Half Bad Girl

Half Bad Girl
berita baru Nicki


__ADS_3

Berikutnya hari hari yang Rossa lalui tanpa Nicki hanya bekerja, pulang kerja chattingan dengan Nicki sampe malam dan tidur. Beberapa teman cowok yang mengajak kencan tak ada yang di tanggapi. Rossa mencoba menjaga hatinya. Serius dengan Nicki, meski belum bisa banyak mencintai Nicki.


Rossa mendengar Rahmad menikah juga dengan Satria. Rena hamil, dan.... Setya menjalin hubungan serius dengan Donna. Hubungan pertemanannya dengan Andre agak renggang, karena Andere cemburu pada Setya. Rossa berharap orang orang di sekelilingnya mendapatkan kebahagiaan cinta.


Rossa pergi ke rumah kak Ifa menengok ponakannya yang berusia 7 bulan. Baby boy gembil itu begitu menggemaskan. Rossa ikut nongkrong sore dengan tetangga kak Ifa. Beberapa di antaranya ibuk ibuk.


“Sekarang pacaran sama Nicki ya Ros, anak desa sebelah?” tanya tetangga kak Ifa


“Iya mbak, baru beberapa bulan.” Jawab Rossa


“kok mau sih, dia itu suka kencan sama cewek cewek nakal. Trus suka mabuk mabukan juga.”


“Elehh, kalo Nicki nakal ya inpas, wong Rossa juga bukan cewek alim. Hahahaha” kata tetangga yang lain sebelum Rossa sempet menjawab.

__ADS_1


Ealahhh, ini tetangga kok mulutnya pada di cabein semua. Yang satu kaya mbelain tapi juga njelekin juga. Batin Rossa, namun masih tersenyum pura pura bodoh.


Kata kata itu terngiyang di pikiran Rossa. Teringat kejadian Tama. Rossa tak ingin ‘kecolongan’ tentang cowok lagi. Benarkah Nicki seorang pemabuk dan pecinta selangka*an?


Rossa memutuskan menyelidiki Nicki. Ia ingin ke rumah Nicki dan mencari tau dari tetangganya. Ia bingung memilih teman. Kalau sendiri serasa canggung juga. Mau ajak Rena, dia hamil besar. Hedi, sibuk dengan kerjaan sambilan. Akhirnya ia mengajak Angga. Awalnya Angga menolak. Menurut Angga itu sangat konyol dan memalukan. Setelah Rossa memohon dengan sedikit rayuan, akhirnya Angga mau dengan sangat terpaksa.


“Trus nylidikinnya gimana Ross? Aneh aneh aja lu. Kaya dektektif aja sih!!!” kata Angga saat mereka bertemu. Rencananya sore ini mereka menyelidiki. Rossa menggunakan gamis over size dan jilbab besar sebagai penyamarannya.


“Yaaa aku sih nyamar pake ini. Ibu bapanya pernah ketemu aku. Takut ngenalin kalo biasa aja.” Kata Rossa


“Gitu aja juga boleh, gak ada yang ngenalin lu juga di sana”


“Ya kalo lu pake gamis sama jilbab gede, trus gue begini aja kaya copet dong penampilan gue” kata Angga menunjukkan penampilaanya sekarang. Celana jeans dengan lutut bolong, kaos oblong hitam dan topi hitam. Rossa tertawa “iya sih kalo mirip copet. hahahaha"

__ADS_1


“Sialan!! Ngerepotin banget tau gak. Tunggu disini aku ganti baju dulu.” Angga menaiki motornya lagi dan pergi.


Angga kembali dengan penampilan barunya. Benar benar penampilan yang membuat Rossa terpana tak percaya.


“Gimana?” tanya Angga dengan percaya diri.


“Kamu bener bener......... Bener bener......... Mirip orang minta sumbangan. Hahahahaha”


“Anj*ng lu” Angga mulai mengeluarkan kata kata ajaibnya. Rossa yang sudah terbiasa dengan kata kata ajaib itu masih tertawa terbahak bahak. Bagaimana tidak Angga menggunakan celana bahan hitam baju koko coklat lengkap dengan pecinya. Sungguh bertolak belakang dengan penampilan sehari harinya. Apa lagi bila kata kata ajaib sudah keluar dari mulutnya. “ini tuh jati diri aku yang sebenarnya tau!! santri, alim, gak banyak tingkah." kata Angga


“Mana ada santri bibirnya biru, napasnya bau rokok. Udah gitu omonganya rusak”


“Mana ada santri wati bergamis besar tapi mantannya segudang. Ngaca Ros ngaca sana”

__ADS_1


Dua orang berpenampilan yang tak sesuai itu saling menghina, kemudian berangkat menjalankan misi mereka.


__ADS_2