Half Bad Girl

Half Bad Girl
primadona


__ADS_3

Mungkin karena di pabrik itu banyak laki lakinya dari pada perempuan, membuat Rossa lumayan terkenal di situ. Banyak laki laki yang mencari perhatian. Rossa merasa menjadi primadona. Hp yang dulunya sepi, sekarang ramai dengan beragam cerita dari teman lelakinya.


Rossa hanya menanggapi sewajarnya chat chat itu. Ia masih malas dengan yang namanya pacaran. Semua chat itu ia ceritakan pada Setya. Entah kenapa ia percaya pada cowok yang lebih tua setahun daripada dirinya itu. Mungkin karena pembawaannya yang asik, humoris, dan memiliki kadar gila yang sama dengannya. “emang dasarnya aja lu sok cantik Ross. Seneng bgt jadi pusat perhatian.”


“lah aku gak minta Set, mereka aja yang mau. Aku juga gak promo kok buat jadi artis pabrik ini.”


“Gak pengen gitu punya pacar salah satu dari mereka. Aku juga boleh.”


“Males banget!!!” ucap Rossa ngoyor masuk kepabrik. Jam istirahat mereka sudah berakhir.


Hingga suatu hari ada anak cowok masuk ke pabrik itu. Ia terus mengejar ngejar Rossa. Bukan hanya lewat handpone tapi lebih dari itu. Ia membuntuti Rossa pulang hingga Rossa merasa risih. Parahnya lagi cowok itu sekarang satu sift dengan Rossa menggantikan temannya yang keluar. “ehhh, cantik kita sekarang satu sift yaa.” Kata Abash nyengir kuda. “bodo” sahut Rossa tak suka. Abash terus mencari kesempatan dalam kesempitan. Tak sengaja menyenggol Rossa lah, menggenggam tangan Rossa lah dan sebagainya.


“Bas, lu kerja profesional yaa. Sekali lagi mencari kesempatan laporin SPV. Ngerti!!?” tegur Setya yang tau Rossa sudah tak nyaman dengan perlakuan Abas. Anak baru itu menciut. Ia tau Setya ketua sift di situ dan bisa di bilang cukup senior. Rossa tersenyum pada Setya. Yang di ajak tersenyum mengeluarkan gigi atasnya. Membuat wajahnya mengerikan di lihat. Rossa memutar bola matanya “ihh serem”.


“Makasih ya Set, tau aja aku lagi terancam tadi.” Kata Rossa saat jam istirahat. “ iyaa kalau dalam kerjaan sih aku bisa bentak dia kalau di luar itu aku gak bisa apa apa.” Jawab Setyo sambil menyendok mie nya. “ lagian gak lu tonjok aja tuh si abu gosok. Katanya bisa karate dikit dikit.” Lanjut Setya


“Ya masak aku bikin keributan di tempat kerja.”


“Ya kalau luu gak bikin keributan, aku yang bikin kalau abu gosok itu macam macam kaya tadi” Setyo menggebrak meja. Rossa yang sedang minum tersedak. “ ngapain pake acara gebrak gebrak segala!!! Panas ni idung kesedak sampai idung aku.” Jawab Rossa setelah selsai terbatuk batuk. “Emosi tau. Lu di belain gak terimakasih malah marah marah.”


“Iya makasih mas Supermen Jawa udah belain aku. Tapi gak usah pake acara gebrak gebrak yaa.”


“Idiiihhh gak gak jangan supermen”


“Kenapa?”

__ADS_1


“Celana dalemnya di luar. Udah gitu warna merah lagi”


“Lha lu mau warna apa? Kuning gambar spongebob?”


“ pelangi aja dehh. Yang kaya ada di matamu hahahaha”


“Lu pikir mata ku mirip celana dalem apa!!??” ucap Rossa meninju lengan Setya. Obrolan tak berfaedah mereka terhenti ketika jam istirahat berakhir.


Setya


jeroning dodo ono roso


jero ning kalbu enek sliramu


nanging lingsem ati iki ngakoni ning ngarepmu


cahyamu madangi dino ku


cahyamu ngangeti ati ku


nanging aku wedi


soyo tak cedaki,


soyo ngobong awaku dadi awu

__ADS_1


mergo panas mu ugo ra ngapusi


cah ayu seng isoh tak sawang


ora isoh tak ndweni mergo ning awang awang


dalam dada ada rasa


dalam hati ada dirimu


namun malu hati ini mengakui pada dirimu


karena kamu bagaikan mentari


cahayamu menerangi hariku


cahayamu menghangatkan hatiku


namun aku takut,


semakin ku dekati


semakin membakar diriku menjadi abu


karena panasmu bukan kebohongan

__ADS_1


gadis cantik yang bisa kupandang


tak bisa ku miliki karena berada di awang awang


__ADS_2