Half Bad Girl

Half Bad Girl
penjelasan Tama


__ADS_3

Minggu pagi tiba Rossa sudah bersiap untuk pergi dengan Tama. Keluarganya belum tau fakta yang ia dapatkan tempo hari. Tama sendiri pun mengira Rossa sudah memaafkannya sehingga ia bisa ngapel minggu itu. “ Udah lama nunggu yang?” Tama melepas helemya. “ Belum yuk cabut”ajak Rossa.


“Pamit dulu sama ibuk” Tama pun pamit sama ibu Rossa. Tak berapa lama Tama sudah keluar rumah. “ Mau kemana ini yang?” Tanya Tama


“Terserah. Yang penting gak dirumah”


“ Kamu pingin main kemana?”


“Terserah kamu mass!! Pokoknya jangan di rumah ku. Aku mau ngomong penting sama kamu!!” Rossa mulai ngegas. Tama pun memilih melajukan motornya dalam diam. Perasaannya kembali tak enak. Ternyata gadis kecil di belakangnya masih marah.

__ADS_1


Dua sejoli itu tiba di tempat makan sekaligus pemancingan dan kolam renang. Pokoknya wisata air dan kuliner ikan yang menyenangkan. Tama mengambil meja privat di tengah kolam. Mereka harus menyebrang kolam dengan sampan kecil untuk sampai disana. “ mau pesan apa pak?” tanya pramusaji. “pesan camilan yang banyak kak!” perintah Rossa “Kentang goreng, keripik kulit ikan, bombay goereng, sama jus alpukad. Trus nasi sama gurameh asam manis. Minta air mineral juga yaa. Kamu mau pesan apa?” Tama beralih ke Rossa. “ samain aja”


“Mau es coklat apa eskrim coklat gitu?”


“Boleh kalo ada”


“Ada kok mbak. Pilih es coklat apa eskrim coklat?” tanya pelayan


“Baik ssudah semua ini yaa. Mari mbak mari pak di tunggu pesanannya” tutup pelayan itu ramah. “Ehh panggil saya mas!!” kamu panggil dia mbak, panggil saya pak apa maksudnya!!” Tama emosi

__ADS_1


“Maa ma maaf pak ehhh mas. Iya mas sekalilagi maaf saya permisi dulu mas, mbak” Rossa mendengar percakapan itu tertawa. “ mungkin kamu memang udah bapak bapak mas. Makanya masnya tadi panggil kamu pak.” Sindir Rossa. “Ya enggak lah masa aku punya anak” elak Tama membuat Rossa ingin melemparnya kekolam di bawah mereka.


Rossa menceritakan kejadian jumat itu pada Tama. Tak ada air mata atau emosi. Sudah ia tata kata demi kata yang akan ia sampaika siang itu. Tama diam tanpa menyela. Matanya terlihat sedih menerawang jauh ke dasar kolam di bawah mereka.


“Namanya citra. Teman main ku sejak kecil. Bapaknya bekerja disawah bapakku. Ibunya bekerja di rumah sebagai pembantu.” kata Tama saat Rossa memgakhiri ceritanya. Keheningan sempat terjadi beberapa saat. Tama seperti tersedot kedimensi lain. Ia hanya merenung.


Tama dan Citra tumbuh bersama. Mereka satu sekolah sampai smp. Setelah smp Citra tidak melanjutkan sekolah. Memilih bekerja sebagai buruh tani di keluarga Tama. Benih benih cinta mulai tumbuh saat Tama SMA. Tama yang terbiasa mendapat contekan dari Citra harus berjuang sendiri di jenjang ini. Tama merindukan Citra. Seperti Citra juga merindukannya. Mereka berpacaran. Tak berapa lama berita kereka pacaran sampai di telinga orang tua Tama. Mereka menentang habis habisan hubungan itu. Bayangkan anak juragan sawah terkaya di seluruh kabupaten berpacaran dengan anak buruh tani. Tama tetap nekat berpacaran dengan Citra walaupun sembunyi sembunyi hingga ia lulus kuliah.


Tama akhirnya di berangkatkan ke Jepang oleh orangtuanya menjadi TKI sebagai hukuman atas hubungan mereka. Berharap setelah di Jepang ia bisa melupakan Citra. Citra yang kecewa dan dihina hina setelah kepergian Tama putuasa dan mnerima pinangan dari pemuda lain di desanya. Pernikahan mereka berjalan hanya 3 tahun. Karena suami Citra selingkuh dengan wanita lain dan memilih wanita barunya. Padahal merek sudah di karuniai seorang anak laki laki berusia 2 tahun.

__ADS_1


Setahun setelah Citra menjanda Tama kembali dari Jepang. Cinta mereka kembali bersemi hingga Citra hamil anak Tama. Ayah Tama yang mendengar berita itu langsung terkena serangan jantung dan meninggal. Keluarga Tama tetap menentang hubungan mereka. Citra di biarkan sampai melahirkan di desa itu. Setelah melahirkan ia dan anak pertamanya di usir dari desa itu. Walau dengan uang cukup banyak. Tama yang saat itu di hantui rasa bersalah karena kematian ayahnya tak bisa berbuat banyak. Anak mereka pun kini di asuh keluarga Tama. Sedang dalam proses menjadi anak kakak Tama yang sudah menikah.


__ADS_2