Half Bad Girl

Half Bad Girl
kado ramadhan


__ADS_3

Mereka memutuskan melepas alat kontrasepsi. Yaa selama ini mereka mengunakan kond*m untuk berhubungan. Situasi yang tidak menentu, tak baik jika ditambah dengan kehamilan. Bukan mereka tak mendambakan anak, tapi memiliki anak di situasi saat itu akan membuat si anak menderita. Bahkan di dalam kandungan sekali pun. Karena Rossa yang belum stabil. Trauma atas tiga bulan itu sungguh mendalam. Dan kini saat situasi mulai membaik, mereka siap memiliki momongan.


Meski kondisi ekonomi mereka belum stabil. Mereka bergantung pada kartu kredit yang di miliki Nicki. Tiap bulan gali lubang tutup lubang. Apa mau dikata segala upaya sudah dilakukan untuk memperbaiki ekonomi, namun seperti buntu. Rossa ingin membuat kue, namun terbentur modal. Ibaratnya jika saat itu punya telur sebiji lebih baik di ceplok untuk makan. Daripada untuk kue nantinya gak punya lauk untuk makan.


Namun mereka masih optimis. Bayi itu titipan Tuhan. Akan diberikan jalan untuk rizkinya nanti. Itu pasti. Kepercayaan mereka pada Allah semakin tinggi setelah ujian tiga bulan itu. Yang penting mental mereka sudah siap untuk memiliki anak. Walau trauma masih ada, mungkin justru anak lah yang menyembuhkan itu semua.


Dua hari sebelum Ramadhan pertama mereka sebagai suami istri. Rossa disarankan mbak Ifa untuk tes kehamilan. "Daripada nanti puasa ehh kamunya positif teler. Kasian juga bayinya. Cek dulu deh. Tapi kayaknya kamu hamil Ros." kata mbak Ifa saat Rossa pulang ke Solo dan berkunjung di rumah mbak Ifa.

__ADS_1


"masak sih Mbak?"


"Yaaa pengalaman ku sebagai emak emak sih gitu. Mana ada orang normal mukanya pucet gitu. Kamu gak ngerasa pusing atau mual gitu?" tanya mbak Ifa. Rossa memang pagi tadi muntah, tapi dia kira kecapekan perjalanan Solo Jogja. Akhirnya Rossa membeli tespack di apotik. Sepulang dari Solo.


Senin pagi, sepulang dari Solo Rossa menggunakan tespek itu. Betapa terkejut dan senangnya ia. Tespack itu bergaris dua. “yaaaang yaaang bangun!!” Rossa menggoyang goyangkan tubuh suaminya


“Lihat ini lihat” Rossa mengacung ngacungkan tespek di depan mata tertutup sang suami. Nicki membuka mata perlahan. Rambut acak acakannya langsung mendominasi wajahnya. Entah kenapa pertumbuhan rambut Nicki sangat lebat. Sebulan saja tak potong rambut, maka rambutnya akan setebal bulu singa.

__ADS_1


Nicki mencoba membuka mata lebih lebar. Melihat benda apa yang di pegang istrinya. “ini beneran?” tanya Nicki sambil meraih benda itu. “Ini garis dua kan????.......... Ini...... Ini berarti kamu hamil yang!!!!! Kamu hamil? Bener bener hamil?” Nicki bertanya dengan mata berbinar. Rossa mengangguk beberapa kali.


Nicki bengong dengan rambut acak acakannya. Kemudian tersenyum dan merengkuh Rossa dalam pelukannya. Menciuminya hingga puas. “Allah mempercayakan dia untuk kita. Aku yakin ini awal yang baik untuk kita. Aku akan menjaga dan melindungi kalian selama sisa hidupku sayang.” Nicki mengelus perut rata Rossa dengan sayang.


Kado ramadhan terindah untuk pasangan itu datang. Seperti mentari yang mengusir segala gelap malam. Yang memberi kehangatan pada dingin. Memberi hari dan kehidupan baru. Esok akan ada hari hari baru dengan anggota baru dalam kontrakan mereka. Ahhh membayangkan ada lucunya bayi diantara mereka sangat menyenangkan.


Semoga semua lekas membaik. Trauma itu segera hilang. Kondisi ekonomi juga semoga membaik, agar anak mereka tak kekurangan suatu apapun.

__ADS_1


__ADS_2