Half Bad Girl

Half Bad Girl
ijab qobul


__ADS_3

Ijab qobul akan di adakan jumat 3 November, resepsi di adakan 5 November. Sedangkan acara ngunduh mantu diadakan seminggu setelahnya tanggal 12 November. Rossa mempersiapkan semua acaranya bersama WO yang keluarganya sewa.


Tanggal satu, artinya dua hari sebelum ijab qobul perut Rossa mulas. Rossa tahu persis tamu bulanannya akan datang. Nyeri di perut dan selangkang*n amat menyiksa setiap kali tamu bulanan datang. Tenang, setelah menikah nyeri bulanan yang hampir membuat pingsan itu akan menghilang. Batin Rossa. Kata orang orang seperti itu. Mitos bilang seperti itu. Rossa merasa akan terbebas dari nyeri itu setelah ini.


Tiba tiba pikirannya melayang pada kekasihnya. Pasti seru menchat kekasihnya itu.


‘yang’


‘iya sayang kenapa?’


Yang sabar yaa’


‘ada apa? Kenapa? Ada yang tidak beres?’


‘ada yang’


‘Katakan padaku. Cepat. Kamu terluka? Kamu sakit?’

__ADS_1


‘aku mens. 😁😁Bisanya aku mens seminggu lebih. Yang sabar yaa’


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


Di jawab dengan emotikon tangisan panjang oleh Nicki. Membuat Rossa tertawa terpingkal pingkal. Menghilngkan sedikit rasa nyeri di perutnya.


Ijab qobul diadakan di masjid KUA tempat Rossa. Pagi pagi pukul 6 Rossa bersiap di rias. Kebaya putih, sanggul, dan kain jarik menghiasi tubuhnya. Tak lupa sepasang high hells tinggi agar bisa menutupi jomplangnya tinggi Rossa dan Nicki. Nicki cowok bertinggi 171 sadang Rossa tak sampai 150 membuat Nicki seperti jalan dengan anak anak. Tukang rias yang tahu itu menutupinya dengan sanggul tinggi Rossa, juga sendal high hells yang tinggi. “Cantik dek, gak terasa sekarang jadi manten sungguhan. Dulu ngerias pas wisuda, trus jadi pager ayu pas nikahan kakak mu. Sekarang ngerias kamu jadi manten. Kamu udah besar ya dek.” Kata mbak perias yang menjadi langganan keluarga Rossa cukup lama.


“Iya mbak, gak terasa hehehe”


“Gak mbak, bisa lihat dikit dikit kok. Kalau pake kacamata gak bisa full makeup. Udah gini aja gak papa”


“Oke deh, sebentar lagi juga ada yang nuntun, jadi gak masalah gak kelihatan dikit. Hahahaha” goda mbak perias.


Usai di rias Rossa pulang kerumahnya. Menunggu rombongan keluarga Nicki datang. Tak berapa kama mereka datang. Dan bersama sama menuju KUA desa itu. Nicki menobos mobil Rossa. Ikut naik disitu. Sepanjang jalan terlihat senyum di wajahnya. Tak lupa selalu menggenggam tangan Rossa. Mumbuatnya di bully oleh mas Joko, suami kak Ifa. Bukannya malu di bully, Nicki justru senang. Membuat Rossa yang malu sendirian.


“Saya trima nikah dan kawinnya Rossa putria binti Henry dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai” sekali tarikan nafas ijab qobul dilakukan Nicki dengan lancar. Saksi di ruangan itu mengatakan “sah!!”

__ADS_1


Hari itu, Nicki mengambil tanggung jawab atas Rossa dari orang tuanya. Hari itu Nicki lah yang harus Rossa patuhi. Hari itu mereka jadi muhrim. Atas perjanjian Nicki pada Allah. Status Rossa berubah menjadi istri seiring tanggung jawabnya pula. Pria yang di sampingnya ini telah berani mengambil sumpah di depan Allah, sang pencipta gadis mungil itu. Sekarang Rossa juga harus berusaha mencintai Nicki, menaati, dan mematuhinya.


Rossa mengambil nafas dalam sambil menyalami keluarga dekatnya. Bayangan Setya sedikit terlintas. Hahhh Rossa segera mengalihkan perhatiannya. “Kamu cantik istriku” kata istriku di beri penekanan lebih oleh Nicki.


“Benarkah? Kamu juga ganteng sayang. Soalnya aku gak kelihatan jelas muka kamu hahaha” kata Rossa jujur. Kacamata silindernya tak ia pakai membuat jarak pandangnya hanya beberapa meter. Itu pun membayang. “Kenapa gak pakai lensa sayang? Kamu gak apa apa begini?”


“Aku takut kalau pake lensa sayang. Di colok colok matanya”


“ya sudah gak apa apa ada aku yang menggandengmu mau kemanapun kamu pergi” kata Nicki yang benar benar sumringah hari itu. Kebahagiaan yang seperti ia tularkan pada setiap orang yang menyalaminya. Rossa bisa merasakan kebahagiaan mendalam Nicki hari itu. Membuat hatinya menghangat pula.


Usai dari KUA keluarga besar itu mampir di restoran dekat rumah Rossa. Jamuan makan diadakan disana. Nicki tak henti henti tersenyum. Membuat Rossa tertular senyum itu. “Sekarang kamu istriku, istriku, istriku yang cantik” bisik Nicki. Ahhh sungguh kebahagiaan Nicki saat itu begitu melimpah. Entah bagaimana harus mengungkapkannya dengan tulisan.


Rombongan itu pulang kerumah. Keluarga Nicki pulang ke rumah mereka. Nicki di tinggal di Rumah Rossa. Mereka kemudian mengunci diri di kamar. Mereka tak henti hentinya mekakukan adegan yang biasa mereka lakukan di karaoke. Dengan panasnya meraka saling hisap, saling bertaut dan saling menjelajah. “adegan se enak ini sekarang halal ya yang.” Kata Rossa.


“Iya halal adegan yang lebih enak pun sekarang halal” jemari Nicki menelusup kemana mana.


“Ahhh, sayang masih belum boleh. Lihat masih ada pembalut. Kamu ini ahhhh” Rossa mendesah tiap kali nicki memelintir put*ngnya. Nicki terus menjamah tubuhnya. Mengenali setiap inchi tubuh baru miliknya. Meski belum bisa melakukan ‘itu’.

__ADS_1


__ADS_2