Half Bad Girl

Half Bad Girl
hidup baru


__ADS_3

Noted:


Sebenarnya setelah acara ngunduh mantu itu. Ada sebuah kejadian yang harus di alami mempelai itu. Kejadian berhubungan dengan makhluk gaib. Yang membuat dua pengantin itu bergantian kesurupan. Ada yang bilang itu ‘sawan manten’. Ada yang bilang itu ulah seseorang mantan tunangan Rossa di masa lalu. Kejadian itu sangat parah menimpa mereka. Terutama Rossa. Rossa tak ingin menceritakan spesifik tentang kejadian itu. Masih ada trauma mendalam. Apapun penyebab kejadian itu di anggap Rossa sebagai ujian dari Tuhan. Dan mereka berhasil melaluinya. Tiga bulan mereka berjibaku menerima ujian itu. Hingga bisa hidup normal layaknya manusia lagi. Doa kan pasangan ini hidup dengan baik selama lamanya reders😘😘😘


Nicki kembali ke kerjaannya di Jogja setelah tiga bulan harus keluar kerjaan. Alhamdulillah masih di terima kerja lagi. Dengan syarat jika keluar lagi maka tak akan bisa kembali. Kejadian tiga bulan itu membuat ekonomi pasangan ini porak poranda. Hutang saat ngunduh mantu yang harusnya bisa di tutup tidak bisa tertutup. Biaya hidup pasangan itu selama tiga bulan sangat besar untuk berobat kesana kemari. Sedang penghasilan selama tiga bulan itu noll rupiah. Jadilah pasangan itu menanggung hutang yang menumpuk. Mereka memulai hidup barunya bukan dari noll, tapi dari minus.


Rossa semakin mencintai Nicki. Ia tahu kejadian tiga bulan itu benar benar menguji cinta mereka. Rossa tahu beberapa keluarga Nicki menyarankan Nicki untuk bekerja, dan mengembalikan Rossa pada keluarganya. Tapi Nicki bergemik. Ia dengan setia menemani Rossa sampai rela keluar dari pekerjaannya. Membuktikan betapa besar cinta Nicki pada istrinya.


Hidup baru bagi pengantin baru tidaklah mudah. Apa lagi yang perekonomiannya di mulai dari minus. Mereka harus mencicil hutang selama dua setengah tahun kedepan. Dengan jumlah yang lumayan banyak. Mereka hidup mandiri di jogja. Dengan tempat tinggal yang masih harus di bayar tiap bulannya.

__ADS_1


Rossa berusaha mencari pekerjaan. Tak sulit baginya untuk dapat pekerjaan. Ia punya keahlian membuat roti. Punya keahlian menjahit, pernah magang di toko cukup lama. Kalau hanya pekerjaan kasar pasti cepat ia dapat. Akhirnya ia bekerja pada pabrik garment. Berharap pabrik garment di jogja tak seburuk pabrik garment ditempatnya berasal.


Bukan untung yang Rossa dapat saat bekerja dipabrik itu. Rossa terpaksa di rawat di rumah sakit. Padahal belum ada sebulan ia bekerja. Kelelahan membuatnya ambruk sakit. Bukan karena pekerjaan di pabrik itu berat, namun fisiknya belum pulih benar setelah kejadian itu menjadi sebabnya. Jadilah pasangan itu kembali menumpuk hutang untuk biaya berobat.


Hidup mandiri artinya semua biaya di tanggung sendiri. Mulai dari biaya listrik, sampah, air. Biaya makan sampai kebutuhan mendasar lain. Peralatan rumah tangga yang juga harus dilengkapi dan dibeli sendiri. Bukan jumlah yang sedikit untuk sanggup melengkapi semuanya. Apalagi perbulan masih harus kost.


“Masak apa yang?”


“kangkung sama tempe yang?”

__ADS_1


“Enak pasti”


“Iya dong”


Rossa yang awalnya membalik telur saja tidak bisa harus masak kini. Demi menghemat pengeluaran. Mau tak mau Nicki menjadi korban eksperimen memasak Rossa. Seburuk apapun hasilnya harus dimakan. Lagi lagi demi menghemat pengeluaran.


Mereka hidup di jogja. Kota destinasi wisata, namut tak bisa menikmati tiap objek wisatanya. Lagi lagi tak ada biaya. Jadilah sepasang suami istri itu menikmati hiruk pikuk wisata jogja dengan pergi ke Malioboro hampir tiap minggunya. “Mau ke malioboro yang?” tanya Nicki suatu sore.


“Boleh” jawab Rossa sumringah. Mereka begandengan tangan menyusuri Malioboro layaknya sepasang turis. Dari titik nol sampai rel kereta api Stasiun Tugu mereka jelajahi. Bermodalkan uang untuk parkir sepeda motor, mereka sudah bahagia. Menikmati indah dan hiruk pikuk wisata di Jogja.

__ADS_1


__ADS_2