
Pertemuan itu berlanjut dengan chatting seru antara keduanya. Tiap malam ada saja obrolan yang dibahas antara keduanya. Entahlah seperti mengenal kawan lama. Mereka berchat kesana kemari dengan mudahnya. Melompat dari topik satu ke topik berikutnya.
Berchat dengan Nicky mengalihkan semua chat dengan cowok lain bagi Rossa. Walaupun masih ada satu dua cowok yang ia balas chatnya.
Ibu Rossa di vonis menderita diabetes. Membuat Rossa bersedih. Setahu Rossa diabet penyakit yang tak bisa di sembuhkan. Nicky menghibur dengan mengatakan kalau ayahnya penderita diabet juga. Masih bisa hidup dengan baik.
“minggu depan kerumah deh sharing sama Bapakku soal diabet. Diabet itu gak seserem yang kamu bayangin Ros.”Kata Nicki.
Saat mereka jalan jalan di kaki gunung yang menjadi pos awal pendakian. Udara sejuk, alam asri belum tercemar. Suara ranting dan burung burung liar menjadi melody alami. Matahari yang biasanya panas menyengat tampak malu malu menampakkan garangnya. Hanya mengintip dari sela sela dahan pohon.
Baik Rossa maupun Nicki kurang suka dengan tempat wisata yang hanya bisa untuk berfoto. Mereka suka tempat wisata yang benar benar memanjakan mata. Berwisata tempo dulu. Dimana foto hanya sebagai kenang kenangan, sedangkan kenangan sesungguhnya ada di memori pikiran. Bukan seperti wisata sekarang yang seperti berwisata di instagram. Dengan spot spot foto yang bahkan harus mengantri untuk berfoto. Di tempat wisata hanya memikirkan ootd, pose yang baik, dan mengantri. Tidak untuk menikmati pemandangan alamnya. Mereka lebih menikmati perjalanan kali ini dari pada di kolam kemarin.
“mas2 cewek mas. Tuh montok.” Kata Rossa pada Nicky saat melihat cewek dada besar, bokong besar, namun memakai baju kurang besar. Nicky reflek menoleh ke arah yang di tunjukkan mata Rossa. Ekspresi wajahnya yang mirip seperti pemain filem almarhum Dono saat melihat cewek membuat Rossa tertawa. Jika di bayangkan dengan bayangan kartun pasti sudah ada liur yang menetes dari bibir Nicky. Caranya melihat cewek mulus itu hiburan tersendiri untuk Rossa.
__ADS_1
Rossa benar benar di ajak Nicky kerumahnya. Karena akan di ajak ke rumah, Rossa akhirnya membolehkan Nicky menjemput di rumahnya pula. Perkenalan singkat dengan orang tua Rossa berlangsung. Nicky cowok yang cukup bisa membawa diri. Sikapnya yang sedikit selengekan, namum juga sopan membuatnya langsung disukai orangtua Rossa.
Dirumah Nicky mereka sharing tentang diabet. Ayah Nicky banyak bercerita tentang penyakit yang dideritanya. Orang tua Nicky cukup baik menyambut Rossa. Membuat Rossa nyaman di rumah itu.
Ternyata rumah Nicki hanya beda desa dengan rumah kak Ifa. Membuat mereka bisa mampir warawiri dengan mudah dari tempat kak Ifa ke rumah Nicky. “Makan apa Ros?” tanya Nicky ketika mereka akan pulang ke rumah Rossa.
“Mie ayam”
“Ahhh dari kemaren mi ayam terus. Gak ada makanan lain apa?” Nicky protes. Sejak berkencan dengan Rossa selalu n mie ayam.
“Gak pingin apa gitu yang mahalan dikit. Aku tuh biasa pas awal awal kenal cewek gitu jajanin yang mahal dikit. Biar agak keren gitu.”
“trus kalo udah gak awal awal jajanin apa?” tanya Rossa.
__ADS_1
“Yaaa mie ayam juga boleh hahahaha” Mereka berdua tertawa.
Mereka makan di sebuah restoran stek dan susu di pusat kota. Nicki menolak makan mie ayam. Rossa bercerita tentang apapun. Termasuk petualangannya selama ini. “Kalo kamu mau jadi pacarku, jauhin cowok cowok itu. Kalo gak ya udah kita gak usah ketemu lagi. Aku bukan pilihan Ross” Nicki dengan nada seriusnya.
“Lah siapa yang udah memilih mu? Aku belum menentujan pilihan”
“Kita udah jalan berkali kali. Kamu udah jujur tentang masalalu kamu. Kamu nyaman di dekat aku. Dan semua kenyamanan ini tak akan ku berikan kalau kamu gak jauhin cowok cowok itu. Aku satu satunya selamanya”
Entah kenapa Rossa kalah berdebat dengan cowok satu ini. Baru kali ini Rossa dikalahkan adu mulut oleh cowok. Sekarang seolah olah Rossa yang mengharap cinta Nicki. Benar benar keadaan yang tak biasa oleh Rossa. Nicki pandai sekali mengolah kata sampai Rossa kuwalahan menjawabnya.
“Oke aku jauhin mereka!!!”
“Berarti kita jadian” kata Nicki cepat.
__ADS_1
Jadilah mereka sepasang kekasih hari itu.
Rossa belum bisa mencintai Nicki. Namun ia berjanji untuk mencintainya kelak. Beberapa kali berkencan Nicki cowok yang cukup baik. Sholat tak pernah ia tinggalkan meski kalau di lihat dari tampangnya bukan tipe cowok yang menjaga sholatnya. Rossa tak ingin menyianyiakan cowok yang pantas ia cintai. Seperti Satria dulu. Setidaknya ia sanggup mencintai. Meski tak sebesar cintanya pada Setya.