
Suatu hari pesan di facebook Rossa terdapat notif. Yang ini spesial karena notif itu dari Setya. Awalnya hanya mengomen status Rossa yang baru saja di buat. Lama lama obrolan terjadi begitu saja. Setelah sekian lama tak bertegur sapa dan saling cuwek di pabrik “kamu udah punya pacar Ros?”
“Belum”
“Kok belum masih mikirin aku yaa?” chat Setya. Entah kenapa hatinya bergetar juga. “Enggak kamu kepedean” jawab Rossa.
Hari ini piknik pabrik. Semua karyawan dan keluarganya piknik bersama. Rossa yang sudah berbaikan dengan Setya ikut piknik itu. Setya yang sekarang lebih baik. Lebih dewasa, lebih bisa mengatur keuangan. Ia punya bisnis sampingan di luar kerja pabrik ternyata. Piknik itu Rossa di biayai Setya. Syaratnya duduk bersebelahan. Rossa menyanggupinya. Mereka duduk di bus anak tart. Setya memilih ikut di bus tart.
“Nih buat jajan di sana” Setya menyerahkan uang bergambar Soekarno. “Wehhh sekarang banyak uang nih” kata Rossa. “iya buat nyenengin kamu” jawab Setya. Rossa tertawa. “Bagus ya bisnis kamu. Kayaknya sukses gitu”
“Alhamdulillah” juga awab Setya sok keren. “Ciyeee yang CLBK” olok olok Angga, teman Rossa di tart. “Biarin, ganggu lu.” Jawab Setya. “Ehh inget yang nyusupin anak pie bisa duduk di bus anak tart tuh aku. Gak ada trimakasihnya lu” kata Angga yang memang panitia di piknik ini. “Iya iya makasih!!!” jawab Setya
Piknik itu seperti penawar rindu. Dua kekasih yang berpisah cukup lama kini bertemu lagi. Mereka bermain di pantai itu dengan perasaan rindu. Air laut, pasir pantai dan anginnya menjadi saksi. Sejoli itu masih menyimpan cinta. Sepanjang perjalanan pulang mereka saling bergandeng tangan. Seakan tak ingin terpisah lagi.
Entah perjalanan apa yang akan mereka tempuh. Kedua belah keluarga tentu akan menentang jika tahu hubungan mereka. Jika hubungan ini berlanjut maka jalan terjal harus siap merek tempuh. Jalan terjal yang mereka buat sendiri
“Kamu balikan sama setya Ros?” tanya pak Bambang suatu hari saat Rossa beristirahat. “gak balikan juga sih pak Cuma temen”
__ADS_1
“Eleh gak balikan tapi deket nempel kaya prangko. Kamu gak sayang apa balikan sama dia? Ini jujur ya Ross bener bener jujur. Kamu tuh bisa dapet yang lebih dari Setya. Udah cari yang lain aja. Sini hp kamu.”
“Buat apa?”
“Udah siniin. Tak catetin nomer temen ku di tambang dulu. Aku rasa mereka lebih baik dari Setya.” Di handpon itu terdapat tiga nomer baru yang dicatatkan pak Bambang, teman satu bagian Setya yang usianya cukup senior. Nicki, Jefri, dan Dimas. “Nanti tak suruh mereka hubungin kamu” lanjut pak Bambang. “Emang kenapa Setya gak baik buat aku pak?” tanya Rossa. Pak Bambang tersenyum “kamu pasti lebih tau lah Ross”
“Enggak enggak tau”
“Yaaa berarti kamu BELUM tahu” kata pak Bambang misterius.
Banyak orang yang mengingatkan Rossa ketika ia kembali dekat dengan Setya. “Ngapain balik lagi sama dia Ross?” tanya Angga, teman Rossa
“Kamu pikir dia mau cuman di jadiin temen?”
“Kalo gak mau ya udah gak usah dekat dekat.”
Angga menaikkan sebelah alisnya. “Terserah kamu Ros itu hidup kamu. Yang jelas aku doain yang terbaik buat kamu. Kamu berhak bahagia” Rossa bengong. Baru kali ini ia melihat Angga, temannya yang suka selengekan berbicara serius padanya. “Satu lagi. Jangan pernah jatuh kelubang yang sama. Ibarat kamu udah tau lubang itu penuh t*i kamu mau nyemplung lagi? Iya lu enang bodoh, tapi masih punya otak kan. Otak lu gak ikut kebakar gara gara rambut lu di setrika kan” kata Angga kembali ke pengaturan selengekan. “Sialan” jawab Rossa sambil memukul lengan Angga.
__ADS_1
“udah lama nunggu?” tanya Rossa saat bertemu Setya di pusat perbelanjaan. “Belum, jalan yukk” kata Setya menarik tangan Rossa. “Ini mau kemana dulu?”
“Udah ikut aja” mereka berboncengan ke tempat yang belum di ketahui Rossa.
Mereka bukan jadian lagi tapi hanya teman kencan seperti cowok cowok yang lain. Setya meminta Rossa kembali padanya, namun Rossa menolak “kalo mau deket ya temen aja. Kalo gak mau ya udah. Aku gak mau pacar pacaran.”
“Ngapain kesini?” tanya Rossa. Mereka berdiri di depan tempat karaoke. “ya nyanyi lah masak mau bikin pie” Jawab Setya. Tiga tahun pacaran baru kali ini Setya mengajak ke tempat seperti ini. “Banyak uang kamu ajak aku kesini?” tanya Rossa
“Biar sama kaya si Rahmad mantan kamu. Dia ngajak kamu kesini kan” kata Setya teringat foto Rossa di sosmed bersama cowok yang bernama Rahmad itu.
“Kamu kepoin sosmed aku?”
“Kamu juga pasti kepoin sosmed ku kok” tebak Setya. Iya, sebenarnya Rossa memang terkadang melakukannya.
Mereka bernyanyi ria dengan suara pas pasannya. “Aku tahu kamu bakalan putus sama si Rahmad itu. Atau si ninja merah yang kemarin. Aku tahu kamu sama mereka cuman pelampiasan. Aku lah jalan pulang kamu Ros sejauh apapun kamu pergi.” Kata Setya. Rossa terdiam kata kata Setya merasuk di hatinya. Setya merangkul pundak Rossa. Membuat suasana temaram di ruang itu menjadi semakin romantis.
Setya seperti ingin membahagiakan Rossa. Menebus waktunya yang ia sia siakan untuk mencemburui Rossa dulu. Ia menjadi cowok yang lebih dewasa, lebih bisa di andalkan, lebih adem. Namun sekeras apapun bujukan Setya, Rossa berkeras tak mau kembali menjadi kekasih. “yaa kalo kamu mau kita cuman teman. Gak lebih. Seperti semua cowok itu.”
__ADS_1
“Yaa tapi gak bisa gitu dong”
“Kalo gak bisa ya udah. Kamu bebas kok mau jauhin aku atau mau deket cewek lain” tidak seperti Setya yang dulu yang pasti langsung marah. Setya sekarang menerima apa yang di mau Rossa. Mereka hanya teman.