
Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin. Semakin lama sebuah hubungan semakin banyak cobaan yang harus di lalui. Begitu pula hubungan dua sejoli muda itu.
Pertengkaran tentang kecemburuan Setya pada setiap laki laki yang bicara dengan Rossa pun semakin menjadi. Pertengkaran meningkat frekuensinya. Dari mulai seminggu sekali sampai hampir setiap hari. Alasannya simpel karena Rossa sangat dekat dengan Hedi teman satu bagiannya di tart. Padahal murni Rossa dan hedi hanya teman baik. Hedi seorang bapak beranak dua. Belum teman laki laki Rossa yang lain yang ikut menjadi bahan cemburu.
Suatu hari sift Rossa berakhir lumayan awal. Ia tak bawa motor karena sedang di servis. Hp nya juga habis batre. Ia pergi ke bagian Setya untuk meminjam handpone. Minta kakaknya untuk menjemput. Betapa kagetnya Rossa melihat Setya bercanda riang dengan para cewek cewek baru di bagiannya. Ia yang bicara dengan laki laki saja di larang. Ehh si tukang posesif malah bercanda ria dengan cewek. “Pinjam hp dong”
“Buat apa?” Setya sok serius ketika tahu Rossa datang
“Minta mbak ifa jemput aku” Rossa tahan emosi. Setya memberikan hpnya. Rossa mengirim pesan pada mbak Ifa supaya menjemputnya. Ia juga membuka pesan di hp itu. Hp yang jarang sekali ia sentuh. Beberapa chat hanya olok olok dengan teman prianya. Namun ada satu chat yang agak aneh. Namanya Doni namun bahasanya cukup cewek. Walaupun chat nya sederhana menanyakan masuk tidak dan hal hal wajar lainnya. Chat itu hanya hari ini saja tak ada hari hari yang lalu.
Rossa mengembalikan hp itu dengan senyum manis. Ia tak ingin berpikiran macam macam. “Makasih yaa”
“Sama sama sayang” kata Setya menyimpan lagi hpnya. “kamu masih lama pulang?”
__ADS_1
“Masih ini belum di plastik belum di packing lagi. Mau bantuin?” Rossa pun membantu Setya. Sepuluh menit gak papa lah kakaknya paling juga masih di jalan. “Don, ambilin plastik lagi dong” kata Setya ketika plastik di tangannya habis. Yang di panggi Don, tepat berada di depan Setya. Ia beranjak mengambil plastik.” Cantik juga anak baru itu” Rossa memperhatikan cewek tadi. “Cantikan juga kamu Yang” kata setya. “Alah gombal. Siapa namanya?”
“Dona” jawab Setya singkat. Rossa pamit pulang.
Kencan malam minggu ini seperti biasa mereka menikmati bakso bakar di alun alun kota. Cerita kesana kemari apapun itu untuk mrngisi malam minggu murah meriah mereka. “Dona itu cantik juga ya” ulang Rossa karena kehabisan bahan cerita. “Ia cantik tapi murahan” jawab Setya. “Haa murahan gimana?”
“Dia itu naksir sama Andre, tau kan bagian sebelah. Padahal andre kan udah punya istri. Trus si Dona itu mau maunya di ajak Andre ke gudang air minum temannya.”
“Ngapain ke gudang air minum?”
“Haaa masa sampe segitunya???!!!” Rossa kaget. “Iya aku denger sendiri dari Andre” Setya meyakinkan “kayaknya masih kecil gitu?”
“Iya emang masih muda. Malah habis itu katanya Andre dapat uang. Jadi dia yang enak dia juga yang dapat uang. Di jog motor Dona itu penuh uang yang”
__ADS_1
“Haa kaya dong dia. Kok bisa kaya dari mana?”
“Kayaknya sih emang anak orang kaya yang. Kerja cuman buat hiburan gitu.”
“Owww” Rossa ber oww ria dan minta pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Daripada pulang kemalaman.
Ada acara di pabrik roti itu. Beberapa karyawan ingin makan makan bersama di sebuah pemancingan. Rossa tidak dapat ikut karena tak libur di hari itu. Setya pun berangkat bersama teman teman satu bagiannya.
“Ross kemarin gak ikut makan makan?” tanya mbak Lilik teman di tart yang ikut makan makan. “Gak mbak gak dapet libur gini.”
“Tau gak Setya boncengan sama siapa?”
“siapa?” tanya Rossa penasaran
__ADS_1
“Sama Dona. Anak baru itu. Masak ia kamu aja di larang bonceng si Hedi dia malah boncengan main sama si Dona.” Kata mbak Lilik yang terkenal tukang gosip. Rossa mencari kebenaran kabar itu dari teman teman yang lain. Ternyata memang benar.
Pertengkaran pun pecah ketika Rossa meminta penjelasan dari Setya. Rossa sadar betapa egoisnya Setya. Ia tak ingin Rossa dekat dengan siapa pun, namun suka suka dia dekat dengan siapa pun. Katanya ingin membalas Rossa yang suka boncengan dengan cowok lain. Padahal boncengan hanya istirahat makan siang. Dia boncengan untuk bersenang senang. “Pinjam hp mu!!” bentak Rossa. “Buat apa?” Setya tak kalah sengit. “pinjam sekarang!!” Setya memberikan hpnya dengan santai. Rossa mencari nama Doni. Menekan tombol panggil. Terdengar suara cewek di ujung sana. Ternyata ‘Doni’ di hp Setya adalah Dona.