Half Bad Girl

Half Bad Girl
tahun baru


__ADS_3

Esoknya puluhan panggilan tak terjawab dari Setya menghiasi layar hp Rossa. Pemilik hp malas mengangkat telfon atau pesan. Sejak pagi sampai berangkat pelatihan.


Ikhsan ingin membahas yang tadi malam, namun Rossa terus menghindar. Ia malas membicarakan hal hal pribadi dengan orang yang tidak terlalu di kenal. “Udah mas jangan bahas yang kenarin. Aku males banget. Lupain aja yaa. Maaf kalo ganggu mas tapi beneran aku lagi gak pingin inget inget itu.”


“Nanti habis pelatihan kamu kerja Ross?” Tanya Ikhsan mengalihkan topik. “Iya lah. Cari duit biar target.”


“Gak pingin kemana gitu? Nanti kalo off ke taman hiburan aja sama aku. Masuknya gratis kok.”


“Beneran?”


“Iya apa sih yang gak buat kamu”


“Heleh gombal” pembicaraan mereka berhenti. Pembimbing masuk memberikan materi.

__ADS_1


Malam harinya saat toko tutup. Rossa sudah mengenakan helemnya. Ber dadah pada teman temannya yang sudah tancap gas duluan. Hingga ia di kejutkan dengan seseorang yan menyerobot kunci motor yang sudah tertancap. “Kamu mau sampe kapan gak mau angkat telpon aku?” Setya menggenggam kunci itu. “Ngapain kamu disini. Aku malas bicara sama kamu. Sini balikin kunciku!!” Setya semakin menggenggam benda itu. “Maafin aku Ros maaf. Aku gak mau kita putus. Maafin semalam aku kasar. Aku mabuk kemarin......”


“Ngapain kamu minta maaf sama gadis lon*e tukang selingkuh kaya aku. Sana mabuk lagi sampe gak bisa jalan biar kelihatan jantan. Aku mau pulang siniin kuncinya!” Setya semakin mendekat ingin memeluk Rossa. Yang di peluk reflek emosi langsung menampar Setya. Mengambil kunci di tangannya dan melesat pergi dengan motor.


Tumpah sudah air mata itu lagi. Air mata yang ia sembunyikan seharian dari orang orang. Ia tidak menyangka Setya mengatakan itu. Tidak menyangka pacar selama setahunnya itu mabuk. Segala permasalahan mereka tentang uang atau keposesifan Setya tak ada apa apanya di banding dengan ini.


Rossa ingin mengakhiri hubungannya dengan Setya, namun ia tidak sanggup. Ia masih begitu mencintai pria itu. Yang perhatiannya hampir 24 jam tertuju pada Rossa. Yang menemani hari harinya. Yang berjuang sebisanya untuk membahagiakan Rossa. Ia tau Setya dengan segala keterbatasannya selalu berkorban untuk Rossa.


“Kenapa?”


“Kok belum keluar. Ini sudah jam 11?” Ada lega di hati Setya telfonnya di angkat. Tiga hari ini Rossa hanya membalas pesannya seperlunya. Bahkan telpon pun tak di angkat. “setokan. Bentar lagi selsai.” Sambungan telpon terputus.


Setengah jam kemudian Setya melihat Rossa keluar toko. Setya menghampirinya “ nanti mampir dulu di jalan xx ya. Lihat kembang api. Bagus lho” Rossa yang belum pernah melihat kembang api tahun baru pun bersemangat. Mereka berangkat menuju jalan xx yang ternyata malam itu menjadi jalan car free night.

__ADS_1


Rossa dan Setya memarkirkan motor mereka. Tempat itu sudah di penuhi banyak orang. Bergerombol duduk di tengah jalan lebar itu. Menunggu kembang api beberapa saat lagi. Para pedagang terompet dan makanan memenuhi pinggir jalan. “kita duduk di situ” tunjuk Setya di tempat kosong. “aku gaya gayaan sama temen ku kemarin. Trus mabuk beneran. Ehh ketemu kamu di anterin cowok lain. Emosi aku. Emosi orang mabuk gak terkontrol Ros. Maaf ya.” Jelas Setya


“Kamu sering gaya gayaan gitu?”


“Gak sering juga sih. Habis temen temen ku yang ngajakin”


“Kamu bisa gak sih gak posesif banget sama aku. Aku kayak gak bisa nafas tau gak kamu gituiiiinn terus”


“Aku tuh gitu karena aku sayang.....”


“sepuluhhhh, sembilan, delapan,......” penjelasan Setya terhenti. Orang orang di car free night itu mulai berhitung mundur dan luncuran kembang api pertama menghiasi langit.


Semua orang berdiri untuk melihat kembang api. Temasuk Setya dan Rossa. “Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi, janji gak bakalan posesif lagi. Aku akan bikin kamu bahagia Ross.” Bisik Setya di telinga Rossa. Tangan mereka bergandengan erat.warna warna cerah menghiasi langit yang hitam. Percikan percikan api itu membentuk pola pola indah yang menakjubkan. Kembang api tahun baru itu saksi janji Setya pada Rossa. Sepasang kekasih muda itu kembali berbaikan.

__ADS_1


__ADS_2