Half Bad Girl

Half Bad Girl
satria 2


__ADS_3

Satria terus mendekati Rossa. Ingin mengubah statusnya menjadi pacar. Ia tak ingin melepas Rossa yang baginya gadis unik. Seperti siang ini ia ingin memberikan kejutan. Ia datang saat jam istirahat Rossa. Satria seorang bos kecil kecilan warung makan membuatnya bebas keluar kapan saja.


Klakson motor ninja merah itu mengejutkan Rossa yang sedang menunggu makan siangnya. “Ngapain kamu di sini?”


“Ngajak kamu makan siang”


“Aku udah pesen makanan. Makan disini aja sayang kalo di buang.”


“Masa iya makan di sini. Gak ada romantis romantisnya.”

__ADS_1


“Salah sendiri gak bilang bilang. Lagian istirahat ku Cuma satu jam. Mau romantis dimana. Udah turun makan sini aja.” Rossa menarik Satria turun dari motornya.


Tangan Rossa masih menggenggam tangan Satria masuk kewarung saat Setya datang bersama Dona untuk makan di situ juga. Teman teman Rossa langsung heboh dengan adegan pertemuan sepasang mantan tunangan itu. Membuat Satria menyadari siapa yang datang. Rossa cuek saja. Satria memeluk pinggang Rossa secara posesif. “Yang aku gak dikenalin teman teman kamu?” suara Satria sengaja di keraskan. Rossa memperkenalkan satu satu teman semejanya. Teman teman di tart. “Ohh jadi yang pake sragam ini teman teman kamu semua. Termasuk yang di luar meja ini?” Tanya Satria “Iya suaranya biasa aja jangan kenceng kenceng. Aku belum budeg Sat.” Kata Rossa yang terganggu dengan suara Satria berbicara dengan nada keras. “Lagian aku bukan pacar kamu ngapain kamu manggil yang yangan segala” Rossa protes. “Ya udah gini aja pengumuman buat teman temannya Rossa hari ini makan siang aku yang traktir. Makan sepuasnya, doakan Rossa menerima cinta ku”


Pengumuman itu di sambut tepuk tangan dari orang orang warung yang semua buruh pabrik roti teman Rossa. Dua orang di pojokan warung terkejut. Si cowok yang tak lain Setya berdiri meninggalkan warung di ikuti si cewek. Rossa melihat kearah Setya . Pandangan mereka bertemu, namun keduanya segera melihat kearah lain. “Ampuunn mantan bentuknya gak jelas gitu masih dilihatin” kata Satria setelah Setya pergi. " apa coba yang di bangga in. penampilan lusuh gitu, muka juga cakepan aku. Apa coba yang di sesali putus dengan dia?" lanjut Satria.


“Siapa aku enggak” elak Rossa. Teman temannya pun tertawa. “udah Ros terima yang ini. Lebih tajir, lebih ganteng, lebih bisa di andalkan” kata Rena yang senang dapat makan siang gratis. “Bener itu!!” Satria manggut manggut sambil menyeruput es tehnya.


Apapun yang di katakan teman temannya Rossa tetap kekeh tak mau menerima Satria sebagai pacar. Ia belum siap membuka hati. Ia hanya ingin menyembuhkam hatinya yang terluka. Baru membuka hati. “Trus status ku apaan?” tanya Satria

__ADS_1


“Teman”


“Gak bisa di tambahin mesra? Teman tapi mesra gitu?”


“Gak. Biar kamu gak bisa nyosor.” Kata Rossa. Mereka mojok di pojokan warung setelah makan siang habis. Satria tersenyum jahil mengingat ciuman mereka yang tentu sangat membekas untuk Rossa. “Jam istirahatku habis. Makasih buat traktirannya.” kata Rossa pamit. "makasih mas keren buat traktirannya. sering sering juga boleh kok mas." kata Rena girang.


"kalo udah jadian jangan lupa traktirannya di tunggu yaa" imbuh Hedi


"iyaa kalo sampe kita jadian kalian semua aku traktir steak gimana deal?"

__ADS_1


"DEAL!!!!" seru mereka serempak. Rossa tak bergaming.


__ADS_2