
***Cafe Di Tengah Kota***
Tatapan kecewa Bayu melihat ke arah Cira yang terus menangis tersedu, dan sesekali menghapus beberapa air matanya yang jatuh luluh begitu saja.
Perkataan jujur Cira tidak dapat Bayu percayai begitu saja, dia menginginkan kejelasan serta alasan yang masuk akal yang dapat ia terima dengan baik.
"Apa semua ini hanya lelucon yang sedang kamu lakukan, sayang...?" Tanya Bayu masih berharap di dalam hatinya, jika semua pengakuan Cira hanyalah kebohongan belaka.
Sedangkan Cira hanya diam saja, pandangan matanya yang sedang berkaca-kaca akan air matanya. Begitu terlihat tidak berdaya akan keadaannya saat ini. Keadaan yang tidak pernah ia inginkan sama sekali.
"Sayang...Tolong jangan seperti ini. Ini tidak lucu, aku tidak ingin mendengar lelucon seperti ini lagi." Kata Bayu terus membujuk Cira agar memperbaiki semua ucapannya. Bayu tidak bisa mengakhiri hubungan mereka berdua begitu saja.
Cira melihat teliti serta serius ke dalam mata Bayu yang begitu terlihat kebingungan dan sedih.
"Bayu, aku serius tentang hal ini. Ini bukan lelucon yang sedang aku lakukan. Aku serius, dan benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita berdua." Balas Cira dengan kesungguhan dari sorot matanya.
Bayu tidak buta untuk tidak dapat melihat keseriusan dan kejujuran dari sorot mata kekasih yang sangat ia sayang dan cintai selama tiga tahun lebih. Waktu yang cukup lama untuk mereka berdua dapat saling mengenal satu sama lainnya. Bayu tahu Cira benar-benar serius.
Namun ia hanya tidak ingin mempercayai semua itu dengan mudah, bayu ingin menyangkalnya dan menginginkan mereka berdua baik-baik saja.
"Maafkan aku yang sudah mengkhianatimu. Maafkan aku yang sudah mengingkari janji di antara kita berdua. Maafkan aku yang bersalah padamu. Bayu...!" Ungkap Cira sungguh sangat bersalah kepada Bayu.
Cira terdiam dari setiap perkataannya, sorot mata Bayu terlihat sangat kecewa.
"Aku tidak ingin menyakitimu lebih dalam lagi. Aku tidak pantas untukmu. Carilah pasangan yang lebih tepat untukmu. Aku harap kamu mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi dariku." Ungkap Cira tulus dari dalam hatinya, berharap Bayu mendapatkan wanita yang lebih baik darinya.
Cira terdiam seketika karena ucapan Bayu yang memotong perkataannya.
"Apa kamu sudah selesai...?" Tanya Bayu terlihat mulai kesal serta kecewa.
Cira terdiam dengan terus melihat raut wajah Bayu yang terlihat kecewa, kesal, dan sedih secara bersamaan.
Bayu tersenyum sedih akan situasi mereka berdua. Genggaman kedua tangannya yang ada di atas meja terlihat jelas, Bayu sedang menahan semua gejolak yang sedang ia rasakan saat ini di dalam hatinya. Cira melihat jelas semua itu, dan sangat merasa bersalah kepada Bayu.
"Tidak ingin menyakitiku lebih dalam lagi. Kamu tidak pantas untukku. Kamu berharap aku mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi dari pada dirimu. Kamu memintaku mencari wanita lain...Apa ini masuk akal...??!!" Ungkap Bayu menekan beberapa kalimatnya yang penting baginya untuk di ucapkan. Bayu benar-benar kecewa dan marah akan semua perkataan Cira.
Cira diam dan menyimak. Wanita itu memberikan waktu untuk Bayu mencurahkan semua kekecewaan dan kekesalannya. Dia yang bersalah tidak ingin membela diri sama sekali. Tidak, seharusnya yang bersalah terhadap berakhirnya hubungan mereka berdua adalah Bara dan Mona Daimos. Bukan Cira ataupun Bayu.
Lagi-lagi Bayu tersenyum getir akan keadaan mereka yang terlihat menyedihkan.
"Kamu begitu tega dan kejam saat mengatakan semua itu. Apa kamu tahu bagaimana perasaanku saat ini? Ketika mendengarkan semua ucapanmu yang menyakiti hatiku? Apa benar kamu Cira yang aku kenal selama ini?" Tanya Bayu seakan tidak percaya dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
Cira terdiam sedih akan perkataan Bayu yang terdengar sangat terpukul akan keputusannya tersebut. Kembali air mata Cira luluh begitu saja, tanpa dapat ia cegah. Cira menangis melihat betapa terluka dan hancurnya hati pria yang selama ini ia cintai sepenuh hatinya. Hati Cira ikut hancur melihat itu, tetapi ia tidak berdaya.
"Maafkan aku Bayu…!" Kata Cira bergetar menahan kesedihannya. Tidak ada yang banyak dapat ia katakan. Hanya kata maaf, maaf, dan maaf akan berakhirnya hubungan mereka berdua.
Bayu memejamkan matanya untuk meredam semua gejolak di hatinya, ia sadar saat melihat kesedihan di mata Cira. Wanita itu sama terlukanya saat ini akan hubungan mereka yang harus berakhir akan keadaan yang tidak bersahabat dengan mereka berdua.
__ADS_1
Bayu mencoba untuk mengerti keadaan yang sedang di alami oleh Cira saat ini. Dia ingin mencari tahu, ada apa sebenarnya dengan kekasihnya itu? Apa yang sudah terjadi padanya beberapa bulan terakhir ini? Tepatnya ketika mereka mulai susah untuk bertemu.
Bayu mencondongkan tubuhnya ke depan, ingin melihat Cira lebih dekat lagi. Pria itu mencoba untuk bersabar dan ingin membujuk Cira agar mengubah keputusannya tersebut.
"Sayang…jujur padaku. Apa yang sudah terjadi padamu? Aku tahu semua ini bukanlah keinginanmu sendiri dan bukan dari hatimu. Pasti ada alasan atau orang lain di balik keputusanmu ini." Terka Bayu mencoba untuk bertanya kebenarannya.
"Aku tahu dan yakin kamu juga terluka akan keputusanmu ini, keputusan yang sebenarnya tidak kamu inginkan." Kata Bayu lagi.
Cira melihat teliti serta serius ke arah Bayu setelah ia menghapus air matanya.
Apa yang menjadi kecurigaan dan tebakan Bayu, semua itu benar. Semua itu bukanlah keinginannya, keadaan yang membuatnya harus mengambil keputusan itu. Orang lain yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya, mengubah semua jalan hidupnya beberapa bulan ini. Cira tidak berdaya.
"Bayu…tolong mengerti keadaan dan posisi ku saat ini." Mohon Cira tidak ingin salah bicara akan kecurigaan Bayu tentang keputusannya itu.
Bayu kembali tersenyum getir tidak percaya.
"Aku sangat bisa mengerti keadaan mu. Apa kamu bisa mengerti keadaan ku saat ini?" Cercah Bayu mulai tidak dapat mengendalikan perasaan dan emosinya.
"Cira…Dengarkan aku." Ungkapnya terlihat serius.
Cira diam dan mencoba untuk menyimak.
"Semua ini tidak masuk akal dan tidak dapat aku terima begitu saja. Tidak mudah bagiku untuk mengakhiri hubungan kita ini." Ungkapnya tetap tidak ingin menerima keputusan Cira.
"Aku tahu kamu tidak akan berkata jujur tentang apa yang sudah terjadi padamu."
Bayu tahu sangat jelas, Cira tidak akan mau berkata jujur tentang alasan di balik keputusannya tersebut.
"Dengarkan aku baik baik. Aku akan mencari tahu semuanya, dan aku pastikan kita akan baik baik saja." Tunjuk Bayu dengan begitu tajamnya tatapan mata yang terlihat mulai memerah akan rasa marah dan sedih yang datang secara bersamaan di hatinya.
Cira menahan semua tangisannya yang sudah berada pada puncaknya. Bibirnya ia katupkan serapat mungkin agar tidak mengeluarkan suara tangisan yang seakan ingin meledak begitu saja.
"Aku pastikan hubungan kita akan baik baik saja. Kamu cukup diam dengan tenang dan jalani semua yang sudah mereka atur untuk mu. Apapun status mu saat ini? Entah sebagai istri orang yang kini sedang mengandung. Aku tidak peduli, kamu adalah milikku. Milik Bayu Dirgantara." Tunjuk Bayu ke arah Cira yang juga menahan gejolak di hatinya.
"Ingat semua perkataan ku ini. Istri siapa pun kamu, walaupun kamu sedang mengandung anak dari pria lain. Kamu tetap milikku. Aku akan merebutmu darinya. Ingat itu…!" Peringatan Bayu cukup jelas terdengar oleh Cira dan juga Bara yang berada tidak jauh dari mereka.
Bara tahu jika keponakan laki-lakinya itu cukup serius akan setiap perkataannya. Bara mengepalkan kuat kedua tangannya yang ada di atas meja. Ada perasaan yang kurang nyaman kini Bara rasakan di dalam hatinya.
Peringatan Bayu untuk mempertahankan Cira sebagai miliknya. Cukup serius kali ini. Rahang Bara mengeras menahan perasaannya sekarang.
Bayu bangkit dari duduknya. Tatapan tajamnya begitu penuh akan luka melihat ke arah Cira.
"Sebaiknya kamu pulang, tenangkan dirimu. Kamu hanya cukup diam, tenang, selalu sehat dan berusahalah untuk hidup bahagia. Aku yang akan menyelesaikan masalah kita. Siapa pun kamu sekarang, apapun status mu saat ini? Aku tetap akan mencintai dan menerimamu seperti janji kita selama ini, kita akan menjadi pasangan yang bahagia selamanya. Hanya maut yang akan memisahkan kita." Ungkap Bayu mengingatkan janji yang mereka buat.
Cira kembali meluncurkan dua bening air matanya. Wanita hamil itu cukup terharu akan keteguhan dan sikap tegas Bayu yang masih dapat menerima dirinya, serta terus mempertahankan cinta mereka.
"Jangan menangis…!" Kata Bayu kembali terduduk. Sungguh ia tidak dapat melihat Cira terus menangis akan keadaan mereka yang mulai hancur oleh ulah orang lain.
__ADS_1
"Bayu…!" Ucap Cira mencoba untuk kuat.
"Jangan menangis…jangan menangis seperti ini…jadilah Cira yang selalu kuat akan keadaan seburuk apapun itu. Aku akan mencoba untuk mengerti keadaanmu saat ini. Aku akan buat kita baik baik saja, ini adalah janji baruku sekarang padamu."
"Bayu…!" Cira benar-benar terluka dan tidak berdaya.
"Pulanglah…!" Balas Bayu begitu lembut. Ia sadar jika wanita yang ada di hadapannya itu juga terluka dan tidak berdaya. Bayu tidak sanggup untuk marah dan meluapkan emosinya kepada sang kekasih yang begitu sangat ia kasihi dan cintai.
"Pulanglah…Semua akan baik baik saja. Tenangkan dirimu…" Bujuk Bayu begitu lembut pada suara dan nada bicaranya.
"Pulanglah…!" Perintah Bayu menatap hangat kekasihnya itu. Kemudian dengan cepat ia palingkan pandangan matanya ke arah luar jendela.
Bayu tidak sanggup untuk melihat kesedihan, teruka dan tak berdayanya Cira saat ini.
Cira diam sejenak, menghapus air matanya dan berusaha mengatur emosi di hatinya sebelum beranjak lalu pergi dari tempat itu.
Cira terhenti saat akan melangkah. Bayu mengatakan sesuatu yang tentunya menambah beban di hatinya.
"Katakan padanya, jika hubungan kita sudah berakhir. Dia bisa tenang untuk memiliki mu sekarang." Ucap Bayu kembali melihat ke arah Cira yang sudah bangkit dari duduknya dan bersiap untuk melangkah pergi.
Tatapan keduanya bertemu.
"Katakan padanya, jika hubungan kita sudah berakhir dan dia bisa tenang untuk bersama denganmu." Ucapnya tegas.
Cira tahu maksud perkataan Bayu.
"Biarkan dia hidup tenang bersama denganmu, karena itu baik untuk mu saat ini. Setelah itu, aku pastikan semuanya akan kembali seperti semula awal hubungan kita. Cobalah hidup tenang dan bahagia bersamanya untuk saat ini. Itu yang aku inginkan darimu." Ungkapnya. Bayu kemudian memalingkan wajahnya kembali.
Cira terdiam beberapa detik. Dia berusaha mencerna semua perkataan Bayu. Kemudian melangkah pergi meninggalkan Bayu sendiri di sana.
Bayu melihat jauh ketika dia menangkap bayangan Cira melangkah ke arah jalan raya. Cira menghilang masuk ke dalam mobil taksi yang membawanya untuk pulang.
Sedangkan Bayu dan Bara masih di sana. Merenungi semua yang telah terjadi di dalam diam mereka. Satupun dari mereka tidak beranjak sama sekali.
Cukup lama Bayu terdiam dalam pikirannya. Hingga memutuskan untuk pergi dari tempat itu setelah memandang lama kursi kosong yang tadi di tempati oleh Cira.
Bara dapat melihat semua itu. Namun ia juga tidak berdaya, karena semuanya telah terjadi dan tidak dapat di ubah ataupun kembali seperti awal lagi.
Apa yang akan terjadi pada hidup mereka? Hanya sang waktu yang bisa menjawabnya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.