
Hari ini mendung menggelayut manja di langit. Sangking manjanya sampai Rossa gregetan. Bagaimana tidak, baru pukul 8 pagi. Cuciannya sama sekali tidak bisa di jemur. Ia menggantungkannya pada teras kontrakan. Tidak kering tak masalah asal airnya bisa sedikit berkurang.
Dengan menaiki bangku susah payah Rossa menggapai tali jemuran. Tali jemuran itu di ikat oleh Nicki. Dengan standar tinggi badannya. Jadi Rossa susah menggapainya. Nicki datang menggapai tali jemuran itu dengan mudah. Mengambil hanger plastik dari tangan Rossa dan mengaitkannya di jemuran. Rossa manyun. Malu tertahan juga. “Aku tuh gak pendek lho pap. Kamu aja yang ketinggian” kata Rossa jutek.
“Iya iya Mbu, maafin aku yaa” jawab Nicki sambil nyengir. Akhirnya gadis kecil mereka memanggi ibunya dengan sebutan Mbuek. Lumayanlah daripada ‘nenen’. Si bapak ikut ikut manggil Mbuek.
Malam itu seperti biasa Rossa membereskan meja makan sebelum tidur. Nicki yang memastikan semua pintu dan jendela terkunci menutup pintu dapur dan meletakkan kuncinya paku tempat panci panci Rossa bergantung. “Semoga gak ada maling ya mbu. Semoga kalau ada maling, malingnya gak masak mie dulu. Bisa ketahuan kalo kunci kuncinya di sini.” Kata Nicki nyeleneh.
“Emang ada gitu maling sebelum maling masak mie dulu?” tanya Rossa setelah tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
“Siapa tahu aja gitu malingnya laper” jawab Nicki yang membuat Rossa kembali tertawa.
Suatu hari Nicki COD dengan pembeli online Rossa. Di foto profilnya terlihat cewek cantik mulus. Membuat Nicki semangat meskipun jarak cod lumayan jauh. “Sebentar Mbu, jangan bilang kalo yang COD suamimu. Bilang aja kakakmu.” Kata Nicki sambil menyisir rambutnya sebelum COD
“Dasar genit!!! Moga moga aja yang COD temennya yang ba*ci biar tau rasa kamu jeruk makan jaruk.” Kata Rossa sebal dibuat buat. Ia tahu tingkat kegenitan Nicki. Tak sampai pada peeselingkuhan, namun untuk mengisi candaan saja. Nicki bergidik mendengar ba*ci. Ia geli entah takut dengan makhluk sejenis itu. “Mbu mbu, mbok ndoain yang baik” kata Nicki
“Lah, ngapain doain suami baik kalo dia mau genit.” Jawab Rossa.
“Bukan dia sama suaminya, bawa anak kecil lagi.” Jawab Nicki manyun
__ADS_1
“Wakakakaka tiwas macak bagus bakno karo bojo ne. Kapok mu kapan julll.. bajulll (udah dandan ganteng malah sama suaminya. Kapok kamu buayaa)” kata Rossa sambil terus tertawa.
Suatu hari ada notif pesan baru di hp Rossa. Seseorang menanyakan ketersediaan barang dagangan yang baru saja ia upload di FB.
‘masih ada gan, silahkan’ ketik Rossa
‘kalo mbaknya redy buat selingkuh gak?’ orang dengan nomer baru itu kemudian mengirim foto Rossa di masa lalu. Foto dengan seseorang di depan sebuah objek wisata danau buatan. Orang itu memeluk pundak Rossa dengan mesra. Mereka saling mendekatkan wajah. Wajah yang begitu ia kenal dulu. Wajah yang walau hanya sedetik mengingatnya masih menerbitkan senyum di bibir Rossa. Semua masa lalunya sudah ia ceritakan pada Nicki. termasuk orang ini, namun entah mengapa ada saja kejadian yang tak bisa Rossa ceritakan pada Nicki. Bagian yang harus ia simpan rapat rapat.
Rossa terdiam. Ia tahu siapa yang bechat dengannya kini. Bimbang mau menulis apa.
__ADS_1
‘aku udah bilang dulu. Jika ada kesempatan kembali, aku akan memaksa mu menerima cintaku. Aku gak bahagia dengan pernikahanku. Aku mau kamu kembali padaku’ chat Satria panjang lebar. Rossa tertegun membacanya. Ia tau Satria tipe cowok seperti apa. Rossa mengusap mukanya kasar. Masalah apa lagi ini. Batinnya.