GURUN Merindukan PELANGI.

GURUN Merindukan PELANGI.
25. Cinta Dan Rindu Yang Menyakitkan.


__ADS_3

***SINEL Cafe***


Di dalam mobil yang di kendarai oleh Bayu dan Cira, mereka berdua hanya diam sepanjang perjalanan. Bayu tidak tahan akan situasi mereka, dan akhirnya mulai membuka perbincangan di antara mereka.


"Beberapa hari ini kamu menghilang tanpa dapat aku hubungi. Ada apa?" Tanya Bayu membuka perbincangan di antara mereka berdua.


Cira yang tadinya memandang ke arah samping, akhirnya melihat ke arah Bayu yang sedang memegang kemudi mobilnya.


Tatapan mata mereka bertemu sejenak karena Bayu harus memperhatikan jalan di depannya.


"Maaf." Hanya kata kata itu yang dapat Cira ucapkan untuk mengutarakan semua kesalahan yang telah ia perbuat di dalam hubungan mereka berdua.


Ingin rasanya ia menangis tetapi dapat Cira tahan. Ingin rasanya ia mengatakan jika hubungan mereka sudah berakhir, tetapi Cira tidak sanggup. Cira membutuhkan waktu lebih lama untuk tenang dan kuat mengatakan itu kepada Bayu.


Di tatapnya wajah tampan pria yang sangat ia cintai dan kasihi sepanjang tiga tahun hubungan mereka. Cinta mereka tidak salah. Keadaanlah yang salah, dan ini semua karena Bara dan Mona Daimos. Itulah yang ada di dalam pikiran dan benak Cira untuk semua yang telah terjadi sekarang.


Sedangkan Bayu yang mendengar kata maaf dari Cira. Merasa ada yang tidak beres pada kekasihnya tersebut.


"Kata maaf itu untuk apa? Apa ada yang telah terjadi?" Tanya Bayu balik akan kata maaf Cira.


Cira terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang akan menjadi jawabannya.


"Maaf jika beberapa hari ini aku menghilang tanpa kabar. Maaf telah membuat mu cemas." Balas Cira dengan mencoba tersenyum untuk menguatkan hatinya yang harus tertata rapi dan mencoba tenang, agar mampu mengatakan kebenaran yang sekarang terjadi.


Bayu melihat ke arah Cira yang kembali tersenyum, namun ia tahu di dalam senyuman itu terdapat beban yang sangat berat bagi Cira.


"Kamu tahu bagaimana aku sangat bingung dan kehilangan arah di saat tidak dapat menghubungimu dan tidak tahu kabar darimu? Apa kamu tahu bagaimana rasa rinduku pada mu beberapa hari ini?" Tanya Bayu ingin mencurahkan apa yang hatinya rasakan.


Cira tahu dan sangat mengerti apa yang Bayu rasakan, karena Cira juga merasakan apa yang Bayu rasakan. Rindunya begitu besar pada Bayu, Namun cinta dan rindunya telah kalah akan keadaan yang telah terjadi padanya.


"Aku tahu. Untuk itu aku minta maaf. Maafkan aku…!!" Ucap Cira tulus dari hatinya, tanpa dapat ia cegah, matanya mulai menghangat dan berkaca-kaca.


Cira tidak sanggup kehilangan Bayu dan cinta pertamanya. Apa yang harus Cira lakukan? Apakah setelah Cira mengatakan kebenaran itu, Bayu dapat mengerti dan menerimanya? Cira kini takut akan keadaan dirinya.


Bayu tiba-tiba menepikan mobilnya dan menghentikan laju mobilnya. Ia begitu terkejut melihat mata Cira yang penuh akan sorot sakit dan luka. Mata Cira tidak mengatakan bahwa dirinya baik baik saja.


"Ada apa sayang…?" Tanya Bayu dengan lembut sembari mencangkup wajah Cira dengan kedua telapak tangannya.


Air mata yang di tahan Cira sekuat tenaga, jatuh begitu saja. Perhatian, kasih sayang dan sentuhan lembut Bayu membuat hatinya semakin sakit dan tidak sanggup untuk kehilangan Bayu. Cira kalah akan perasaan cinta dan kasih sayangnya terhadap Bayu.


Cira memeluk tubuh Bayu dan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukkan pria yang selalu memberikan kehangatan dan kelembutan cinta untuknya. Cinta dan kekasih pertamanya. Apakah Cira sanggup untuk merelakan semuanya?


Bayu terdiam dan terpaku, tangis dan pelukkan Cira dapat ia rasakan begitu menyayat hatinya. Bayu membalas pelukkan wanita itu untuk menenangkan perasaan Cira. Bayu begitu tersentuh dan dapat merasakan betapa terluka dan sakitnya Cira saat ini.


"Menangislah sayang…Menangislah jika itu yang kamu perlukan." Ucap Bayu sembari mengelus sayang rambut panjang Cira di sela-sela pelukkan mereka. Bayu mengecup sayang pucuk kepala Cira dengan begitu hangat dan lembut.


Cira semakin terluka dan sakit akan sentuhan lembut yang selalu membuatnya bahagia. Kini sentuhan dan perhatian Bayu yang dulu selalu membuat ia bahagia, sekarang membuat dirinya sakit, terluka dan tidak berdaya. Cinta dan rindu ini menyakitkan bagi Cira.

__ADS_1


'Maafkan aku Bayu. Aku bersalah padamu. Tidak seharusnya aku ada di dalam hidupmu. Maafkan aku…maafkan aku sayang…!!' Gumam begitu pilu dan sakit Cira di dalam benaknya.


Beberapa detik telah berlalu, begitu puas Cira mencurahkan tangis kesedihannya di dalam pelukkan Bayu. Cukup bagi Cira untuk membuat hatinya tenang dan hangat akan perlakuan lembut Bayu padanya.


Perlahan Cira mengurai pelan pelukkan mereka. Bayu menatap teduh wajah Cira yang juga melihatnya. Bayu menghapus air mata Cira dengan lembut hingga tidak ada lagi air mata itu di wajah cantik Cira.


"Apa sudah lebih baik?" Tanya Bayu dengan lembut dan pelan.


"Iya. Terima kasih." Balas Cira sembari menganggukkan kepalanya.


"Maaf, jas dan kemeja mu jadi basah." Ucap Cira sembari menyentuh jas dan kemeja Bayu yang basah akan air matanya.


"Tidak masalah." Balasnya dengan menggenggam tangan Cira.


"Yang terpenting kamu sudah lebih tenang sekarang."


Keduanya saling menatap. Begitu mesra dan penuh akan binar cinta. Cira tahu, cinta Bayu begitu tulus dan besar untuknya. Begitu pun dirinya.


Keadaan yang begitu tenang dan di dukung akan kerinduan keduanya. Perlahan Bayu mendekatkan wajahnya pada wajah Cira. Bayu mendaratkan sebuah kecupan pada bibir ranum Cira yang begitu terasa manis baginya.


Sebuah kecupan ternyata tidak cukup untuk keduanya. Bayu kembali memperdalam ciuman mereka, perlahan sebuah kecupan telah berubah menjadi pagutan yang begitu mesra dan manis bagi keduanya.


Pagutan demi pagutan keduanya mencurahkan kerinduan dan cinta yang mereka rasakan saat ini. Bayu begitu bahagia mendapatkan ciuman manis yang begitu lama tidak ia dapatkan dari Cira, keduanya sama-sama menikmati ciuman mereka.


Tiba-tiba Cira teringat akan ciuman panasnya bersama Bara di saat malam pertama mereka. Cira dengan segera membuka matanya dan melerai ciuman mereka.


Bayu melihatnya dengan heran. Melihat Cira yang seakan bersalah pada wajahnya saat ini.


Cira menatap intens wajah Bayu dengan kebingungan di dalam hatinya.


'Tidak seharusnya ini terjadi. Apa yang sudah aku lakukan? Ini salah. Ini salah. Aku tidak seharusnya seperti ini.' Gumam Cira di dalam hatinya melihat intens ke arah Bayu.


"Ada apa sayang?" Tanya Bayu lagi karena Cira hanya diam melihatnya saja.


"Tidak. Tidak ada apa apa." Balas Cira yang tidak dapat banyak bicara.


"Are you ok honey?"


"Yes. Iam ok….!!" Balasnya sembari membenarkan posisi duduknya.


Bayu tahu jika wanita di hadapannya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Bayu mencoba untuk mengerti jika Cira tidak ingin menceritakan sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Bayu." Panggil Cira melihat ke arah Bayu.


"Iya sayang."


"Bisakah kita ke cafe saja. Aku belum mau pulang ke rumah." Ucap Cira pada akhirnya.

__ADS_1


Ia mengingat jika dirinya tidak bisa kembali ke kantor dalam keadaan kakinya yang di perban kaku. Itu menghalanginya untuk melangkah bebas. Jika ia memaksakan untuk datang ke kantor, sudah pasti Bayu akan menggendongnya kembali karena kesulitan dalam berjalan.


Cira tidak ingin itu terjadi dan mengundang perhatian banyak karyawan di perusahaan Daimos grup. Cira lebih memilih ijin dan pulang ke cafe. Selanjutnya akan pulang ke apartemen. Tidak mungkin Cira meminta Bayu untuk mengantarkannya ke apartemen mewah Bara. Jika Bayu tahu di mana ia tinggal, tentunya Bayu tahu apartemen milik siapa itu?


"Baiklah." Balas Bayu tidak banyak tanya lagi. Ia mencoba untuk mengerti keadaan dan keinginan Cira saat ini.


Tidak ada pembicaraan antara mereka di sepanjang perjalanan. Cira betah pada pemandangan jalan di sampingnya untuk merenungkan semua yang terjadi padanya, dan menghindari kontak mata dengan Bayu. Sedangkan Bayu terus mencuri pandang ke arah Cira, ia tahu ada yang tidak beres pada keadaan kekasihnya saat ini.


'Ada apa sebenarnya dengan mu sayang? Aku tahu kamu sedang dalam masalah dan menyembunyikan sesuatu dariku.' Gumam Bayu di benaknya sembari sesekali memandang ke arah Cira.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam kantor pribadi Cira yang ada di cafenya. Mereka menggunakan pintu samping cafe untuk masuk, karena kondisi Cira yang harus di gendong ala bridal oleh Bayu.


Sarah yang menjadi kaki tangan Cira di dalam cafe tersebut, melihat cemas sahabat sekaligus atasannya tersebut.


"Ada apa dengan mu sayangku?" Tanya cemas sarah duduk di samping Cira.


Sarah melihat kaki Cira yang di perban. Lama tidak ada kabar dan tidak datang ke cafe. Sekalinya datang kakinya di perban. Bagaimana sarah tidak cemas dan khawatir pada sahabatnya tersebut. Pasalnya Sarah tidak tahu apa yang telah terjadi pada Cira beberapa hari ini.


"Aku tidak apa apa, hanya sedikit terkilir." Balas Cira agar gadis di hadapannya tidak khawatir lagi.


"Tuan Bayu, sebenarnya apa yang telah terjadi? Bukannya anda tidak tahu kabarnya dan tidak tahu keberadaan Cira. Di mana anda menemukannya?" Tanya Sarah ke arah Bayu.


Bayu melihat ke arah Cira sejenak, dan kembali melihat ke arah Sarah yang masih terlihat cemas.


"Aku bertemu dengannya di perusahaan tempatku bekerja." Balas Bayu yang membuat Sarah tidak mengerti.


"Di perusahaan tempat anda bekerja? Bagaimana bisa?" Tanya Sarah tidak mengerti.


Bayu melihat ke arah Cira yang menggelengkan kepalanya, tanda jika Sarah tidak tahu jika dia bekerja pada perusahaan Daimos grup. Sarah tahu ada yang tidak beres pada keduanya.


"Sarah…!" Panggil Cira. Ia harus menjelaskan semuanya. Agar Sarah tahu situasinya yang akan sangat jarang datang ke cafe mulai hari ini.


"Sejak kemarin, aku bekerja di perusahaan Daimos grup. Menjadi sekretaris presdir perusahaan tersebut." Balas Cira menjelaskan.


Sarah terdiam sejenak, mencerna apa yang sedang di katakan oleh Cira.


"Bekerja dan menjadi sekretaris di perusahaan Daimos grup. Apa tidak salah?" Tanya Sarah cukup terkejut dan tidak percaya.


Bagaimana bisa Cira bekerja menjadi seorang sekretaris, jika Cira sudah memiliki usaha bisnisnya sendiri, dan sedang berkembang pesat menjadi besar dengan 15 anak cabang yang ada di beberapa kota dan negara lainnya.


Sarah tidak dapat mempercayai itu. Apa yang sedang di kejar oleh Elcira Ardelia? Untuk apa bekerja pada seseorang, jika dia sudah memiliki usaha bisnisnya sendiri? Sarah tidak mengerti dan tidak dapat mempercayai semua itu. Bayu yang tahu pun tidak mengerti akan jalan pikiran Cira saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2