GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
64. Blue Safir Diamond.


__ADS_3

***Perusahaan Daimos Grup***


Beberapa hari telah berlalu, tepatnya sepekan  berlalu setelah pertemuan Cira dan Bayu.


Bara Daimos sama sekali tidak pulang ke apartemen mereka. Cukup membuat Cira tenang tanpa banyak berpikir sementara waktu. Walaupun tidak sama sekali mengurangi beban hidupnya, tetapi cukup membuat Cira selalu berada pada kewarasannya.


Sikap Bara juga terlihat berbeda kepada Cira, tidak banyak bicara, tidak ada kontak fisik seperti biasanya, dan pertemuan atau kebersamaan mereka hanya akan berhubungan dengan urusan pekerjaan.


Bara seakan menghindari Cira beberapa hari ini, walaupun kiriman makan siang untuk ibu hamil selalu Cira dapatkan setiap harinya dari Bara melalui Kai. Itu atas perintah Bara sendiri, hanya saja Cira akan makan sendiri dan tidak seperti hari-hari biasanya akan makan siang bersama di ruangan Bara.


Apakah Cira peduli akan hal itu? Tentunya tidak. Cira bersikap profesional sebagai bawahan.


Seperti siang ini, dia dan juga Lian di haruskan menemani sang presdir ke sebuah hotel untuk melihat persiapan acara ulang tahun perusahaan yang akan di laksanakan di hotel tersebut. Mereka berada di satu mobil yang sama.


Cira duduk di bangku depan sebagai junior dari Lian yang menjadi sekretaris senior dari presdir perusahaan. Lian duduk di bangku belakang menemani Bara yang sedang sibuk pada alat pintar Tabletnya. Melihat beberapa berkas yang harus ia pelajari dari perusahaan lainnya. Mereka semua hanya diam dan tidak ada pembicaraan sama sekali selama perjalanan mereka menuju ke hotel.


Mereka pun sampai di hotel, dan langsung melangkah menuju ke aula tempat di selenggarakannya acara lelang dalam menyambut ulang tahun perusahaan Daimos Grup.


Bara dan Kai melihat semua persiapan acara yang akan berlangsung besok. Acara lelang beberapa barang berharga, mahal dan terkenal yang di miliki oleh beberapa brand ternama yang bekerja sama dengan perusahaan mereka. Acara lelang tersebut adalah rencana serta permintaan dari nyonya besar Daimos.


Beberapa pakaian, tas, sepatu, perhiasan dan barang-barang berharga lainnya akan di lelang pada acara ini. Banyak  kalangan yang akan hadir di malam lelang itu, mulai dari beberapa pengusaha ternama, artis, aktor, pejabat tinggi negara, dan orang-orang penting serta kaya di beberapa kota dan negara yang akan hadir sebagai tamu undangan.


Lian dan Cira berdiri di belakang Bara yang sedang melihat persiapan dari tim management Marketing perusahaan Daimos Grup. Dua sekretaris itu siap menerima perintah ataupun menulis semua yang akan menjadi catatan atau laporan mereka kepada sang presdir.


Kedatangan mereka ke tempat itu, tentunya di sambut oleh ketua tim dan manager perusahaan yaitu Bayu Dirgantara.


Cira tahu jika dia dan Bayu pasti akan bertemu suatu saat karena urusan pekerjaan. Sehingga ia sudah mempersiapkan perasaan hatinya untuk tidak terpengaruh sama sekali. Mereka harus bisa bersikap profesional saat bekerja.


Lain halnya dengan Bara yang tidak tahu jika Bayu juga datang ke tempat itu. Hati Bara terusik akan kehadiran Bayu apalagi ada Cira di belakangnya. Seketika Bara mengingat pertemuan dan pembicaraan antara Cira dan Bayu beberapa hari yang lalu.


'Bayu...kenapa dia ada di sini?' Tanya Bara di dalam benaknya. Sungguh pertanyaan yang sangat konyol jika di dengar oleh orang lain.


Tentu saja sebagai seorang manager perusahaan, Bayu harus turun tangan langsung untuk memantau persiapan acara dari perusahaan tempatnya bekerja. Akan sangat salah jika Bayu hanya diam dan duduk saja pada tempatnya, apa lagi acara ini adalah acara yang sangat penting dan besar bagi perusahaan.


Mengingat barang yang akan di lelang adalah barang-barang mahal dan berharga, jadi dia harus turun tangan langsung untuk memastikan semua barang-barang itu aman.


"Sedang apa kamu di sini Bayu?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Bara, ia terpengaruh akan perasaan hatinya saat ini.


"Saya datang untuk memeriksa semua barang-barang yang akan di lelang besok, sekaligus melihat sampai di mana persiapan dari acara ini." Balas Bayu terlihat sangat profesional dengan raut wajahnya yang terlihat serius.


Bara diam sejenak, dia mengerti jawaban Bayu. Bara yang terlihat kurang nyaman saat ini. Entah mengapa dia masih saja terpengaruh akan semua yang terjadi di saat pertemuan Bayu dan Cira.


Apalagi akan perkataan Bayu yang tidak dapat menerima keputusan Cira untuk mengakhiri hubungan mereka. Bayu ingin merebut Cira dari Bara dengan berbagai cara. Bara memejamkan sejenak matanya untuk meredam dan mengatur semua perasaan dan pikirannya yang berkecamuk saat ini.


"Sampai di mana persiapannya?" Tanya Bara melihat Bayu dengan serius juga. Tapi hati dan pikirannya tertuju kepada Cira yang berdiri di belakangnya.


'Apakah mereka sedang mencuri-curi pandang?' Gumam Bara di dalam benaknya mencurigai Bayu dan Cira.

__ADS_1


"Semuanya hampir selesai sesuai rencana yang di inginkan oleh nyonya besar." Balas Bayu melihat serius ke arah Bara. Pandangan matanya sama sekali tidak tertuju ke arah Cira yang dia tahu ada di belakang Bara. Dia berusaha bersikap profesional dan terlihat serius.


"Baiklah kalau begitu. Jadi tidak ada kendala apa pun mengenai persiapannya, bagus kalau begitu...!!"


"Aku ingin melihat barang-barang yang sudah datang." Permintaan Bara.


"Tentu tuan, silahkan...!!" Ajak Bayu segera menunjukkan jalan untuk mereka menuju ke ruang penyimpanan.


Mereka melangkah mengikuti ke mana Bayu mengarahkan mereka. Ruang penyimpanan ada di belakang podium yang akan di pakai untuk peragaan atau pertunjukkan barang-barang itu.


Mereka melangkah dan berhenti sejenak di hadapan beberapa barang yang sudah datang. Tanpa mereka sadari, Cira diam memandang lama pada sebuah perhiasan kalung yang cukup menarik perhatiannya. Hanya Bayu dan Bara yang melihat bagaimana pandangan mata Cira yang begitu tertarik terhadap perhiasan tersebut.


"Kalung apa ini?" Tanya Bara kepada Bayu dan ketua tim. Keduanya melihat ke arah Bara.


"Ini kalung emas putih berlian bermata biru safir." Jawab ketua tim.


"Blue Safir Daimond." Celetuk Cira begitu saja karena dia memang tahu nama kalung itu. Kalung yang cukup terkenal dan mahal.


Mereka yang hadir sontak melihat ke arah Cira, pandangan mata wanita hamil itu tidak lepas dari kalung berlian tersebut.


"Kamu tahu kalung ini." Ucap Bara. Untuk pertama kalinya selama sepekan Bara hanya diam saja terhadap Cira.


"Tentu tahu. Kalung ini sangat terkenal dan memiliki kisahnya sendiri. Semua orang pasti tahu kalung ini." Balas Cira tanpa melihat ke arah Bara yang bertanya. Pandangan matanya masih betah pada kalung berlian itu.


"Kalung apa itu?" Tanya Bara yang sukses mengalihkan perhatian Cira melihat ke arahnya.


Cira memandang Bara sejenak, lalu kembali melihat kembali ke arah kalung berlian itu.


Baik Bara atau pun Bayu saling memandang sejenak. Kedua pria itu cukup terkesan akan pengetahuan Cira tentang ketiga pemilik kalung berlian yang hanya di produksi tiga di dunia itu. Ketiga orang yang di sebutkan oleh Cira adalah benar semua.


"Kau banyak tahu tentang kalung ini ternyata." Bara yang berkomentar. Cira melihat ke arahnya.


"Mungkin kau juga tahu siapa pemilik kalung berlian ini?" Tanya Bara ingin tahu sampai di mana pengetahuan Cira mengenai kalung berlian tersebut.


Cira melihat kembali ke arah kalung berlian itu, kemudian kembali melihat ke arah Bara.


"Entah lah...Yang saya tahu, jika kalung ini memang barang asli. Akan ada tiga cara untuk membuktikannya." Ungkap Cira apa yang ia ketahui.


"Tiga cara...?" Ulang Bara melihat serius ke arah Cira. Dia dan juga Bayu tahu apa yang Cira katakan juga benar, Bara hanya ingin menguji Cira sampai di mana wanita itu tahu.


"Coba sebutkan, kita akan buktikan sekarang. Apakah kalung berlian ini asli atau tidak?" Perintah Bara kepada Cira.


Cira diam sejenak, lalu berkata. "Sertifikat kalung ini akan terdapat nama pemiliknya, Ukiran nama dari pemilik kalung ini akan ada pada kaitan rantai kalungnya, dan Surat jual beli asli dari pembuat kalung berlian ini langsung. Setahu saya itu adalah tiga cara untuk membuktikan jika kalung berlian ini asli atau tidak." Penjelasan Cira yang memang ia ketahui tentang kalung berlian yang cukup terkenal di kalangan atas tersebut.


Hanya saja dia tidak menyangka jika kalung berharga dan terkenal itu dapat ia lihat lagi setelah beberapa tahun silam melihatnya di suatu tempat dan di miliki oleh salah satu orang yang ia sebutkan tadi. Siapakah pemiliknya? Akan terbukti dari tiga cara yang Cira sebutkan tadi.


"Baiklah...kita akan tahu kalung berlian ini asli atau tidak." Kembali Bara berucap sembari melihat ke arah Cira.

__ADS_1


"Bayu, coba buka kotak ini. Kita akan buktikan apa yang di ucapkan oleh Cira." Perintah Bara terhadap Bayu.


Cira diam dengan mengerutkan kedua pangkal alisnya. Dia bertanya di dalam hatinya, ada apa dengan Bara hari ini? Cira merasa Bara bersikap aneh.


"Baik." Balas singkat Bayu, kemudian pandangan matanya melihat ke arah Cira sejenak.


Walaupun sejenak terjadi, tetapi pandangan mata mereka begitu penuh makna dan hangat. Bara tahu dan melihat itu, dia hanya dapat diam dan menahan semua perasaannya yang kurang nyaman.


Bayu membuka kotak kaca yang menyimpan kalung berlian tersebut. Pria itu mengeluarkan kalungnya dan menyerahkan kepada Bara.


Bara meraih kalung berlian tersebut, dia melihat teliti kalung itu yang benar-benar terlihat indah dan mahal. Dia pun melihat ke arah kaitan rantai kalung tersebut dan membaca tulisan yang ada di sana. Setelah tahu siapa pemilik dari kalung berlian itu, Bara tersenyum. Cukup membuat semua yang hadir di sana tercengang. Bara kemudian melihat kembali ke arah Cira dengan senyum tipisnya.


"Kairos Louise adalah pemilik kalung berlian ini. Tebakan mu benar." Ucap Bara terkesan akan apa yang Cira ketahui benar.


Semua yang ada di sana sama terkesannya terhadap pengetahuan Cira. Namun tidak dengan Cira sekarang, setelah mengetahui siapa pemilik asli kalung berlian itu.


"Jadi sudah di pastikan kalung berlian ini adalah kalung yang asli." Bara berkata. Kemudian menyerahkan kembali kalung itu kepada Bayu untuk di masukkan lagi ke dalam kotak kaca.


Cira hanya diam melihat kembali ke arah kalung berlian tersebut.


"Kalung berlian yang sangat cantik, terlihat sangat mahal dan berharga." Celetuk Lian yang berdiri di samping Cira.


Semua melihat ke arah Lian yang terlihat sangat mengagumi kalung berlian itu.


"Semua yang melihatnya pasti akan jatuh cinta pada kalung cantik ini." Komentar Lian kembali dengan senyum kagum karena berkesempatan dapat melihat kalung berlian yang cukup terkenal belakangan ini.


"Sepertinya kalung ini akan menjadi primadona pada acara lelang besok." Ucap Lian kembali.


"Kamu benar Lian." Timpal Bayu melihat ke arah kalung itu, lalu melihat ke arah Cira dan berkata.


"Selain kalung berlian ini cantik. Ada kisah cinta abadi di balik pembuatan kalung ini. Konon cerita mistis yang aku dengar kalung ini akan memilih pemiliknya langsung, karena dapat merasakan cinta sejati yang tulus dari pasangan yang akan memiliki kalung ini." Kata Bayu dengan pandangan matanya yang lembut dan hangat melihat ke arah Cira yang juga melihat ke arahnya.


Bayu segera mengalihkan pandangan matanya ke arah lain, setelah ia sadar ketika Cira memalingkan pandangan matanya juga ke arah lainnya. Bayu tersenyum getir melihat sikap Cira yang cukup acuh dan sedikit dingin kepadanya setelah kejadian beberapa hari yang lalu.


Bara tidak buta untuk melihat sikap keduanya. Namun dia hanya dapat diam dan pura-pura tidak tahu apa pun. Bara segera mengalihkan perhatian mereka dengan melangkah ke arah barang-barang lainnya.


Hari ini sungguh begitu berat untuk ketiga insan yang memiliki ikatan kuat di antara mereka bertiga.


Bisakah mereka memiliki jalan kehidupan yang baik seperti keinginan mereka masing-masing. Tidak ada yang tahu masa depan akan seperti apa akan membawa takdir hidup mereka bertiga.


Mereka hanya dapat berusaha untuk menjalani dan mencoba untuk mengubah semuanya seperti yang mereka inginkan. Itulah perjuangan takdir hidup mereka bertiga yang saling terikat kuat.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2