
***Perusahaan Daimos Grup***
Bara dan Karina melihat serius ke arah Mona. Wanita itu setuju memberikan ijin kepada Bara untuk menikah lagi, dan miliki seorang anak dari wanita lain.
Tanpa Karina sadari, jika itu semua sudah terjadi selama tiga bulan lebih ini. Bara telah resmi menikahi Cira, anak angkat kakaknya Mike Santoso.
Bara bersikap tenang akan perkataan Mona. Sedangkan Karina terkejut akan perkataan Mona. Sebenarnya keputusan seperti itu juga berat bagi Karina, bagaimana juga dia adalah seorang wanita. Tahu bagaimana perasaan hati seorang wanita yang tiba-tiba harus mengijinkan suaminya menikah lagi dengan wanita lain. Karina tahu tidak àkan mudah bagi seorang wanita harus berbagi cinta bersama wanita lainnya.
Karina menatap iba kepada sang menantu. Karina sangat menyayangi menantunya itu, tetapi keadaan yang mengharuskan mereka berada pada situasi yang tidak nyaman seperti itu. Seorang mertua memaksa menantunya untuk mengalah, dan berbagi cinta pada wanita lain agar bisa memiliki seorang anak keturunan untuk menjadi ahli waris keluarga Daimos selanjutnya.
"Mona…mama tahu ini sangat sulit untukmu. Berbagi cinta dan perhatian suami bersama wanita lain, sangat tidak nyaman bagi kita seorang wanita. Tapi kamu tahu sendiri keadaan yang mengharuskan kita seperti ini." Ucap Karina dengan lembut. Wanita paruh baya itu benar-benar tidak nyaman pada menantunya itu.
"Seandainya saja kamu bisa cepat hamil dan melahirkan seorang anak. Situasi seperti ini tidak akan pernah terjadi." Ungkap Karina bermaksud untuk menghibur Mona.
Namun tidak dengan Mona yang merasa tertampar karena di ingatkan akan kondisi rahimnya yang sudah di angkat, dan tidak àkan bisa hamil lagi. Hatinya sakit akan kenyataan itu, tetapi itu semua sudah terjadi dan menjadi takdir pahit dalam hidupnya.
Bara melihat ke arah Mona yang terlihat sedih, dia juga iba kepada Mona. Tetapi Bara tidak dapat melakukan apapun? Dia hanya bisa diam mengikuti alur yang sudah terjadi sekarang.
"Mona tahu ma…Maafkan Mona yang tidak sempurna karena tidak bisa memberikan Bara seorang anak." Ucap sedih Mona. Tidak dapat ia bohongi perasaan hatinya sendiri. Jika sudah berkaitan dengan kondisi rahimnya, hatinya akan terasa perih dan sakit.
Karina mendekati dan duduk di samping Mona. Memeluk tubuh Mona yang terlihat sedih. Karina benar-benar tidak tahu akan kondisi Mona saat ini. Kondisi Mona yang mandul, kondisi yang tidak akan pernah bisa memiliki seorang anak.
"Kamu tidak bersalah sayang, keadaan yang bersalah di sini. Kamu harus tegar dan bersabar untuk mengerti keadaan yang kita jalani. Ini demi kelangsungan hidup keluarga Daimos di masa depan. Bara harus memiliki seorang keturunan sebagai ahli warisnya. Walaupun itu sangat berat, harus tetap kamu jalani." Ucap Karina mencoba menghibur Mona yang sudah menangis akan keadaannya yang tidak sempurna.
"Sayang…setidaknya hati mu baik dan tulus kepada Bara, sehingga mampu memutuskan untuk mengijinkan Bara menikah lagi. Mama sangat bangga kepada mu, kamu adalah menantu mama yang kuat dan baik hati. Bara tidak salah memilih kamu sebagai istrinya." Ucap Karina kembali ingin menghibur Mona, dan memberikan menantunya sebuah dukungan.
"Iya ma…Terima kasih." Hanya itu balasan Mona yang dapat ia utarakan. Dia harus mengatur perasaannya saat ini.
Mona lebih tenang sekarang, setelah Bara memberikannya segelas air mineral. Tatapan keduanya saling mendukung, Bara tahu bagaimana kondisi Mona? Jadi pria itu hanya dapat mendukung yang terbaik untuk Mona.
"Apa kamu sudah lebih tenang sayang?" Tanya Karina.
"Iya ma…maaf kalau Mona terlalu sensitif seperti ini." Balas Mona melihat teduh sang mertua yang selama ini sangat menyayanginya.
"Jangan mengatakan kata maaf, karena kamu tidak bersalah sayang. Keadaan yang bersalah kepada kalian."
__ADS_1
Mona diam dan masih mencoba mendengarkan Karina dengan baik.
"Baiklah, karena Mona sudah mengijinkan Bara menikah lagi. Bagaimana selanjutnya?" Tanya Karina melihat ke arah Mona dan Bara secara bergantian.
"Seperti yang tadi Mona katakan, aku mengijinkan Bara menikah lagi. Tapi aku ingin pernikahan itu di rahasiakan dari publik." Jelas Mona pada awal rencananya.
"Tapi bagaimana bisa seperti itu Mona? Semua anggota keluarga Daimos harus tahu pernikahan itu, tidak akan mungkin kami bisa menyembunyikannya. Mungkin untuk menyembunyikannya dari publik bisa saja, tapi tidak dari seluruh anggota keluarga Daimos." Jelas Karina tidak setuju.
"Ma…tolong lah dukung keputusan Mona ini." Minta tulus Mona kepada mertuanya itu.
"Lalu bagaimana anak yang akan lahir nantinya? Apa yang akan kita katakan kepada mereka begitu anak itu lahir? Mereka tidak akan mudah percaya pada kelahiran anak itu, jika tidak melihat mu hamil sama sekali."
"Mona tahu itu ma…Apa tidak bisa Mona berpura-pura untuk hamil ketika wanita itu hamil?" Ungkap Mona mencoba mendapatkan dukungan idenya itu dari sang mertua. Sebab dukungan dari Bara tidak ada.
Bara yang memang tidak setuju akan ide Mona, tetap diam menyimak. Dia ingin tahu apa yang menjadi jawaban sang mama. Apakah mamanya setuju akan ide Mona itu?
"Mona…itu adalah kebohongan publik. Akan sangat berbahaya untuk di lakukan. Pikirkanlah dengan matang, kita adalah keluarga yang di hormati dan terpandang. Banyak orang yang memperhatikan kita, belum lagi masalah keluarga samping keluarga Daimos yang berlomba-lomba untuk menjatuhkan Bara dari posisinya. Itu tidak akan mungkin kita lakukan, hanya akan menggali lubang kita sendiri. Maaf Mona…untuk ini mama tidak setuju." Ungkap penjelasan sang mama sama seperti apa yang Bara katakan.
Mona terdiam. Dia gagal untuk meyakinkan mertuanya. Jika sudah seperti itu, dia harus cepat mencari cara untuk membuat posisinya aman. Mona takut jika Karina nantinya lebih suka kepada istri kedua Bara yang bisa melahirkan ahli waris untuk keluarga Daimos.
Karina menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan. Karina mengerti bagaimana perasaan Mona saat ini.
"Bagaimana menurut mu Bara?" Tanya Karina melihat sang putra yang sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka.
Bara kini melihat sejenak ke arah Mona, lalu melihat ke arah sang mama.
"Sebaiknya lakukan apapun keputusan itu dengan aman. Jangan menyelesaikan masalah, dengan menambahkan masalah lagi di masa depan." Balas Bara tetap pada pendirian awalnya.
"Bara benar Mona." Timbal Karina mendukung ucapan Bara. Mona hanya diam karena ia tahu Bara akan mengatakan itu.
"Lagi pula, mana ada seorang wanita yang akan mau di sembunyikan dari pernikahannya bersama salah satu anggota keluarga Daimos. Wanita seperti itu sangat langka, jika saja benar ada. Wanita itu hanya wanita yang sangat lugu, bodoh atau dia merasa dirinya terancam. Sehingga dia hanya diam dan bersembunyi. Sebuah rahasia tidak akan dapat di sembunyikan lebih lama, karena lambat laun akan ketahuan juga." Tutur Karina.
"Wanita itu akan melahirkan seorang anak. Akan terlihat aneh oleh orang lain jika melihat mu tidak pernah hamil, tapi tiba-tiba kalian memiliki seorang anak. Posisi anak itu akan bermasalah nantinya, akan menjadi senjata utama penghancur untuk Bara oleh orang yang menginginkan posisinya saat ini." Sambung Karina lagi.
Mona dan Bara terdiam. Karina tahu jika keduanya sudah mengerti apa yang ia jelaskan.
__ADS_1
"Sudahlah. Sekarang kita harus mencari seorang wanita untuk Bara nikahi. Mama akan membantu kalian." Ungkap Karina kini duduk dengan tenang.
Bara dan Mona masih diam menyimak. Tidak mungkin mereka mengakui pernikahan Bara dengan cepat kepada Karina.
"Mama sudah memiliki calon untuk Bara, jika kalian tidak dapat menemukan wanita yang akan menjadi istri kedua Bara." Ucap Karina kembali.
Bara yang sudah tahu akan rencana sang mama masih mencoba diam. Sedangkan Mona cukup terkejut akan tindakan cepat mertuanya itu.
'Mama sudah punya calon istri untuk Bara? Secepat itu kah. Mama benar-benar serius agar Bara menikah lagi dan memiliki seorang anak. Tapi sayangnya, aku lebih cepat bertindak sebelum mama memperkenalkan calonnya.' Gumam Mona di dalam benaknya.
"Mama sudah memiliki seorang calon untuk Bara?" Ucap Mona melihat serius kepada Karina.
"Iya. Tapi kalau kalian sudah memiliki calon lebih dulu, dan cocok dengan Bara. Mama akan mengikuti apa yang kalian putuskan. Kalau kalian nyaman dengan calon pilihan kalian, mama juga akan nyaman. Tapi jika kalian belum memiliki calonnya, mama memiliki calonnya. Dia gadis yang baik, kenalan lama mama. Kalian tidak akan menyesal jika menerima pilihan mama ini." Jelas Karina memulai ide perjodohan antara Bara dan Cira. Tanpa mereka sadari jika semua itu telah terikat akan takdir pernikahan yang sudah berjalan, dan sebentar lagi akan melahirkan seorang anak ahli waris yang mereka inginkan.
Mona melihat ke arah Bara. Ada isyarat mata dari Bara untuk Mona mengatakan keberatan dengan calon yang Karina inginkan. Mereka berdua tahu harus bagaimana untuk hal itu.
"Maaf ma…Mona juga sudah memiliki calon untuk Bara, dan Bara sudah bertemu dengannya. Kami sudah sepakat untuk pernikahan itu." Pada akhirnya Mona mengatakan hal tersebut.
Ternyata rahasia pernikahan Bara tidak dapat di sembunyikan lebih lama lagi. Setidaknya rahasia pernikahan kontrak itu dapat di sembunyikan. Mereka akan menggunakan banyak cara dan alasan untuk Bara dan Cira berpisah nantinya, setelah Cira melahirkan anaknya.
"Kamu sudah punya calonnya. Sayang sekali, padahal gadis ini sangat baik dan cocok untuk Bara." Ucapnya. Ada raut kecewa dari wajah Karina. Mona dan Bara bisa melihatnya.
"Tapi tidak apa apa. Jika kalian nyaman dengan pilihan kalian itu. Mama akan mengikutinya. Semoga semua kesulitan ini akan segera berlalu, dan Mona bisa nyaman akan kehadiran istri kedua Bara. Mama hanya ingin kalian semua bahagia." Ungkap sang mama tulus dengan senyum yang hangat kepada Bara dan Mona.
Karina mencoba menerima keputusan mereka berdua. Bagaimana juga, yang akan menjalaninya adalah mereka berdua. Jadi akan lebih baik, jika Mona dan Bara yang memutuskannya sendiri.
Itulah keputusan final mereka. Mona merasa kemenangan ada di tangannya. Urusan bersama kedua orang tua Bara kini aman terkendali. Semua ada pada kendali Mona. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk Bara dan Mona memperkenalkan Cira sebagai istri kedua Bara. Walaupun Mona tidak suka, tapi ia harus bertahan untuk masa depan yang cerah, bisa tetap bersama Bara, dan tetap menjadi nyonya muda keluarga Daimos.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.