Half Bad Girl

Half Bad Girl
Resepsi


__ADS_3

Hari resepsi tiba. Rossa memilih berdandan dengan riasan Solo Putri. Artinya paes di kepalanya berwarna hitam dan dibuat membulat. Alisnya juga tak dibuat bercabang seperti pada paes ageng jogja. Baju yang ia kenakan kebaya lengkap, bukan kemben dan kain kain. Namun kali ini kebaya Rossa dibuat agak moderen. Dari pagi Rossa sudah di rias. Satu perias khusus untuk dirinya. Sedang beberapa perias merias para pagar ayu, patah, dan beberapa among tamu.


Rossa terlihat menawan dengan kebaya berwarna merah berbuntut panjang. Rossa menyukai warna merah, karena itu ia mau pakai warna merah baik di resepsi maupun di acara ngunduh mantu nanti. Nicki oke oke saja tanpa memprotes.


Resepsi diadakan cukup meriah. Beberapa teman Rossa di pabrik roti datang. Mereka menggoda Rossa yang sudah mereka tahu pasti tidak bisa melihat dengan jelas. “kenal siapa aku?” Tanya Angga dari kejauhan. Dimata Rossa hanya bayangan orang tapi berwarna, namun ia hafal suara meraka. “Angga lah!!!”


“tuh bisa lihat. Ekting kamu yaa biar di gandeng terus sama Nicki”


“Gak ekting. Aku hapal suara kamu Ngga” kata Rossa. Nicki memang tak pernah melepaskan gandengannya sedetik pun. Ia menjaga langkah Rossa. Memberitahu benda apa saja di depannya agar Rossa yang minim penglihatan itu tak salah langkah. Termasuk memberi tahu siapa saja orang yang hadir memberi mereka selamat.


"Selamat ya Ros, Nick semoga kalian selalu bahagia." senyum tulus terlihat dari wajahnya.


"Makasih Ngga, semoga kamu cepat nyusul. Kan udah tua. Nanti keburu di panggil mbah sama anakmu. hahahaha"

__ADS_1


"Dasar pengantin sableng!!!"


Suka cita menghiasi acara itu. Rossa sangat bahagia hari itu.


Usai semua tamu undangan pulang tinggal manten dan para keluarga dekat. Nicki dan Rossa masih melakukan foto. Diarahkan oleh sang fotografer. "Capek yang?” tanya Nicki. “Capek enggak pegel iya.”


“Kenapa?”


“Ini sendal high hells tinggi banget. Pegel aku”


“Nyeker gitu?”


“Iya lah kalo pegel. Udah dari awal resepsi kamu pakai”

__ADS_1


“Kamu gak malu aku nyeker?”


“Enggak, asal kamu nyaman”


"Beneran?"


"Iya sini tak bawain sendalnya. Kamu gandeng aku aja biar gak kesandung" Rossa benar benar terharu. Rossa tahu Nicki sangat mementingkan penampilan. Ujung kepala sampai ujung kaki pria itu selalu terilhat sempurna. Di hari penting mereka, ia tak masalah Rossa nyeker asal ia nyaman. Jadilah pengantin itu pulang nyeker dan menyingkap jariknya sedikit keatas. Terlalu susah nengimbangi langkah Nicki yang panjang panjang dengan jarik ketat yang membalut tubuh.


Pemandangan itu menjadi bahan tertawaan keluarga dekat yang masih ada di situ. “Ros Ros masih ndeso aja kamu.” Kata mbak Ifa


"Biarin suami aku aja gak protes."


"Eleh, namanya juga pengantin baru. Bukan gak protes, tapi belum protes. Apalagi ngadepin kamu yang Masyaallah banyak maunya hahahaha yang sabar ya Nick."

__ADS_1


"Iya mbak, Rossa gak banyak maunya kok dia istri yang penurut" bela Nicki


"Emang susah ya ngadepin penganten baru lagi mabuk cinta hahahaha. Tapi selamat yaa. Aku ikut bahagia. Akhirnya Rossa menikah dengan orang yang tepat. Nitip adikku ya Nick" terselip haru pada kata terakhir kak Ifa. Kak ifa yang menjadi kakak sekaligus 'buku harian hidup' untuk Rossa. Ia tahu benar betapa terluka dan sedihnya Rossa di masa lalu. Tahu benar untuk mencapai pernikahan ini banyak sekali hal yang ia lalui.


__ADS_2