
Nicki berangkat ke Magelang. Rossa mengantarnya dengan sedih dan senang. Sedih karena setelah ini hanya bisa bertemu Nicki seminggu sekali. Senang karena akhirnya kekasih yang baik hati itu dapat kerjaan yang baik. Apalagi posisi Nicki sekarang sebagai kepala toko. Setingkat diatas seles. Membuat penghasilan Nicki lebih banyak dari yang di Lombok.
“Kamu hati hati yaa. Gak boleh nakal, gak boleh celamitan di Magelang. Mata di jaga biar gak jelalatan lihat cewek bening.” Pesan Rossa. Ia tahu pacarnya ini suka dengan cewek cewek berpakaian kurang bahan.
“Tenang Sayang sekarang aku tuh udah tobat” kata Nicki sambil mengedip ngedipkan matanya genit.
“Tobat? Yakin?” Rossa seratus persen tak percaya
“Iya tobat srbentar lagi mau berhijab” kata Nicki sambil bergaya sok banci dan menyolek pinggang Rossa dengan satu jari. Membuat Rossa tertawa sekaligus jijik.
“Doakan aku betah kerja di sana ya Yang. Demi masa depan kita. Aku akan ngumpulin uang banyak buat nikahan kita.” Kata Nicki serius menggenggam tangan Rossa erat. Sebenarnya Nicki ingin memeluk dan mencium Rossa, tapi mereka di tempat umum.
__ADS_1
“kamu mau nikahin aku?”
“Lah kalo gak mau di nikah ya gak papa kita kumpul kebo aja” jawab Nicki santai
“Kamu kira aku kebo?” kata Rossa dengan mata melotot sok marah
“Bukan Yang kamu bukan kebo. Soalnya putih jadi sapi aja yah” jawab Nicki. Rossa berdiri dari duduknya bersiap meninggalkan cowok setengah kopling itu.
“Bercanda yang bercanda. Kamu itu cewek paling cantik tau. Beneeerr deh suwerrr.” Kata Nicki sambil memegang tangan Rossa agar cewek itu tak beranjak pergi. “iya kamu juga cowok paling ganteng di dunia Yang..... Kalo gak ada cowok lain di dunia ini. Hahahaha” Rossa tertawa dengan senangnya. Nicki memonyongkan bibirnya.
Ahhh kebersamaan yang akan Rossa rindukan. Canda tawa bersama Nicki memang terkadang absrud, tapi menyenangkan. Nicki bukan cowok yang mudah tersinggung, tapi bukan cowok yang terima begitu saja di bully. Ia akan membalas candaan Rossa sama pedasnya. Membuat obrolan mereka jarang garing.
__ADS_1
Perpisahan sepasang kekasih itu berakhir dengan suka cita. Sore itu Nicki berangkat ke Magelang memulai hari baru dikerjaannya esok. Rossa berdoa tulus agar Nicki betah kali ini.
Esoknya Rossa bercerita pada teman temannya di pabrik kalau Nicki berangkat ke Magelang. “LDR dong Ross?” tanya Rena
“Iya, mau gimana lagi. Rejeki Nicki emang jauh dari rumahnya. Sejak lulus kuliah sampe sekarang selalu dapet kerjaan jauh.”
“Yaa namanya juga rejeki. Jauh pun harus di cari. Eleh Magelang sini juga paling lama 4 jam Ross. Pasti sering balik dia.” Kata Angga memenangkan.
“Iya sih katanya seminggu sekali pulang dia.” Kata Rossa
“ehhh tumben bicaramu bener?” tanya Rena pada Angga.
__ADS_1
“bener lah aku kan orang bener.”
“Bener bener mabok hahahaha” kata Rossa membuat teman temannya tertawa. Memang sejak Rossa jadian dengan Nicki justru Angga lah yang paling mendukung hubungan itu. “ ni kayaknya pacar lu yang cukup bener dari pada yang laen. Udah di seriusin aja. Aku capek lihat kamu patah hati.” Kata Angga saat pertama kali tahu Nicki