GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
43. Musuh Bebuyutan Sinel Angel.


__ADS_3

***Perusahaan Daimos Grup***


Cira dengan cepat memasukkan sebuah kode pada masing-masing monitor yang yang ada di sana. Ada enam monitor yang harus mereka tangani, tiga monitor akan di tangani oleh Cira, Rio dan Kai.


Sedangkan tiga monitor lagi, di sambungkan kepada sarah dan dua teman Cira yang berada di dua negara berbeda. Monica dan Kris akan membantu mereka secara sistem on line yang di sambungkan langsung oleh Cira.


Semua yang hadir, melihat dengan serius apa yang akan Cira lakukan untuk menghentikan serangan virus itu.


Cira melihat ke arah layar monitor yang di mana tiga monitor telah tersambung pada Sarah, Monica, dan Kris yang menutupi camera mereka dengan sebuah photo animasi yang bergerak sebagai pengganti mereka. Ketiganya harus tetap menjaga kerahasiaan jati diri mereka.


"Apa kalian sudah siap?" Tanya Cira sembari melihat ke arah monitor, Kai dan Rio secara bergantian.


"Iya kami siap." Balas serempak semuanya.


"Tuan Kai, fokus pada data yang di miliki oleh perusahaan Daimos grup. Tuan Rio fokus pada data yang di miliki oleh perusahaan Harmony grup. Kedua data sudah kami sambungkan. Saya akan berusaha menghentikan serangan, dan tiga teman saya akan membantu melacak dari mana asalnya virus itu. Apa kalian berdua mengerti?" Tanya Cira kepada Kai dan Rio tanpa melihat ke arah dua pria yang duduk mengapit Cira. Wanita itu mulai mengetikkan sesuatu pada keyboard yang ada di depannya.


"Sudah terhubung dengan data lunak Sinel Angel." Ucap Sarah memberikan informasi mengenai tugasnya.


"Aku sudah terhubung pada virus yang ada pada data Daimos grup." Balas Monica memberitahukan tugas yang harus ia kerjakan.


"Aku sudah terhubung pada virus yang ada pada data Harmony grup." Balas Kris memberikan laporannya.


"Baiklah, kirim virus itu padaku. Dan selanjutnya kalian lacak dari mana asalnya." Perintah Cira pada Kris dan Monica.


Keduanya mengirimkan apa yang Cira minta. Cira mulai melakukan pekerjaannya bersama dengan Kai dan Rio. Jari jemari mereka menari lincah di atas keyboard dan melakukan tugas mereka masing-masing.


Beberapa layar monitor menampilkan beberapa pergerakan data yang telah bocor, kini pergerakannya mulai melambat. Bara dan Rama mengerti jika apa yang sedang di lakukan Cira dan beberapa orang yang membantunya, mulai memperlihatkan hasil yang cukup membuat mereka dapat sedikit lega.


"Kebocorannya melambat." Kata Rama. Bara dan Bayu tahu itu. Mereka melihat ke arah punggung Cira yang terus berusaha untuk menghentikan serangan Virus itu.


Suasana begitu sepi dan tegang. Yang terdengar hanyalah suara ketikan keyboard dan tiga layar monitor yang tersambung secara online oleh tiga anggota organisasi IT milik Cira.


Tidak ada yang berani bersuara sedikit pun, agar tidak mengganggu mereka yang sedang berjuang.


"Cira…aku menemukan asal virus itu." Ucap Kris yang sedang menangani perlindungan virus untuk data Harmony grup.


"Dari mana?" Tanya singkat Cira. Dia masih fokus pada keyboard dan layar yang ada di depannya.


"Black World." Balas Kris. Sukses menghentikan pergerakan tangan Cira, pandangan matanya melihat ke arah monitor Kris.


Semua dapat mendengar perkataan Kris yang wajahnya tidak terlihat. Mereka juga dapat melihat bagaimana Cira cukup terpengaruh akan nama yang di sebutkan oleh Kris. Cira menghentikan pergerakannya.


"Black World…Alex…ternyata kau dalangnya." Ucap pelan Cira masih dapat terdengar oleh mereka yang ada di sana.


"Cira… aku menemukan asal virus itu." Kata Monica yang sedang menangani perlindungan virus untuk data Daimos grup.


"Dari mana?" Tanya singkat Cira. Ia ingin tahu apakah virus itu dari Black World juga, dan Alex pelakunya.


"Dari Blood Rose." Balas Monica.


Sukses membuat Cira terkejut, dan membuatnya tersenyum tapi kedua tangannya mengepal kuat untuk menahan emosinya.


"Rosa…kau juga ikut dalam penyerangan ini." Gumam Cira pelan yang masih dapat terdengar oleh mereka.


"Cira…keduanya terhubung dengan satu perusahaan." Kini giliran Sarah yang di tugaskan untuk menyelidiki siapa yang menggunakan jasa mereka berdua. Alex dan Rosa, dua musuh bebuyutan dari organisasi Sinel Angel.

__ADS_1


"Perusahaan apa?" Tanya singkat Cira.


"Dickson Grup." Balas Sarah yang cukup membuat Bara, Rama dan Bayu terkejut dan saling melihat saat mendengar satu nama perusahaan yang mereka ketahui menjadi rival bisnis mereka lima tahun ini.


"Ini ulah Edward Dickson…! Bajingan brengsek…?" Ucap Rama mewakili mereka.


"Bajingan itu. Tidak berhenti untuk menghancurkan kita." Kini Bara terdengar marah.


"Kalian mengenalnya?" Tanya Cira mendengar umpatan Bara dan Rama.


"Tentu saja kenal, dia musuh kami. Sudah lima tahun kami melakukan perang dingin dan tidak dapat dia sentuh. Sekarang dia mulai bergerak lagi." Balas Rama menjelaskan.


"Apa kalian ingin menyerang balik?" Tanya Cira tanpa menghentikan pergerakkannya.


"Kalau itu bisa, lakukan. Supaya dia merasakan juga terguncang seperti kami." Ucap Rama dengan senyum jahatnya.


"Kamu dengar Sarah. Coba berikan sedikit guncangan balik kepada tuan Edward Dickson. Agar anak buahnya kembali kepada tuannya. Aku sudah terhubung dengan Alex dan Rosa. Kita lihat, apa pilihan mereka? Menghentikan serangannya untuk membantu tuan mereka atau terus menyerang dan tidak peduli pada tuannya." Ungkap Cira terdengar jahat dan kejam.


Bara, Bayu dan Rama tahu kini Cira ada pada mode jahatnya yang terdengar lembut. Ketiga pria itu cukup tercengang melihat ke arah Cira.


"Dengan senang hati." Balas Sarah senang menerima perintah untuk menyerang balik, dan segera melakukan tugasnya mengirim sebuah virus baru yang mereka miliki ke dalam data lunak perusahaan Dickson grup.


"Kami sudah selesai. Virusnya terhenti." Ucap Kris dan Monica memberitahukan tugasnya yang telah selesai.


Semua melihat ke arah dua monitor yang sedang di tangani oleh Kai dan Rio. Pergerakan virus di dalam data lunak tersebut terhenti. Semuanya mulai terlihat lega, namun beberapa data mereka yang terserang virus tidak kembali.


Setelah Cira menyelesaikan sebagian tugasnya. Dia bangkit dan mendekati Kai, mengambil alih keyboard dan melakukan tugas selajutnya. Cira berusaha menyingkirkan virus tersebut, dan mencari data yang hilang untuk di kembalikan lagi. Setelah menekan tombol enter. Semua data perusahaan Daimos grup yang hilang kembali lagi.


"Coba anda cek kembali. Apa ada data yang kurang?" Tanya sekaligus perintah dari Cira kepada Kai.


Cira segera melangkah ke arah Rio, dan melakukan hal yang sama. Dia menyingkirkan virus yang ada, dan mengembalikan semua data perusahaan Harmony grup yang hilang untuk kembali lagi.


"Coba anda cek tuan." Kata Cira kepada Rio, yang di jawab dengan anggukkan kepala oleh pria itu.


"Sudah semua nona." Balas Kai dan Rio secara bersamaan.


Cira yang duduk dan masih fokus pada keyboard dan layar monitornya. Hanya tersenyum senang, kali ini dia dan timnya menang lagi melawan virus yang di kirimkan oleh Alex dan Rosa yang menjadi musuh mereka.


"Cira…ada panggilan dari Alex…!" Kata Kris memberitahukan.


"Sambungkan." Perintah Cira, dia ingin tahu. Mau apa lagi Alex kali ini? Cira tahu jika Alex melihat serangannya.


"Brengsek kau Cira…!" Histeris Alex terdengar jelas oleh mereka yang hadir. Cira tidak peduli itulah perang di dunia maya.


"Ada apa Alex?" Tanya santai Cira menghentikan pergerakkannya yang sudah selesai,


Cira hanya menunggu sentuhan terakhirnya sebagai hadiah kecil, untuk di kirimkan kepada Alex dan Rosa.


"Mengapa kau selalu ikut campur dalam urusan ku…tidak bisakah kau menyingkir atau diam duduk dengan tenang." Ucap Alex masih dengan mode marahnya.


"Bagaimana bisa aku tenang dan diam saja, kalau pelindung yang aku pasang kau serang begitu saja. Kau yang menyerang terlebih dahulu. Jadi aku hanya membela dan mempertahankan diri saja. Itu cukup adil bukan." Balas Cira dengan sikap yang tenang.


Semua dapat melihat dan mendengarkan itu.


"Sialan kau. Sejak kapan kau bekerja sama dengan Harmony grup."

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu. Itu urusan ku."


"Akan menjadi urusan ku jika sudah seperti ini." Tantang Alex dengan marahnya.


"Kalau begitu. Aku kirimkan hadiah kecil untuk mu. Selamat berjuang Alex." Balas Cira terdengar tegas, kemudian dia pun menekan tombol enter dan terdengar teriak histeris dari Alex yang kini marah dan kewalahan menerima serangan virus darinya.


"Cira…brengsek kau…akan aku balas kau nanti…!" Ucap perpisahan Alex, lalu sambungan mereka terputus.


"Cira… ada panggilan dari Rosa." Ucap Monica memberitahukan informasi itu.


"Sambungkan." Cira ingin tahu apa yang ingin di katakan oleh gadis sombong itu.


"Cira…apa apa kau ini…?" Cercah Rosa mulai percakapan mereka.


"Ada apa Rosa?"


"Mengapa kau ikut campur dalam urusan ku? Ada hubungan apa kau dengan perusahaan Daimos grup. Bukankan ini untuk pertama kalinya ada jejakmu pada data perusahaan itu?" Ungkap Rosa pada kebenarannya.


"Kau tidak perlu tahu Rosa. Mengapa kau tidak pernah berubah Rosa?"


"Jangan banyak bicara omong kosong Cira. Keluar dari seranganku."


"Jika aku tidak mau, apa yang akan kau lakukan?"


"Dengar Cira…jangan main main denganku."


Cira terdiam akan ancaman itu. Bukan takut, dia hanya teringat pada Rosa yang dulu adalah salah satu timnya di organisasi IT miliknya.


"Rosa…kita sama-sama tahu, bukan ini tujuan kita menguasai bidang ini."


"Jangan omong kosong Cira…kau manusia paling munafik yang pernah aku kenal…Kau telah merebut segalanya dariku…!" Ucap Rosa dengan nada yang sedikit tinggi karena emosinya.


Cira terdiam kembali, kepalan tangannya kuat. Semua dapat melihat itu. Ada apa dengan kedua wanita yang sedang berdebat itu? Itulah pikiran semua orang yang hadir di sana.


"Rosa…lakukan apapun yang kau mau…Aku tidak peduli. Kita semua tahu, bukan ini tujuan kita…Selamat berjuang Rosa…!" Ucap Cira sembari menekan tombol enter dan mengirimkan sebuah virus kepada Rosa sebagai hadiah darinya.


"Kau wanita brengsek Cira…!" Balas Rosa sebelum sambungan mereka terputus.


"Semuanya telah selesai. Terima kasih untuk kalian yang sudah membantu." Ungkap Cira kepada tiga temannya yang membantu. Sambungan mereka pun terputus karena semuanya telah selesai.


Cira terdiam pada tempatnya. Semuanya telah selesai, Kepalanya kini pening. Kondisi tubuh Cira yang sejak awal tidak baik, dia paksakan karena serangan virus tersebut. Cira melakukan tugas terakhirnya untuk memasangkan pelindung data lunak pada data perusahaan Daimos grup dan Harmony grup.


Cira menghela nafasnya perlahan, dia pun bangkit kemudian mendekati Bara, Bayu, dan Rama yang melihat ke arahnya dengan pandangan yang berbeda.


Saat beberapa langkah, Pandangan mata Cira mulai memudar, ia pun akhirnya tumbang dan pingsan karena tidak tahan akan kondisi tubuhnya yang kini benar-benar lemas.


Semua orang terkejut melihatnya, dan datang mendekati Cira yang jatuh pingsan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2