
Seminggu sudah Rossa menyandang sebagai kekasih Tama. Selama seminggu itu Rossa bersikeras berangkat sendiri ke tempat kursus, karena Tama selau ingin mengantar jemputnya. Rossa hanya takbenak hati. Jarak yang di tempuh Tama dari rumah ketrmpat kursusan sekitar satu jam. Jika ia harus antar jemput dibutuhkan waktu setengah jam, karena rumah Rossa ternyata tak searah. Lagi pula kalau di jemput Tama, Rossa harus berangkat pagi. Tama harus ikut apel pagi.
Hari Minggu ini Tama ingin ke rumah Rossa. Ia mengabari Rossa tadi malam di telpon. Rossa sudah dandan bersiap jalan2, karena pikirnya Tama akan mengajaknya berjalan jalan seperti minggu lalu. Deru kendaraan terdengar di depan rumah Rossa. Tama datang dengan seseorang. beberapa orang terlihat berjalan dari ujung gang depan. Betapa kagetnya rossa ternyata orang yang di bonceng Tama adalah Pak Narto, pembimbing yang kepanjangan itu. Salah satu dari orang yang berjalan itu ada ibunya Tama. " lahhh mas, kok sama Pak Narto, sama ibuk segala??" tanya Rossa bingung.
"Mau ngelamar kamu" jelas Tama
"haaa!!! a...aaa... aaappa?" Rosa gugup
__ADS_1
"Iya sayang ngelamar kamu. ini ibuk, kakak ku suami istri, adik aku sama pakde aku. jelas Tama pada Rosa.
"ibuuuuukkkk" teriak Rossa langsung masuk kedalam rumah tanpa menyalami orang orang itu. orang tua Rossa sama terkejutnya. Ibu Rossa menerima tamu tamu yang katanya 'calon besan' itu hanya menggunakan daster. Bapak Rossa datang belakangan sempat mengganti celana pendeknya dengan celana panjang. Keluarga Rossa benar2 tak siap. Mereka syok termasuk Rossa sendiri. " ini bagaimana ceritanya Tam?!" tanya ibu Rossa meminta penjelasan. "keluarga saya hanya ingin silaturahmu bu, sambil memberi tanda pada Rossa." jawab Tama sambil mengeluarkan sepasang cincin. "Iya buk, pak, maksud kami kesini hanya ingin silaturahmi. Saya Narto selaku wali Tama, karena ayah Tama sudah meninggal.......... seterusnya
Keluarga Tama meminta tanggal pernikahan. Keluarga Rossa alot memberikan tanggal. Keluarga Tama meminta pernikahan akan segera di langsungkan mengingat umur Tama yang menginjak 28 tahun. keluarga Rossa alot melepas putri mereka mengingat umur Rossa saat itu baru 18 tahun. Rossa anak ketiga dari tiga bersaudara. Jika secepatnya menikah, ia harus melangkahi 2 kakak perempuannya. Akhirnya setelah terjadi sedikit perdebatan antar keluarga itu di temukan keputusan keluarga Rossa akan memberikan tanggal sebulan lagi. " Niat baik harus segera di laksanakan pak. Pendalaman sifat masing masing bisa di lakukan setelah mereka menikah. Keponakan saya juga sudah mapan. Saldo rekeningnya lebih dari cukup untuk menghidupi Rossa dan anaknya kelak. Bapak tidak perlu khawatir. " kata Pakde Yas pakde Tama satunya.
Sepulangnya keluarga Tama, Rossa terkena getahnya. Ia di kira hamil oleh ibunya. Hingga harus tes pack di depan ibunya. Hasilnya tentu saja negatif. Kutu buku macam Rossa hanya membayangkan adegan romantis dinovel novel. Dalam dunia nyata belum ada yang ia praktekan. Mereka masih tak habis pikir kenapa Tama begitu ngotot. Akhirnya bapak Rossa ingin menyelidiki kehidupan Tama terlebih dahulu.
__ADS_1
Esoknya di kursusan Tama dengan percaya diri menghampiri Rossa di kelasnya. " makan yuk yang" Rossa yang masih uring uringan karena terkena dampak dari kelakuan Tama kemarin menekuk wajahnya. " sini ngomong sama aku!" kata Rossa menarik tangan Tama ke sudut balkon kelas Rossa. " kamu nih apa apaan sih mas. Maksud kemarin itu apa? kamu tau aku harus tes kehamilan di depan ibuk. Di kira aku hamil tauuu. Dikira aku udah kamu perawanin. Aku harus sumpah2 meyakinkan mereka. Kamu kira ini lelucon gitu!!!!"
"ini bukti keseriusan aku sama kamu. Kalo kamu mau hamil sekarang malah bagus. Kita bisa nikah besok." jawab Tama menunjukkan senyum mengerikan untuk di lihat Rossa.
"jik waras ora kwe ki mas" ( masih waras gak kamu itu mas) "trus. mbak ku dua duanya gimana. Aku harus nglangkahi mereka? kata orang jawa ra ilok( gak bagus)."
"itu kan mitos. Nanti kita kasih pelangkah ( benda sebagai wujud permintaan maaf)apa yang mereka mau"
__ADS_1
" kamu kira pernikahan hanya tentang saldo rekening mu yang gak terhingga!! kamu kira keluarga ku matre. Aku masih 18 tahun mas. Kita juga belum kenal banget. Siapa tahu kamu orangnya suka mukulin cewek atau apa lah yang buruk. Kamu nyebelin tauu!!!" bentak Rossa meninggalkan Tama. Suara Rossa yang melengking membuat teman temannya memperhatikan dua sejoli di pojokan itu.