GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
36. Kenyamanan Dari Cira.


__ADS_3

***Apartemen Mewah Bara Daimos***


Dengan lembut tetapi pasti ciuman dan ******* bibir keduanya menjadi semakin panas dan memburu, bagaikan dua insan yang dahaga dan ingin memuaskan keinginan mereka berdua, kini Bara dan Cira telah melepaskan semua apa yang mereka gunakan, dan sama-sama terlihat polos tanpa sehelai benangpun.


Tanpa merasa malu Cira merapatkan tubuhnya yang polos pada tubuh Bara, merasakan kulit tubuhnya yang terasa panas nyaman bersentuhan dengan kulit tubuh Bara. Bara panas akan pergerakkan serta sentuhan lembut tangan dan setiap kecupan Cira pada tubuhnya.


Bara membalas dan mencium setiap inci pada tubuh polos Cira yang terasa nikmat baginya. Bara menikmati kedua benda yang terasa lembut dan penuh pada kedua tangannya, perlahan dia mencium dan menikmati setiap inci kedua benda kenyal yang Cira miliki, membuat Cira semakin terbakar akan rangs*ng*n yang luar biasa nikmat.


"Aaahhhh…tuan…lakukan sekarang…" Gumam Cira lembut di sela-sela tubuhnya yang menggeliat, merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Bara pada kedua benda kenyal miliknya.


Bara dapat mendengar ucapan dan ******* lembut Cira serta remasan jari-jemari Cira pada rambutnya, membuat dirinya semakin terbakar dan tegang yang memuncak. Tidak sabar rasanya untuk mengarungi kenikmatan yang mereka dambakan dan inginkan saat ini.


Keduanya sudah sama-sama merasakan terbakar akan api hasrat yang hampir memuncak dan ingin mendapatkan kenikmatan yang lebih, yang bisa membuat keduanya merasa terpuaskan.


Kamar apartemen mewah milik Bara Daimos terasa panas karena pergerakkan dua insan yang sedang terbakar akan hasrat mereka, AC dari kamar tersebut berada pada suhu yang sangat terasa dingin, tetapi tidak memiliki pengaruh pada keduanya.


Sentuhan lembut yang Bara lakukan pada seluruh tubuh polos Cira, membuat Cira sangat menikmati tubuhnya yang berada di bawah kungkungan Bara, rasa nikmat yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Bara dan Cira menikmati setiap gerakan yang saat ini mereka lakukan, Bara secara perlahan menuntun tubuh Cira yang berada di bawah kungkungannya, untuk menikmati permainan yang mereka lakukan dan butuhkan saat ini.


"Aaaaas…Apa kau menikmatinya…?" Bisik mesra Bara seraya menatap lembut Cira yang menjawab dengan hanya menganggukkan kepalanya saja.


Tatapan lembut dan hangat Cira melihat intens Bara, membuat Bara semakin semangat akan tatapan yang menghipnotis dirinya.


Perlahan Bara menyatukan tubuh mereka dengan lembut, Cira terlihat sangat menikmati apa yang di berikan dan di lakukan oleh Bara pada penyatuan tubuh mereka. Perlahan tapi pasti kenikmatan yang mereka butuhkan menjadi kesatuan yang seirama mereka dambakan saat ini. Begitu nikmat dan nyaman.


"Ooooo…Cira…" Bisik mesra Bara di sela-sela gerakkannya yang lembut.


Cira masih menatap Bara dengan hangat dan lembut, serta terus menikmati apa yang di berikan oleh Bara padanya. Bara memberikan ciuman ringan pada bibir Cira, ciumannya yang mendapatkan balasan dari Cira dengan membuka sedikit mulutnya, agar Bara dapat mengabsen setiap bagian di dalamnya dan menikmati bibir Cira yang terasa manis baginya.


Kedua insan yang sama-sama menikmati penyatuan mereka, terlihat sudah basah pada seluruh tubuh mereka bermandikan peluh, olah raga nikmat yang membuat mereka melayang dan lupa akan apapun saat ini. Hanya mencapai kl*m*ks kenikmatan terakhir yang mereka dambakan bersama.


Hampir satu jam lebih Bara dan Cira mengarungi kenikmatan hidup yang hanya bisa di ciptakan oleh dua insan berpasangan. Bara masih terlihat sangat kuat dan tangguh memimpin permainan olahraga tubuh mereka, tubuh Cira menggeliat beberapa kali akan klim*ks yang di ciptakan oleh permainan Bara yang begitu kuat, tangguh dan mendominasi. Cira puas akan apa yang dia dapatkan dari permaianan Bara padanya.


"Aaaaaa Cira……!!!" Bisik Bara saat mencapai puncak kenikmatannya sembari memeluk tubuh Cira lalu mencium lembut bibir wanita itu dengan sedikit kecupan- kecupan panjang yang mereka lakukan.


Dengan nafas yang terengah-engah mereka saling menatap lembut dan hangat, terlihat jelas di mata mereka sama-sama puas akan kenikmatan yang mereka berdua ciptakan dan dapatkan.


Bara mengecup lembut kening Cira, sebelum akhirnya ia bangkit dari atas tubuh wanita yang ada di bawahnya. Membaringkan tubuhnya yang terengah-engah dan berusaha mengatur nafasnya tersebut. Cira pun melakukan hal yang sama, tubuh polosnya berusaha ia tutupi dengan selimut yang ada di sana.

__ADS_1


Saat Cira ingin beranjak pergi untuk membersihkan dirinya. Tubuhnya di peluk dari arah belakang oleh Bara, lalu berkata.


"Biarkan. Tetap diam di sini, agar kau cepat mengandung anakku." Ucapnya, sukses membuat Cira diam terpaku pada tempatnya.


"Aku lelah hari ini, dan aku tahu kau juga lelah. Tidurlah…!!" Ucapnya lagi. Cira tidak dapat bergerak sama sekali.


Beberapa menit berlalu, terdengar nafas Bara yang lembut menyapu kepala bagian belakangnya. Menandakan jika Bara kini tengah tertidur lelap karena kelelahan. Cira yang tidak dapat bergerak di dalam dekapan Bara, hanya bisa ikut tertidur bersama. Keduanya sama-sama lelah akan rutinitas dan perasaan yang mereka rasakan selama ini.


...--------------------------------...


Sebuah gurun memiliki situasi atau tempat yang panas serta kering dan gersang. Gurun penuh akan kehampaan, kekeringan, hawa panas, dan sulitnya mendapatkan sumber air di tempat itu. Yang dapat tumbuh hanyalah sesuatu yang dapat bertahan lama di dalamnya.


Pohon kaktus yang penuh akan duri, rerumputan yang sudah kering, dan pasir serta tanah yang kekurangan pasokan air untuk membasahinya. Itulah perumpamaan hidup Cira sekarang.


Hidup Cira penuh akan rintangan, rasa sakit, kehampaan, keputusan asaan dan kehilangan. Bagaikan hidup di daerah Gurun pasir yang panas dan kering. Untuk bertahan hidup di dalam Gurun itu, ia memerlukan asupan air hujan dari langit agar dapat membasahi dan menyejukkan Gurun yang begitu panas dan kering.


Berharap hujan turun di saat musim kemarau, dan memberikan pelangi yang penuh warna setelah hujan badai selesai. Harapan yang tidak pasti untuk di dapatkan. Gurun yang merindukan pelangi, bagaikan hidup Cira yang penuh penderitaan menginginkan kebahagiaan.


Akan kah Cira dapatkan kebahagiaan itu. Apakah memberikan seorang anak yang akan ia lahirkan bisa membuatnya bahagia karena akan lepas dari ikatan Bara? Akankah hidup Cira bahagia, jika dapat membalaskan dendam dari penderitanya kepada Bara dan Mona? Kehilangan cinta dan kekasih membuat hatinya sakit dan menderita. Apakah bisa ia kehilangan seorang anak kandung yang terlahir dari rahimnya?


Hanya takdir, waktu dan pengalaman hidup yang akan menjawab semuanya. Cira menjalankan apa yang ingin ia jalani. Cira mengikuti alur yang telah di tentukan dan alur yang ia buat sendiri.


Kehilangan sesuatu yang kita miliki, untuk mempertahankan sesuatu yang lainnya. Kehilangan itu akan jadi berharga jika apa yang kita pertahankan lebih berharga daripada yang kita relakan untuk pergi.


...--------------------------------...


Cira bangun di saat Bara masih terlelap pada tidurnya yang nyaman. Cira selesai membersihkan dirinya, kemudian pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam untuk mereka berdua.


Cira mencoba untuk menjadi istri yang baik dan patuh pada suaminya. Melayani dan mengikuti apapun keinginan suami kejamnya itu. Cira ingin meraih simpati Bara sebagai awal mulainya balas dendam yang ia rencanakan.


Cira melupakan sejenak rasa sakit, amarah dan bencinya kepada Bara. Menyimpan semua itu di dalam relung hatinya yang paling dalam. Semua itu akan menjadi ingatan dan senjata untuk kuat bertahan melawan Bara dan juga Mona Daimos.


Begitu selesai memasak semua makan malam mereka. Bertepatan dengan datangnya Bara melangkah mendekat dan berdiri di samping meja makan, setelah Cira selesai meletakkan piring makan untuk mereka.


Bara terlihat lebih fresh dan segar setelah mandi dan menggunakan pakaian santainya. Hanya memakai kaos dan celana kain pendek, Bara sudah terlihat tampan.


"Apa tuan mau makan sekarang?" Tanya Cira melihat Bara hanya berdiri saja.


"Iya. Aku lapar." Balasnya sembari duduk.

__ADS_1


"Kau memasak semua ini sendiri?" Tanya Bara melihat beberapa masakan yang ada di atas meja makan.


"Iya tuan. Tapi saya tidak tahu, apakah bisa mengikuti selera anda." Balas Cira sembari memberikan nasi ke dalam piring Bara.


Bara melihat semua masakan itu terlihat lezat. Setelah lelah berolahraga tadi, perutnya sangat lapar dan ingin di isi penuh.


"Tuan mau makan yang mana?" Tanya Cira terdengar ramah.


Cira senang jika apa yang ia masak di makan habis dan di sukai oleh orang yang memakannya.


"Aku mau yang itu dan yang itu." Tunjuk bara pada sapi lada hitam dan Cah jamur yang ada di sana. Cira segera menyendokan apa yang Bara inginkan.


Bara tidak langsung memakan makanannya. Dia melihat ke arah Cira yang masih berdiri di sampingnya.


"Ada lagi yang tuan inginkan?" Tanya Cira karena Bara belum mulai untuk makan.


"Mengapa kau tidak duduk?" Tanya Bara melihat heran Cira masih berdiri di sana.


"Tidak apa apa tuan. Saya akan makan setelah anda selesai." Balas Cira tanpa sadar tersenyum ke arah Bara.


Bara terpaku akan senyum manis Cira yang menampilkan dua lesung pada pipinya. Baru kali ini Bara melihat hal tersebut di perlihatkan oleh Cira. Benar-benar cantik dan manis.


"Tuan…tuan…!" Panggil Cira melambaikan tangannya di depan wajah Bara yang sedang terhipnotis akan senyuman Cira.


Bara tersadar kembali, kemudian berkata dengan tegas untuk mengalihkan perasaannya.


"Duduk dan temani aku makan. Aku benci makan sendiri." Ucap Bara sebagai perintah yang harus Cira ikuti.


Cira mengerti perintah Bara. Dia pun duduk pada kursi yang ada di sebelah Bara. Mereka makan malam bersama dalam hening.


Sesekali Bara akan menunjuk ke arah makanan yang ia inginkan. Cira melayaninya dengan patuh. Kali ini terlihat kedamaian pada mereka berdua, tidak ada rasa benci, marah, ataupun kesal. Mereka terlihat seperti pasangan suami istri yang sebenarnya. Sedangkan Bara sudah sangat lama tidak merasakan dan mengalami situasi seperti itu. Cukup membuatnya senang dan nyaman melihat Cira patuh padanya.


Malam ini Cira dapat memberikan kenyamanan itu kepada Bara. Tentunya memiliki nilai tersendiri untuk Bara kepada Cira, istri keduanya itu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2