
Juli teman Rossa sepabrik akan menikah dengan Tari. Namun restu mereka terhalang orangtua Juli. Mereka tidak setuju karena Tari pernah janda runangan juga. “Lahh untung dapat si Tari cuman janda tunangan sekali. Lha kalo dapet aku yang dua kali janda tunangan apa kabar hahahahaha” kata Rossa sambil membuat mawar unutuk hiasan kue tart. Mawar dari butter cream itu di buat pada lempengan kecil. Rossa memutar mutar lempengan sambil membentuk mawar butter dengan sepuit khusus bunga. Butuh kesabaran dan tekad yang kuat untuk membuat mawar sempurna dari butter cream. Setelah jadi Rossa mengambil mawar itu dengan spatula menempelkannya diatas kue tart yang sudah di poles. "Iya udah janda tunangan dua kali bad gril lagi” Rena menambahi
“Emang gak pingin gitu milih satu trus kamu seriusin buat nikah Ros? Aku aja nunggu hari H, juli juga, indah udah punya anak, Okti juga udah nikah” Rena mengabsen daftar orang nikah di pabrik itu. Menang teman sebaya Rossa di pabrik itu sudah menikah semua tinggal dia yang calon saja masih misteri. “Buruan nikah Ross. Ntar lubang lu keburu di huni klelawar gak di pake pake.” Tambah Angga yang slengekannya kambuh.
“lahh kamu udah lebih tuaan. Bayangin aja 31 tahun cuman buat pipis aja gak sayang tuh senjata” balas Rossa tak kalah gila. Pembicaraan fulgar khusus dewasa seperti itu sering terjadi antara Angga dan Rossa. Mungkin teman teman mereka se tart yang kadar gilanya kurang dari dua makhluk itu merasa risih juga. Tapi apa daya, menegur dua orang gila berarti sama sama gila juga.
__ADS_1
“Kamu benar Ngga, Setya bukan jodohku. Dia gak mau berubah, gak ada jalan pulang ku ke hati dia.” Kata Rossa saat istirahat makan siang. “ lah kamu baru nyadar? ****** kok di piara” kata Angga santai. “waktu deket kemaren dia juga deket sama Dona tau. Dia juga gak serius tuh deketin kamu lagi hahahaha”
“Kok kamu gak bilang? Kata Setya dia gak ada hubungan sama Dona”
“Lah emangnya aku ember apa. Kamu lagi berbunga bunga gitu trus aku kasih kabar jelek? yaa sambil ngukur juga bucinan kamu sama dia hahahaha" kata Angga. Cowok slengekan itu sebenarnya nyaman untuk di ajak bicara. Cuman harus tahan dengan kata kata ajaib yang sering muncul dari mulut ber bau tembakau itu. “Udah lah Ross lu tuh lumayan cantik. Banyak lah cowok yang suka sama kamu asal kamu juga membuka diri. Kalo emang kepentok gak nikah nikah, lu nikahin aja om om kaya. Udah beres idup lu malah enak gak usah jadi bupati.”
__ADS_1
“Bupati (Ross Buruh Pabrik Roti)" kata Angga santai sambil menghisap rokoknya. Rossa tertawa teepingkal pingkal mendengarnya juga Hedi dan Renna yang juga mendengar curhatan Rossa. Setidaknya ada teman teman Rossa yang sayang dengannya. Menghibur hatinya yang gundah.
Rossa kali ini benar benar siap membuka hati. Ia lelah bermain dengan hati. Tak seaktif dulu juga mengencani semua kenalan kenalan barunya. Ia sadar semua pelampiasan itu tak berguna. Justru semakin membuat image bad gril untuk dirinya. Kejadian Juli dan Tari membuatnya sadar. Image baik harus ada di depan mertua. Entah mertua yang mana kelak. Semoga saja ada mertua yang mau punya calon menantu janda tunangan dua kali. Batin Rossa
Setidaknya ia harus mencintai seseorang. Walaupun tak sebesar cintanya pada Setya. Ia harus memastikan seseorang yang tulus mencintainya. Dengan segala image buruk yang ia bangun selama ini. Dengan kebenaran janda tunangan dua kali. Namun adakah cowok yang menerima dia apa adanya? Sanggupkah ia jatuh cinta lagi? Cintanya yang tlah koyak luluh lantak. Rossa bersujud memohon ampun pada Allah. Tangis itu tumpah di sajadahnya seusai sholat. Yaa Rossa ingin memperbaiki ibadahnya. Mendekatkan diri pada Sang Pencipta lebih baik daripada melampiaskan patah hatinya dengan menjadi bad gril.
__ADS_1
Rossa bertekad memperbaiki diri. Setidaknya akan ada jodoh yang baik untuknya kelak bila ia juga menjadi dirinya yang baik. Sebaik baik dirinya sendiri. Karena jodoh itu adalah cerminan dirimu sendiri. Jika ingin dapat jodoh yang baik, maka perbaiki dirimu sendiri. Pantaskan dirimu untuk jodoh yang baik. Pesan dari motivator terkenal yang terngiang ngiang di kepala Rossa.