin kita seperti itu?"
Cira segera mengangguk. Walaupun terkesan murahan dan memaksa, Cira tidak peduli.
"Iya tuan. Tapi jika tuan tidak suka, tidak apa apa. Kita lakukan seperti yang tuan inginkan." Balas Cira dengan pandangan yang sudah ia turunkan. Kepalanya ia dekatkan semakin dalam pada dada bidang Bara.
__ADS_1
Bara tersenyum mendengar perkataan tidak biasa dari wanita yang biasanya melawan kepadanya.
"Baiklah, kita lakukan demi kenyamanan mu saat kau hamil nanti." Balasnya semakin mengeratkan pelukkan mereka.
"Tapi aku tidak dapat berjanji melakukan ini setiap hari. Kau harus ingat, masih ada Mona sebagai istri pertama ku. Kau mengerti."
"Iya tuan saya mengerti."
'Setidaknya. Kedekatan kita terjalin walaupun memiliki batasan. Sepertinya aku harus bekerja keras untuk membuatnya cepat jatuh cinta padaku. Tuan yang kejam dan dingin, sungguh sulit untuk menyentuh hatinya. Apa yang di lakukan tante Mona untuk membuat tuan ini jatuh cinta padanya, ya…!' Gumam Cira asyik pada hati dan pikirannya sendiri.
Tanpa ia sadari jika perlakuan lembut Bara membuatnya nyaman dan mulai mengantuk dan tertidur dalam pelukkan Bara. Sedangkan pria yang masih terjaga dengan mata yang terpejam, perlahan membuka matanya saat tahu jika Cira telah tertidur.
Bara memandang wajah teduh Cira yang tertidur lelap dalam pelukkannya.
"Kau memang cantik, seperti yang David katakan. Bahkan kau berhasil membuat Bayu sangat tergila-gila padamu, apa yang kau lakukan pada pria dingin itu?" Gumam Bara pelan sembari membelai pipi lembut Cira.
"Sepertinya Rama juga tertarik padamu. Apa daya tarikmu begitu kuat kepada mereka berdua? Sepertinya akan sangat sulit untuk ku ke depannya dalam mengawasi pergerakkan mu bersama dua pria itu. Aku harap kau tidak akan pernah mengkhianati ku dan membuat aku kecewa padamu." Ucapnya sembari melihat ke arah bibir Cira yang terlihat menggoda di matanya.
Perlahan Bara menurunkan wajahnya ke arah bibir yang kini sedang menggodanya. Kecupan ringan Bara berikan pada bibir ranum Cira, tetapi itu terasa kurang. Beberapa kali kecupan panjang Bara lakukan pada bibir itu, menikmati sepuasnya seperti sebuah candu baru untuk Bara.
Bara membelai bibir itu perlahan, senyumnya merekah. "Ini milikku. Hanya milikku." Ucapnya pelan, kembali memberikan kecupan panjang yang membuat pemiliknya terganggu dan membuka matanya perlahan.
Saat Bara melakukan beberapa kali kecupan, pria itu kembali teringat akan adegan panasnya tadi Sore. Sesuatu di bawah tubuhnya kita bereaksi. Tanpa dapat ia tahan, kecupan itu menginginkan yang lebih.
Perlahan mata Cira terbuka akan gangguan yang ia rasakan. Sangat jelas ia merasakan kecupan panjang pada bibirnya, matanya yang terbuka melihat ke arah Bara setelah pria itu selesai dengan kecupan panjang pada bibirnya.
"Tidurmu terganggu…!"
"Iya tuan. Apa tuan menginginkannya?" Tanya Cira tahu apa yang Bara inginkan sekarang. Cira dapat merasakan sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.
"Apa kau tidak lelah…?"
"Jika tuan menginginkannya, lakukan lah tuan." Ungkap Cira tanpa rasa malu sama sekali. Malunya ia telan sedalam mungkin, otaknya hanya ada satu misi. Membuat Bara jatuh cinta padanya, dan balas dendamnya dapat terwujud.
"Apa kau juga menginginkannya?" Tanya Bara, pria itu tidak ingin memaksa Cira dalam hal bercinta malam ini.
"Iya tuan. Saya menginginkannya." Balas Cira dengan tatapan mata yang penuh harap.
Bara tersenyum sejenak akan jawaban Cira. Tanpa pikir panjang, pagutan keduanya begitu dalam dan panas saling membalas. Kedua tangan Cira terkalung pada leher Bara, ketika pria itu beranjak dan kini ada di atas tubuh Cira.
Saling membelai dengan pagutan keduanya yang tidak lepas. Menambah aura panas keduanya malam ini. Begitu mereka kehabisan pasokan udara, kening keduanya saling menempel dengan nafas yang terengah-engah.
Bara merangkul tubuh Cira duduk pada pangkuannya. Membantu Cira melepaskan apa yang kini wanita itu gunakan, begitu pun Cira membantu Bara melepaskan apa yang pria itu gunakan. Hingga keduanya polos tanpa sehelai benang pun. Bara dapat menikmati apa yang mulai menjadi candu dan kesukaan barunya pada tubuh Cira. Dua benda kenyal yang terasa hangat dan penuh di dalam genggamannya.
__ADS_1
"Aaaahhhh…Tuan…!" Bisik Cira mesra saat benda itu masuk ke dalam rongga mulut Bara. Ada sensasi luar biasa yang Cira rasakan.
"Kau menyukainya…!" Bisik Bara setelah puas akan dua benda kenyal itu.
"Iya tuan…!" Balas Cira berbisik ketika mendapatkan bisikkan pada telinganya yang terasa geli akan nafas hangat Bara.
"Lakukan tuan…Saya sudah tidak tahan lagi…!" Bisik Cira runtuh pada kenikmatan yang menginginkan lebih.
"Kita akan melakukan sesuatu yang lebih dari ini." Ungkap bisik Bara di sela-sela nafasnya yang memburu akan kenikmatan.
"lakukan sesuatu pada milikku ini." Ucap Bara sembari menuntun tangan Cira ke arah barang miliknya yang sudah menantang.
"Berikan aku kenikmatan itu dengan mulutmu. Apa kau mengerti?" Tanya Bara.
Cira hanya bisa mengangguk pasrah dan memegang lembut sesuatu yang aneh dalam tangannya. Ia akan menerima apapun yang Bara lakukan malam ini padanya. Bara menuntun tubuh Cira berada di atasnya, pria itu berada di bawah Cira mencium dan mengabsen setiap inci yang ada pada tubuh bagian bawahnya.
Cira di tuntun untuk melakukan hal yang sama seperti yang Bara lakukan. Cira mencoba melakukannya dan memberikan kenikmatan yang Bara inginkan. Begitu Cira memberikan kenikmatan pada milik Bara yang ada di dalam mulutnya, Bara melenguh dengan suara paraunya. Menerima kenikmatan yang sungguh luar biasa dari permainan mulut Cira.
Bara melakukan hal yang sama pada milik Cira yang sudah beberapa kali mendapatkan puncak kenikmatannya. Begitu puas akan permainan mulut mereka, Bara menuntun tubuh Cira untuk membelakangi dirinya. Perlahan tapi pasti Bara menanamkan benda yang sudah menantang dengan sempurna masuk ke dalam milik Cira.
Gerakkan lembut Bara sembari memeluk tubuh Cira dari arah belakang, dan mengecup bibir Cira dari samping. Memberikan kenikmatan yang berbeda kini Cira rasakan. Bara sungguh pandai membuatnya terbuai akan setiap gerakkan dan posisi yang mereka lakukan. Cira dan Bara sangat menikmati adegan panas mereka malam ini. Sungguh luar biasa, membawa keduanya melayang ke Nirwana.
Hampir satu jam Bara bertahan akan beberapa posisi yang mereka inginkan, gerakkan Bara yang semakin cepat dari arah belakang saat mereka melakukan posisi tidur dan Bara ada di belakang Cira. Pria itu menarik wajah Cira ke arahnya, agar dapat memberikan kecupan panjang saat pria itu mendapatkan puncak kenikmatan yang menyemburkan benihnya yang hangat memenuhi rahim Cira.
Keduanya saling mengecup dan memberikan pagutan panjang. Begitu Bara selesai dan puas akan pelayanan Cira malam ini, tubuhnya masih pada posisi itu.
"Tuan…Saya akan bersih-bersih dulu." Ucap Cira karena Bara tidak melepaskan pelukkannya.
"Biarkan seperti ini. Agar kau cepat hamil. Tidurlah…Kita sama-sama telah berusaha dan kelelahan malam ini." Balas Bara dengan mata yang sudah terpejam.
Mereka hanya menutupi tubuh polos mereka dengan selimut. Cira tidak berani untuk membantah jika Bara sudah mengatakan. "Agar kau cepat hamil." Cira diam dan mencoba untuk tertidur seperti apa yang Bara perintahkan.
Cira begitu lelah dan mengantuk, sehingga ia pun tertidur dengan cepat. Membuat Bara semakin mengeratkan pelukkannya dari arah belakang Cira, dan mengecup sayang kepala belakang wanita itu.
"Selamat tidur, semoga mimpi mu indah." Ucapnya tersenyum. Kemudian menyusul Cira ke dalam alam mimpi mereka.
Keduanya tidur saling berpelukan. Tanpa mereka sadari, ada sesuatu yang mulai tumbuh di dalam diri mereka masing-masing. Benih-benih yang mulai bersemi seiring berjalannya waktu bersama, di antara kedekatan mereka yang mulai terasa nyaman pada hubungan keduanya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.