
Hujan pertama di musim kemarau. Menghadirkan aroma basah yang menyenangkan. Rossa sedang asik chatting dengan Nicki( teman pak Bambang) sambil menikmati suasana dan aroma basah. Yang hanya bisa di dapat pada saat hujan pertama.
‘Lombok masih kering Ros, masih kemarau. Panas banget’
‘iya toh. Disini dah enak tuhhh. Ademmm. Aroma basah yang dirindukan’
‘ahh kamu jahat Ross, aku jadi pingin pulang cepet tauu’
Ternyata Nicky berencana pulang kampung. Ia sudah resign dari tempat kerjanya. Menunggu akhir bulan untuk pulang. Nicky ingin cari kerja di sekitar rumahnya saja. Biar bisa ngumpul keluarga katanya.
Sebenarnya Rossa tak terlalu suka dengan Nicky. Dari kesan pertama seolah menunjukkan kalau Nicky cowok sombong. Tapi kalau untuk teman chat Nicky sangat menyenangkan. Cowok itu bisa ngobrol apa aja dan nyambung dengan Rossa. Itulah mengapa Rossa masih berchat ria dengan Nicky.
Hp Rossa bergetar. Panggilan dari Satria. Tumben ni anak sampe nelpon. Batin Rossa “kenapa Sat?”
“Bisa ketemu gak?”
“Kapan? Sekarang udah malem. Gak bisa keluar rumah aku.” Kata Rossa melirik jam dinding.
“Terserah asal bisa ketemu”
“Ketemu bentar apa mau main bareng”
“ Main bareng juga boleh”
__ADS_1
“Ntar yaa tak cari acc cuti” kata Rossa. Mereka berencana akan main di telaga tak jauh dari Solo.
“pake motor ku aja Sat. Pegel lah aku bonceng sampe telaga pake ninja. Mana jalannya naik turun lagi.” Protes Rossa saat mereka ketemuan di pom bensin biasa.
“Gak mau masa pake motor bebek” Satria ikut protes
“lagian Cuma kamu cewek yang gak suka naik ninja.” Akhirnya mereka naik mobil Satria. Menitipkan motor Rossa di warung makan Satria.
Telaga itu berada di puncak gunung. Udara dingin berkabut menyambut para pelancong. Satria memilih bangku dekat telaga, sambil memesan kopi panas. “Aku tuh mau ngomong sama kamu. Penting yaa enggak tapi ya harus ngomong” Satria membuka percakapan. “apaan?” Rossa penasaran
“Aku udah jadian sama cewek lain Ros. Aku akan nikah tahun depan sama dia. Aku gak bisa nunggu kamu terus sampai kamu sembuh patah hati.” Satria diam sejenak menunggu reaksi Rossa. Yang di tunggu tak bergeming. Hatinya berdesir pilu namun masih menunjukkan muka datar. “kamu itu cewek unik. Terlalu unik hingga aku gak tau cara apa agar bisa dapetin hatimu. Dia cewek baik. Dia minta kepastian sama aku. Aku tahu rasanya di gantung. Makanya aku gak mau gantungin dia.” Satria melanjutkan.
Tak ada percakapan cukup lama di antara mereka. Mereka diam dengan pikiran masing masing.
“Kamu gak nangis atau ngucapin selamat gitu?” tanya Satria membuyarkan lamunan Rossa. “Iya selamat, moga moga sampai pelaminan tanpa ada halangan apa pun. Amin” doa Rossa
“Kamu bener bener gak punya rasa ke aku ya Ros?” Tanya Satria sambil melempari danau buatan itu dengan krikil krikil kecil yang ia temukan.
“Terlambat juga Sat aku punya rasa sekarang. Kalian udah jadian, udah rencana nikah. Trus aku tiba tiba datang bilang aku suka kamu trus tinggalin cewek itu gitu?”
“Kamu gak mau jadi pacar aku?” tanya Satria lirih
“Ya kamu udah punya pacar gitu. Lagian salah aku juga ngegantung kamu terlalu lama. Ya udah semoga bahagia Sat” kata Rossa mengulurkan tangan. Tangan itu di sambut Satria erat. Memutarnya hingga mereka terlihat bergandengan tangan. “ jalan jalan yuk!" ajak Satria beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Pembicaraan selanjutnya hanya pembicaraan santai antara dua sahabat. Termasuk membicarakan Rahmad yang akan segera menikah dengan tetangganya. Akibat perjodohan antar ibu mereka.
Mereka berjalan hampir mengelilingi seoaruh danau. “Balik yuukk kaki ku udah pegel” ajak Rossa. “Tuh ada kuda, naik kuda mau?”
“Gak kasihan kudanya. Masa ia keliling buat jadi tunggangan kita. Kita aja yang manusia capek keliling apa lagi kuda.”
“Daftarin diri jadi mentri perhewanan noh!!” kata Satria sambil mengacak rambut Rossa yang bergelombang. “Kamu gak nglurusin rambut lagi Ross?” tanya Satria yang tahu perubahan rambut Rossa.
“Gak Sat, rontok parah rambutku di lurusin. Udah biarin gini aja gelombang gelombang dikit.”
“Cantik juga kok. Gelombangnya cuman di bawah Ross jadi malah bagus. Cat rambutnya juga cocok di kulit kamu.”
“Gak aku cat Sat . Ini asli” jawab Rossa.
“Oww, berarti emang kamu tuh cantik”
“Gombal. Kedengeran cewek kamu bisa nangis dia.”
Kejadian selanjutnya benar benar membuat cewek baru Satria nangis jika melihatnya. Kedua sejoli itu asik berpangut ria. Satria mencium Rossa dengan panasnya. Ciuman dalam yang lama. Seolah waktu juga ikut melambat. Satria seperti ingin menciptakan kenangan terakhir darinya untuk Rossa. Rossa mengalirkan rasa sesalnya sudah mencampakkan cowok yang pantas di cintai itu.
Satria melepaskan ciumannya. “Udah Ross bisa lupa diri aku” kata Satria ngos ngosan menahan geloranya sendiri. Mukanya merah padam. Rossa diam menyesal sekaligus senang. “kamu emang menggoda Ross. Kalo kedepan ada jalan aku kembali ke kamu, aku akan kembali. Akan kupaksa kamu nerima cintaku dengan cara apapun!!”
Rossa tersenyum getir. "lain kali kalo ketemu jangan pake mobil lah. Kerjaan kamu kalo di mobil nyosor melulu." kata Rossa. Membuat Satria tertawa lepas.
__ADS_1
Hari menjelang sore. Mereka sudah kembali kewarung makan Satria. Mengambil sepeda motor Rossa yang di titipkan di sana. Perpisahan yang indah dua sejoli itu berakhir.