Half Bad Girl

Half Bad Girl
said tama


__ADS_3

Malam harinya hempong jadul Rossa berdering


"haloo asalamualaikum siap ya?"


"waalaikumsalam ini Tama Ross" obrolan pun berlangsung hingga beberapa jam. dari obrolan itu Rossa tau Tama anak ke 2 dari 5 bersaudara. lulus kuliah guru, malah merantau ke jepang. ini sudah setahun lebih beberapa bulan ia pulang dari jepang. sekarang sedang membangun kosan di belakang pabrik textile terbesar di indonesia.


Tama


Terdengar ibu Rossa menyuruhnya untuk tidur. " ya udah Ross bobok sana. Tuh suara ibuk mu sampai kedengeran hehehehhe. Met bobok cantik" terdengar beberapa kata balasan di ujung sana. Tama membayangkan wajah tersipu dari ujung sana.


Tama merebahkan tubuh dikamarnya. senyum terkembag dari wajahnya. Tak sia sia usahanya selama ini. Sekali action alamat rumah, dan nomer hp ditangan. Semoga ini awal yang baik untuk ku. batin Tama. Bayangan masalalunya kembali menghantui. Dadanya pun terasa sesak. Terbayang wajah yang selama ini ia rindukan. Hahhhh sesak itu kian menghimpit. Tangis bayi berusia 3 bulan memecah lamunannya. Tama pun segera menghampiri suaratangis itu. "kenapa mbok?"


"mungkin popoknya basah den" jawab wanita berkain jarik berkebaya bunga bunga.


Rossa


kegiatan pagi rossa di pagi hari membantu ibunya mencuci piring, mandi, sarapan, bersantai sebentar berangkat kursus. Saat Rossa mencuci piring ibunya sibuk memasak sarapan. Rossa terbiasa menggunakan moment itu untuk bercerita ngalor ngidul sama ibunya. Apa saja, apa saja yang terpikirkan di otaknya. *moment itu benar benar author alami dulu. sekarang saat jauhh dari ibuk, benar benar merindukannya😥😥 bapar dikit gak papa ya*.


Rossa baru saja akan mandi, deru motor terdengar didepan rumahnya. "lah mas kok pagi pagi sampai sini" Rossa keheranan melihat Tama sudah sampai rumahnya.

__ADS_1


"emang kamu gak masuk? sepeda mu di sekolahkan. aku jemput kamu biar kamu gak ngesot." senyum Tama


"lah kan bisa di antar bapak nanti mas. gak usah repot2 aku aja belum mandi, belum sarapan lagi. nanti kamu telat apel pagi di marahin lagi" Rossa menjelaskan panjang lebar. Tama memang masuk di 20 orang gratis, jadi ia harus ikut apel. " tenang nanti aku telpon pakde kalo aku terlambat. Cepetan mandi. Gak usah sarapan nanti sarapan sama aku." Jelas Tama. Rossa pun meninggalkan Tama untuk mandi.


Tama menolak sarapan di rumah Rossa dengan berbagai alasan. "saya kangen soto di Solo buk, nanti saja sarapan soto. " jelas Tama. Ibu rosa pun mempersilahkan mereka pergi tanpa sarapan. " emang soto di tempatmu beda sama soto Solo mas?" tanya Rossa sambil menyendok soto kemulutnya. " yaa sama sih alasan aja biar bisa makan sama kamu"


" lah makan di rumah ku malah geratis gak bayar"


"emang aku tipe cowok geratisan?"


"gayamu mas mas" olok olok Rossa. "ehh emang izin telat gak pakai surat ya mas?"


"gak kalo ijin sama pakde"


"pakde narto, yang kemarin marah marah sama temen kamu"


"haa pembimbing yang kepanjangan itu????!!" kata Rosa hampir kesedak teh manisnya.


"iya yang hukum kamu di lapangan kemarin" senyum Tama sambil mengenang perdebatan pakdenya dengan gadis mungil di depannya "gak serem apa punya pakde dia?"

__ADS_1


"gak lahh aku kan bukan orang yang suka cari masalah. jadi aman2 aja" jawab Tama


"Dek, masih di kelas?" pesan dari Tama masuk siang itu


"iya mas" jawab Rossa mengetik henpon jadulnya


"ke kantin yang pojokan gih. Aku di sini."


"enggak mas mau sholat dulu sama teman teman" ketik Rossa. Tak berapa lama rombongan bidadari calon penjahit turun dari kelas mereka. Rossa mengambil air wudhu di depan mushola karena tempat wudhu wanita yang hanya beberapa pancuran itu di penuhi teman2 menjahitnya. "mbaknya yang tadi bareng sama Tama yaa?" tanya orang yang nangkring di pagar mushola. Tak di jawab Rossa, karena setahu Rossa jika wudhu tak boleh sambil ngobrol. "mbaknya lagi pdkt apa udah pacaran sama Tama?"


"....." Rossa belum selsai


"walah ajar ndalang iki omong dewe (walah belajar ndalang(pencerita dalam wayang) bicara sendiri)"


"orang lagi wuudhu kok di ajak bicara ya diem aja lah. kalo mau ngrumpi sekarang nih dah selsai" sahut Rossa sudah selsai.


"betul itu" sahut Tama yang tiba tiba sudah di belakang Rossa.


"nahh yang punya datang. Tuh pacarmu di godain Tam." adu species "nangkring" yang lain. "waaaahhh udah pacaran tohh makan makan dong" sahut yang lain. " udah diem banyak nanya malah gak di jatah soto lagi sama Pak Bos Tama lho" sahut 'species nangkring' yang pertama. Rossa mengacuhkan 'species' itu nyelonong masuk ke mushola setelah melempar semyum pada Tama. pacarr? ketemu aja baruuu beberapa kali batin Rossa.

__ADS_1


Dua hari berikutnya Rossa lebih dekat dengan anak anak bengkel mobil karena di traktir makan siang bareng terus sama Tama. Mereka segrombolan cowok cowok koplak yang membuat Rossa tak berhenti tertawa. Tama ternyata terkenal tajirr melintirr di antara teman temannya. kata mereka ia hanya mencari kesibukan kursus disitu. Ayah Tama adalah seorang tuan tanah di desanya. " sampai sawahnya gak kelihatan ujungnya." jelas teman Tama yang pernah main ke rumah Tama. Belum pendapatannya setelah 4 tahun merantau ke Jepang. Tama ternyata sudah membangun 12 kos kosan yang sudah terisi penuh di belakang pabrik textile itu. Dan pembangunan kos yang kedua sedang berjalan.


kritik dan saran sangat di terima author yang masih amatir ini😘😘


__ADS_2