GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
28. Cerita Kepada Sarah.


__ADS_3

***SINEL Cafe***


Sarah ingin kejelasan dari perkataan Cira.


"Apa maksud mu, kamu sudah menikah dan sekarang sudah sah menjadi istri kedua? Apa ini lelucon?" Tanya Sarah ingin kejelasan.


"Tidak. Aku serius." Balasnya dengan raut wajah yang benar-benar serius. Sarah tahu itu.


"Aku sudah menikah dan sudah sah menjadi istri kedua dari tuan Bara Daimos." Ungkapnya kembali.


Sarah tahu Cira tidak sedang bercanda padanya. Matanya membulat sempurna, mulutnya yang terbuka akibat terkejut ia tutupi dengan kedua telapak tangannya. Sarah tidak dapat mempercayai semua ucapan Cira.


"Kamu menikah dan menjadi istri kedua dari tuan Bara Daimos. Apa ini mungkin, Cira?" Tanyanya masih tidak dapat percaya akan ucapan Cira.


"Semua itu benar, Sarah."


"Bagaimana mungkin semua itu bisa terjadi. Kamu menjadi orang ketiga di antara tuan Bara dan istrinya."


"Tidak. Aku bukan wanita seperti itu, dan kamu tahu itu Sarah."


"Lalu, bagaimana bisa kamu menjadi istri kedua tuan Bara. Apa istrinya tahu itu?"


"Iya. Tante Mona tahu itu, karena dialah yang mengajukan pernikahan itu."


"Apa…!!" Terkejut Sarah untuk sekian kalinya.


"Bagaimana bisa?"


"Itu bisa Sarah. Jika semua itu telah berhubungan dengan sebuah kekuasaan dan kekayaan serta uang yang banyak."


Sarah terdiam. Ia mengerti maksud sahabatnya itu. Apa yang di katakan oleh Cira adalah benar. Banyak orang akan kalah dan tidak berdaya, jika sudah berhubungan dengan sebuah kekuasaan, kekayaan dan uang yang begitu banyak.


"Cira. Aku tidak dapat mempercayai ini semua. Bagaimana ini semua bisa terjadi padamu?" Tanya Sarah dengan raut wajah yang kini berubah iba pada sahabatnya itu.


"Ceritanya panjang, dan tentunya aku tidak bisa melakukan apapun atau menolak itu semua." Balasnya dengan wajah yang terlihat sedih dan kecewa. Kecewa pada keluarganya, pada dirinya sendiri, dan keadaan hidupnya yang malang.


Cira mulai menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhirnya pernikahan kontrak itu terjadi. Tidak luput bagaimana kejamnya Bara di saat malam pertama dan kedua mereka. Hingga banyak luka dan lebam yang Cira dapatkan di sekujur tubuhnya akan kekejaman seorang Bara Daimos.


Dengan linangan air mata, isakan tangis dan beberapa kali Cira mencoba menetralkan perasaan hatinya. Cira terus menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi. Sarah begitu iba dan dapat merasakan betapa terluka dan sakitnya Cira saat ini. Bagaimana Cira dapat sekuat itu menjalaninya? Sarah memeluk sahabatnya itu dan menangis bersama.


"Cira, sayangku…! Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membantumu? Semuanya telah terjadi, kamu begitu terluka dan sakit. Mengapa kamu tidak katakan padaku dari awal sebelum semuanya terjadi?"


"Aku tidak ingin kamu ikut masuk ke dalam masalah ini. Aku melakukan ini untuk membalas budi pada keluarga Santoso dan melindungi mama. Air mata mama membuatku tidak berdaya. Mama adalah duniaku Sarah, kamu tahu itu."


"Aku tahu sayang, aku tahu…!" Ucap Sarah melerai pelukkan mereka.


Kini Sarah menggenggam kedua tangan Cira. Ia menatap sedih dan iba sahabatnya tersebut.


"Apa tuan Bayu tahu ini?"


"Tidak." Gelengnya pasrah dan lemah.


"Aku belum siap untuk kehilangannya, Sarah." Ucapnya sedih dengan linangan air mata untuk kesekian kalinya.


Sarah mengamati dengan seksama. Sarah tahu cinta Cira dan Bayu begitu besar dan tulus. Mereka saling mencintai dan menyayangi selama tiga tahun. Bagaimana bisa Cira akan melepaskan cinta dan kekasih pertamanya itu dengan mudah. Sarah tahu Cira di ambang kebingungan dan kesulitan yang tidak dapat ia bantu sama sekali.

__ADS_1


"O…sayangku…Apa yang bisa aku lakukan untukmu…??"


"Begitu kejamnya mereka mempermainkan hidupmu. Tidak pernah ada dalam pikiran ku jika nasib hidupmu akan seperti ini. Cira…aku tidak tahu hati seperti apa yang mereka miliki. Hingga tega melakukan ini semua padamu." Ungkap kekesalan Sarah di sela sela air mata kesedihannya.


"Sarah…Ingin rasanya aku mati dan menghilang dari dunia ini."


"Tidak. Tidak Cira, jangan lakukan itu. Ini semua bukan salah mu. Mereka lah yang salah, mereka semua bersalah padamu. Seharusnya mereka yang mati dan menghilang dari muka bumi ini." Ungkap kekesalan Sarah tidak dapat ia bendung lagi. Sarah tidak suka mendengar kata kematian dari mulut Cira.


"Aku tidak sanggup lagi hidup seperti ini."


"Tidak Cira. Jangan pernah berpikir seperti itu. Bangkit sayang, bangkit dan balas perbuatan mereka semua padamu."


"Bagaimana bisa aku melakukan itu Sarah? Bara Daimos bukanlah lawan yang bisa kita hadapi dengan mudah."


"Aku tahu. Tapi mencoba semua yang terbaik untuk membalas mereka, setidaknya kita harus mencoba dan mengetahui hasilnya dulu."


"Apa yang bisa aku lakukan?"


"Cinta dan anak. Berikan itu pada Bara Daimos dan keluarganya."


"Apa maksud mu?" Tanya Cira tidak mengerti jalan pikiran Sarah kali ini.


"Dia menikahimu tanpa cinta dan menginginkan seorang anak bukan?"


"Iya." Angguk Cira.


"Buat laki-laki itu jatuh cinta padamu dengan memberikan seorang anak yang ia inginkan. Seorang anak yang tidak bisa di berikan oleh Mona Daimos. Balas perbuatan Mona Daimos dengan membuatnya sakit akan cinta yang di duakan oleh suaminya sendiri." Ungkap Sarah memberikan sebuah saran dan rencana untuk Cira lakukan.


"Itu sama artinya aku adalah orang ketiga di antara mereka. Tidak, aku tidak mau melakukan itu. Lagi pula aku tidak mencintainya dan tidak akan pernah mencintainya, yang aku cintai adalah Bayu."


"Kamu benar Sarah. Bayu pasti akan membenci dan meninggalkan ku." Ungkapnya pelan. Air matanya jatuh akan sakit dan takut kehilangan cintanya dan Bayu.


"Aku tidak sanggup Sarah. Aku tidak sanggup kehilangan Bayu." Isaknya. Sarah semakin marah pada semua orang yang telah berbuat itu pada sahabatnya.


"Cira. Terima takdir hidupmu ini dengan kuat dan berjalan pada kenyataan yang ada. Balas semua perbuatan mereka, raihlah kebahagiaan mu yang mereka renggut dengan paksa. Jika benar takdir cinta dan jodohmu ada pada Bayu. Bayu akan menerima mu apa adanya, dan kalian akan bersama untuk bahagia. Tanamkan itu di hatimu Cira. Aku mohon, bangkit dan raih kebahagiaan mu itu, Cira." Ungkap Sarah memberikan sebuah dukungan kuat untuk Cira.


Cira terdiam dan menatap Sarah. Mencerna dan mencoba mengerti apa yang di katakan oleh Sarah. Semua yang di katakan oleh Sarah adalah benar, dia harus bangkit dan meraih kembali kebahagiaannya yang di renggut paksa oleh keluarga Daimos.


"Kamu benar Sarah. Aku harus membalas mereka. Harus aku raih kembali kebahagiaan itu, walaupun sulit dan penuh rintangan. Akan aku jalani dan terima takdir hidup ini, Sarah. Takdir hidup yang bagaikan Gurun Merindukan Pelangi. Kebahagiaan yang aku cari di dalam panas dan keringnya hidup yang aku jalani." Ungkap Cira ingin menerima saran Sarah untuknya.


"Benar. Itu bagus Cira, balas mereka semua."


"Apa yang harus aku lakukan Sarah?"


"Buat Bara Daimos jatuh cinta padamu, dan berikan anak yang ia inginkan untuk mengikatnya dalam rasa bersalah padamu."


Cira terdiam dalam tatapan seriusnya melihat ke arah Sarah.


"Jika aku lakukan itu. Itu artinya aku harus siap untuk kehilangan cintaku dan juga Bayu." Balas Cira tahu arah maksud Sarah.


"Cira. Kamu seharusnya tahu dan sudah sadar sejak awal. Begitu kamu setuju masuk ke dalam pernikahan kontrak itu dan setuju memberikan seorang anak untuk mereka. Itu artinya kamu sudah siap untuk kehilangan cintamu dan juga Bayu." Kata Sarah ingin Cira sadar akan kenyataan itu.


"Kamu benar Sarah. Walaupun berat dan terpaksa menerima pernikahan kontrak itu. Pada kenyataannya itulah yang aku lakukan, dan seharusnya aku tahu dan sadar memang kehilangan cinta dan Bayu adalah konsekuensi yang harus aku terima."


Sarah menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan. Ia tahu ini berat dan sulit untuk Cira jalani dan hadapi.

__ADS_1


"Cira. Aku tahu ini berat dan sulit untuk mu. Tapi ini semua sudah keputusan dan pilihan yang kamu ambil serta setujui. Jalankan dan hadapi mereka semua, dengan balasan yang setimbang darimu untuk mereka. Yakinlah, Tuhan tidak tidur sayangku. Beliau akan selalu bersama hambanya yang tidak bersalah dan ada pada jalan kebenaran. Balas dendam untuk membalas mereka yang telah berbuat kejam padamu, tidak ada salahnya. Setidaknya, kamu tidak membunuh seseorang dan bersikap kejam ataupun kasar kepada mereka. Buat mereka merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, agar mereka sadar. Kamu juga berhak untuk hidup bahagia."


"Kamu benar Sarah. Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan sekarang."


"Sayangku. Aku akan selalu bersama dan membantumu." Ungkap Sarah tulus, sembari menggenggam hangat kedua tangan Cira.


"Terima kasih Sarah." Balas Cira dengan pelukkan yang ia lakukan.


Keduanya saling memeluk dan memberikan kekuatan serta saling mendukung.


Cira mengingat sesuatu, satu kebenaran yang belum Sarah ketahui tentang Bayu dan Bara yang memiliki hubungan darah dan keluarga.


"Sarah…!" Panggil Cira setelah melerai pelukkan mereka.


"Iya Cira ada apa?" Tanya Sarah. Ia tahu dari raut wajah Cira, ada yang masih mengganjal di hati sahabatnya itu.


"Satu kebenaran lagi yang belum kamu ketahui."


"Apa itu?"


"Bayu adalah keponakan laki-laki Bara Daimos."


"Apa…!" Kembali Sarah di buat terkejut untuk kesekian kalinya.


"Tuan Bayu adalah keponakan laki-laki Bara Daimos."


"Iya. Bayu adalah keponakan laki-laki Bara Daimos." Ulang Cira agar Sarah mengerti dengan jelas kebenaran itu.


Sarah mengusap kasar wajahnya. Ini ada di luar perkiraannya. Sungguh hidup Cira kali ini benar-benar sulit dan sangat berat.


"Kapan kamu mengetahuinya?" Tanya Sarah ingin tahu sejak kapan Cira tahu tentang kebenaran itu.


Pasalnya, sampai detik ini. Mereka tidak tahu jika Bayu adalah salah satu anggota keluarga terpandang, keluarga Daimos. Itu semua keinginan Cira yang tidak ingin tahu jati diri Bayu yang sebenarnya.


"Hari ini. Tepatnya tadi pagi saat kami ada di perusahaan Bara Daimos."


"Aku baru tahu jika Bayu adalah manager dari perusahaan Daimos grup. Aku mengingat apa yang di katakan oleh Bayu, jika ia bekerja pada perusahaan milik pamannya sendiri. Dari itulah aku yakin jika Bayu dan Bara memiliki hubungan keluarga, yaitu hubungan paman dan keponakan laki-lakinya."


"Apa kamu yakin?"


"Iya, aku sangat yakin."


"Dari mana keyakinan itu?" Tanya Sarah ingin tahu.


Sarah ingin kejelasan dari keyakinan Cira tentang hal tersebut. Bagaimana bisa Cira seyakin itu? Jika Bayu adalah keponakan laki-laki dari Bara Daimos. Sedangkan yang Sarah ketahui, Bayu tidak memiliki nama belakang Daimos pada namanya. Sarah mengenal kekasih Cira itu dengan nama Bayu Dirgantara Mahesa. Apakah Bayu telah menutupi kebenaran tentang namanya itu? Hanya penjelasan dari keyakinan Cira lah jawabannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2