Half Bad Girl

Half Bad Girl
pabrik roti


__ADS_3

Rossa lulus kursus jahit, melamar di salah satu pabrik garment. Baru masuk trening ia sudah tak kuat. Target yang di luar nalar 200 biji per jam bahkan ada yang 500 biji perjam per bagian jika di rasa bagian itu mudah. Jika tak bisa mengejar target siap siap saja kena marah spv. Bentakan bahkan kata kata kasar terlontar dari si spv. Semua demi target. Mereka di bentak agar punya motifasi meningkatkan kemampuan diri katanya. Mereka yang bertubuh ramping (rata rata tak bisa gemuk), para wanita tangguh dari garment. Mungkin tidak semua pabrik garment seperti itu, namun itulah yang di alami Rossa. Cewek itu kini mengerti betapa sulitnya mencari uang.


Keluar masuk kerja karena tak cocok ini dan itu Rossa alami. Hingga pada suatu hari ia dan kakaknya berjalan jalan sore tak jauh dari rumah. “Kaaakk putar balik kak!!!” Teriak Rossa pada kakanya. “Pelan pelan dek. Bisa tuli telingaku kamu teriak sekenceng itu.” Kak Ifa pun memutar balik motornya. Sebuah pabrik roti yang cukup terkenal membuka lowongan untuk operator produksi. Tanpa pikir panjang Rossa pulang dan membuat surat lamaran kerja.


Pabrik roti itu ternyata cukup luas. Yang paling mengherankan walaupun pekerjaannya membikin roti, tapi karyawannya di dominasi kaum laki laki. “namanya siapa mbak?” tanya laki laki senior di pabrik itu. “. Rossa pak.”


“udah pernah kerja di mana?”


“Dimana mana pak. Tapi gak cukup lama. Ada aja yang bikin gak cocok”


“Semoga disini betah yaa”

__ADS_1


“Makasih pak”


Rossa berkenalan dengan beberapa orang di sana. Di bagiannya ada empat orang baru. Tiga laki laki satu Rossa.


Ross tuh roti mu matang ambil gih dari oven. Rossa pun kebingungan membuka oven yang sebesar lift itu. Ketika pintu oven di buka oleh seniornya Rossa melompat ke samping. “panas mas” teriak Rossa. Si senior tertawa “panas lah buka oven. Dingin ya buka kulkas Ross.” Mereka tertawa bersama. Suasana penuh canda tawa, target yang masih masuk akal, dan spv yang jauhh dari kasar membuat Rossa betah di tempat itu. Meski harus menjalani 3 sift yang berganti tiap minggunya.


Hari ber ganti minggu, minggu berganti bulan. Saatnya gaji pertama untuk Rossa. Seluruh karyawan baru di minta ke ruang atas untuk ambil gaji. Rossa yang tempat kerjanya di bagian ujung belakang pabrik harus melewati beberapa bagian produksi lain untuk ke ruang atas. Tiba di wilayah pengovenan kue bolu. Saat itu sift mereka yang selisih dua jam dari sift Rossa sudah berakhir. Setiap akhir sift di wajibkan untuk mengepel dan membersihkan bagian ruang kerja. Rosa yang terlalu senang menerima gaji pertama terburu buru berjalan hingga pada akhirnya..... “aaaaawwwww” teriak Rossa yang terpeleset air pel di bagian pengovenen bolu. Seorang cowok yang membawa loyang bolu bertumpuk tumpuk dengan sigap menangkap tubuh mungil Rossa. Seperti adegan di filem filem korea atau india yang bertebaran bunga bunga. Namun kali ini bukan bunga yang berjatuhan tapi loyang loyang bolu berjatuhan. Salah satunya mengenai kepala si cowok. “Aduhh maaf mas gara gara megangin aku kepalamu merah” kata Rossa menyesal. “Gak papa cuman kena pucuk loyang kok asal kamu gak jatuh. Airnya kan kotor” kata cowok itu memegangi pelipisnya yang merah. “mas gak papa? Berdarah gak?”


“Enggak udah sana ambil gaji kan”


“ciee yang udah terima gaji” sapa Setyo teman satu bagian Rossa yang lebih senior. “ iya nih seneng yaa dapat uang dari hasil sendiri. Beda gitu sama uang jajan waktu sekolah.”

__ADS_1


“Gak ada rencana nraktir aku?”


“Gak gaji mu kan lebih besar. Lebih senior. Kamu dong yang nraktir aku”


“Beneran mau di traktir?”


“Yaaa kalau iklas” kata Rossa ngeloyor mengambil tasnya di loker.


Siang itu hp Rossa berdering. “ kenapa Yo?” tanya Rossa tanpa salam pembukaan karena sudah akrab dengan orang di ujung telpon. “ jadi mau di traktir gak?” suara Setyo di ujung telpon. “ jadi dong. Kapan?” tanya Rossa


“ ganti baju dandan yang cantik. Aku jemput sekarang.”

__ADS_1


“pulang jangan sore2 kita nanti sift malam.” Rossa mengingatkan.


“Iyaa” sambungan telpon mati tanpa salam.


__ADS_2