
Nicki tak pernah target menjadi seles mobil. Malah terus terusan nombok untuk ongkos kesana kemari. Ia memutuskan untuk resign. Mencari pekerjaan yang lebih baik.
Akhirnya ia kembali ke toko peralatan teknik tempat dulu ia bekerja. Tapi kali ini ia di tempatkan di Magelang. Kota yang berjarak beberapa jam dari kota Solo. Di toko itu Nicki di tempatkan sebagai kepala toko. Setingkat lebih tinggi dari seles. “Kamu terima Yang? Lha aku gimana dong kalo kamu di Magelang?” Tanya Rossa saat Nicki menceritakan semua.
“Lah aku terima karena masih bisa pulang Solo Yang. Aku mau di tempatkan di Surabaya malah sebelumnya, tapi pindah ke Magelang. Aku bersyukur banget bisa di Magelang. Walaupun seminggu sekali masih bisa ketemu kamu. Aku janji deh tiap minggu pulang.” Kata Nicki sambil merangkul pundak Rossa. Mereka berjalan di sebuah mall menuju bioskop di lantai atas.
“Rossa ya?” sapa seseorang di belakang mereka. Rossa menoleh ternyata orang yang dulu begitu akrab dengannya. “Mas Tama!!!” Rossa terkejut dan gembira. Tama bersama dua orang anak laki laki dan seorang perempuan. “ini Daus?” tanya Rossa pada anak kecil yang di gendong Tama. “Iya ini Daus, ini Ferry anak pertama ku, dan ini Citra”
Tama penuh senyum sumringah menjelaskannya. “Citra, mbak Citra yang kamu ceritain kemarin dulu?” tanya Rossa antusias. Tama mengangguk dengan senyum seribu watt. Binar kebahagiaan sungguh terlihat di wajahnya. Ia terlihat lebih muda, lebih segar. Rossa ikut berbinar melihat mantannya itu hidup dengan baik.
Setelah putus dari Rossa, Tama mencari cari Citra. Usahanya berhasil. Menemukan Citra di ibu kota bersama anak pertamanya. Perjuangan cinta mereka untuk bersatu dan mendapat restu keluarga Tama bisa di jadikan novel yang menarik suatu hari nanti. Tama menceritakan semuanya dengan berbunga bunga. Sekaligus menraktir Rossa dan Nicki di food cort mall itu.
__ADS_1
Nicki tipe cowok yang mudah akrab dan tak pernah cemburuan tanpa alasan, dengan senang hati menemani Rossa dan Tama. Begitu juga Citra yang ikut asik dalam pembicaraan antar mantan itu. “Kamu kapan nikah Ross?” tanya Tama
“Ntar mas masih lama.”
“Cepetan nikah. Tak lihat kalian berjodoh deh” kata Tama memandang Rossa dan Nicki bergantian.
“Kami baru aja jadian bos, yaa doanya aja.” Jawab Nicki sambil memakan kentang goreng.
Yang di jadikan objek pembicaraan lagi asik main tos tosan dengan Daus yang ada di pangkuan Citra. “Udah besar dia. Dulu waktu ketemu aku masih hitungan bulan. Masih keciiiiilll banget. Udah gitu gak mau tak gendong lagi” Kata Rossa
“kamu hampir jadi Ibu tirinya ya mbak. Hahahaha” kata Citra yang paling pendiam diantara mereka.
__ADS_1
“Terimakasih sudah mau hidup bersama mas Tama mbak, aku tahu perjuangan cinta kalian pasti cukup berat. Tapi aku tahu mas Tama hidup dengan baik dan bahagia kini. Aku turut bahagia” kata Rossa. Senyum tulus terpancar dari wajahnya. Citra tersenyum menggenggam tangan Rossa. “terimakasih juga sudah melepaskannya, dan memberi semangat untuk berjuang.” Rossa tersenyum.
Mereka pun berpisah di food cort itu. Rossa dan Nicki melanjutkan di gedung bioskop. Sedang keluarga mini itu masih ingin jalan jalan. “Untung kamu gak mau sama dia Yang.” Kata Nicki saat mereka sudah menjauh dari Tama.
“emang kenapa?”
“kalo mau ya orong orong lah, ora melu gawe melu momong. (Gak ikut buat ikut ngasuh)”
“Kaya judul lagu donk hahahaha” Rossa tertawa. Teringat lagu campursari yang ngetren beberapa tahun lalu. “Ngomong ngomong kamu gak cemburu kan aku ketemu mas Tama?”
“Ngapain cemburu. Emang kalian ngapain tadi? Cuman makan doank sama ngobrol. Apanya yang harus di cemburuin sayangku?” terbersit rasa heran di muka Nicki dengan pertanyaan Rossa.
__ADS_1
Rossa tersenyum. Ahh andai aku bersama Setya saat ini pasti sudah bertengkar. Mana mungkin bisa dia duduk semeja dengan mantanku. Rossa melingkarkan tangannya di lengan Nicki. Mereka sudah sampai di depan gedung bioskop. Bersama Nicki Rossa benar benar damai. Rossa semakin jatuh cinta pada kekasihnya itu.