Half Bad Girl

Half Bad Girl
tak ada jalan pulang


__ADS_3

Setya terus berusaha mendekati Rossa. Ia membuktikan kalau sekarang ia lebih mapan dan dewasa. “Pegang tangan ku Ross” kata Setya saat menaiki undakan candi yang cukup curam. Mereka pergi ke sebuah candi di atas bukit. candi yang jalan naiknya begitu curam sampai hanya pengendara ahli yang bisa sampai atas. “Aku bisa sendiri Set, aku tuh gak manja” kata Rossa tapi tetap memegang tangan Setya. Di puncak candi itu terhampar pemandangan indah khas ketinggian. Udara sejuk dingin menambah indah segala suasananya. Susunan batu yang artistik membuktikan orang jaman dulu sanggup membuat karya seni yang indah.


Hari ini pabrik sepi. Jadi mereka bisa pergi berdua. Tanpa sepengetahuan orang tua masing masing tentunya. “Nanti habis dari sini kemana? Masih lama nunggu jam 4” kata Setya ketika mereka duduk di warung makan. “Gak tau, pulang juga gak papa. Bilang aja dapat 5 jam kerja” kata Rossa yang kini pandai berbohong dengan orang tuanya.


Tak bermaksud jadi anak buruk. Ia hanya ingin orang tuanya tak kepikiran jika ia gonta ganti cowok. Ia sudah gagal tunangan dua kali membuat orang tuanya cukup resah memikirkan jodoh anaknya. Ia ingin mendapatkan yang benar benar baik sekarang agar tak gagal lagi. entah takut gagal atau perasaan cintanya yang bbelu selsai pada Setya. Dan semua laki laki yang ia kencani hanya untuk pelampiasan. Rossa sendiri belum bisa memastikan hatinya sendiri saat itu.


Selsai dari candi itu Setya mengajak Rossa mampir ke rumah teman mereka satu pabrik. Si pemilik rumah baru akan menyebarkan undangan pernikahan temannya. “Kalian berdua tunggu sini aja. Anggap aja rumah sendiri. Aku nyebar udangan sebentar.” Kata Ferry ngeloyor pergi.


Rumah itu peninggalan kakek Ferry. Ia hidup sendiri di situ. Orang tuanya tinggal di rumah lain tak jauh dari rumah itu. Rossa dan Setya nonton tv. Setya tiba tiba memegang tangan Rossa. Menciumnya dengan penuh perasaan. “aku pingin kita pacaran lagi. Aku cemburu lihat kamu pergi dengan cowok lain. Aku sayang kamu Ross” kata Setya tangannya yang lain sudah merangkul pundak Rossa. “trus kita jelasin apa ke ortu? Mereka gak mungkin nerima hubungan ini begitu aja. Aku tahu orang tuamu sudah benci banget sama aku” jawab Rossa tahu diri. Ntah siapa yang salah dalam hubungan ini kemarin, yang jelas orangtua mereka pasti membela anaknya.

__ADS_1


Setya diam, tangannya semakin erat memeluk Rossa “kita kawin lari Ros. Aku gak bisa putus dari kamu lagi. Aku gak bisa jauh dari kamu. Aku kesiksa tiap lihat kamu di tart tanpa bisa bicara atau bercanda sama kamu. Aku sayang sama kamu” Setya mrngakhiri kalimatnya dengan mendekatkan bibirnya ke bibir Rossa. Kali ini bukan kecupan seperti yang dulu. Setya menghisap lembut bibir Rossa pelahan memasukkan lidahnya. Ciuman itu bersambut.


“Tumben udah gak gigit lagi. Udah pinter belajar dimana?” tanya Rossa ketika aktivitas itu selsai. “Kamu juga udah pinter belajar sama siapa?” kata Setya


“Lah aku nanya duluan kok malah balik nanya. Hahahaha” Rossa tertawa


“Gak lucu Ross, siapa yang duluan nyium kamu!!! Baru beberapa bulan putus udah gak suci aja tuh bibir. Jangan jangan kamu udah gak prawan lagi hah” Setya mulai emosi


“Putus dari aku trus jadi murahan aja kamu” Setya tersenyum sinis meremehkan

__ADS_1


“Suka suka. Lah kamu juga udah belajar nyium juga....”


“Aku cowok Ross, kamu cewek!! Aku gak suka kamu deket atau di cium siapapun!!” bentak Setya. Pertengkaran yang dulu sering terjadi berulang lagi. “Dasar lon*e. Sekali lon*e tetap lon*e. Kamu gak bisa berubah apa. Jadi cewek yang gak murahan gitu.” Kata Setya benar benar melukai perasaan. “Kamu bilang kamu mau berubah Set, buktinya sama aja. Kamu kasar kalo marah. Kalo aku udah ciuman kamu juga udah ciuman dengan cewek lain kan. Kita inpas!!! Mana??? Mana perubahan yang kan janjikan???” kata Rossa sudah berderai air mata. “aku gak akan berubah. Aku gak mau berubah!!!” bentak Setya


“Oh, jadi selama ini janji kamu buat berubah itu bohong?”


“Iya, kenapa kamu gak bisa nerima aku apa adanya? Di luar sana ada cewek yang rela aku tidurin dan nerima aku apa adanya.”


“Ya udah ngapain kamu ngarepin aku. Ngapain buang buang waktu buat aku” Rossa menghapus airmatanya. Ia sadar cowok itu memang tak pantas di pertahankan.

__ADS_1


Pertengkaran mereka berakhir. Terdengar motor Ferry memasuki halaman. Rossa menghapus air mata. Berusaha seceria mungkin. Ternyata tak ada jalan pulang. Jalan pulang itu berarti ia jatuh di lubang yang sama, seperti kata Angga. Setya yang sekarang masih Setya yang dulu. Tak akan berubah dan tak mau berubah. Rossa harus melangkah maju. Harus melupakan Setya. Cinta yang masih bersemi harus mati.


Setya, mencintaimu adalah anugrah. Melupakamu adalah keajaiban. Akan ku buat keajaiban itu meski seluruh darah harus ku teteskan.


__ADS_2