
Rena menikah. Rossa datang sendiri tanpa cowok siapapun. “Ini play gril kita.. hahaha masa datang sendiri. Simpenan cowoknya aja selemari” olok olok Hedi. Sebenarnya Rossa jauh hari berencana mengajak Satria keacara ini, tapi keburu Satria bertemu cewek lain yang kini jadi pacarnya. Rossa jadi sungkan mengajaknya kondangan.
“Ya cowoknya di simpen di lemari doank Hed, gak ada yang di keluarin. Lama lama abis di makan tikus” tambah Angga.
“Bodoamat!! Yang penting bawa amplop mau gandeng kambing mau gandeng curut juga boleh.” Rossa sengit
“Lahhh kambing aja gak bawa apa lagi cowok hahahahaha” Angga membuat Rossa mati kutu. Angga sendiri sebenarnya jomblo tapi ia bawa keponakannya yang cewek. Selamatlah mukanya. Padahal sebenarnya sama sama jomblo lapuk dengan Rossa. “Eleh sama sama jomblo gak usah sok laku. Dia ponakan lu kan?” tunjuk Rossa pada cewek sebelah Angga. “Yaaaa penting punya gandengan daripada gandengannya cuman haluu. Hahahaha” kata Angga. Rossa benar benar ingin menuangkan kuah sop di kepala Angga saat itu.
Kenapa sih wahai para tamu undangan di kondangan. Wajib banget ya bawa pasangan kekondangan. Kalau tak bawa selalu ada pertanyaan ‘mana calonnya?’ ‘kapan nikah?’. Tak tahukah kau wahai para tamu undangan. Melihat teman menikah saja sudah membuat si jomblo bahagia dan mupeng. “Ehhh Rossa datang sendiri? Mana cowoknya? Kapan nih mau nyusul Rena?” tanya Mbak Lilik, temen Risa di pabrik yang terkenal ember. “jodoh di tangan Tuhan mbak, kalau mau tahu kapan aku nikah ya tanya aja Tuhan. Kalo mau cepet di jawab sama Tuhan ketemu aja sama Tuhan!!” jawab Rossa ketus.
__ADS_1
Nick sudah mendarat di kampung halamannya. Sekarang sedang di sibukkan dengan persiapan pernikahan adiknya.
‘haa adik kamu nikah? Kamu di lompatin mas?’
‘iya Ross, aku kesenengan di Lombok samapai lupa nikah. Kamu sini donk saat perayaan nikah adik ku. Biar kelihatan aku gak jomblo hahaha masak iya udah di langkahin jomblo lagi.’
Haa ketemuan juga belom suruh kepesta adiknya. Waras gak sih ni orang. 'waduh mas aku gak bisa. Aku udah ada acara' Rossa beralasan.
"Rossa yaa" sapa cowok itu "aku Nicki" lanjutnya.
__ADS_1
"iya kok langsung tahu, kan belum pernah ketemu?" tanya Rossa.
"iya dong aku kan pinter hahaha" kata Nicki sambil mengulurkan tangannya.
Rossa merasakan getaran aneh saat bersalaman. Menatap mata Nicky seperti ada sesuatu yang lain. Beda dengan cowok cowok yang pernah ia kenal dulu. Cinta pada pandangan pertama? Ahhh tidakk Rossa sama sekali tak percaya. Yang di pandang bertahun tahun saja bubar. Apalagi yang Cuma pandangan pertama.
Hari itu diisi Rossa bercanda dengan Nicky. Kesan pertama yang sombong hilang sudah. Nicky ternyata cowok asik yang nyambung di setiap topik pembicaraan. Mungkin karena profesinya sebagai seles di toko perkakas teknik membuat ia mudah berteman. Mudah akrab dengan siapa pun. Padahal jarak umur mereka beda 8 tahun. Tapi Nicky bisa mengikuti pembicaraan Rossa seolah mereka seumuran.
“ kamu pulang gak aku anter Ros?” tanya Nicky ketika mereka akan pulang.
__ADS_1
“Iya lah masa iya berangkat sendiri pulang dianterin. Dikira aku kenapa kenapa lagi sama orang rumah.” Jawab Rossa. Yang di ajak omong malah menoleh ketempat lain. Memperhatikan cewek mulus bercelana hot pants. Ekspresi wajah Nicki seperti melihat tumpukan roti saat lapar. Dasar jelalatan !!!!batin Rossa. “Oke hati hati di jalan yaa. Lain kali tak jemput dirumah deh”
“Gak usah sementara ketemuan gini aja” tolak Rossa. Tolakan yang sudah puluhan kali dilakukan pada cowok kenalannya. Di jemput di rumah masih haram untuk cowok. Jika sudah yakin maka akan ia bawa pulang.