
Rossa mendapat tawaran pindah di toko karena wajahnya yang lumayan. Rossa menerima karena kontraknya habis saat itu. Takut tak di perpanjang kalau tak di terima. Angsuran motornya masih dua tahun. “Kenapa gak nolak aja sih? Kamu kan pinter ngomong. Di toko kan ketemu banyak cowok. Kamu mau cari selingkuhan apa?” Kata Setya sewot. “Ya gak cari selingkuhan. Luu posesif banget sih. Aku tuh nerima karena kreditan akh masih dua tahun. Kamu ma nerusin kalau aku gak di perpanjang kontrak.” Balas Rossa. “Tuh kamu ngomong ke aku aja bisa pinter. Kenapa jawab jawabin biar gak di pindah ke toko gak bisa. Bilang aja toko jauh bilang aja gak boleh sama orang tua.....”
“bilang aja gak di bolehin pacar. Trus nanti HRDnya langsung ngomong ‘ya udah mbak Rossa. Mulai hari ini kita gak perpanjang kontrak mbak lagi. Silahkan pergi’ gitu maumu? Terbang sudah motorku hasil kreditan ku setahun.” cerocos Rossa. “Ahhh udah males akutuh debat terus gini” Rossa ngyor pergi.
Penampilan baru Ross kini memakai high hells, baju ketat, celana ketat, rambut di cepol tertata rapi dan polesan makeup cukup tebal di wajahnya. Kesampaian juga menjadi pramuniaga toko yang ia inginkan dulu waktu masih sekolah. Kebetulan toko roti itu tidak menerapkan aturan tinggi badan untuk pramuniaga jadi amanlah untuk Rossa yang kerdil.
Rossa di kursuskan singkat tentang kepramuniagaan oleh toko. Sebenarnya ia sudah mumpuni karena SMK nya dulu jurusan penjualan, tapi apa daya ketika HRD sudah berkehendak. Ia berangkat jam 8 pagi untuk kursus, pulang jam 2 siang dari kursus langsung ke toko untuk jaga toko sore sampai malam jam 10. Terus begitu selama tiga bulan. Jadwal yang amat padat membuat Rossa jarang ada waktu untuk Setya. Bahkan untuk membalas pesan pacarnya. Setya begitu uring uringan. Pertengkaran rutin yang biasanya terjadi seminggu sekali pun kini terjadi hampir tiap hari. Kesibukan membuat Rossa tak ada tenaga untuk bertengkar.
Pelatihan singkat itu di ikuti beberapa pramuniaga toko toko yang lain. Sekitar lima belas orang dalam satu kelas. Kebanyakan memang cewek tapi enam diamtaranya cowok dari penjaga taman bermain di kota itu. “Kenapa motormu ros?” tanya Ikhsan teman pelatihan Rossa. “Perlu di stater manual aja kayaknya, tapi aku gak kuat hehehe” Pria tinggi tegap putih (bukam pocong yaa) itu segera membantu. Sekali stater manual langsung nyala. “Waduh mas makasih yaa”
“Iya sama sama. Nanti jaga toko sampai jam berapa?”
“Sampai jam 10 mas biasa”
__ADS_1
“Nanti aku main ke toko boleh? Aku hari ini off kerja kok.”
“Boleh kalau beli. Hahahaha mari mas keburu telat aku” pamit Rossa meninggalkan tempat pelatihan.
Malam jam 9 kurang 15 menit seorang laki laki gagah memasuki toko. “Mari silahkan. Bisa di bantu mas?” sapa teman Rossa. Laki laki itu berjalan mendekati Rossa yang sedang menghitung stok roti di rak. “Masih sibuk Ross?”
“Ehh mas Ikhsan. Iya masih satu rak belum keitung. Kami mau tutup 5 menit lagi. Mas mau beli apa?” tanya Rossa
“Gak doyan roti aku. Mau ngajak kamu makan aja abis pulang kerja. Aku tunggu di depan yaa” kata Ikhsan sambil tersenyum manis. Ahh memang manis cowok satu ini.
“Temen di kursusan” jawab Rossa masih menghitung stok roti.
“Kenalin dooong. Kamu kan udah punya pacar. Masak ia yang ini mau kamu embat” rayu teman Rossa.
__ADS_1
“Tuhh orangnya ngajakin makan tadi. Ikut aja nanti. Biarin dehh aku jadi obat nyamuk asal kamu gak jomblo kelamaan. Lumutan lama lama kalau gak ada yang gandeng tuh tangan. Hahahaha”
“Dasar bocah gilak”
Mereka bertiga makan di warung bakmi jawa dekat toko. “Nanti tahun baru kemana Ros?” tanya Ikhsan
“Di toko mas. Akhir bulan. Stokan. Biasanya sih pulang larut” jawab Rossa dengan mulut penuh mie. Si teman yang ingin pdkt ke Ikhsan ternyata hanya jadi obat nyamuk. Ikhsan sama sekali tak tertarik padanya. Hanya Rossa yang ia lihat. Peran obat nyamuk yang ia mainkan membuatnya mengacak acak mie di depannya. Jika ada back sound kayak di sinetron back sound lagu Rossa sangat cocok. Kuuuuummmeennanggiiisss.......
Usai makan mie Ikhsan memaksa Rossa untuk mengantar pulang. Walau dengan motor masing masing. Ikhsan membuntuti Rossa dengan jarak yang cukup dekat. Di jalanan hampir dekat dengan rumah Rossa mereka berpapasan dengan Setya. Tanpa menunggu waktu lama motor Rossa di hadang Setya yang putar balik. “ ngapain loe nganterin cewek gue pulang. Mau ngajak berantem loe. Mau berantem sekarang!!!” teriak Setya langsung menuju motor Ikhsan yang ikut berhenti. Teman Setya yang tadi di bonceng menarik tangan Setya memenangkan. Rossa turun dari motor panik menghampiri Setya yang sudah berhadapan dengan Ikhsan. “ Set, dia cuman nganterin aku pulang gak lebih” ucap Rossa menahan tubuh Setya agar tak mendekat ke Ikhasan. “Emang lu gak bisa pulang sendiri. Dasar cewek lon*e. Gatel banget sama cowok. Ini alesan kamu pindah toko kan. Biar bisa selingkuh sama cowok lain.” Kata Setya sempoyongan. Nafasnya bau. Badannya goyang kesana kemari. Teman yang memeganginya pun sempoyongan juga.
Rossa syok dengan apa yang terucap dari mulut Setya. Ia berdiri nanar menatap Setya. Setya mendekati Ikhsan melayangkan tinjunya, namun di tangkis cepat oleh Ikhsan. Justru kini Setya yang tersungkur di tanah oleh tinju Ikhsan. “Bawa temen loe pergi. Atau gue hajar lo berdua sekarang” kata Ikhsan pada teman Setya. Si teman pun bergidik membangunkan Setya memapahnya dan mengendarai motor dengan ugal ugalan menjauh.
Rossa mematung air mata membasahi pipinya. Ikhsan memapah Rossa kepinggir jalan. Meminggirkan pula motor mereka. Duduk di samping Rossa cukup lama. Melirik gadis imud di sebelahnya yang menangis sesenggukan. Ikhsan merentangkan tangan menarik Rossa kepelukannya. Rossa yang mendapat pelukan justru semakin kencang menangis. Mereka berpelukan cukup lama. Untung saat itu sudah larut jadi jalanan sepi.
__ADS_1
“Jadi yang tadi itu pacar kamu.” Kata Ikhsan saat Rossa sudah tenang dan melepaskan pelukannya. “Habis mabok dia. Makanya kaya orang gila gitu. Beneran yang tadi pacar kamu Ros?” ada nada tak precaya dan merendahkan di sana. “Kamu beneran mau sama orang kayak tadi? Enggak banget lho. Penampilan lusuh, mabuk, muka juga kayak gitu gak ada ganteng gantengnya.”
Rossa di antar Ikhsan sampai depan gang rumahnya. Takut mengganggu tetangganya karena suara motor ninja dua tak Ikhsan yang berisik. “Ross, ingat yaa. Cewek baik untuk cowok baik. Begitu juga sebaliknya. Kamu terlalu gak pantas sama dia” ucap Ikhsan sebelum mereka berpisah.