Half Bad Girl

Half Bad Girl
putus dengan rahmad


__ADS_3

Satria memarkirkan mobilnya di depan gang rumah Rossa. “Pulang dulu yaa” pamit Rossa akan membuka pintu mobil. Tidak menawari Satria mampir karena tadi dia izin ke ibunya untuk nengok teman pabrik sakit. Di jemput mobil pabrik. Satria tahu Rossa akan membuka pintu mengunci pintu mobil lagi. “Kiss good night mana?”


“Gak ada. Mau pulang.” Jawab Rossa. Satria memegang pundak Rossa mengarahkan bibirnya lagi. Rossa mengigit bibir Satria begitu bibir itu menempel. Satria melepaskan cengkramannya. “Kasar kamu Ross” kata Satria mengelus bibir bawahnya. “aku gak mau di cium paksa. Ingat itu” kata Rossa setelah keluar mobil. Namun masih bisa di dengar Satria.


Malam minggunya Rossa bertemu Rahmat di caffe langganan Rahmad. Ia ingin memutuskan hubungan mereka. Rossa berterus terang bahwa ia belum bisa move on dengan masa lalunya. Ia meminta maaf kepada Rahmad. “Beneran kamu belum bisa move on?”

__ADS_1


“Iya, hati ku masih hancur yang. Aku belum bisa ....”


“Bukan karena Satria kan?” potong Rahmat. “aku tahu sebenarnya Satria suka sama kamu. Kemarin kamu kancan sama dia kan. V call ku ganggu kalian ciuman yaa. Sepanas apa sampai kamu gelagepan kaya kemarin?” tanya Rahmad seolah sedang bercerita kancil mencuri timun. Tak ada emosi sama sekali. Nada bicaranya pun datar. Rossa tau Rahmad adalah tipe cowok sabar, tapi Rossa tak menyangka dia sesabar itu. “Aku juga nungguin kamu sampai pulang agak jauh dari gang rumah mu begitu v call itu selsai. Aku denger kata kata kamu waktu keluar mobil. Gak mau dipaksa di cium....”


“Ada sejoli di sini nih.” Satria datang tanpa dosa. Wajah Rahmat baru menampakkan emosinya. “Ehh kalian kenapa? Marahan? Kok pada di tekuk gitu wajahnya. Udah kalo marahan sini Rossa biar aku yang antar pulang udah malem.” Satria langsung menarik tangan Rossa keluar cafe. “Sat lepasin. Sat.... Sat..... Satriaaaa!!”

__ADS_1


“Ini motor mahal tapi gak ada enak enaknya di naikin” keluh Rossa yang ada di boncengan belakang. “Posisimu aja yang salah Ross. Jangan tegak gitu. Condong kedepan peluk aku.” Satria menarik tangan Rossa. Mereka berpelukan. “kamu menang banyak kalo kayak gini” kata Rossa. “Pegel aku. Kok gak pake motor biasa aja sih” keluh Rossa. “Ini motor mesra Ross. Motor prestis. Tuh lihat banyak yang lihatin kita di jalan” kata Satria. Benar juga banyak cewek cewek yang ngiri melihat Rossa nemplok cowok di depannya menaiki motor mahal itu. Jadi ini yang namanya bergengsi. Batin Rossa. Padahal ia sudah merasakan pegalnya di bonceng setengah jongkok setengah nemplok itu. Menurut orang indah belum tentu menurut kita indah pula.


Mereka menuju cafee lain faforit Satria dan Rossa. “Makan apa?” Belum sempat makankan tadi?” tawar Satria. “minum aja sama nyemil. Gak selera makan”


“Aku punya banyak uang buat jajanin kamu di sini. Makan dong masa sama aku kleaperan.”

__ADS_1


“Dasar sombong. Sini mentahnya aja.” Kata Rossa sambil menengadahkan tangan. “dasar matre” balas Satria memegang tangan Rossa dan menggenggamnya. Mereka pun tertawa bersama.


Satria sebenarnya tipe pria idaman Rossa juga. Dengan senyum manis, postur tubuh yang pas untuk Rossa. Juga sifatnya yang nakal tapi manis. Membuat Rossa panas sekaligus bahagia di sampingnya.


__ADS_2